Jumat, Agustus 14, 2026
Lainnya
    BerandaParokiParoki Perdagangan

    Paroki Perdagangan

    NamaParoki Perdagangan
    PelindungKristus Raja
    Sejak5 Juli 1970. Sebelumnya bergabung dengan Paroki Pematangsiantar I Jl. Sibolga dan Kisaran
    AlamatJl. Jend. Sudirman No. 3, Kec. Bandar, Perdagangan - 21184
    HP / WA0822 7214 0596
    Email[email protected]
    Jumlah Umat1.232 KK / 4.591 jiwa (data Biduk per 05/02/2024)
    Jumlah Stasi23 (dua puluh tiga)

    Jumat Pertama : 18.00 WIB

    Sabtu : 05.30 WIB
    Hari Minggu : 08.00 WIB

    1. Kristus Raja Perdagangan
    2. Santo Antonius - Simpang Dosin
    3. Santo Mateus - Bandar Rakyat
    4. Santo Philipus - Sugaran
    5. Santo Titus - Sungai Langge
    6. Santa Maria Diangkat Ke Surga - Sahkuda
    7. Santo Carolus - Kerasaan Pekan
    8. Santo Gregorius - Pematang Kerasaan
    9. Santa Maria Goretti - Panduman
    10. Santo Hieronimus - Mariah Bandar
    11. Santo Petrus Andreas - Pardomuan Nauli
    12. Santa Lusia - Pematang Bandar
    13. Santo Benediktus - Habatu
    14. Santo Alfonsus - Bosar Majawa
    15. Santo Agustinus - Marihat Mayang
    16. Santo Mikael - Mayang Emplasmen
    17. Santo Paulus - Silakkidir
    18. Santo Germanus - Raja Maligas I
    19. Santo Laurensius - Sampe Mauli
    20. Santo Dominikus - Raja Maligas Iii
    21. Santo Bartolomeus - Bukit Lima
    22. Santo Stefanus - Kampung Lalang
    23. Santo Aloysius - Simangonai
    24. Santo Bernardus - Kampung Teladan

    RP. Danrisman R.Sitanggang, O.Carm
    Pastor Paroki Perdagangan
    RP. Fransiskus Xaverius Triprasetyo, O.Carm
    Vikaris Parokial Paroki Perdagangan
    1. Sejarah

    Sejarah panjang Paroki Kristus Raja Perdagangan dimulai sebelum era tahun 1970-an. Paroki St. Laurentius Brindisi yang terletak di Jalan Sibolga - Pematang Siantar, menjadi induk bagi stasi-stasi di wilayah kabupaten Asahan dan Simalungun. Pada masa itu, Pastor-pastor Ordo Capusin melayani umat Katolik yang berada di wilayah Timur kabupaten Simalungun. Tidak semua stasi memiliki Gereja sebagai sarana penggembalaan umat Katolik, termasuk stasi Perdagangan sebagai cikal bakal Paroki. MISA masih dilaksanakan di rumah-rumah umat yang berlokasi di Pasar I, Perdagangan.

    Pada tahun 1967 dilakukan pembentukan stasi Bandar Buntu (Bandar Rakyat sekarang ini) melalui musyawarah mufakat antara stasi Pajak Nagori dan stasi Perdagangan yang masing-masing dipimpin oleh Vorhanger Simon Pasaribu dan Vorhanger Albert Palentinus Gultom. Musyawarah mufakat kedua stasi menghasilkan kesepakatan untuk mengalihkan sebanyak 20 dari total 59 kepala keluarga umat stasi Pajak Nagori yang wilayahnya berdekatan dengan Bandar Buntu berpindah keanggotaannya ke stasi Bandar Buntu. Sementara 39 kepala keluarga umat stasi Pajak Nagori yang lain bergabung dengan stasi Perdagangan sehingga umat stasi Perdagangan bertambah menjadi 79 kepala keluarga.

