loader image
Rabu, Februari 4, 2026
Lainnya

    Keuskupan Agung Medan

    Keuskupan Agung Medan (KAM) adalah salah satu keuskupan metropolitan dalam Gereja Katolik di Indonesia yang juga dalam kesatuan dengan Keuskupan Padang dan Keuskupan Sibolga, berkedudukan di Kota Medan, Sumatera Utara. Keuskupan ini memiliki peran penting dalam kehidupan Gereja Katolik di wilayah Sumatra bagian utara.

    Berawal dari Prefektur Apostolik Sumatra yang didirikan pada tahun 1911, dilayani oleh para misionaris Ordo Kapusin (OFMCap). Berkembang menjadi Vikariat Apostolik Medan, lalu pada tahun 1961 resmi ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Medan.

    8
    Kevikepan
    71
    Paroki
    1.296
    Stasi
    3.544
    Lingkungan
    67
    Imam Diosesan
    508
    Imam Tarekat
    1.590+
    Biarawan/ti
    447.930+
    Umat Keuskupan

    Warta Kuria KAM (November – Desember 2025)

    Kerusakan fisik dan kerugian material yang diakibatkan oleh bencana alam di Tapanuli Tengah juga melukai martabat manusia, terutama mereka yang paling rentan. Menanggapi panggilan iman untuk menghadirkan wajah Kristus yang berbelaskasih, Tim Kesehatan Keuskupan Agung Medan (RS St. Elisabeth, RS Siloam, RS Grand Medistra, RS Sari Mutiara) mengadakan pelayanan kesehatan di Sibolga pada 11–14 Desember 2025 dikoordinir oleh RP. Joseph Pandia OFMConv (vikep pro Religius KAM)

    BIDUK KAM

    Warta Kuria KAM (Agustus – September 2025)

    Pelatihan BIDUK Sakramen bagi admin BIDUK Paroki KAM yang telah lama dinantikan untuk melengkapi BIDUK KK (Kartu Keluarga) diadakan pada Sabtu, 13 September 2025, di lantai 3 Catholic Center Christosophia Medan. Kegiatan ini menghadirkan dua orang trainer dari Tim BIDUK Nusantara

    PSE KAM

    Per 11 Des Bantuan Bencana Alam Tahun 2025

    Salve. Keuskupan Agung Medan bersama seluruh Saudara-i yang terdampak bencana alam di 3 Keuskupan (Medan, Sibolga, Padang), menyampaikan terima kasih kepada Donatur yg telah membantu...

    DOWNLOAD

    Wajah Yesus yang Berbahagia – Homili Uskup

    Hari ini kita mendengarkan Sabda Bahagia. Teks ini sering kita dengar, sering kita kagumi, tetapi juga sering kita anggap terlalu tinggi dan sulit. Kita bertanya: bagaimana mungkin orang yang miskin, berdukacita, lemah lembut, bahkan dianiaya disebut berbahagia? Namun hari ini Injil mengajak kita melihat Sabda Bahagia dengan cara yang lebih dalam: Sabda Bahagia bukan pertama-tama tuntutan moral, melainkan pewahyuan tentang siapa Yesus itu sendiri.

    SINODE DIOSESAN VII KAM 2026-2027

    spot_img

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI

    VIDEO

    KEUSKUPAN AGUNG MEDAN