BASIS INTEGRASI DATA UMAT KEUSKUPAN: Program Pendataan Umat Berbasis Online

41

Perjumpaan dengan seseorang sering membawa pencerahan, karena masing-masing punya pengetahuan dan pengalaman dan memang ada banyak hal yang baru di sekitar kita, dan perubahan itu sendiri berlangsung dengan cepat. Salah satu yang lagi hangat, dibicarkan di Keuskupan atau di  masing-masing Paroki Keuskupan Agung Medan adalah, apa yang disebut dengan program BIDUK. Hal ini juga menjadi perhatian bagi kalangan sekretaris paroki. Program BIDUK berawal dari perjumpaan Bapak Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung dengan beberapa umat yang berasal dari Keuskupan Agung Medan (KAM) yang sekarang sudah lama tinggal dan menetap di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).  Meskipun sudah jauh,  tetapi mereka  tetap peduli dengan “bona pasogit Keuskupan Agung Medan.  Dasarnya adalah kecintaan kepada Gereja Partikular dan kebutuhan umat dan bagaimana mengusahakan pastoral yang efektif dan berdaya guna untuk umat.

Latar belakang program BIDUK ini adalah upaya KAJ mengembangkan tata layanan pastoral berbasis data, dimana dengan data tersebut  pelayanan pastoral dapat terselenggara dengan lebih baik, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang disimpulkan  pada akhirnya diharapkan mampu  memberikan informasi dalam merumuskan kebijakan pelayanan pastoral.

Bapa Uskup menawarkan program BIDUK ini secara resmi dalam rapat Dewan Presbiteral Keuskupan Agung Medan (DEPKAM), 8-10 Juli 2019. Kemudian disampaikan juga dalam Hari Study Imam, 29-01 Agustus 2029 yang lalu. Setelah melalui diskusi yang cukup alot, yang tentu saja diikuti dengan rasa pesimisme tetapi juga optimisme, diputuskan bahwa BIDUK menjadi program keuskupan dan menjadi gerakan bersama untuk Keuskupan Agung Medan, yang implementasinya terutama di paroki-paroki se-KAM. Program BIDUK ini disebut dengan Basis Integrasi Data Umat Keuskupan,  Keuskupan Agung Medan (BIDUK KAM).

Kebaikan Keuskupan Agung Jakarta

Pada tanggal 22 April 2019, telah dikirimkan surat No. 236/KAJ/KA/IV/’19 kepada Mgr. Ign. Suharyo perihal memohon bantuan dalam perencanaan dan pelaksanaan program BIDUK di KAM. Kemudian dijawab dengn Surat No.

263/2.40.15/2019,  Jakarta 14 Mei 2019, BIDUK KAJ setuju membantu BIDUK KAM. Terimkasih kepada Bapak Uskup Suharyo yang ketika tulisan saya tuliskan beliau sudah menjadi Kardinal. Proficiat Bapak Kardinal!

Keuskupan Jakarta melalui Tim Biduk Nusantara yang dikomandani oleh Bapak Ivan Sangkareng dan Bapak Henry Irawan telah menuntun BIDUK KAM dengan sangat baik, ditopang dengan antusiasme  para Parochus dan animo para administrator BIDUK dari paroki dan kuasi paroki kita. Lanjutkan! dan semoga  semangat itu tetap bernyala.

Dari sekretariat KAM, sejak 10 Juni 2016, dimotori oleh saudara Benisius Manullang, dimulai komunikasi dengan para Parochus sekretaris paroki, dengan memb

uat group di WhatsApp (WA). Melalui teknologi ini banyak data dan informasi yang bisa disampaikan dengan cepat untuk mendukung program BIDUK. Pada,  20 Agustus 2019 diadakan sosialisasi sekaligus pelatihan awal bagi para Parochus dan calon administrator BIDUK. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari  “Go implementasi  BIDUK KAM”, dengan  Paroki Medan Timur  ditunjuk sebagai pilot project di Keuskupan Agung Medan.