    Setahun kemudian, tahun 1968 pemerintah kecamatan Bandar merencanakan perluasan kota Perdagangan. Setiap gereja diberi kebebasan untuk memilih lokasi pendirian gereja. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pengurus dan tokoh-tokoh Gereja Katolik - Walter Napitupulu, Evraim Gultom, Simarmata (Toko Famili), Salomo Pasaribu, Simon Pasaribu, dan Albert Palentinus Gultom untuk mendirikan gereja Katolik stasi Perdagangan. Area seluas ± 4 rante di jalan Sudirman yang diajukan, mendapatkan persetujuan dari Camat Bandar sebagai lokasi Pastoran dan Gereja Katolik Induk Stasi Perdagangan sekarang ini.

    Pembangunan Gereja dan Pastoran dimulai pada tahun 1969 dipimpin oleh Pastor Lambertus Woestenberg OFM.Cap yang bertugas di Paroki St. Laurentius Brindisi dan melayani umat stasi-stasi di wilayah Perdagangan. Pembangunan ini mendapatkan dukungan dana dari upaya umat dan sebagian besar donatur dari negeri Belanda atas usaha Pastor Lambertus Woestenberg.

    Semangat umat Katolik Perdagangan terus berlanjut. Setelah bangunan Gereja dan Pastoran selesai, para pengurus dan tokoh Gereja Katolik di bawah bimbingan pastor Lambertus Woestenberg menyampaikan usulan ke Keuskupan Agung Medan perihal pembentukan Paroki. Ada 2 pilihan lokasi rencana Paroki pada waktu itu yaitu Cinta Damai atau di Perdagangan. Berdasarkan berbagai pertimbangan pengembangan di masa mendatang, salah satunya adalah pengembangan pendidikan (sekolah) maka disepakati dan diputuskan oleh Uskup Agung Medan – Mgr. A. H. van de Hurk OFM.Cap., Paroki dipusatkan di Perdagangan.

    Pada tahun 1970 dilaksanakan peresmian Paroki Perdagangan dengan Pastor Paroki Lambertus Woestenberg, OFM.Cap, Vorhanger Albert Palentinus Gultom yang dibantu oleh para pengurus dan pengetua-pengetua gereja antara lain: Walter Napitupulu, Evraim Gultom, Simarmata (Toko Family), Salomo Pasaribu, Martogi Situmorang, Oberlin Sinaga, Simon Siboro, Lostan Sitanggang, dan Sahat Situngkir.

    Pastor Esdras Tarigan, Pr. yang bertugas sebagai pastor Paroki Perdagangan tahun 1988-1992 mengetahui perlunya keberadaan Aula serba guna di Perdagangan. Dewan Paroki merespon melalui pembelian area tanah sawah seluas ± 3,5 rantedi depan rumah Susteran untuk rencana pembangunan aula tersebut. Kepanitiaan dibentuk dengan panitia inti adalah Drs. Lindung Samosir, Berman Purba, Kapingan Situngkir masing-masing sebagai ketua, sekretaris dan bendahara.

    Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tahun 1989 dan kekurangan dana membuat pembangunan aula ini sempat terhenti. Pada tahun 1992 Pastor Carolus Tribeno Yuwono O.Carm yang menggantikan Pastor Esdras Tarigan Pr, melanjutkan pembangunan aula dengan dukungan sebagian besar dana dari sumbangan Ordo Karmel. Aula serba guna paroki Perdagangan berdiri dengan megah hingga kini. Aula tidak hanya diperuntukkan bagi penggunaan internal (sekolah, gereja) tetapi juga dapat digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai acara penduduk Perdagangan (eksternal) sebagai bagian dari kemandirian Paroki.

