Senin, September 14, 2026
Lainnya
    Beranda blog Halaman 2

    Tata Ibadat Hari Ekologis KAM 2026 Pekan Laudato Si (Dari Harapan Menuju Aksi Nyata)

    Unduh Tata Ibadat Pekan Laudato Si dan Hari Ekologis KAM (Minggu ke-3, ke-4 & 29 Agustus 2026) - Bahasa Indonesia
    Unduh Tata Ibadat Pekan Laudato Si dan Hari Ekologis KAM (Sekolah & Universitas)
    Unduh Tata Ibadat Pekan Laudato Si dan Hari Ekologis KAM (Bahasa Daerah)

    Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

    Selamat berjumpa dalam Perayaan Pekan Laudato Si’. Dalam terang ensiklik Laudato Si' dari Paus Fransiskus, kita dihimpun dalam satu panggilan yang mendesak dan profetis: mendengarkan jeritan bumi dan jeritan kaum miskin, serta mengubah harapan menjadi tindakan nyata. Inilah jalan iman yang harus kita tempuh sebagai murid-murid Kristus di tengah dunia yang terluka.

    Perjalanan rohani kita diawali dengan sikap dasar yang amat penting sesuai dengan semangat Sinode VII KAM yakni mendengarkan. Bumi sedang mengerang karena eksploitasi dan kerusakan; pada saat yang sama, kaum miskin menanggung beban paling berat dari krisis ekologis yang bukan mereka sebabkan. Seperti ditegaskan dalam Laudato Si’, krisis ekologis selalu berkaitan erat dengan krisis sosial. Tidak ada dua krisis yang terpisah, melainkan satu krisis kompleks yang menyentuh lingkungan dan kemanusiaan sekaligus. Karena itu, mendengarkan jeritan bumi berarti juga membuka hati terhadap penderitaan mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir.

    Mendengarkan menuntut keberanian untuk melihat kenyataan apa adanya. Ia menggerakkan hati nurani kita, mengguncang kenyamanan, dan mengajak kita keluar dari sikap acuh tak acuh. Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama dan terhadap ciptaan. Iman yang sejati selalu memiliki dimensi sosial dan ekologis. Disanalah kita hadir untuk meneguhkan dan mewartakan.

    Namun kita tidak berjalan dalam ketakutan atau keputusasaan. Kita berjalan dalam harapan yang berakar pada Allah Sang Pencipta yang tidak pernah meninggalkan karya tangan-Nya. Harapan Kristiani bukanlah optimisme kosong, melainkan keyakinan bahwa rahmat Allah bekerja melalui komitmen kecil namun setia dari umat-Nya. Setiap langkah pertobatan, setiap pilihan hidup yang lebih sederhana, setiap tindakan solidaritas adalah benih Kerajaan Allah. Karena itu, Pekan Laudato Si’ dan sekaligus sebagai peringatan akan St.Fransiskus dari Asisi ini mengajak kita melangkah lebih jauh: mengubah harapan menjadi tindakan nyata. Harapan tidak boleh berhenti pada doa dan refleksi. Ia harus menjelma dalam gaya hidup yang lebih bertanggung jawab, dalam keberpihakan kepada kaum miskin, dalam pengelolaan sumber daya yang bijaksana, dan dalam karya pastoral yang menyentuh kehidupan konkret umat. Pertobatan ekologis berarti perubahan hati yang tampak dalam perubahan tindakan.

    Dalam semangat berjalan bersama, kita dipanggil menjadi Gereja yang mendengarkan, berdialog, dan bertindak. Setiap komunitas Kristiani dipanggil menjadi tanda kasih Allah yang merawat, melindungi, dan memulihkan rumah bersama. Di sinilah kesaksian kita menjadi nyata: ketika iman melahirkan kepedulian, dan kepedulian melahirkan aksi.

    Semoga Roh Kudus membimbing kita dalam perjalanan ini: dari mendengarkan menuju bertindak, dari belas kasih menuju komitmen, dari harapan menuju aksi nyata.
    Kiranya Gereja sungguh menjadi penjaga setia rumah bersama dan pembawa harapan bagi bumi dan kaum miskin.

    Salam,
    RP.Stefanus Sitohang OFMCap
    Ketua Komisi PSE KAM

    Warta Kuria (Juni-Juli 2026)

    1. Meneguhkan Misi Pendidikan Tinggi Pastoral: Rapat Tri Organ Yayasan Budi Murni dalam Terang Gravissimum Educationis

    Rapat Tri Organ Yayasan Budi Murni pada 19 Juni 2026 di ruang Kolegium Konsultor Gedung Catholic Center Medan berusaha mengevaluasi perjalanan pelayanan dan merumuskan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi pastoral. Suasana dialogis mewarnai paparan berbagai capaian dan tantangan dipaparkan, disertai masukan serta arahan Bapa Uskup yang meneguhkan komitmen yayasan untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang unggul, berintegritas dan relevan dengan kebutuhan Gereja serta perkembangan zaman. Apresiasi khusus diberikan kepada STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan yang dinilai berhasil melahirkan lulusan yang berkarakter Katolik dengan masa tunggu kerja yang semakin singkat, menunjukkan meningkatnya kepercayaan dan kebutuhan dunia pastoral terhadap alumni lembaga tersebut. Semangat pengembangan ini sejalan dengan ajaran Konsili Vatikan II dalam Gravissimum Educationis yang menegaskan bahwa “pendidikan sejati bertujuan membentuk pribadi manusia secara utuh, baik menyangkut kesejahteraan hidup jasmani maupun pengembangan nilai-nilai rohani dan moral.” Dalam spirit ini, rapat juga membahas rencana pembukaan dua program studi baru, yakni Program Pascasarjana Pendidikan Keagamaan Katolik dan Konseling Pastoral, yang diharapkan mampu memperdalam kompetensi para pelayan Gereja dalam bidang pendidikan iman dan pendampingan umat secara profesional dan kontekstual.

    Selain itu, rapat menyoroti pengelolaan keuangan dan peningkatan kinerja yayasan dengan menegaskan pentingnya tata kelola yang transparan, akuntabel, efisien serta berbasis kolaborasi antarlembaga di bawah naungan yayasan. Upaya ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan karya pendidikan dan kualitas pelayanan, selaras dengan penegasan Gravissimum Educationis bahwa “sekolah-sekolah Katolik sungguh-sungguh diarahkan kepada pembinaan pribadi-pribadi, yang setelah diperkaya dengan budaya manusiawi dan selaras dengan warta keselamatan, mampu menjadi daya fermentasi demi kesejahteraan masyarakat.” Melalui seluruh rangkaian evaluatif ini, Yayasan Budi Murni kian meneguhkan diri untuk mengembangkan pendidikan tinggi pastoral yang menghasilkan lulusan yang beriman dan profesional dan siap diutus menjadi pelayan Gereja yang peka terhadap persoalan sosial, mampu membaca tanda-tanda zaman dan berkomitmen untuk mewartakan Injil di tengah masyarakat.

    2. Membangun Rumah Tuhan, Meneguhkan Iman Umat

    Sebagai wujud sinergi dalam membangun Gereja yang hidup dan melayani, Panitia Pembangunan Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Saribudolok mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup Agung Medan pada 20 Juni 2026 di Gedung Catholic Center Medan. Panitia memohon arahan, peneguhan dan pendampingan rohani agar seluruh proses pembangunan gereja sungguh selaras dengan semangat pastoral Gereja dan membawa berkat bagi kehidupan umat. Dalam terang Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan dengan tema “Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan”, audiensi ini merupakan bagian peziarahan bersama sebagai umat Allah yang saling bergandeng tangan membangun rumah Tuhan.

    Dalam suasana persaudaraan, Dewan Pastoral Paroki Harian bersama panitia pembangunan memaparkan perkembangan rencana pembangunan serta dinamika yang menyertainya, seraya memohon masukan Bapa Uskup. Beliau menegaskan bahwa pembangunan gereja menghadirkan rumah Tuhan yang menumbuhkan iman, menjadi pusat liturgi dan doa serta ruang perjumpaan yang mendekatkan setiap orang kepada Kristus dan sesama. Semangat sinodal “mendengarkan dan meneguhkan” tampak ketika seluruh rencana ditimbang bersama dalam terang iman, sehingga setiap keputusan teknis berpijak pada kebutuhan nyata umat dan misi Gereja.

    Bapa Uskup juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh umat dalam doa, dukungan moral, partisipasi konkret dan pengelolaan dana yang jujur dan transparan, agar gereja yang dibangun sungguh menjadi karya bersama umat Allah. Dengan demikian, pembangunan Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Saribudolok menjadi sebuah pewartaan melalui kesaksian persatuan, kerelaan berkorban dan semangat berbagi. Dalam semangat kerja sama, persaudaraan dan kepercayaan pada penyelenggaraan Tuhan, proses ini diharapkan berjalan lancar dan menjadi sarana yang mendukung pertumbuhan iman, pelayanan dan pewartaan Injil, sehingga paroki semakin menjadi komunitas yang berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan Kristus.

    3. Awal Baru untuk Membangun Iman Umat

    Suasana doa dan sukacita mengumpulkan umat Santa Klara, Paroki Santo Laurentius Brindisi, Jalan Sibolga, Pematangsiantar pada Minggu, 28 Juni 2026, untuk merayakan Ekaristi peletakan batu pertama pembangunan gereja baru. Melalui doa dan ritus pemberkatan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menyerahkan seluruh proses pembangunan ke dalam tangan Tuhan, sambil memohonkan berkat khusus kepada Tuhan bagi para donatur dan semua pihak yang terlibat agar karya bersama ini dapat berjalan dengan baik demi kemuliaan nama Tuhan. Karya ini mencerminkan semangat Kanon 1214 Kitab Hukum Kanonik yang menegaskan bahwa gereja adalah bangunan suci yang diperuntukkan bagi ibadat Ilahi dan terbuka bagi umat beriman.