Antara Kekwatiran dan Harapan

Ketika BIDUK pertama kali dimunculkan, ada perasaan skeptis. Hal ini tidak terlepas dengan pengalaman buruk sebelumnya, tetapi juga tingkat kesulitan dan keberlangsungan-nya kelak.   Pengalaman tersebut, sudah diantisipasi. Hanya keyakinan yang kuat, persiapan sumber daya manusia, finansial yang cukup, dan pertolongan Tuhan sendiri, program ini dapat berjalan dengan baik.

Barangkali semua kitasepakat, bahwa pastoral berbasis data saat ini, bukan lagi optional tetapi sudah merupakan keharusan bagi paroki-paroki di KAM. Pendekatan pastoral secara objektif dan cermat, melalui riset-riset kecil untuk menggali data kebutuhan umat, menjadi kebutuhan tak terelakkan untuk mengembangkan pastoral yang profesional. Kemajuan dunia perlu diikuti dengan peningkatan pelayanan pastoral, dan untuk itu dibutuhkan data.

Kita menyadari berpastoral berbasis data tentu saja tidak akan selalu berjalan mulus. Pasti akan ada tantangan  dan kesulitan,  baik di kantor, dan terutama di lapangan. Selain itu, adalah tantangan tersendiri,  pekerjaan yang sering kurang diperhatikan yaitu pemutahiran data secara berkelanjutan. Oleh sebab itu pastoral berbasis data harus menjadi gerakan bersama, supaya kita memiliki roh yang sama dalam memajukan keuskupan ini. Dalam periode ini program BIDUK KAM dan Website KAM adalah dua program berbasis data yang saling mendukung satu sama lain untuk mengembangkan tata kelola yang baik dalam segala aspek pastoral.

Kita harus sampai kepada keyakinan,  menuju pastoral berbasis data, berbasis online, seraya memanfaatkan teknologi yang semakin maju.  Kita semua tahu, dan sadar bahwa  dengan mempertimbangkan data-data tersebut, program-program pastoral bisa direncanakan dengan tepat sehingga pelaksanaannya pun membawa dampak positif bagi perkembangan umat. Sebaliknya, tanpa didasari data-data yang bisa dipertanggungjawabkan, program pastoral cenderung direncanakan berdasarkan pertimbangan pribadi, minat/kesukaan, asumsi-asumsi pelayan pastoral, yang bisa saja tidak sesuai dengan kondisi umat yang hendak dilayani. Akibatnya, Gereja menawarkan banyak kegiatan,  namun tidak menjawab permasalahan dasar umat secara tepat,sehingga tidak  membawa perubahan.

Keamanan Data

Keamanan data akan menjadi perhatian Keuskupan Agung Medan. Bagaimana dengan keamanan data? Hal ini telah diantisipasi oleh TIM Biduk KAJ. Intinya data kita aman, sehingga kita tidak perlu kwatir. Kalaupun di masa depan ada hal di luar perkiraan, KAM siap menanggung segalanya dalam hubungan dengan data umat.

Harapan Bapa Uskup Keuskupan Agung Medan

Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung  mengharapkan dalam sambutannya, dalam pelatihan, 05-06 Oktober yang lalu, kiranya pada bulan Desember 2019, BIDUK KAM sudah bisa online di seluruh paroki secara terbatas. Saya katakan terbatas, karena BIDUK KAM dapat online secara menyeluruh dengan pengandaian semua data umat sudah di input dari form kartu keluarga. Bulan Desember sebagai hari kelahiran dapat menjadi kelahiran  BIDUK KAM sekaligus  hadiah Natal  bagi KAM. Seluruh sumberdaya kita akan kita kerahkan supaya BIDUK KAM ini dapat operasional. Pasti sulit, tapi sulit tidak sama dengan tidak bisa. Bersama kita pasti bisa. BIDUK KAM, jalan terus, tidak ada lagi kata mundur. Semoga! (VAB)

Penulis: RP. Frans Borta P. Rumapea, O.Carm