    Dalam menjalankan tugas pelayanan Pastor Lambertus Woestenberg, OFM.Cap dibantu oleh pastor pembantu yaitu Pastor Cosmas Peter, O.Carm. Dari sejak terbentuknya, Paroki Perdagangan mendapatkan pelayanan dari berbagai Tarekat yang diawali oleh Ordo Capusin (Pastor Lambertus Woestenberg), Serikat Xaverian (Pastor Gianfranco Cruder), Imam Projo (Pastor Esdras Tarigan) dan kemudian Ordo Carmelit (Pastor Carolus Tribeno Yuwono, OCarm.) yang berlangsung hingga saat ini. Pergantian Tarekat yang bertugas memperkaya pengetahuan umat akan kehidupan spiritual dan karya-karya Gereja Katolik yang beragam. Alih tugas para-Pastor juga menjadikan umat mengenal sosok gembala gereja dengan beragam kepemimpinan dan kepribadian. Setiap Pastor menghadirkan pembaharuan ke arah perkembangan yang lebih baik, menjadikan kehidupan menggereja umat lebih dinamis dan selalu bergerak maju.

    Stasi yang menjadi wilayah paroki Perdagangan pada saat itu berjumlah 40 stasi. Dalam perjalanannya, paroki Perdagangan mengalami dinamika pertumbuhan umat. Pertambahan umat diikuti dengan pembangunan gereja di stasi-stasi dan juga pemekaran stasi. 4 stasi baru terbentuk selama periode 50 tahun yaitu Kampung Kelapa, Indrapura, Panduman dan Cahaya Pardomuan.

    Penggabungan umat ke stasi terdekat juga terjadi sebagai akibat penurunan jumlah umat di stasi tertentu (stasi Dolok Parmonangan, Dolok Sinumbah, dan Kampung Onom). Hal ini berakibat pada penutupan gereja di stasi tersebut. Selain itu, pengalihan status stasi terjadi ketika berpindah wilayah ke Paroki lain seturut ketetapan yang dikeluarkan oleh Keuskupan (Paroki Tebing Tinggi, Tanah Jawa dan Cinta Damai). Saat ini jumlah wilayah Reksa Pastoral Paroki Kristus Raja meliputi 23 Stasi dan 7 Wilayah.

    No

    Stasi

    Pelindung Santo/Santa

    1970

    Berdiri dan status

    2022

    1

    Bandar Buntu/ Bandar Rakyat

    St. Mateus

    V

    1968 ibadat di Simpang Pajak Nagori, 1972 ibadat di Stasi Bandar Rakyat

    V

    2

    Bosar Majawa

    St. Alfonsus

    V

    1954

    V

    3

    Bukit Lima

    St. Bartolomeus

    V

    1954

    V

    4

    Cinta Damai

    St. Petrus

    V

    1955, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    5

    Cinta Maju

    St. Thomas

    V

    1967, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    6

    Dolok Parmonangan

     

    V

    1985 gabung ke Pematang Bandar

     

    7

    Dolok Sinumbah

    St. Pius

    V

    1978, 2010 gabung ke Marihat Bandar

     

    8

    Emplasmen Mayang

    St. Mikael

    V

    1978

    V

    9

    Gunung Rante

    St. Lukas

    V

    1959, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    10

    Habatu

    St. Benedictus

    V

    1971

    V

    11

    Kampung Lalang

    St. Fransiskus

    V

    1983

    V

    12

    Kampung Onom

     

    V

    1972, 2020 tutup

     

    13

    Kampung Teladan

    St. Bernardus

    V

    1980

    V

    14

    Kerasaan Pekan

    St. Carolus

    V

    1951

    V

    15

    Lima Puluh

    St. Magdalena

    V

    1970, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    16

    Mariah Bandar

    St. Hieronimus

    V

    1958

    V

    17

    Marihat Bandar/

    Simpang Dosin

    St. Antonius

    V

    1968

    V

    18

    Marihat Mayang

    St. Agustinus

    V

     

    V

    19

    Pandomayu

    St. Cornelius

    V

    1966, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    20

    Panurunan

    St. Yohanes

    V

    1965, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    21

    Pardomuan Nauli

    St. Petrus Andreas

    V

    1953

    V

    22

    Pematang Bandar

    St. Lusia

    V

    1957

    V

    23

    Pematang Kerasaan

    St. Gregorius

    V

    1952

    V

    24

    Pematang Tengah

    St. Agustinus

    V

    1962, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    25

    Perdagangan Induk

    Kristus Raja

    V

    1970, 2022 ditiadakan

     