    Peletakan batu pertama adalah simbol iman, persatuan dan harapan umat. Gereja yang akan dibangun, diharapkan menjadi tempat ibadah yang semakin mendukung kehidupan menggereja: pusat perayaan Ekaristi, doa, pewartaan Sabda dan persekutuan umat. Pembangunan gedung gereja tidak berhenti pada berdirinya tembok dan atap, melainkan terus berlanjut pada usaha menyegarkan kesediaan untuk terus membangun diri sebagai Gereja yang hidup melalui pertobatan, pelayanan dan kesaksian kasih di tengah masyarakat. Dalam semangat kebersamaan, seluruh umat diajak untuk berpartisipasi sesuai kemampuan - melalui doa, tenaga, pemikiran dan dukungan materi, sehingga gereja yang kelak berdiri sungguh menjadi buah jerih payah dan cinta komunitas. Semoga berkat doa Santa Klara, pembangunan gereja ini berjalan lancar menjadi tempat umat mengalami kasih Allah, bertumbuh dalam iman dan diteguhkan sebagai saksi Kristus yang membawa damai dan harapan bagi sesama.

    4. Berjalan Bersama sebagai Imago Dei

    Audiensi PUDP (Pimpinan Umum dan Dewan Penasehat) KSSY dengan Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, berlangsung pada 29 Juni 2026 di Catholic Center, Medan. Pertemuan diawali dengan tinjauan singkat atas notulen audiensi 5 Februari 2025, khususnya implementasi hasil Kapitel VII bertema “Bersama Bertransformasi sebagai Citra Allah”. PUDP memaparkan Rencana Strategis 2024–2028, pengembangan karya pendidikan, pastoral dan ekologi di berbagai keuskupan, serta tindak lanjut arahan Bapa Uskup terkait pembinaan berkelanjutan, penyediaan tenaga katekis dan dosen religius, dan dukungan bagi Catholic Center. Beberapa keputusan masih berproses, seperti rencana ke Penajam (IKN), pembangunan kolumbarium dan penyiapan dosen untuk lembaga pendidikan tinggi Katolik.

    KSSY beranggotakan 263 suster yang tersebar di 29 komunitas pada 10 keuskupan di Indonesia dan Thailand, dengan 64% berada pada usia produktif. Sepanjang 2025–2026, kongregasi menyelenggarakan rapat, retret, pembinaan dan kursus bagi berbagai kelompok (formator, yunior, medior, pimpinan komunitas dan pelayan karya). Kegiatan-kegiatan ini berfokus pada spiritualitas Imago Dei, hidup bakti, ekologi integral, komunikasi sehat, kematangan kepribadian serta pendalaman dokumen Gereja seperti Antiqua et Nova, Magnifica Humanitas, Dignitas Infinita, dan Sedula Devotio. Program 2026 mencakup visitasi ke seluruh komunitas, pembinaan terstruktur calon kaul kekal serta pembangunan PAUD St. Yosef di Kota Pinang dan Museum KSSY di Pusat Pembinaan Spiritual, Cinta Alam.

    Dalam arahan pastoralnya, Bapa Uskup menegaskan agar tema Kapitel dan dokumen Gereja tidak hanya didalami dalam retret, tetapi juga melalui studi dan diskusi dengan menghadirkan para ahli sebagai narasumber. Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menitikberatkan bahwa fokus utama program PUDP Kongregasi adalah pengelolaan personalia dan persaudaraan. Kompetensi konseling, spiritualitas, kesehatan mental dan komunikasi perlu diperkuat sebagai bekal visitasi. Para suster diingatkan untuk menampilkan identitas mereka sebagai religius dan ahli iman, bukan terutama sebagai pekerja profesional untuk karya-karya kongregasi. Bapa Uskup juga meminta penyiapan katekis full time pengganti dan calon tenaga suster untuk Tribunal serta komisi KAM melalui studi filsafat-teologi lanjutan. Beliau mendukung kelanjutan persiapan museum dan kolumbarium KSSY, serta menekankan pentingnya mengadakan audiensi regular, yakni audiensi tahunan dan audiensi khusus menjelang event khusus, seperti Kapitel Kongregasi pada 2028.

    5. Doa dan Kebersamaan: KAM Berkolaborasi dalam HUT Bhayangkara ke-80

    Keuskupan Agung Medan turut berpartisipasi dalam perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara (Polri) ke-80 yang digelar Polrestabes Medan pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Kehadiran yang diwakili oleh Fr. Paskalis Wangga, CMM ini mengungkapkan secara nyata komitmen Gereja dalam membangun persaudaraan lintas iman dan memperkuat sinergi dengan aparat keamanan demi kebaikan bersama.

    Rangkaian kegiatan meliputi Doa Bersama Lintas Agama yang dipimpin Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak bersama jajaran Forkopimda. Kedamaian bagi kota Medan menjadi intensi khusus kegiatan spiritual ini. Selain itu, digelar turnamen e-sports Kapolrestabes Medan Cup bertema "Dream to Become" sebagai wadah positif bagi generasi muda, patroli skala besar untuk mencegah kejahatan jalanan, bakti sosial dan anjangsana ke sesepuh Polri, serta berbagai lomba seperti vocal grup dan penyanyi jalanan. Puncaknya adalah upacara resmi HUT ke-80 pada 1 Juli 2026 yang dihadiri seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda Kota Medan.

    Kehadiran tokoh Gereja Katolik bersama pemuka agama lainnya mencerminkan semangat Sinodalitas KAM, bahwa keberagaman bukan penghalang melainkan kekuatan untuk bersatu. Melalui doa dan kebersamaan, Gereja turut meneguhkan harapan agar masyarakat semakin menghargai perbedaan dan bersama Polri menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Medan. Semangat HUT ke-80 Polri kiranya mempererat persatuan dalam membangun Kota Medan yang semakin aman, damai dan spiritual.

    6. Semakin Kuat dalam Karya Pastoral: Sambutan Hangat bagi Suster-Suster Baru

    Keluarga besar Keuskupan Agung Medan (KAM) mengawali bulan Juli dengan penuh sukacita. Setelah ibadat pagi pada 1 Juli 2026 dilangsungkan acara sederhana penyambutan bagi dua suster yang memulai tugas pelayanan sebagai staf purnawaktu di lingkungan Catholic Center Medan. Sr. Ludgardis Juita, ALMA menerima perutusan untuk melayani di Komisi Kerasulan Kitab Suci, sedangkan Sr. Xaveria Purba, KSFL akan bertugas di Komisi Keluarga.

    Syukur atas kesediaan kedua suster dalam mengabdikan diri bagi karya pastoral Keuskupan Agung Medan menjadi inti dalam acara penyambutan ini. Semangat kerja sama antara Keuskupan dan Tarekat Hidup Bakti ini selaras dengan penegasan Konsili Vatikan II dalam Dekrit Christus Dominus artikel 34, "para religius yang berkarya dalam keuskupan hendaknya memandang para Uskup sebagai bapa dan dengan rela hati bekerja sama, sehingga karya pastoral dapat berjalan dengan lancar dan efektif." Lebih lanjut, Christus Dominus artikel 35 juga mengingatkan "para religius, karena tahbisan atau penyerahan diri mereka dalam tarekat, memiliki peranan penting dalam Gereja, dan wajib dengan tekun membantu karya keuskupan sesuai dengan karisma tarekat mereka masing-masing."

    Kehadiran Sr. Ludgardis dan Sr. Xaveria merupakan wujud nyata dari semangat kerja sama ini. Semoga kehadiran mereka semakin memperkuat pelayanan kerasulan Kitab Suci dan pendampingan keluarga di Keuskupan Agung Medan. Jalinan kerja sama selalu menopang pertumbuhan Gereja dalam semangat melayani, meneguhkan dan mewartakan Injil.

    7. Teguhkan Panggilan, Perbarui Semangat: Temu Imam Diosesan KAM 2026

    Para imam Diosesan Keuskupan Agung Medan (KAM) baru saja menyelesaikan Temu Imam Diosesan yang berlangsung di Silalahi pada 1-3 Juli 2026. Momen berharga ini menyatukan para imam untuk memperbarui semangat panggilan melalui doa, refleksi dan penguatan ikatan persaudaraan.

    Dalam suasana yang penuh keakraban, para imam diajak untuk kembali berakar pada Kristus dengan mengutamakan doa dan pelayanan sabda. Mereka juga diteguhkan untuk menghidupi kemiskinan Injili, profesionalitas, integritas serta kreativitas pastoral dalam melayani umat. Semangat ini selaras dengan penegasan Konsili Vatikan II dalam Presbyterorum Ordinis artikel 3, yang menyatakan bahwa "para imam, dengan tahbisan suci dan perutusan yang mereka terima dari para Uskup, diangkat untuk melayani Kristus Sang Guru, Imam, dan Raja, serta mengambil bagian dalam pelayanan-Nya."

