Jumat, April 19, 2024
More
    BerandaParokiParoki Parsoburan

    Paroki Parsoburan

    Pelindung
    :
    Santo Yoseph
    Buku Paroki
    :
    Sejak 1952. Sebelumnya bergabung dengan Paroki Balige.
    Alamat
    :
    Jl. Lumban Rau, Kec. Habinsaran, Kab. Toba, Parsoburan - 22383
    Telp.
    :
    0812 6158 7311
    Email
    :
    parokistyoseph@gmail.com
    Jumlah Umat
    :
    1.022 KK/ 4.165 jiwa
    (data Biduk per 05/02/2024)

    Jumlah Stasi
    :
    26
    01. Aek Ulok
    04. Barbor
    07. Lumban Pinasa
    10. Lumban Ruhap
    13. Nassau
    16. Paridian
    19. Sibuntuon
    22. Simanalese
    25. Taon Marisi
    02. Ambata Lobuhole
    05. Janji
    08. Lumban Lintong
    11. Matio
    14. Pandumaan
    17. Paronggangan
    20. Sijomba
    23. Sipange
    26. Tornaganjang
    03. Bt. Manumpak
    06. Laverna
    09. Lumban Rau
    12. Napajoring
    15. Pararungan
    18. Sibaning
    21. Sijungkat
    24. Sitarak
     
             
    RD. Henri Johnson Simbolon
    07.09.'77
    Parochus
    RD. Fransiskus Ginting
    07.07.'88
    Vikaris Parokial