    26

    Raja Maligas I

    St. Germanus

    V

    1952

    V

    27

    Raja Maligas III

    St. Dominikus

    V

    1970

    V

    28

    Sahkuda

    St. Maria

    V

    1979

    V

    29

    Sampe Mauli

    St. Laurensius

    V

    1970

    V

    30

    Silakkidir

    St. Paulus

    V

    1962

    V

    31

    Simangonai

    St. Aloysius

    V

    1968

    V

    32

    Simpang Dolok

    St. Anna

    V

    1957, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    33

    Sugaran

    St. Phillipus

    V

    1964

    V

    34

    Suka Mulia

    St. Atanasius

    V

    1967, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    35

    Suka Raja

    St. Katharina

    V

    1952, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    36

    Suka Ramai

    St. Canisius

    V

    1969, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    37

    Sungai Langge

    St. Titus

    V

    1957

    V

    38

    Sungai Tenang

     

    V

    1985 pindah ke Paroki Tebing Tinggi

     

    39

    Tanjung Muda

    St. Canisius

    V

    1950, 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    40

    Tanjungan

     

    V

    1994 pindah ke Paroki Tanah Jawa

     

    41

    Kampung Kelapa

    St. Yosep

     

    1985 (pemekaran stasi Cinta Damai), 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    42

    Indrapura

    St. Albertus

     

    1997 (pemekaran stasi Suka Raja), 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     

    43

    Panduman

    St. Maria Goretti

     

    2004 pemekaran stasi Pematang Kerasaan

    V

    44

    Cahaya Pardomuan

    St. Fidelis

     

    1963 (pemekaran stasi Simpang Dolok), 2020 pindah ke Paroki Cinta Damai

     
     

    Total Stasi

     

    40

     

    23

    Setelah 37 tahun penggembalaan umat Katolik di Perdagangan, tahun 2007 Pastor Tinto Tiopan Hasugian O.Carm, memimpin umat Paroki Kristus Raja Perdagangan melaksanakan pembangunan gereja yang baru. Lindung Samosir, P. Sihombing, Malem Jenda Tarigan masing-masing ditetapkan sebagai Ketua Panitia, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II. Bahu membahu umat mengosongkan gereja lama, meruntuhkan dan membangun gereja baru. “CINTA UNTUK RUMAHMU MENGHANGUSKAN AKU” (Yohanes 2:17) menjadi semangat bagi umat Paroki Kristus Raja Perdagangan untuk segera menyelesaikan pembangunan gereja yang lebih besar dan megah. Peresmian gereja baru dilakukan pada tanggal 21 Desember 2008 oleh Uskup Agung Medan - Mgr Alfred Gonti Pius Datubara dan Bupati Simalungun – Drs. T. Zulkarnain Damanik, MM.

    Peresmian gereja baru dilakukan pada tanggal 21 Desember 2008 oleh Uskup Agung Medan - Mgr Alfred Gonti Pius Datubara dan Bupati Simalungun – Drs. T. Zulkarnain Damanik, MM. Pada acara Peresmian Gereja ini Bupati Simalungun menyumbangkan dana sebesar Rp. 50.000.000, - (lima puluh juta rupiah) untuk Gereja Paroki Kristus Raja Perdagangan.

    Demi meningkatkan pelayanan intensif bagi umat dan pengembangan Gereja di Keuskupan Agung Medan maka Uskup Agung Medan – Mgr. Dr. Anicetus Bonsu Sinaga mendirikan Kuasi Paroki Santo Petrus Rasul, Cinta Damai sebagai pemekaran dari Paroki Santo Yoseph, Tebing Tinggi dan Paroki Kristus Raja, Perdagangan sejak 21 Agustus 2018 yang tertuang dalam Surat Keputusan Uskup Agung Medan no: 396/PAR/CD/KA/VIII/’18.