    Refleksi bersama difokuskan pada tantangan panggilan imamat di tengah zaman. Para imam diingatkan bahwa mereka tidak hanya dipanggil untuk setia dalam pelayanan liturgi, tetapi juga menjadi suara kenabian yang menghadirkan kebenaran, keadilan dan harapan bagi Gereja serta masyarakat. Presbyterorum Ordinis artikel 4 menandaskan, "para imam, sebagai rekan kerja para Uskup, mempunyai kewajiban untuk mewartakan Injil Allah kepada semua orang," sehingga panggilan mereka senantiasa bersifat misioner dan relevan bagi kebutuhan umat. Semoga Temu Imam Diosesan KAM 2026 ini semakin meneguhkan para imam dalam panggilan dan bertumbuh dalam kesatuan dengan Kristus sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang penuh kasih, berintegritas dan relevan bagi umat Allah di Keuskupan Agung Medan.

    8. Tujuh Puluh Lima Tahun Berkat: Syukur dan Harapan Baru Paroki Santo Fidelis

    Suasana sukacita dan syukur yang mendalam terpancar di wajah seluruh umat Allah Paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul pada perayaan Ulang Tahun paroki ke-75 pada Minggu 5 Juli 2026. Perayaan yang merupakan momen vertikal antara umat dan Tuhan ditampakkan dalam tataran horizontal yang mempererat persaudaraan. Sebelum Perayaan Ekaristi, Bapa Uskup dan rombongan disambut dengan kemegahan adat Batak melalui pemberian ulos, simbol penghormatan dan penerimaan, diiringi oleh alunan gondang yang megah serta gerakan tortor yang dinamis. Seni budaya menjadi pernyataan iman inkulturatif yang hidup. Setiap gerak tortor nada gondang menjadi ungkapan syukur dan doa yang dipersembahkan kepada Sang Pencipta.

    Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menjadi pusat dan puncak dari seluruh rangkaian acara. Perjamuan Kudus yang memperdengarkan Sabda dan menyajikan Tubuh dan Darah Kristus membawa umat kepada pengalaman mendalam akan kasih setia Tuhan yang tak pernah berkesudahan. Peristiwa altar mengobarkan umat untuk terus hidup dalam kasih Kristus, memperbarui semangat pelayanan dan bertekad untuk melanjutkan perutusan Gereja di tengah-tengah masyarakat.

    Pada usianya yang genap 75 tahun, Paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul, tetap mengalami dan manjalani secara lebih matang lagi panggilan untuk menjadi Gereja yang hidup, dinamis dan misioner. Semangat baru yang lahir dari perayaan ini meneguhkan komitmen untuk setia mewartakan Injil, menjadi terang dan garam bagi sesama, serta membawa harapan bagi banyak jiwa di Dolok Sanggul dan sekitarnya. Selamat merayakan sukacita iman, Paroki Santo Fidelis! Horas!

    9. Mendengarkan dan Meneguhkan: Pertemuan Anggota Kanonis Sinode Diosesan VII KAM

    Sebanyak 156 anggota Kanonis Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan menggelar pertemuan di CC PPU Pematangsiantar pada 8-9 Juli 2026, dibuka oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dengan tema "Berjalan Bersama: Mendengarkan Disposisi Batin, Meneguhkan Harapan, Mewartakan Kristus." Tiga narasumber ahli mencoba membaca dan memberikan peneguhan ilmiah terhadap 15 topik yang dihasilkan dalam kegiatan mendengarkan tahap pertama Sinode.

    Prof. Dr. Karlina Supelli menekankan bahwa mendengarkan sejati meliputi kegiatan mengindera, mengurai makna dan memahami. Ahli astronomi ini mengajak Gereja berpijak pada kelompok paling menderita serta mengingatkan bahwa data berbicara, di balik angka ada wajah manusia. Tantangan yang digarisbawahi adalah kerinduan umat akan imam dan risiko ego sektoral Tarekat Hidup Bakti. FX Marmidi SCJ menguraikan tafsiran eksegetis atas perjalanan ke Emaus, Lukas 24:13-24, sebagai model pertobatan cara mendengarkan dan pelayanan yang berpusat pada Kristus. Penjelasan Kitab Suci dan pemecahan roti oleh orang “asing” merupakan dua hal yang tak terpisahkan. RP. Richard Sinaga OFMCap mengajak Gereja untuk sentire Deum, cum Ecclesiam, mundum. Dosen emeritus ini menegaskan bahwa Gereja KAM sekaligus kudus dan terluka. Kesadaran akan luka adalah awal pertobatan dalam kegiatan mendengarkan yang mengandung pengakuan martabat orang yang didengarkan. Dr. Handoko dari Tim Litbang memaparkan analisis realitas yang membentuk cara pikir dan iman umat, dengan sorotan utama pada maraknya disinformasi dari kebijakan politik.

    Dalam renungan pada perayaan Ekaristi, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, berdasarkan bacaan dari kitab Nabi Hosea, menandaskan bahwa murka Allah bukan kata akhir. Belas kasih-Nya selalu menang, sehingga Gereja dipanggil menjadi tempat pemulihan. Menutup pertemuan, Bapa Uskup menyampaikan amanat bahwa mendengarkan bukan tujuan akhir. Gereja kini memasuki tahap penegasan rohani (discernment) dengan melepaskan kepentingan pribadi dan kelompok, sebagaimana Samuel berkata: "Berbicaralah, Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."

    10. "Aku Datang untuk Melayani": Sukacita Tahbisan Sembilan Diakon Kapusin

    Syukur dan sukacita terungkap di Paroki Santo Fransiskus Asisi Pematangsiantar saat Uskup Agung Medan memimpin perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon bagi sembilan frater Kapusin pada 9 Juli 2026. Melalui penumpangan tangan dan doa tahbisan, Gereja menganugerahkan rahmat pelayanan apostolik kepada para diakon baru. Mereka yang ditahbiskan ialah Diakon Carolus Hubertus Silaban, OFMCap., Adrian Roni Josafat Pasaribu, OFMCap., Hoang Kim Duong, OFMCap., Suhendro Afandi Purba, OFMCap., Cok Motung Hadonganan Manurung, OFMCap., Roki Pasaribu, OFMCap., Dio Sandi Pinayungan, OFMCap., Peter Trần Quý Hồng, OFMCap., dan Joseph Dang Van Tuyen, OFMCap.

    Melalui tahbisan ini, para diakon diutus untuk mewartakan Sabda Allah, melayani altar serta menghadirkan kasih Kristus kepada umat, terutama mereka yang miskin, lemah dan membutuhkan perhatian. Tahbisan ini merupakan rahmat besar bagi Gereja lokal yang kembali dipenuhi dengan para pelayan altar yang siap mengemban tugas perutusan. Semoga para diakon baru senantiasa dibimbing oleh Roh Kudus agar menjadi pelayan yang rendah hati, setia pada Injil, mencintai Ekaristi dan menghadirkan wajah Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Pace e Bene!

    11. Menyongsong Yubelium 100 Tahun: Rencana Pembangunan Gereja, Aula, dan Pastoran Paroki Santo Yosef Balige

    Pada tanggal 10 Juli 2026, bertempat di Catholic Center Pematangsiantar, Dewan Pastoral Paroki Harapan (DPPH) Paroki Santo Yosef Balige mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Pertemuan ini membahas rencana strategis pembangunan Gereja, Aula, dan Pastoran dalam rangka menyambut Yubelium 100 Tahun Gereja Katolik di Tanah Batak. Beberapa pertimbangan utama mendorong rencana ini, antara lain perlunya revitalisasi lokasi gereja yang saat ini berada di bawah jalan raya dan terdampak kebisingan, serta peningkatan jumlah umat yang membutuhkan fasilitas pastoran yang lebih representatif.

    Perancangan bangunan direncanakan secara bertahap dengan estimasi biaya sekitar Rp25 miliar. Sebelum pembangunan fisik dimulai, pihak paroki perlu menyelesaikan persoalan pertanahan dengan FCJM. Tahapan pembangunan meliputi tukar guling lahan pada Februari 2027, peletakan batu pertama pada Maret 2027, dan ditargetkan selesai serta didedikasikan pada Desember 2034. Dalam audiensi tersebut, para peserta memberikan umpan balik positif dan menekankan pentingnya transparansi dalam penggalangan dana serta dukungan penuh dari seluruh umat. Bapa Uskup memberikan arahan khusus agar persoalan tanah dan desain bangunan diselesaikan dengan baik serta menekankan pentingnya pelibatan seluruh umat dalam pembangunan yang berkelanjutan. Rencana ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan momentum iman bersama untuk membangun rumah Allah yang menjadi pusat perjumpaan dan perayaan iman umat Katolik di Tanah Batak. Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara hingga terwujudnya Gereja, Aula, dan Pastoran yang baru sebagai tanda syukur atas 100 tahun perjalanan iman.

    12. Wajah Baru, Semangat Baru: Uskup Agung Medan Berkati Gedung Pastoran dan Lantik Pengurus Paroki Pangkalan Brandan

    Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Medan di Paroki Santo Paulus Pangkalan Brandan pada 12 Juli 2026 memadukan sukacita dan syukur yang dipanjatkan kepada Allah. Perayaan istimewa ini merangkaikan pemberkatan gedung pastoran dan aula pastoral yang baru dengan pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Pengurus Gereja dan Dana Papa Roma Katolik (PGDP) masa bakti 2026–2031. Melalui liturgi pemberkatan, kedua bangunan ini diresmikan menjadi ruang persekutuan, pewartaan dan pusat pelayanan yang menghadirkan damai bagi umat.