    Sejarah Paroki St. Yoseph - Parsoburan

    Sejarah Paroki (klik untuk membaca)
    Pengantar
    Paroki St. Yoseph Parsoburan merupakan salah satu paroki yang berada di wilayah Keuskupan Agung Medan. Paroki yang saat ini dipimpin oleh RD. Henri Simbolon, beralamat di Kel. Parsoburan Tengah, Rt IV, Kec. Habinsaran, Kab Toba. Wilayahnya tersebar di 3 kecamatan yakni, Kec Habinsaran, Kec. Nassau dan Kec. Bor-bor. Paroki ini terdiri dari 26 stasi yang terbagi dalam 6 rayon dan 10 lingkungan di paroki.
    Menyemaikan Iman Kekatolikan di Parsoburan
    Gereja Katolik berdiri di Parsoburan tidak lepas dari hubungan kekerabatan antara Parsoburan dengan desa Lumban Pinasa. Awalnya, Raja Gompul Siagian berniat menjadi Katolik. Kedatangan para tokoh ini bertujuan agar mereka bisa keluar dari belenggu Kepercayaan Animisme (sipele begu). Raja Gompul Siagian bersama teman-temannya berangkat ke Balige menemui misionaris Belanda. Pada waktu itu, pusat misi di Balige. Mereka sangat berharap bahwa keluarga mereka, paling tidak keluarga dan teman sejalan ke Balige segera disahkan menjadi Katolik.
    Dengan segala perjuangan para umat perdana di Parsoburan, akhirnya misionaris berencana datang dan tinggal di Parsoburan. Dengan usaha keras dan kegigihan umat perdana, pada tahun 1952, Parsoburan disahkan oleh keuskupan menjadi paroki (pemekaran dari Paroki Balige). Satu tahun setelah disahkan menjadi paroki, para misionaris tinggal di Parsoburan. Pada waktu yang sama, umat berencana mendirikan gereja baru. Keinginan ini terjawab setelah kehadiran RP. Rocus Raessens, OFM Cap di Parsoburan pada tahun 1953. Sejak tahun 1959 hingga 1963, RP. Asterius van Reen, OFM Cap tinggal menetap di Parsoburan. Setelah bermisi selama empat tahun, beliau cuti ke Belanda.
    Pada tahun 1965, RP. Nepomucenus Hamers, OFM Cap tiba di Parsoburan dan tinggal sendirian sebagai misionaris di Parsoburan. Setelahnya, suster Kongregasi Suster Santo Yosef (KSSY) resmi membuka rumah. Hal ini tentu membuat misi semakin mudah menyebar. Mayoritas, stasi hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Oleh karena itu, RP. Nepomucenus Hamers, OFM Cap sering menghabiskan perjalanan selama satu hari agar sampai di stasi. Telah ada puluhan pastor kapusin yang membantu pelayanan di paroki ini.
    Estafet Penggembalaan Beralih ke Imam Diosesan
    Pada bulan Februari 2010, Paroki Parsoburan mendapat rahmat baru. Paroki tersebut akan digembalakan oleh dua orang imam diosesan, RD. Anggiat Sihotang dan RD. Wirman Matondang. Mereka tinggal di pastoran yang sudah lama menjadi tempat tinggal para pastor.
    Berselang beberapa bulan, tepatnya pada Rabu, 15 September 2010, pastoran dan kantor paroki terbakar. Dua hari kemudian, Dewan Paroki Parsoburan mengadakan rapat mendadak dan membentuk panitia pembangunan pastoran yang baru.
    Jenis Kerasulan di Paroki Parsoburan
    1. Karya Kerasulan KSSY di Parsoburan: Asrama Putera dan Puteri, Sekolah, dan Klinik.
    2. SD St. Pius X
    3. SMP Kartini dan Asrama Putera dan Puteri
    4. Klinik
    5. Credit Union (CU) Paroki
    - Punguan Ama
    - Punguan Ina
    6. Orang Muda Katolik (OMK)
    7. Mesdinar
    8. Taman Seminari
    Pastor dan suster atau biarawan-biarawati yang berasal dari paroki ini pun sudah banyak. Mereka berasal dari berbagai stasi.
    Sekilas Pandang Sejarah Pendirian Stasi-Stasi Berdasarkan Rayon
    Paroki St. Yoseph-Parsoburan dibagi menjadi beberapa rayon. Berikut penuturan sejarahnya.
    RAYON MATIO
    Stasi St. Anna Taon Marisi
    Stasi St. Clara Matio
    Stasi St. Gabriel Lumbanruhap
    RAYON BATUMANUMPAK
    Stasi St. Pius X Paronggangan
    Stasi St. Theresia Pandumaan
    Stasi St. Petrus Batumanumpak
    Stasi St. Agustinus Nassau
    RAYON LUMBAN LINTONG
    Stasi St. Maria Lumban Lintong
    Stasi St. Bartolomeus Sibuntuon
    Stasi St. Benedictus Pararungan
    Stasi St. Thomas Sijomba
    Stasi St. Yoseph Tornaganjang
    RAYON PARIDIAN
    Stasi St. Philipus Janji
    Stasi St. Fransiskus Laverna
    Stasi St. Yohannes Pembaptis, Napajoring
    Stasi St. Paulus Lumban Pinasa
    Stasi St. Stefanus Paridian
    RAYON SIJUNGKAT
    Stasi St. Carolus Sijungkat
    Stasi St. Martha Sibaning
    Stasi St. Paulus Sipange
    Stasi St. Maria Simanalese
    Stasi St. Maria Sitarak
    RAYON LUMBAN RAU
    Stasi St. Maria Lumban Rau
    Stasi St. Vincencius Ambatan Lobuhole
    Stasi St. Bernardinus Realino Aek Ulok
    Stasi St. Petrus Borbor
    Penutup
    Sesuai dengan data Biduk tahun 2022 , di Paroki St. Yoseph Parsoburan, terdapat 984 KK dengan jumlah umat 3936 jiwa. Demikianlah sejarah singkat berdirinya Paroki St. Yoseph Parsoburan. Terima kasih.
    Video Profil :
    Lokasi Paroki :
    Artikel sebelumnya
    Artikel selanjutnya

    JADWAL USKUP & VIKJEN KAM

    KALENDER LITURGI

    Terbaru