    Pastor Paroki Kristus Raja Perdagangan Mathias Mangapul Simarmata, O.Carm. memimpin persiapan Kuasi Paroki Santo Petrus Rasul, Cinta Damai, dibantu oleh Pastor Andreas Novem, O.Carm. Di akhir tahun 2020 dilakukan serah terima oleh Paroki Perdagangan dari Pastor Mathias Mangapul Simarmata, O.Carm (berkarya ke Paroki Santo Petrus Rasul, Cinta Damai) ke Pastor Bernardinus Tamrin Berutu, O.Carm selaku Pastor Paroki Kristus Raja Perdagangan yang baru. Bersamaan dengan serah terima tersebut pelayanan Pastoral Paroki Kristus Raja Perdagangan sudah tidak meliputi Kuasi Cinta Damai.

    Devosi Bunda Maria Paroki Kristus Raja Perdagangan dimulai pada bulan Mei tahun 2018. Pastor Mathias Mangapul Simarmata, O.Carm menggalakkan umat se-Paroki untuk bersama-sama meningkatkan penghormatan dan doa kepada Bunda Maria. Area kosong di belakang Gereja Pastoran dipersiapkan untuk memulai Devosi Maria. Bersama-sama Pengurus Gereja dan Orang Muda Katolik, Pastor Mathias Mangapul Simarmata, O.Carm menyulap area kosong menjadi cikal bakal lokasi Devosi Maria umat paroki Kristus Raja Perdagangan.

    Menilik semangat umat Paroki Kristus Raja dalam melaksanakan Devosi Maria, Pastor Mathias Mangapul Simarmata, O.Carm lebih bersemangat untuk mewujudkan lokasi Devosi Maria di Paroki Kristus Raja. Setelah melalui berbagai persiapan perihal desain dan dana, pada tahun 2018, Albert Marbun ditetapkan sebagai penanggung jawab pembangunan lokasi Devosi Bunda Maria. Tanggal 1 Oktober 2018, Pondok Maria - demikian nama yang diberikan – resmi digunakan melalui pembukaan bulan Rosario.

    Pastor Bernardinus Tamrin Berutu, O.Carm selaku Pastor Paroki Kristus Raja Perdagangan melayani umat Paroki Kristus Raja Perdagangan didampingi Pastor Damian Parngadi O.Carm yang melalui masa pension dengan tetap melakukan pelayanan untuk umat di Perdagangan. Diusianya yang lebih dari 70 tahun, Pastor Damian tetap setia melayani Kristus dengan segala daya upaya yang ada dan keterbatasannya. Contoh nyata bahwa pelayanan kepada Kristus tidak memandang usia.

    Di masa Pandemi ini, umat memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan Pastor Damian. Bersama-sama umat menjaga Pastor agar terhindar dari Covid-19 yang sudah menyebar di seputaran Perdagangan. Usaha keluarga Pastoran dan umat membuahkan hasil yang nyata. Pastor Damian masih dalam kondisi sehat dan terus membina iman umat melalui pelayanan Misa dan pendalaman alkitab dalam berbagai kegiatan doa hingga berpulangnya pada tahun 2022.

    Kehadiran Pastor Bernardinus Tamrin Berutu, O.Carm membawa pembaharuan bagi Paroki Kristus Raja Perdagangan. Paroki sudah jauh lebih ASRI dengan perhatian terhadap pertumbuhan tanaman. Setelah 3 tahun melaksanakan Devosi Maria dan di tengah-tengah kondisi pandemi, pada tahun 2021 Pastor Bernardinus Tamrin Berutu merenovasi Pondok Maria dengan menambahkan perlindungan terhadap bangunan Pondok Maria seperti tampak sekarang ini. Kembali Albert Marbun bertanggung jawab terhadap pelaksanaan renovasi bersama Harry Ericson Iswandar selaku pembuat desain renovasi Pondok Maria.