    Tak kalah khidmat, pelantikan para pengurus baru menjadi puncak peneguhan komitmen pelayanan. Mereka yang dilantik dipanggil untuk menghayati kepemimpinan sebagai pelayanan, meneladani Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Para pengurus siap mengemban amanat membangun Gereja yang hidup, bersaudara, dan penuh kasih. Dengan wajah baru gedung pastoran dan semangat baru para pengurus, paroki ini diharapkan semakin bertumbuh sebagai persekutuan yang menghadirkan harapan dan menjadi berkat bagi semua. Deus meus et omnia!

    13. Menyatukan Umat Tamil Katolik Medan: Audiensi Yayasan St. Bonaventura dengan Bapa Uskup

    Pada 13 Juli 2026, bertempat di Catholic Center Pematangsiantar, Yayasan St. Bonaventura Tamil Katolik Medan – Indonesia mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Pertemuan ini membahas rencana pembangunan aula serba guna di atas lahan yang telah diserahkan Keuskupan untuk pengembangan budaya Tamil. Ketua Yayasan melaporkan bahwa telah dibangun rumah doa sederhana di lahan tersebut dan memohon kesediaan Bapa Uskup untuk memberkati dan meletakkan batu pertama gedung serba guna.

    Menanggapi hal ini, Bapa Uskup menegaskan bahwa sejak awal tujuan Keuskupan bukanlah mendirikan rumah doa khusus Tamil, melainkan aula serba guna sebagai wadah pengembangan dan promosi budaya Tamil, termasuk pelatihan liturgi inkulturatif yang akan ditampilkan di Graha Annai Maria Velangkanni. Bapa Uskup memberikan arahan tegas agar Yayasan St. Bonaventura bersatu dan tunduk di bawah kelompok umat Tamil Katolik Kota Medan yang memiliki struktur kepengurusan sendiri. Saat ini terdapat riak-riak kecil di kalangan umat Tamil, termasuk tuduhan bahwa tanah Keuskupan telah menjadi milik pribadi. Oleh karena itu, sebelum memulai pembangunan, persatuan umat Tamil harus dipulihkan terlebih dahulu. Bapa Uskup menugaskan RP. Bonaventura Situmorang OFMCap secara resmi melalui Surat Keputusan untuk memfasilitasi pertemuan rekonsiliatif kelompok Tamil Katolik di Medan, menyatukan persepsi tentang tujuan perkumpulan dan pentingnya pembangunan aula serba guna.

    Tiga poin penegasan menjadi kesimpulan penting audiensi ini. Pertama, bangunan yang sudah ada tidak boleh difungsikan sebagai rumah doa, melainkan sebagai ruang perkumpulan dan persiapan pembangunan aula. Kedua, sebelum peletakan batu pertama, persatuan seluruh umat Tamil Katolik Medan harus terwujud dan semua pihak meyakini nilai strategis aula sebagai pusat pengembangan budaya Tamil. Ketiga, sejarah perkumpulan Tamil serta tujuan pendirian Yayasan St. Bonaventura perlu disusun dan disosialisasikan dengan baik. Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kekayaan budaya Tamil semakin kuat demi mewujudkan aula serba guna sebagai tanda penghargaan Gereja terhadap budaya Tamil di Kota Medan.

    14. Sinergi Pastoral dan Negara: KAM-Kemenag Teken MoU Optimalisasi Penyuluh Agama Katolik

    Pada 13 Juli 2026, sebuah langkah strategis dalam pelayanan umat Katolik di Sumatera Utara dan Aceh resmi dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Keuskupan Agung Medan (KAM) dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, serta Bimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Aceh. Bertempat di Catholic Center Christosophia, acara ini dihadiri oleh Mgr. Kornelius Sipayung selaku Uskup KAM dan H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM selaku Kepala Kanwil Kemenag Sumut, didampingi Marihuttua Pasaribu (Pembimas Katolik Medan) dan Baron Ferryson Pandiangan (Pembimas Katolik Aceh). Kedua dokumen ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas dan sinergi para Penyuluh Agama Katolik dalam pelayanan pastoral secara terpadu.

    Nota Kesepahaman dengan Kanwil Kemenag Sumut menitikberatkan pada program pembinaan iman terpadu, penyusunan modul, pendataan umat, karya sosial, hingga moderasi beragama. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama dengan Bimas Katolik Aceh menjadi pedoman praktis bagi penyuluh asal Aceh yang bertugas di wilayah KAM, memastikan setiap penyuluhan tidak hanya sesuai regulasi pemerintah tetapi juga tegak lurus dengan ajaran Magisterium Gereja dan visi pastoral keuskupan.

    Kerangka kerja yang dihasilkan sangat terstruktur, mencakup ketaatan hirarkis penyuluh kepada Pastor Paroki, ortodoksi ajaran yang wajib ditandatangani pastor, prinsip subsidiaritas serta protokol perlindungan (safeguarding) seperti larangan pendampingan one-on-one tertutup dengan anak di bawah umur. Dengan adanya perjanjian ini, para Penyuluh Agama Katolik diharapkan dapat menjadi pelayan yang efektif, baik bagi program Asta Protas Kementerian Agama maupun bagi Gereja dalam membangun iman umat yang kokoh.

    15. Memantapkan Formasi Imam dan Kolaborasi Pastoral: Rapat Kuria KAM

    Rapat Kuria Keuskupan Agung Medan (KAM) pada 14 Juli 2026, di Catholic Center, dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dan dihadiri sepuluh anggota kuria. Salah satu keputusan penting adalah pembentukan Divisi Ongoing Formation (OGF) Imam sebagai organ kerja DEPKAM, yang bertugas sebagai fasilitator, penghubung dan evaluator program pembinaan imam KAM. Divisi ini beranggotakan RP. Richard Sinaga OFMCap, RD. Sesarius Mau, RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv, RP. Angelo Purba OFMCap, RD. Hamjani Simbolon, dan RP. Yohanes Rudi Kartolo O.Carm. Kurikulum tahap pertama untuk masa pra-diakon hingga satu tahun tahbisan telah disusun dalam tujuh modul, meliputi Panorama Pastoral KAM (bulan Agustus), Administrasi Dasar Paroki (Oktober), Tata Kelola Keuangan dan Kepemimpinan Pastoral (November), Pelayanan Liturgi dan Sakramen (Februari), Katekese dan Sabda Allah (Maret), Komunikasi dan Pendampingan Pastoral (Mei), serta Inkulturasi bagi Imam Non-Native (Juni). Selain itu, Diklat Tribunal KAM tetap digelar setiap bulan Juli. Setiap modul akan dilengkapi dengan pra test, mid test dan final test untuk menjamin keseriusan peserta.

    Dalam bidang kolaborasi dengan Tarekat Hidup Bakti (THB), rapat menindaklanjuti rekomendasi TEPAS 2026 yang mencakup lima bidang strategis. Pertama, gerakan ekologi integral yang dikoordinasi oleh PSE-Caritas KAM dengan rencana pembentukan Gerakan Laudato Si yang berbadan hukum. Kedua, kaderisasi awam melalui sinergi Komisi Kerawam, Tim Kaderisasi Awam KAM dan FKTHB-KAM; tiga pedoman kaderisasi telah disusun dan struktur Tim Kaderisasi Awam (TKA) ditunggu untuk penerbitan SK. Ketiga, pewartaan digital yang mencakup literasi media dan pelatihan kecerdasan buatan (AI) oleh KOMSOS KAM dan THB. Keempat, pastoral migran dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan fokus edukasi kepada tamatan SMA yang tidak melanjut ke perguruan tinggi. Kelima, pengembangan kurikulum ideal bagi THB non-imam yang sudah disiapkan dan diharapkan menjamin terwujudnya komunitas yang berjalan bersama.

    Rapat juga membahas sejumlah agenda lainnya, antara lain wacana pemekaran keuskupan, SD St. Paulus Onanrunggu dan struktur pelayanan di Sekretariat Keuskupan yang memungkinkan reposisi staf demi efisiensi dan efektifitas kerja. Pada rapat berikutnya akan dibahas secara mendalam mengenai tindak lanjut pedoman perlindungan anak dan dewasa rentan bersama tim Mahkamah Terang Dunia.

    16. Gereja Rapi dan Terukur Dalam Pelayanan: KAM Gelar Bimtek Penyusunan SOP

    Keuskupan Agung Medan mengambil langkah maju dalam tata kelola administrasi dan pastoral. Bertempat di Catholic Center Medan, pada 16 Juli 2026 Sekretariat KAM menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi para pegawai unit dan komisi-komisi di lingkungan keuskupan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan Gereja harus dikelola secara profesional dan akuntabel.

    Bimtek yang ditutori oleh Sr. Melania Siringoringo FSE ini bertujuan menciptakan keseragaman pelayanan yang profesional, transparan dan berkelanjutan. Dengan SOP yang sistematis, setiap unit kerja memiliki pedoman yang jelas sehingga tidak lagi bergantung pada ingatan atau kebiasaan pribadi masing-masing pegawai. "Standar ini menjadi peta jalan agar pelayanan kita tetap berkualitas, siapa pun yang melayaninya," demikian ditandaskan oleh Sr. Melania.

    Dengan adanya SOP yang terstandarisasi, kesalahan administrasi diharapkan dapat diminimalisir dan mutu pelayanan kepada umat tetap terjaga meskipun terjadi pergantian petugas di masa mendatang. Langkah ini menjadi fondasi bagi Gereja yang tidak hanya hidup dalam iman, tetapi juga tertib dalam karya pelayanan.

    17. Sinergi Gereja dan Negara: Pemkab Toba-KAM Menandatangani Kesepakatan Tingkatkan Kualitas SDM dan Alam

    Pada 18 Juli 2026 Pemerintah Daerah Kabupaten Toba dan Keuskupan Agung Medan resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Alam dalam lingkup Gereja Katolik di Kabupaten Toba. Bertempat di lantai 2 Gedung Catholic Center, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu diwakili oleh Wakil Bupati Toba, Drs. Audi Murphy O. Sitorus, S.H., M.Si dan Uskup KAM Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menyepakati tujuh bidang kerja sama, meliputi pelayanan dokumen administrasi kependudukan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembinaan rohani, lingkungan hidup, pembangunan dan kesejahteraan sosial serta wawasan kebangsaan dan toleransi. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi gereja dalam pembangunan manusia dan alam yang berkelanjutan.

    Sebagai implementasi konkret dari kesepakatan tersebut, setiap paroki yang berada di wilayah Kabupaten Toba dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Toba menyusun Rancangan Perjanjian Kerja Sama yang berfokus pada pelayanan pencatatan perkawinan umat Katolik. Ruang lingkupnya mencakup pelayanan pencatatan perkawinan, verifikasi dan validasi data administrasi, sosialisasi dan edukasi kepada umat, pelayanan terpadu yang terintegrasi dengan pemberkatan perkawinan di gereja serta koordinasi percepatan penerbitan dokumen kependudukan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan tertib administrasi perkawinan sekaligus mempermudah akses umat terhadap layanan yang terintegrasi antara Gereja dan negara.

    Melalui perjanjian ini, semua paroki yang berada di wilayah Kabupaten Toba berperan sebagai mitra strategis non-pemerintah yang memperkuat pembangunan manusia dan lingkungan berbasis nilai iman, moral, sosial dan spiritual. Disdukcapil Toba sebagai penyelenggara urusan administrasi kependudukan, sementara itu, berkomitmen mewujudkan data kependudukan yang akurat, mutakhir dan terpercaya. Kolaborasi ini merupakan model sinergi gereja dan pemerintah daerah dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan masyarakat luas.

    Sampai jumpa di Aktualisasi KAM berikutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCAp
    Kanselarius / Sekretaris Keuskupan Agung Medan

    Selamat Ulang Tahun RP. Chrispinus Silalahi OFMCap – Ekonom KAM

    Selamat Ulang Tahun Pastor RP. Chrispinus Silalahi OFMCap.

    Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, dan damai dalam setiap karya pelayanan pastor, terlebih dalam tugas di Ekonom Keuskupan Agung Medan.

    Kiranya Roh Kudus terus membimbing dan meneguhkan Pastor agar tetap setia menjadi gembala yang penuh kasih, bijaksana, dan menjadi berkat bagi umat Allah. Semoga segala karya pelayanan semakin berbuah bagi kemuliaan Tuhan dan perkembangan Gereja.

    Selamat bertambah usia. Tuhan Yesus memberkati Pastor selalu.

    Selamat Ulang Tahun RD Johannes Sampang Tumanggor – Vikep Medan Katedral & Hayam Wuruk

    Selamat Ulang Tahun Pastor Johannes Sampang Tumanggor.
    Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, dan damai dalam setiap karya pelayanan pastor, terlebih dalam tugas di Vikaris Episkopal Medan Katedral dan Hayam Wuruk Keuskupan Agung Medan

    Kiranya Roh Kudus terus membimbing dan meneguhkan Pastor agar tetap setia menjadi gembala yang penuh kasih, bijaksana, dan menjadi berkat bagi umat Allah.Semoga segala karya pelayanan semakin berbuah bagi kemuliaan Tuhan dan perkembangan Gereja.

    Selamat bertambah usia. Tuhan Yesus memberkati selalu.

    Selamat Jalan Sr. M. Rahel Pandiangan, KYM

    Keuskupan Agung Medan menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya ke rumah Bapa di Surga:

    Sr. M. Rahel Pandiangan, KYM (Usia 44 tahun) yang telah dipanggil Tuhan pada 13 Juli 2026.

    Semoga Tuhan Yang Maharahim berkenan menerima mendiang dalam kebahagiaan abadi bersama para kudus. Kiranya keluarga besar Kongregasi Suster Kasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM), keluarga yang ditinggalkan, serta semua yang mengenal dan mengasihinya senantiasa dikuatkan dan dihibur oleh kasih Kristus.

    "Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan." (Kidung Zakharia)

    Selamat jalan, Sr. M. Rahel Pandiangan, KYM. Beristirahatlah dalam damai Kristus.

    Duka sebelumnya Kongregasi Suster KYM Keuskupan Agung Medan:
    • Sr. Maria Munthe, KYM (3 Mar 2026) 49 Tahun
    • Sr. M. Laurensia Sipayung, KYM (9 Nov 2025) 35 Tahun
    • Sr. M. Mauricia Sihotang KYM (5 Ags 2025) 35 Tahun
    • Sr. M. Bernadetta Purba KYM (10 Jul 2025) 83 Tahun
    • Sr. M. Plasidia Pardede KYM (10 Jul 2025) 86 Tahun

    Selamat Jalan Sr. M. Walburga Simarmata FSE

    0

    Keuskupan Agung Medan dengan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Sr. M. Walburga Simarmata FSE pada tanggal 7 Juli 2026 pada usia 84 tahun. Suster ini telah mempersembahkan hidupnya secara total dalam pengabdian kepada Tuhan melalui panggilan hidup bakti, dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan semangat pelayanan yang tulus bagi Gereja dan sesama. Keuskupan bersyukur atas teladan iman, doa, dan karya pelayanannya yang telah memperkaya kehidupan umat.

    Semoga Allah Bapa yang Maharahim menerima Suster ini dalam damai dan kebahagiaan abadi di rumah-Nya, serta menghibur keluarga, kongregasi, dan semua yang berduka dengan pengharapan akan kebangkitan.

    Duka sebelumnya dari Kongregasi FCJM Keuskupan Agung Medan:
    • Sr. M. Hieronima Mahulae, FSE (7 Nov 2026) 81 Tahun
    • Sr. M. Bonifasia Nainggolan FSE (3 Feb 2025) 73 Tahun

    Warta Kuria (Mei-Juni 2026)

    1. Menjaga Wajah dan Suara yang Tetap Manusiawi di Era Digital

    Umat Keuskupan Agung Medan merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 pada Sabtu, 17 Mei 2026, di Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap dan didampingi oleh para imam konselebran dihadiri oleh biarawan-biarawati, penggiat Komsos dan umat dalam semangat sinodal, ‘berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan.’

    Dalam homilinya, Mgr. Kornelius menegaskan bahwa di tengah derasnya arus media sosial, Gereja dipanggil untuk memancarkan wajah Kristus yang penuh kasih, damai dan pengharapan. Dunia digital tidak boleh menjadi ruang kebencian dan ajang saling menyerang, melainkan harus diolah menjadi sarana pewartaan Injil, persaudaraan dan bela rasa. Komunikasi sejati lahir dari hati yang mau mendengar, memahami dan menghargai martabat sesama.

    Dalam rangkaian perayaan Ekaristi, Bapa Uskup memberkati Taman Yubileum Fransiskus Asisi Keuskupan Agung Medan yang berada di lingkungan paroki. Taman ini menjadi simbol pengharapan, keindahan ciptaan dan komitmen Gereja untuk merawat kehidupan serta membangun komunikasi yang membawa kedamaian. Dalam spiritualitas Santo Fransiskus Asisi, umat diajak menjadi pembawa damai yang menghadirkan sukacita Injil melalui kata, tindakan dan kesaksian hidup sehari-hari. Keuskupan Agung Medan berusaha tetap hadir sebagai Oase Ilahi di tengah dunia yang berubah, melalui komunikasi yang menyembuhkan, merangkul dan meneguhkan banyak orang.

    2. Dalam Rangkulan Kasih Tritunggal Mahakudus

    Dalam semangat Kristus yang bangkit dan kasih Tritunggal Maha Kudus, umat Paroki Delitua meneguhkan diri sebagai Gereja yang mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan. Dari misteri Allah sebagai persekutuan kasih Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Gereja diundang untuk membangun persatuan, mempererat persaudaraan, dan setia pada perutusan mewartakan Injil, sejalan dengan hakikat Gereja partikular dan reksa pastoral paroki (bdk. KHK kan. 369; kan. 515 §1).

    Pada Hari Raya Tritunggal Maha Kudus, yang jatuh pada 31 Mei 2026, umat Paroki Delitua berkumpul dalam perayaan syukur Paska se-paroki. Perayaan Ekaristi yang penuh rahmat ini dan dirangkai dengan penerimaan Sakramen Penguatan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan. Para krismawan dan krismawati dicurahi Roh Kudus untuk meneguhkan mereka menjadi saksi iman yang dewasa dalam di tengah dunia (bdk. KHK kan. 879).

    Pada waktu yang sama, para pengurus gereja yang baru terpilih dilantik dan menerima perutusan untuk melayani umat dengan semangat kasih persaudaraan dan tanggung jawab sebagai pelayan Gereja. Pelayanan ini sejalan dengan ketentuan KHK mengenai peran umat beriman kristiani yang mengambil bagian dalam tugas imami, kenabian dan rajawi Kristus (bdk. KHK kan. 204 §1; kan. 225), serta keterlibatan mereka dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu di paroki (bdk. KHK kan. 228; kan. 536–537). Melalui rangkaian syukuran Paska, penerimaan Sakramen Penguatan dan pelantikan pengurus, Paroki Delitua diteguhkan kembali sebagai komunitas yang hidup dari Ekaristi, dikuatkan oleh Roh Kudus dan diutus untuk berjalan bersama mewartakan sukacita Injil.