    Pembangunan Paroki Kristus Raja terus berlanjut. Pembangunan Asrama Putra dipercayakan kepada Albert Marbun sebagai pelaksana pembangunan dan Harry Ericson Iswandar selaku pembuat desain Asrama Putra. Asrama Putra dibangun di belakang area Aula Paroki. Asrama Putra dan Gereja stasi Kampung Teladan dibangun dan selesai pada tahun 2021. Pada tahun tahun 2022, pembangunan gereja stasi Kampung Lalang dan Simangonai telah dimulai sedangkan pembangunan Pastoran dan Gereja stasi Sahkuda masih dalam perencanaan.

    2. Wilayah Pelayanan

    Paroki Kristus Raja Perdagangan terletak di Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. Lokasi ini dipandang sebagai ‘Lumbung Umat’ yang terbesar dengan peluang untuk pengembangan bidang pendidikan serta pertumbuhan umat sehubungan dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus - Sei Mangkei. Letak paroki di jalan protokol Jenderal Sudirman merupakan posisi yang strategis dan menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Jarak paroki ke semua stasi dapat ditempuh dalam 1 hari perjalanan pulang pergi.

    Wilayah Reksa Pastoral Paroki Perdagangan meliputi 23 Stasi dan 7 Wilayah yang terbentang di 6 kecamatan di kabupaten Simalungun yaitu kecamatan Bandar Masilam, kecamatan Bandar, kecamatan Pematang Bandar, kecamatan Hutabayu Raja, kecamatan Gunung Malela dan kecamatan Bosar Maligas. Seluruh Stasi dan Wilayah tersebut dikelompokan menjadi 4 Rayon dan 2 Wilayah, sebagai berikut:

    a. Wilayah I (Satu)





    No



    Nama Lingkngan



    Nama Pelindung



    Desa/Kelurahan



    Kecamatan



    1



    Lingkungan Pasar 1



    St.Theresia Lisieux



    Perdagangan 3



    Bandar



    2



    Lingkungan Pajak Negeri



    St.Pransiskus



    Pajak Negeri



    Bandar



    3



    Lingkungan Kota



    St.Maria



    Perdagangan1



    Bandar



    4



    Lingkungan Perluasan



    St.Paulus



    Perdagangan 1



    Bandar



    b. Wilayah II
    1 Lingkungan Manahul, St.Yohannes Pembaptis, Perdagangan 3, Bandar
    2 Lingkungan Pasar 1, St.Petrus, Perdagangan 3, Bandar
    3 Lingkungan Kuala Tanjung, St.Lusia, Perdagangan 3, Bandar
    c. Wilayah Sermon Bandar
    Stasi Sungai Langgei, St.Titus, Bandar Gunung, Bandar Masilam

    Stasi Simpang Dosin, St.Antonius, Marihat Bandar, Bandar Stasi Bandar Rakyat, St.Mateus, Bandar Rakyat, Bandar
    Stasi Sugaran,St.Philipus,Sugaran,Bandar