    3. Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

    Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Astaka Dispora Provsu, Jl. William Iskandar, Medan, pada 1 Juni 2026. Saat membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, Gubernur Sumut menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara.

    Peringatan kali ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, lebih lanjut Gubernur menyatakan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Disebutkan juga bahwa Pancasila sebagai penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah ketidakpastian geopolotik dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh dalam keberagaman etnis, pulau dan bahasa serta budaya dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.

    Gubernur juga menegaskan peran Indonesia di kancah Internasional sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945, yakni ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Tingkat Provinsi Sumatera Utara dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provsu, jajaran OPD Provsu, TNI – POLRI, Tokoh Agama, dalam hal ini Keuskupan Agung Medan dihadiri oleh RD Parulian Sihombing, juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarkat.   Semoga semangat Pancasila tetap menyala di hati sanubari masing-masing kita.

    4. Menjadi Rumah bagi Harapan dan Kesembuhan

    Pemberkatan Renovasi Gedung Rumah Sakit Harapan Pematangsiantar pada 1 Juni 2026 menandai komitmen Gereja dan seluruh insan kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, manusiawi dan berlandaskan kasih bagi setiap pribadi yang membutuhkan pertolongan. Rumah sakit ini diharapkan sungguh menjadi “rumah bagi harapan,” tempat di mana yang sakit menemukan kesembuhan, yang lemah mendapatkan kekuatan dan yang datang dengan kecemasan pulang dipenuhi pengharapan baru. St Yohanes Paulus II dalam ensiklik Evangelium Vitae menegaskan pentingnya martabat setiap kehidupan manusia, terutama yang rapuh dan menderita, dan Paus Fransiskus melalui ensiklik Fratelli Tutti mengingatkan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang terluka di “pinggir jalan” kehidupan.

    Dalam suasana penuh syukur dan sukacita, perayaan ekaristi pemberkatan dipimpin oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap. Melalui perayaan ini, Gereja memohon agar setiap sudut gedung dan seluruh ruang pelayanan menjadi sarana nyata kehadiran Allah yang penuh belas kasih.

    “Ya Allah Bapa kami, sumber kehidupan dan keselamatan kami. Putra-Mu menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan kami dalam kuasa Roh Kudus. Ia pun menyuruh para murid-Nya mengunjungi dan merawat orang yang sakit ketika Ia mengutus mereka mewartakan Injil. Berkatilah gedung ini dan semua ruangan-ruangan yang ada di dalamnya. Agar semua yang akan dirawat di sini mengalami kasih-Mu yang tak berkesudahan, dikuatkan pengharapannya oleh karena hospitalitas kami dan semoga mereka sehat jasmani dan rohani… Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.”

    Doa ini mencerminkan visi Gereja sebagaimana ditekankan Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium dan Fratelli Tutti: Gereja dipanggil menjadi “rumah sakit medan perang” yang pertama-tama merawat luka-luka manusia, serta memanusiakan kembali mereka yang ringkih secara fisik maupun batin. Kehadiran Rumah Sakit Harapan Pematangsiantar tidak hanya menjadi institusi layanan kesehatan, tetapi juga tanda konkret belas kasih Allah di tengah dunia, tempat di mana cinta kasih Injil diwujudkan dalam pelayanan yang merawat tubuh sekaligus menguatkan jiwa.

    5. Menyalakan Kembali Api Pembaruan: Konvenda Karismatik 2026 dan Harapan bagi Pemimpin Muda Katolik Medan

    Pada 3 Juni 2026, Badan Pelayanan Provinsi Gerejawi (BPPG) Medan mengadakan audiensi di Catholic Center Medan sebagai bagian dari persiapan Konvensi Daerah (Konvenda) Pembaruan Karismatik Katolik. Pertemuan dihadiri oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, para imam pendamping, serta pengurus dan panitia. Ibu Fransiska Lany Soekowati memaparkan arah gerakan dengan penekanan pada spirit-empowered youth leadership dan tema Konvenda: “Aku dipilih, dibentuk dan diutus”, yang diarahkan untuk membentuk pemimpin muda Katolik yang relevan, tangguh, dan matang secara rohani maupun sosial.

    Ketua panitia, Josua Fransisko Munthe, melaporkan bahwa dari target peserta 700 orang, 400 orang sudah mendaftar, di antaranya baru sekitar 40 Orang Muda Katolik yang mendaftar. Panitia tetap optimis dan terus mengupayakan pendekatan ke paroki-paroki, sekolah dan komunitas OMK. Perubahan lokasi dari aula Catholic Center ke Hotel Emerald Garden dilakukan demi daya tampung dan kenyamanan peserta. Konvenda yang akan berlangsung 3–5 Juli 2026 ini akan diisi oleh narasumber dari Badan Pelayanan Nasional, RP. Aaron OSC dan RP. Eko Wahyu OSC.  Konvenda akan dibuka dengan Perayaan Ekaristi. Karena tidak bisa hadir dalam acara ini, Bapa Uskup akan memberikan dukungan dalam bentuk video sapaan dan ajakan.

    Dalam sesi diskusi, mengemuka keprihatinan atas minimnya jumlah peserta dan rendahnya gaung Konvenda di tengah umat, serta kesan meredupnya gerakan Pembaruan Karismatik dan Persekutuan Doa di kalangan muda. Bapa Uskup mendorong perluasan promosi melalui media sosial, video kreatif dan bahan cetak seperti brosur di paroki dan lingkungan pendidikan Katolik. Di tengah tantangan, harapan tetap dijaga: pengalaman konvenda sebelumnya menunjukkan buah rohani yang besar dan minat akademisi terhadap gerakan karismatik terus hidup. Konvenda 2026 diharapkan menjadi momen pembaruan dan lahirnya pemimpin muda yang siap menyalakan kembali api Roh Kudus di tengah Gereja dan masyarakat.

    6. Revitalisasi dan Persiapan Perayaan Ulang Tahun 111 Paroki St. Antonius Padua Hayam Wuruk

    Audiensi Panitia Revitalisasi Gereja dan Panitia HUT ke-111 Paroki St. Antonius Padua berlangsung pada  5 Juni 2026 di Catholic Center. Mengawali sambutannya Bapa Uskup mengapresiasi ketersediaan notulen audiensi sebelumnya sebagai pijakan rapat-rapat berikutnya, kemudian mempersilahkan panitia untuk memaparkan perkembangan revitalisasi gedung gereja dan persiapan perayaan Ulang Tahun 111 Paroki St. Antonius Padua, Hayam Wuruk.

    Dalam pemaparan dinyatakan bahwa revitalisasi gereja hampir selesai, tinggal pengerjaan puncak menara yang dijadwalkan terpasang pada Senin, 7 Juni 2026. Bagian lain, yakni façade depan, sanctuarium, perbaikan ruang pengakuan, gerbang dan pagar, termasuk relief bernuansa Injil juga sudah rampung. Dalam sanctuarium akan ditempatkan relikwi Santo Antonius di atas prasasti, dengan latar belakang kalpataru sebagai simbol pemeliharaan lingkungan.

    Berkaitan dengan perayaan HUT ke-111, panitia melaporkan rangkaian kegiatan yang sudah diadakan sejak Maret 2026. Puncak perayaan jatuh pada 14 Juni 2026 dengan perayaan Ekaristi agung yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap yang dirangkai dengan pemberkatan sanctuarium dan peletakan relikwi. Karena Walikota Medan sudah mengkonfirmasi kehadirannya dalam perayaan puncak ini, Bapa Uskup akan menyampaikan dengan tegas beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemko Medan, antara lain penebangan pohon, sampah dan kabel listrik yang semrawut. Bapa Uskup juga meminta panitia merumuskan karya karitatif secara konkret yang bisa dijalankan bagi penderita kanker di sekitar RSUPD Adam Malik Medan, misalnya pembangunan kos/mess sederhana dan pendampingan pastoral. Semoga perayaan Ulang Tahun ini membuahkan karya pastoral nyata bagi orang papa.

    7. Menghadirkan Wajah Ekonomi yang bernuansa Imani dan Humanis

    Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Sekunder Kristoforus, Komisi PSE Keuskupan Agung Medan diawali dengan Perayaan Ekaristi pada Jumat, 5 Juni 2026 di lantai 8 Gedung Catholic Center Medan. Perayaan kudus ini dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, Uskup Keuskupan Uskup Agung Medan. Hadir dalam perayaan ini para pengurus serta perwakilan Credit Union dari berbagai paroki yang berada di bawah naungan Koperasi Konsumen Sekunder Kristoforus.

    RAT bukan sekadar pelaksanaan agenda tahunan kelembagaan, melainkan lebih sebagai peristiwa iman yang menyatukan refleksi rohani dan tanggung jawab ekonomi. Dalam Ekaristi pembuka, seluruh peserta diajak mensyukuri penyelenggaraan Tuhan yang setia menyertai perjalanan koperasi, sembari memohon terang Roh Kudus agar setiap keputusan yang diambil berbuah pada kesejahteraan umat. Dalam nuansa ajaran sosial Gereja, selain sebagai instrumen ekonomi, koperasi hadir sebagai perwujudan konkret spiritualitas solidaritas. Melalui pola kepemilikan bersama, partisipasi anggota serta pembagian manfaat yang adil, koperasi menjadi sarana untuk mengoreksi wajah ekonomi yang kerap bercorak individualistis dan spekulatif. Dalam koperasi diwujudkan nilai kejujuran dalam pengelolaan keuangan, tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan keberpihakan pada anggota yang lemah dan kecil.

    Koperasi Kristoforus diteguhkan untuk terus tumbuh sebagai lembaga yang profesional dan transparan, namun sekaligus berjiwa profetis, yakni berani mengutamakan martabat manusia di atas keuntungan finansial semata. Mekanisme RAT—mulai dari laporan pertanggungjawaban, evaluasi kinerja, hingga perencanaan program—diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama tentang bagaimana mengelola sumber daya secara efisien, sehat dan berkelanjutan, tanpa kehilangan roh pelayanan. Dengan semangat persaudaraan kristiani, RAT tahun ini diharapkan memperkuat komitmen seluruh pengurus dan anggota untuk menghadirkan model ekonomi yang lebih manusiawi dan inklusif. Koperasi dipanggil menjadi “tangan panjang Gereja” dalam bidang ekonomi, yakni memampukan umat mengelola keuangan, menumbuhkan budaya menabung dan saling menolong serta menciptakan jaringan ekonomi umat yang kokoh dan berkeadilan.

    Seluruh dinamika Rapat Anggota Tahunan yang berakar pada Ekaristi dan berbuah dalam tata kelola yang baik diarahkan demi kesejahteraan bersama dan kemuliaan Tuhan. Sebagai badan usaha, Koperasi Konsumen Sekunder Kristoforus menjadi tanda harapan yang menghadirkan wajah ekonomi berdimensi religius, efisien sekaligus penuh kasih.

    8. Gereja yang Bertumbuh: Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pangaribuan Diinaugurasi dan DPP Dilantik

    Inaugurasi Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan yang berlangsung pada 7 Juni 2026 menjadi peristiwa bersejarah bagi Gereja di wilayah Tapanuli Utara. Kuasi paroki yang didirikan pada 24 Februari 2026 ini sebelumnya merupakan bagian dari Paroki Santa Maria, Tarutung, dan kini menjadi pusat pelayanan pastoral baru yang mencakup wilayah Kecamatan Pangaribuan, Sipahutar, Garoga, dan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Beralamat di Jl. Garoga–Lumban Sormin, Pangaribuan, kuasi paroki yang menanggungjawabi reksa pastoral 19 stasi ini memusatkan karya pastoralnya pada bidang pertanian, pendidikan, wisata dan pendampingan keluarga sebagai jawaban atas kebutuhan nyata umat di wilayah agraris tersebut.

    Dalam suasana penuh syukur, umat Allah di Pangaribuan berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi inaugurasi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan. Perayaan diawali dengan perarakan meriah diiringi musik dan tarian adat Batak Toba, sebagai ungkapan kegembiraan dan syukur atas pertumbuhan Gereja di tanah Batak. Inkulturasi melalui seni dan budaya lokal ini menegaskan bahwa kehadiran Gereja sungguh berakar dalam kehidupan masyarakat setempat dan berjalan seiring dengan kekayaan tradisi Batak Toba.

    Pada Perayaan Ekaristi inaugurasi tersebut, Uskup Agung Medan juga melantik Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki yang baru. Di hadapan Uskup dan seluruh umat, para anggota DPP menyatakan kesediaan mereka untuk melayani dengan semangat iman, rasa tanggung jawab dan pengabdian kepada Gereja. Melalui pelantikan ini, mereka diutus untuk bersama-sama membangun kehidupan menggereja yang semakin hidup, partisipatif dan misioner, menjadi rekan kerja pastor dan garda depan dalam merancang serta melaksanakan program-program pastoral di tengah umat.

    Peristiwa inaugurasi dan pelantikan DPP ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Gereja di Pangaribuan. Berdirinya Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney meneguhkan semangat umat untuk terus bertumbuh dalam persekutuan, pelayanan, dan misi. Terinspirasi oleh teladan pelindungnya, Santo Yohanes Maria Vianney, yang dikenal karena kesederhanaan, ketekunan doa dan pengabdian tanpa pamrih, umat diajak membangun Gereja yang berakar kuat dalam iman, menyatu dengan budaya setempat, serta berbuah dalam karya kasih bagi sesama.

    9. Dari Perkebunan Menjadi Persekutuan: Pemberkatan Gereja Stasi St. Matius Penginjil Panigoran

    Jumat, 12 Juni 2026, suasana penuh sukacita menyelimuti Stasi St. Matius Penginjil Panigoran, Paroki Aek Kanopan, yang terletak di kawasan perkebunan PT SMART. Umat Allah menyambut kedatangan Uskup Agung Medan dan para tamu undangan dengan penuh hormat dan kegembiraan. Turut hadir perwakilan manajemen PT SMART, yakni Bapak Stefanus dan Bapak Susanto beserta rombongan, sebagai tanda dukungan dan kebersamaan antara Gereja, masyarakat dan dunia usaha, sejalan dengan semangat Gaudium et Spes yang menegaskan keterlibatan Gereja dalam suka dan duka dunia.

    Prosesi penyambutan berlangsung meriah melalui pemberian selempang ulos dan tarian adat setempat sebagai simbol penghormatan, persaudaraan dan berkat. Inkulturasi ini mencerminkan ajaran Konsili Vatikan II dan Ecclesia in Asia tentang pentingnya Injil berakar dalam budaya setempat. Puncak perayaan adalah Ekaristi dan ritus pemberkatan gereja, di mana bangunan gereja dikuduskan menjadi rumah doa dan pusat persekutuan umat, sebagaimana ditegaskan dalam tradisi liturgi Gereja dan Lumen Gentium tentang kehadiran Gereja di tengah umat melalui paroki dan stasi-stasi.

    Lebih dari pada sekadar menandai peresmian sebuah gedung, pemberkatan Gereja Stasi St. Matius Penginjil Panigoran mengawali babak baru kehidupan iman umat. Di tengah kawasan perkebunan, Gereja hadir sebagai tanda harapan dan kehadiran Allah yang menyertai perjalanan umat-Nya, selaras dengan semangat misioner yang diungkapkan dalam Evangelii Nuntiandi dan Evangelii Gaudium untuk menjangkau “pinggiran-pinggiran”. Kerjasama dengan PT SMART mencerminkan ajaran sosial Gereja tentang tanggung jawab dunia usaha terhadap kesejahteraan bersama, seperti digarisbawahi dalam Centesimus Annus dan Laudato Si’. Dengan demikian, Gereja Stasi St. Matius Penginjil menjadi pusat persekutuan, pewartaan dan pelayanan yang menguatkan umat untuk bersaksi tentang iman, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

    10. Pesta 111 Tahun Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk: Syukur, Santuarium, dan Semangat Misioner yang Diperbarui

    Pesta Pelindung Paroki Santo Antonius Padua Hayam Wuruk ke-111 yang dirayakan pada 14 Juni 2026 menyaksikan ekspresi syukur yang istimewa dari umat Allah di Medan. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan mengajak umat untuk mengenang penyertaan Tuhan yang setia membimbing perjalanan panjang paroki ini. Momen Kairos ini juga menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen sebagai komunitas Gereja yang bersaudara, melayani dan diutus, dengan meneladani Santo Antonius dari Padua sebagai pelindung paroki.

    Perayaan Ekaristi kudus dirangkai dengan pemberkatan Taman Doa dan Santuarium Santo Antonius Padua. Melalui doa pemberkatan dimohonkan agar tempat ini sungguh menjadi ruang hening bagi perjumpaan pribadi dengan Tuhan, tempat umat menimba kekuatan iman, pengharapan dan kasih. Pemberkatan ini diperkaya dengan penandatanganan prasasti, pelepasan burung merpati dan penerbangan balon yang menyimbolkan damai, harapan dan dinamika Gereja yang terus bertumbuh. Taman Doa dan Santuarium ini diharapkan menjadi oase rohani di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Di sini umat dapat merenungkan Sabda Allah dan mempersembahkan intensi-intensi doa mereka.

    Santo Antonius dari Padua, yang dikenal sebagai pengkhotbah ulung, pencinta orang miskin dan santo yang sering dimintai bantuan dalam menemukan yang hilang, menjadi inspirasi bagi umat Paroki Hayam Wuruk untuk hidup semakin dekat dengan Sabda Allah dan peka terhadap sesama yang menderita. Dengan meneladani kerendahan hati dan kepasrahannya kepada Allah, umat dituntun untuk bersyukur atas perjalanan masa lalu, menghidupi pelayanan dengan sukacita pada masa kini, serta melangkah penuh harapan menuju masa depan sebagai Gereja yang hidup dan misioner, yang menghadirkan kasih Kristus bagi semua orang tanpa kecuali.

    11. Sabda Meneguhkan Langkah: Ekaristi Pembukaan Pertemuan Delegasi Kitab Suci Regio Sumatera 2026

    Pada 15 Juni 2026, para delegasi Kerasulan Kitab Suci dari berbagai keuskupan di Regio Sumatera berkumpul di Kapel Santa Faustina, Catholic Center Medan. Perayaan Ekaristi pembukaan, yang dipimpin Uskup Agung Medan, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pertemuan bersumber pada Sabda dan Ekaristi sebagai pusat hidup Gereja.

    Liturgi Sabda mengundang mengundang para peserta untuk semakin mencintai Kitab Suci dan belajar mendengarkan Allah dengan hati terbuka. Sabda Allah dialami sebagai firman yang hidup dan mengubah, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun” (Ibr 4:12). Perayaan Ekaristi membawa Sabda yang didengarkan itu kepada kepenuhannya dalam Tubuh dan Darah Kristus. Dari meja Sabda dan meja Ekaristi, para delegasi diutus untuk memperbarui semangat perutusan dalam pewartaan Injil di keuskupan masing-masing, sesuai amanat Kristus, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15).

    Pertemuan ini juga menjadi wujud sinodalitas Gereja di Regio Sumatera. Para delegasi saling berbagi pengalaman, belajar dari praktik baik dan mencari cara kontekstual untuk menjadikan Kitab Suci sebagai dasar seluruh bidang pelayanan. Dengan demikian, Sabda Allah sungguh dihayati sebagai sumber kehidupan iman, pedoman dalam pelayanan pastoral serta pelita yang menuntun umat di tengah perubahan zaman. Pemazmur berseru, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm 119:105). Semoga buah pertemuan ini tampak dalam umat yang semakin akrab dengan Kitab Suci, komunitas yang dibentuk oleh Sabda dan Gereja di Sumatera yang berani mewartakan harapan Kristus secara profetis di tengah dunia.

    12. Pemberkatan Ruang Opera KOBAR KAM: Langkah Strategis Evangelisasi Digital KAM

    Dalam semangat pewartaan di era digital, pada Kamis, 18 Juni 2026, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, Uskup Keuskupan Uskup Agung Medan memberkati pemberkatan Ruang Opera KOBAR KAM di lantai 5 Gedung Catholic Center Medan. Ibadat yang berlangsung dalam suasana syukur dan sukacita ini dihadiri para imam, biarawan-biarawati, frater, pegawai Keuskupan Agung Medan serta pihak yang terlibat dalam perancangan dan pembangunan ruangan tersebut.

    Melalui doa dan pemercikan air suci, Uskup memohon agar Ruang Opera KOBAR KAM menjadi pusat karya komunikasi, katekese dan evangelisasi digital yang kreatif, inspiratif, dan efektif. Di ruangan ini diharapkan lahir berbagai konten yang meneguhkan iman, menumbuhkan harapan serta menghadirkan sukacita Injil bagi umat di seluruh Keuskupan dan masyarakat luas.

    Syukur yang dipanjatkan atas selesainya ruang digitalisasi pastoral ini sejalan dengan semangat ensiklik Magnifica Humanitas Paus Leo XIV yang menegaskan bahwa teknologi harus melayani martabat manusia dan menjadi ruang perjumpaan yang memuliakan manusia, bukan sekadar ruang konsumsi. Evangelisasi digital menuntut kreatifitas yang tetap setia pada kebenaran Injil. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara terarah, Keuskupan Agung Medan menegaskan komitmennya untuk semakin dekat dengan umat di ruang-ruang baru kehidupan, menjawab tantangan pastoral zaman ini dan menjadikan dunia digital sebagai medan pewartaan Kabar Baik yang memanusiakan dan menguduskan.

    Kuasi Paroki Talun Kenas

    NamaKuasi Paroki Talun Kenas
    PelindungSanta Klara
    Sejak22 Juni 2026, yang sebelumnya bergabung dengan Paroki Santo Yosep, Delitua
    Meliputi wilayahSekitar Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
    AlamatDusun III, Desa Talun Kenas, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
    HP / WA-
    Email-
    Jumlah Umat1.258 KK, 4.212 Jiwa (BIDUK Juni 2026)
    Jumlah Stasi14 (empat belas)

    1. St. Klara, Talun Kenas (1968)
    2. St. Lukas, Bangun Jati (1963)
    3. St. Fransiskus Asisi, Bintang Meriah (1968)
    4. Hati Kudus Yesus, Cinta Damai (1969)
    5. St. Antonius Padua, Besamat (1984)
    6. St. Bonaventura, Lau Rempak (1970)
    7. St. Yohanes, Juma Tombak (1972)
    8. St. Elisabeth, Kampung Dalam (1985)
    9. St. Mikael, Lau Buluh (1989)
    10. St. Tarsisius, Namo Puli (1970)
    11. Kristus Raja, Namo Serit (1975)
    12. Hati Kudus Yesus, Kampung Negara (1966)
    13. St. Fransiskus Antonius Fasani, Siguci (1975)
    14. St. Rita, Sinar Kemenangan (1979)

    RP. Yohanes K. Sensianus Jebarus OFMConv
    RP. Yohanes K. Sensianus Jebarus OFMConv
    Pastor Kuasi Paroki Santa Klara
    Talun Kenas
    RP. Kornelius Antonius Kefi OFMConv
    RP. Kornelius Antonius Kefi OFMConv
    Vikaris Parokial Kuasi Paroki Santa Klara
    Talun Kenas

    Pengangkatan Pengurus Profesional Usahawan Katolik KAM

    Profesional Usahawan Katolik Keuskupan Agung Medan (PUKAT KAM) perlu diberhentikan dan diangkat pengurus yang baru, untuk turut serta mengambil peran dan berpatisipsi membangun bangsa dan negara melalui gereja dengan pemikiran, tenaga dan usaha secara bersama-sama dengan tanggung jawab sebagai Katolik dan Warga Negara Indonesia;

    Susunan Pengurus Profesional Usahawan Katolik Keuskupan Agung Medan (PUKAT KAM) masa bakti 2023 - 2026 (sesuai dengan Surat Keputusan Uskup Keuskupan Agung Medan No-mor:406/PUKAT/KA/V/’26)

    I. Moderator

    RD. Benno Ola Tage

    II. Dewan Penasehat

    1. Parlindungan Purba
    2. Nita Ernawati
    3. Henry Jhon Hutagalung
    4. Albert Pakpahan
    5. Prof. Johannes Tarigan
    6. Johannes Sembiring
    7. Jonas Hudaja
    8. Gregorius Marbun
    9. Dr. Lie King Fuan

    III. Badan Pengurus Harian

    1. Ketua Umum : Hendry Wigin
    2. Ketua I (Bidang Pertanian) : Andy Wahab Sitepu
    3. Ketua II (Bidang Sosial Ekonomi) : Leo K. Simanjuntak
    4. Ketua III (Bidang UMKM) : Alex Wijaya
    5. Wakil Ketua III (Bidang UMKM) : Argandhi Manalu
    6. Ketua IV (Bidang Diklat & Spiritual) : Barita Esman Sidabukke
    7. Wakil Ketua IV (Bidang Diklat & Spiritual) : Dr. Nikous Sotar Sihombing
    8. Sekretaris Umum : Erni Kristina
    9. Bendahara Umum : Andreas Intan Budiman
    10. Wakil Bendahara Umum : Albert Ginting

    IV. Bidang – Bidang

    1. Bidang Sosial Ekonomi :
      1. Benyamin Winata
      2. Leonard Tarigan
    2. Bidang Pertanian :
      1. Leo Semba
      2. Tomas
    3. Bidang UMKM :
      1. Jessyana
      2. Alvon Gari
      3. Angelica Gregorini

    Ditetapkan di Medan
    Pada tanggal, 25 Mei 2026
    Deus Meus et Omnia,
    †Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
    Uskup Keuskupan Agung Medan

    Pengangkatan Pengurus Forum Kerja Sama Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan

    SURAT KEPUTUSAN USKUP KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
    Nomor : 346/FKTHB-KAM/KA/V/’26

    Forum Kerja sama Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan (FKTHB-KAM) merupakan sarana koordinasi, komunikasi, pembinaan, dan pengembangan pelayanan bersama di wilayah Keuskupan Agung Medan;

    Ketua : RP. Yohanes Rudi Kartolo Malau, O.Carm
    Wakil Ketua : RP. Yosafat Ivo Sinaga OFMCap
    Sekretaris : Sr. Gerarda Sinaga KSSY
    Bendahara : Sr. Xaveria Lingga FSE

    Masa bakti kepengurusan ini berlaku sejak tanggal 11 Mei 2026 sampai dengan tanggal 10 Mei 2031.

    1. Mengkoordinasikan dan mengkolaborasikan karya pelayanan antar Tarekat Hidup Bakti di wilayah Keuskupan Agung Medan sesuai arah pastoral Keuskupan dan ketentuan Gereja;
    2. Menjamin terlaksananya semangat persaudaraan, solidaritas, dan saling mendukung antar anggota Tarekat Hidup Bakti melalui pertemuan, refleksi bersama, dan kegiatan pastoral bersama;
    3. Menggagas dan mengembangkan refleksi teologis dan pastoral mengenai hidup bakti serta pelayanan Gereja sesuai konteks pastoral wilayah Keuskupan Agung Medan;
    4. Menjadi penghubung antara Uskup Keuskupan Agung Medan dengan Tarekat Hidup Bakti serta instansi-instansi terkait;
    5. Menyusun, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan program kerja pelayanan Tarekat Hidup Bakti di wilayah Keuskupan Agung Medan;
    6. Menyusun laporan kegiatan dan laporan keuangan secara berkala dan mempertanggungjawabkannya dalam rapat anggota dan kepada Uskup melalui Vikarius Pro Religius.
    1. Fasilitator dialog dan kerja sama antara Tarekat Hidup Bakti dengan Uskup dan Keuskupan Agung Medan;
    2. Koordinator program pelayanan bersama di bidang pastoral, pendidikan, kesehatan, sosial, dan karya kemanusiaan lainnya;
    3. Penyusun dan pelaksana program pembinaan bersama berupa rekoleksi, retret, seminar, pelatihan pastoral, dan pembinaan rohani lainnya;
    4. Penghubung antara Tarekat Hidup Bakti dengan Keuskupan Agung Medan demi terciptanya komunikasi dan kerja sama yang harmonis;
    5. Pendorong aksi sosial berbasis spiritualitas Gereja, termasuk kepedulian terhadap keadilan sosial, lingkungan hidup, dan kesejahteraan masyarakat