    d. Wilayah Sermon Kerasaan Pekan



    No




    Nama Stasi




    Nama Pelindung




    Desa/Kelurahan




    Kecamatan






    1




    Stasi Sahkuda




    St.Maria Diangkat ke Surga




    Sahkuda Bayu




    Gunung Malela






    2




    Stasi Kerasaan Pekan




    St.Carolus




    Kerasaan  I




    Pematang Bandar






    3




    Stasi Pematang Kerasaan




    St.Gregorius




    Pematang Kerasaan




    Bandar






    4




    Stasi Panduman




    St.Maria Goretti




    Pematang Kerasaan




    Bandar






    5




    Stasi Mariah Bandar




    St.Hieronimus




    Mariah Bandar




    Pematang Bandar






    6




    Stasi Pardomuan Nauli




    St.Petrus




    Pardomuan Nauli




    Pematang Bandar






    7




    Stasi Pematang Bandar




    St.Lusia




    Pematang Bandar




    Pematang Bandar






    8




    Stasi Habatu




    St.Benedictus




    Habatu




    Bandar




    e. Wilayah Sermon Silakkidir



























































    No



    Nama Stasi



    Nama Pelindung



    Desa/Kelurahan



    Kecamatan



    1



    Stasi Bosar Majawa



    St.Alfonsus



    Bosar Bayu



    Hutabayu Raja



    2



    Stasi Marihat Mayang



    St.Agustinus



    Huta Sada



    Hutabayu Raja



    3



    Stasi Mayang Emplasmen



    St.Mikael



    Nagori Mayang



    Bosar Maligas



    4



    Stasi Silakkidir



    St.Paulus



    Silakkidir



    Hutabayu Raja



    5



    Stasi Raja Malias  1



    St.Germanus



    Raja Maligas I



    Hutabayu Raja



    6



    Stasi Sampemauli



    St.Laurensius



    Talam Bayu



    Hutabayu Raja



    7



    Stasi Raja Maligas 3



    St.Dominikis



    Bahal Batu



    Hutabayu Raja



    f. Wilayah Sermon Bukit Lima

    1. Stasi Bukit Lima (St. Bartolomeus) : Desa/Kel. Marihat Tanjung, Kec. Bosar Maligas
    2. Stasi Kampung Lalang (St. Stefanus) : Desa/Kel. Marihat Mayang, Kec. Hutabayu Raja
    3. Stasi Simangonai (St. Aloysius) : Jawa Baru, Kec. Hutabayu Raja
    4. Stasi Kampung Teladan (St. Clara) : Kampung Teladan, Kec. Bosar Maligas

    Infrastruktur transportasi darat di 6 wilayah kecamatan ini sudah termasuk lumayan baik meskipun jalan ke beberapa stasi masih kurang bagus karena mereka terletak di pelosok dan di kelilingi hamparan kebun sawit. Pengerasan jalan tanah masih dilakukan menggunakan batu pasir yang pada kondisi hujan akan menjadi licin dan sering berlubang besar akibat tanah yang tidak padat. Namun demikian secara umum semua stasi sudah bisa dilalui dengan kendaraan sepeda motor dan mobil.

    3. Kekhasan Paroki

    Mayoritas umat Paroki Kristus Raja Perdagangan adalah suku Batak selain itu adalah Simalungun, Karo, Jawa, Nias dan Cina. Pelayanan liturgi di Paroki Kristus Raja Perdagangan menggunakan 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak. Keberagaman umat dari berbagai segi ini telah menjadi salah satu dasar pemilihan nama Pelindung Gereja yaitu Kristus Raja. Sang Pencipta alam raya dengan segala keberagamannya.

    Umat paroki Kristus Raja Perdagangan umumnya adalah pendatang. Mereka yang pindah pada awal tahun lima puluhan biasanya mendapat tanah yang subur dan strategis yang digunakan untuk lahan pertanian. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan profesi lainnya adalah pedagang, pegawai negeri sipil dan karyawan. Untuk pengembangan perekonomian dan kesejahteraan umat, paroki Kristus Raja Perdagangan memiliki suatu wadah yang disebut Pengembangan Kesejahteraan Umat Paroki Perdagangan (PASARDA). Pasarda ini merupakan wadah semacam ‘arisan’ bagi umat Katolik Paroki Kristus Raja Perdagangan yang bernaung di bawah Gereja Katolik dengan tetap memakai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Credit Union (CU).

    Pada tahap awal, CU ini beranggotakan para Vorhanger dan Pengurus Gereja Paroki Perdagangan yang berjumlah 28 orang dan sekarang anggotanya telah berjumlah lebih dari 5800 orang. Kegiatan simpan pinjam yang dikelolanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya dengan ikatan pemersatu adalah Paroki Perdagangan. Kiprah PASARDA telah menunjukkan dampak positif bagi kehidupan umat Paroki Perdagangan terkhusus para anggotanya. Selain itu, Pasarda juga terlibat aktif dalam pembangunan infrastruktur, kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan yang diselenggarakan oleh Paroki. Pada tahun 2022, kepengurusan di bawah pimpinan L. Situmorang, telah berhasil membangun gedung milik PASARDA.

    Artikel sebelumnya
    Artikel selanjutnya
    Artikel Terkait

    KARYA PENDIDIKAN

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI