Jumat, Februari 13, 2026
Lainnya
    Beranda blog Halaman 2

    Dekrit Penutupan Tahun Yubileum 2025 di KAM

    DEKRET USKUP KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
    No.:949/YUBILEUM/KA/XII/’25

    TENTANG:
    PENUTUPAN TAHUN YUBILEUM 2025
    DI KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

    1. Dengan penuh syukur kepada Allah Tritunggal Mahakudus, Gereja yang berziarah di Keuskupan Agung Medan telah mengambil bagian dalam perayaan Tahun Yubileum Biasa 2025 dengan tema “Peziarah Pengharapan”, yang dimaklumkan oleh Paus Fransiskus melalui Bulla Spes non confundit yang diterbitkan pada 9 Mei 2024. Sehubungan dengan itu Penitensiaria Apostolik telah menerbitkan dekrit tentang tata cara perolehan indulgensi penuh bagi umat beriman sepanjang Tahun Yubileum 2025.

    2. Keuskupan Agung Medan, dalam semangat ketaatan dan persekutuan dengan Takhta Suci, telah membuka secara resmi perayaan Tahun Yubileum di Gereja Katedral Santa Perawan Maria yang Dikandung tanpa Noda pada Sabtu, 28 Desember 2024 dan menetapkan beberapa gereja dan gua Maria sebagai tempat suci yang bisa dikunjungi umat dalam rangka ziarah untuk mendapatkan indulgensi selama tahun Yubileum biasa 2025 sebagai tambahan kepada pintu suci di Gereja Katedral Medan.

    3. Kini, ketika mendekati berakhirnya masa khusus Yubileum, sebagai gembala Gereja partikular Keuskupan Agung Medan, kami memandang perlu untuk menegaskan secara resmi tata cara penutupan Tahun Yubileum 2025 di seluruh wilayah pastoral Keuskupan Agung Medan. Semoga rahmat yang telah dianugerahkan selama Tahun Suci ini tidak berhenti pada perayaan lahiriah, melainkan terus dihayati hingga berbuah dalam hidup iman serta karya pelayanan umat Allah sehari-hari.

    4. Maka, demi kemuliaan Tuhan dan demi kebaikan rohani umat Allah di Keuskupan Agung Medan, dengan ini kami menetapkan bahwa perayaan resmi penutupan Tahun Yubileum 2025 di Keuskupan Agung Medan diselenggarakan pada Hari Minggu Tanggal 28 Desember 2025 dalam Perayaan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef, mengambil tempat di Gereja Katedral Santa Perawan Maria yang Dikandung tanpa Noda, Medan sesuai dengan ketetapan bulla spes non confundit.

    5. Dalam perayaan ini akan dilaksanakan ritus penutupan lambang-lambang Yubileum, termasuk penutupan secara simbolis “Pintu Rahmat Yubileum” atau tanda lain yang selama ini digunakan selama tahun Yubileum. Ritus tersebut menjadi tanda bahwa masa khusus pengaplikasian indulgensi penuh dan perayaan Yubileum di Gereja partikular Keuskupan Agung Medan telah berakhir, sementara rahmat dan buah rohaninya tetap mengalir dalam kehidupan sehari-hari.

    6. Para Pastor Paroki yang menggembalakan Gereja dan tempat yang ditetapkan secara resmi sebagai tempat suci pada hari yang sama, Minggu, 28 Desember 2025, diminta untuk menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Syukur Penutupan Tahun Yubileum 2025 di tempatnya masing-masing. Dalam perayaan tersebut hendaknya diadakan ritus sederhana penutupan lambang-lambang Yubileum yang ada di gereja dan tempat tersebut dengan tetap menjaga kesederhanaan, keluhuran dan martabat liturgi suci.

    7. Kami mengajak seluruh paroki, stasi, komunitas hidup bakti dan kelompok kategorial di Keuskupan Agung Medan untuk Merayakan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus dengan intensi syukur atas segala rahmat yang diterima selama Tahun Yubileum 2025 pada hari Minggu, 28 Desember 2025.

    8. Di dalam perayaan tersebut hendaknya didoakan Doa Umat khusus yang mengungkapkan syukur atas Tahun Rahmat dan agar buahnya tetap tinggal dalam hati umat;

    9. Kami menyemangati umat untuk memperbaharui komitmen menghidupi karya-karya belas kasih rohani dan jasmani, kesetiaan pada perayaan Ekaristi dan penerimaan Sakramen Tobat, serta keterlibatan nyata sebagai saksi harapan pasti di tengah masyarakat yang majemuk.

    10. Di tempat-tempat yang memungkinkan, hendaknya diadakan pula adorasi Sakramen Mahakudus atau ibadat devosi singkat (seperti rosario, jalan salib, ibadat tobat atau bentuk doa devosi lain) yang menyatakan syukur atas Tahun Yubileum dan peneguhan panggilan umat sebagai “peziarah pengharapan” di tengah konteks sosial-budaya Sumatera Utara yang sedang dilanda bencana alam.

    11. Dengan ini, segala ketentuan khusus di tingkat Keuskupan Agung Medan yang bertentangan dengan isi dekrit ini, sejauh menyangkut perayaan dan penutupan Tahun Yubileum 2025, dinyatakan dicabut.

    Ditetapkan di Medan
    Pada 24 Desember 2025
    Deus Meus et Omnia,

    †Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
    Uskup Keuskupan Agung Medan

     

    Pesan Natal 2025

    PESAN NATAL 2025
    “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dan Masyarakat yang Terluka”
    (Bdk. Matius 1:21-24)

    Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

    Natal bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi misteri agung inkarnasi Allah yang hadir dan tinggal di tengah dunia yang terluka. Dalam Injil Matius, kita mendengar malaikat berkata kepada Yusuf: "Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Mat 1:21). Inilah inti Natal: Allah hadir untuk menyelamatkan, bukan dari jauh, tetapi dari dalam luka umat manusia.

    Di tengah peristiwa kelahiran-Nya, Allah tidak memilih istana, tetapi palungan; bukan kemewahan, tetapi kesederhanaan. Seperti yang dikatakan Yohanes, “Sabda telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita” (Yoh 1:14). Allah hadir dalam keluarga sederhana di Betlehem, memberi pesan kuat bagi kita: Allah hadir dalam keluarga-keluarga kita, khususnya yang sedang menderita, terpinggirkan, dan dilanda bencana.

    Solidaritas Sebagai Jalan Pertobatan Natal

    Natal sejati bukanlah tentang gemerlap lampu, dekorasi, dan pesta, tetapi tentang pertobatan yang melahirkan solidaritas. Paus Benediktus XVI dalam Spe Salvi mengingatkan bahwa “pengharapan Kristiani tidak pernah bersifat individualistis, tetapi selalu bersifat bersama, membangun dunia baru bersama Kristus dan orang lain.” (SS 14).

    Maka, di tengah bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, kita tidak dapat merayakan Natal hanya dengan liturgi yang indah atau makanan yang lezat. Kita dipanggil untuk menjadikan Natal sebagai peristiwa transformasi hidup, membuka rumah dan hati bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal, yang kelaparan, yang putus asa.

    Yesus sendiri bersabda, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40). Maka setiap tindakan kasih kepada para pengungsi, anak-anak korban bencana, petani yang kehilangan mata pencaharian, adalah tindakan menyambut Kristus yang lahir.

    Membangun Harapan di Dunia yang Terluka

    Dalam Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa “Ketika kita mengenal kasih Allah yang menyelamatkan, kita sadar bahwa hidup tidak bisa sama lagi. Kita dipanggil untuk menjadi murid-murid misioner yang membawa Injil ke tengah dunia yang penuh luka.” (EG 3). Gereja tidak boleh bersikap netral di hadapan penderitaan.

    Pesan ini semakin kuat ketika kita membaca seruan Laudato Si’ yang menegaskan: “Teriakan bumi dan teriakan orang miskin adalah satu dan sama.” (LS 49). Maka pertobatan ekologis dan sosial adalah jalan Natal kita bersama. Jangan sampai kita hanya bersedih sesaat, lalu kembali hidup tanpa perubahan. Dunia menantikan umat beriman yang berani berubah dan menyembuhkan.

    Gereja dipanggil menjadi tanda harapan dan kasih bagi dunia yang terluka, seperti ditekankan dalam Compendium of the Social Doctrine of the Church (CSDC 4). Ini bukan panggilan tambahan, melainkan jati diri Gereja sebagai Tubuh Kristus. Maka, marilah kita hadir di tengah penderitaan masyarakat sebagai “sahabat pengharapan” dan agen pemulihan.

    Penutup: Keluarga sebagai Taman Harapan

    Natal adalah undangan bagi setiap keluarga untuk menjadi tempat kelahiran harapan. Di tengah runtuhnya nilai kekeluargaan karena egoisme dan konsumerisme, kita diundang untuk membangun rumah yang menjadi oase kasih, pengampunan, dan kepedulian.

    Sebagaimana Yusuf dan Maria merawat Yesus dalam segala keterbatasan, demikian pula keluarga-keluarga Kristen di Sumatera, dari pedalaman Aceh hingga lembah Minang, dari desa pesisir Sibolga hingga kampung-kampung di Tanah Karo, dipanggil menjadi tempat di mana Kristus hadir dan tumbuh.

    Mari kita jadikan Natal 2025 sebagai momentum kebangkitan harapan. Allah sudah datang untuk menyelamatkan kita, sekarang giliran kita menjadi terang dan pembawa harapan bagi dunia.

    Selamat Natal 2025.
    Damai Kristus tinggal di keluargamu.
    Harapan Allah menyala dalam tindakan kasihmu.

    Deus Meus et Omnia,
    Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
    Uskup Keuskupan Agung Medan

    Syukur atas 26 Tahun Imamat Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap

    Selamat Ulang Tahun Tahbisan Imamat ke-26, Mgr. Kornelius Sipayung - Uskup Agung Medan.
    Syukur atas rahmat dan kasih Tuhan yang tercurah bagi Bapa Uskup.
    Semoga tetap sehat dan terus memancarkan sukacita Iman dalam karya pengembalaan.

    Per 11 Des Bantuan Bencana Alam Tahun 2025

    0
    Salve.
    Keuskupan Agung Medan bersama seluruh Saudara-i yang terdampak bencana alam di 3 Keuskupan (Medan, Sibolga, Padang), menyampaikan terima kasih kepada Donatur yg telah membantu korban.
    Kami informasikan dana terkumpul hingga per 11 Des 2025, sebesar:
    Rp.1,-

    Semoga Tuhan memberkati Saudara-i semua.
    RP Michael Manurung, OFMCap


    Surat KAM No. 889/P/KA/XI/’25

    Gambar Surat KAM 889-2025

    Dengan hormat,

    Semoga Tuhan kita Yesus Kristus memberkati kita semua, untuk melanjutkan kehidupan kita masing-masing yang semakin bermakna.

    Para saudara/saudari yang terkasih dalam Kristus. Kita sudah mendengar, melihat, dan membaca melalui media sosial perihal bencana alam yang menimpa wilayah kegembalaan Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang dan Keuskupan Agung Medan.

    Hujan deras telah menyebabkan banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah, sawah, perladangan dan sarana-prasarana lainnya.

    Saat ini ribuan warga masyarakat mengungsi di tempat yang disediakan oleh Pemerintah dan Gereja.

    Berbagai pihak (Pemerintah dan Gereja) masih bekerja untuk mencari korban yang hilang dan mendirikan posko-posko pengungsi.

    Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan, ikut peduli dan menunjukkan rasa solidaritas dengan berbelarasa terhadap Saudara/i kita yang mengalami bencana.

    Maka, saya Uskup Keuskupan Agung Medan mengharapkan dan mengarahkan semua umat, Yayasan, Lembaga, Perkumpulan, Tarekat Hidup Bakti, Ormas, dan pribadi di wilayah KAM untuk ikut memberikan bantuan solidaritas kepada saudara-saudari kita yang ditimpa bencana.

    Bantuan materi berupa obat-obatan, sembako, pakaian, dll. dapat dikumpulkan di paroki-paroki berikut ini: Katedral, Santo Antonius Padua Hayam Wuruk, Kristus Raja Nusantara, Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Santo Padre Pio Helvetia, Santo Petrus Medan Timur, Santo Paulus Pasar Merah, Santo Fransiskus Assisi Padang Bulan, Santo Yohanes Penginjil Mandala, Santo Konrad Martubung, dan Gedung Catholic Center.

    Bantuan uang bisa disalurkan lewat rekening berikut ini:

    Bank Sumut KC Kampung Lalang
    No. Rek: 110-02-04-007992-6
    An. DANA BENCANA KAM
    Berita: Bencana Alam (Medan, Sibolga, Padang)
    Bank Mandiri dan QRIS ada pada Gambar di atas.

    Seluruh dana penerimaan ini akan disalurkan melalui PSE di masing-masing Keuskupan (Medan, Sibolga dan Padang).

    Demikian pemberitahuan dan permohonan ini kami sampaikan. Terima kasih atas kerja samanya dan semoga Tuhan memberkati kita semua.

    Pesta Pelindung KAM 2025: Beato Dionisius dan Redemptus

    Download TPE Perayaan Ekaristi Pelindung KAM 2025 Unduh disini
    Surat KAM No. : 890/P/KA/XI/’25
    Hal : Perayaan Pelindung Keuskupan Agung Medan Beato Dionysius dan Redemptus

    Kepada Yth.:
    1. Para Parokus KAM
    2. Pimpinan Tarekat Hidup Bakti di KAM
    3. Rektor Seminari Tinggi Santo Petrus 

    Semoga hati kita selalu dikobarkan oleh api Roh Kudus untuk menjalankan pelayanan dengan penuh semangat demi proyek ilahi.

    Pada 01 Desember kita merayakan Hari Raya Beato Dionysius dan Redemptus, sebagai pelindung Keuskupan Agung Medan.

    Oleh karena itu kami meminta agar di setiap paroki, komunitas Tarekat Hidup Bakti dan Seminari Tinggi dirayakan perayaan Ekaristi untuk merayakan kedua beato pelindung Keuskupan Agung Medan tersebut, pagi atau sore hari pada Senin, 01 Desember 2025.

    Liturgi perayaan Ekaristi akan disediakan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Agung Medan.

    Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijalankan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik kami haturkan terima kasih.

    Surat KAM No. : 892/P/KA/XI/’29
    Lamp.: Daftar Undangan
    Hal : Perayaan Pelindung Keuskupan Agung Medan Beato Dionisius dan Redemptus

    Kepada Yth.:
    1. Paroki Vikariat Santo Petrus Rasul, Medan
    2. Paroki Vikariat Santo Yohanes Rasul, Medan
    3. Pimpinan Komunitas Tarekat Hidup Bakti di wilayah Medan
    4. Pengurus YPK-YPK di wilayah Medan
    5. UNIKA Santo Thomas
    6. STP Santo Bonaventua, Delitua
    7. STIKES Santa Elisabeth Medan
    8. Organisasi Gerejawi/Kategorial KAM
    9. Staf Pegawai KAM
    Di-
    Tempat

    Salam damai Sejahtera,

    Semoga hati kita selalu dikobarkan oleh api Roh Kudus untuk menjalankan pelayanan dengan penuh semangat demi proyek Ilahi.

    Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir Indonesia (Aceh) sebagai Pelindung Keuskupan Agung Medan. Dengan bimbingan Roh Kudus dan semangat spiritualitas Beato Dionisius dan Redemptus, kami mengundang Pastor, Frater, Bruder, Suster, Bapak/Ibu untuk menghadiri perayaan syukur dalam ekaristi yang akan dilaksanakan pada:

    Hari & Tanggal : Senin, 01 Desember 2025
    Pukul : 18.00 WIB s.d. Selesai
    Tempat : Gereja Santa Perawan Maria Yang dikandung tanpa Noda, Katedral Jl. Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kec. Medan Maimun, Kota Medan

    Pada tahun 2025 ini, kami hanya mengundang perwakilan dari Vikariat Medan karena alasan situasi dan keadaan yang terjadi sebagai dampak cuaca ekstrim.

    Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijalankan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik kami haturkan terima kasih.

    Salam dan hormat,

    RP. Michael Manurung OFMCap
    Vikaris Jenderal KAM

    image

    Tata Ibadat Lingkungan Masa Adven – Bahasa Indonesia & Daerah

    Kata Pengantar

    Setiap tahun kita menjalani Masa Adven, suatu masa yang dijalani sebagai persiapan Masa Natal. Secara umum Adven dimengerti sebagai ungkapan untuk menyatakan kedatangan Kristus di antara manusia. Masa Adven sudah mulai dihidupi oleh Gereja kita sejak abad-abad pertama. Paus Gregorius Agung menetapkan durasi Masa Adven sebanyak 4 minggu.

    Pedoman Tahun Liturgi dan Penanggalan Liturgi (PTLPL) sesudah Konsili Vatikan II menyebut bahwa “Masa Adven mempunyai dua tujuan yaitu, pertama, menyiapkan hari raya Natal (kedatangan Tuhan ke dunia di antara manusia) dan, kedua, mengarahkan hati supaya menantikan kedatangan Tuhan pada akhir zaman (kedatangan-Nya yang kedua).

    Dari waktu ke waktu tradisi Adven ini semakin dihayati dengan baik dalam perayaan ibadat dan penghayatan spiritualitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tradisi yang kemudian muncul dalam gereja kita dalam memaknai Masa Adven ini adalah kehadiran Korona Adven dan 4 lilin di atasnya. Ini dijadikan sebagai simbol perjalanan umat beriman mengisi 4 minggu Masa Adven untuk mempersiapkan Natal Tuhan.

    Buku ini disusun sebagai panduan dalam melaksanakan ibadat lingkungan selama Masa Adven. Di dalamnya terdapat 4 tema pokok yang dirancang untuk membantu kita semua, baik sebagai pemandu maupun peserta, agar dapat mengikuti ibadat dengan baik dan khidmat. Keempat sub tema ini akan didalami dalam 4 kali pertemuan dan ibadat selama Masa Adven.

    Buku ini disusun sebagai panduan dalam melaksanakan ibadat lingkungan selama Masa Adven. Di dalamnya terdapat 4 tema pokok yang dirancang untuk membantu kita semua, baik sebagai pemandu maupun peserta, agar dapat mengikuti ibadat dengan baik dan khidmat. Keempat sub tema ini akan didalami dalam 4 kali pertemuan dan ibadat selama Masa Adven.

    Pertemuan - 1: BERJAGA-JAGA MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN
    Pertemuan - 2: BERTOBATLAH SEBAB KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT
    Pertemuan - 3: MENERIMA YESUS DENGAN TULUS HATI

    Pertemuan - 4: SIAP MENYONGSONG TUHAN

    Download Tata Ibadat Lingkungan Masa Adven Tahun 2025 - Keuskupan Agung Medan:

    Unduh Tata Ibadat Masa Adven
    1. Petugas Ibadat

    a. Ibadat dapat dipandu oleh 2 orang petugas yang disebut pemandu 1 (P1) dan pemandu 2 (P2). Bila tidak memungkinkan 2 orang, pemandu dapat juga satu orang.
    ❖ P1 bertugas untuk bagian pelaksanaan ibadat keseluruhan;
    ❖ P2 bertugas untuk membacakan Sabda Allah (Injil) dan bagian Renungan/Pendalaman bahan.

    b. Petugas lain adalah pembawa ujud doa umat, kolektan, pemandu lagu, dan pengiring nyanyian.

    c. Para petugas, khususnya P1 dan P2, hendaknya menggunakan pakaian liturgis: alba dan kap/samir pemandu liturgi.

    2. Tempat dan perlengkapan

    a. Tempat ibadat umumnya dilaksanakan di rumah umat tetapi boleh juga di tempat lain yang disepakati, misalnya di aula.

    b. Di tempat ibadat (di rumah umat) hendaknya disediakan satu meja kecil sebagai ”altar”. Di atasnya disediakan 2 lilin, salib menghadap umat, buku Alkitab, dan patung/arca Bunda Maria. Dekorasi bunga boleh juga disediakan di sekitar meja tersebut untuk menambah suasana ibadat.

    c. Baik juga disediakan korona adven dan lilin putih (4 biji) di atasnya.

    d. Pemandu ibadat (P1 dan P2) akan mengambil tempat duduk di samping kiri dan kanan meja tersebut.

    e. Posisi umat di tempat ibadat boleh duduk melingkar, tetapi boleh juga duduk berjejer, seturut situasi tempat.

    Demikian buku ibadat ini disampaikan kepada kita. Semoga kita semua semakin bergembira memuliakan Tuhan dan mempersiapkan diri akan kedatangan Tuhan, Sang Penyelamat dan Cahaya Kehidupan.

    Medan, 01 November 2025

    RP Christian L. Gaol OFMCap.
    Ketua Komisi Liturgi KAM 

    Warta Kuria KAM (Oktober-November 2025)

    22 Oktober 2025

    1. Pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan pejabat fungsional pemerintah kota Medan.

    Ibu Dona Sari br Karo Sekali dilantik menjadi pejabat fungsional dalam Dinas Pariwisata Pemko Medan pada 22 Oktober 2025 di ruang rapat III Kantor Walikota Medan oleh Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Pengucapan janji pejabat ini disaksikan oleh RP. Adrianus Sembiring OFMCap, Kanselarius Keuskupan Agung Medan.

    Dalam sambutannya, bapak Walikota meminta agar para pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas-tugasnya dengan hati. Diingatkan akan maraknya kasus-kasus moral di kalangan ASN, seperti narkoba, mabuk-mabukan dan perselingkuhan antar sesama ASN.

    Pelantikan ini bukan sekedar selebrasi, melainkan pernyataan komitmen untuk memimpin dengan hati sambil menjaga integritas demi menjaga marwah pemerintahan kota Medan yang bersih dalam pelayanan. Semoga umat Katolik yang diserahi tanggung jawab untuk menjalankan tugas pejabat fungsional menyatakan imannya dalam pelayanan yang menghasilkan buah-buah Roh.

    27 Oktober 2025

    2. Keluarga Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara bertemu dengan Bapa Uskup di ruang Kolegium Konsultor pada Senin, 27 Oktober 2025, didampingi oleh Kanselarius KAM untuk mengucapkan terima kasih atas rangkaian acara penghormatan terakhir dan pemakaman Op. Pius Datubara yang berjalan dengan sangat hikmat.

    Mereka menyatakan rasa haru atas semua yang telah dilakukan oleh Keuskupan Agung Medan dan para pastor serta semua umat Allah bagi uskup emeritus yang adalah anggota keluarga besar Datubara.

    Kedatangan keluarga ini disambut hangat oleh Bapa Uskup seraya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan keluarga dalam seluruh rangkaian acara iman tersebut.

    Keluarga Op. Pius menyerahkan sedikit dana untuk membantu Keuskupan Agung Medan, sambil meminta agar diberikan satu jubah Op. Pius untuk dimasukkan ke dalam tugu keluarga pada perayaan Ekaristi arwah 40 hari wafatnya Op. Pius.

    Bapa Uskup mengabulkan permohonan ini sambil menumpangkan tangan untuk memberkati mereka.

    Semoga semua keluarga dipersatukan dalam iman akan Yesus Kristus yang akan membangkitkan Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap.

    28-31 Oktober 2025

    3. Suasana penuh semangat terasa di Bandar Lampung saat Temu Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Regio Sumatera digelar pada 28–31 Oktober 2025.

    Mengusung tema “Sinergi dan Konsistensi Pembinaan untuk Meningkatkan Partisipasi Awam demi Bonum Commune,” kegiatan ini mempertemukan 36 peserta dari enam keuskupan se Sumatera untuk memperkuat peran awam Katolik dalam kehidupan menggereja dan berbangsa.

    Keuskupan Agung Medan diwakili oleh Ketua Komisi Kerawam KAM, RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv.

    Kegiatan ini dibimbing oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Palembang sebagai Ketua Regio Sumatera dan Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Uskup Tanjungkarang.

    Mgr. Harun menekankan perlunya pembinaan iman yang nyata dalam tindakan sosial untuk menanggapi tantangan korupsi dan lemahnya integritas publik.

    Sementara Mgr. Vinsensius membagikan pengalaman keberhasilan Keuskupan Tanjungkarang menerapkan model pembinaan awam berjenjang: dasar, menengah dan lanjut yang diusulkan menjadi acuan tingkat regio.

    Pertemuan ini melahirkan pembentukan Tim Kerja Regio Sumatera untuk menyusun modul pembinaan terpadu, serta komitmen setiap keuskupan mengadakan satu kegiatan pembinaan awam pada tahun 2026.

    Pertemuan ini meneguhkan semangat kolaborasi antar-keuskupan dan panggilan awam Katolik untuk aktif melayani demi kebaikan bersama.

    Temu Kerawam 2025 menjadi momentum berharga untuk meneguhkan semangat sinergi lintas keuskupan dan melahirkan awam Katolik yang beriman teguh, solider dan siap melayani demi kebaikan bersama.

    01 November 2025

    4. Yayasan Taman Wisata Rohani Belas Kasih Urung Ompung Dolok – Naga Panei

    Di tengah keindahan alam Sumatera Utara, akan hadir Pusat Peziarahan dan Ekopastoral Urung Ompung Dolok, sebuah karya iman yang memadukan spiritualitas dan ekologi.

    Diinspirasi oleh spiritualitas St. Fransiskus dari Assisi dan ensiklik Laudato Si’, tempat ini menjadi ruang hening di mana umat Allah bisa memulihkan relasi dengan Allah melalui alam ciptaan-Nya.

    Berakar pada seruan Santo Fransiskus Assisi “Deus Meus et Omnia”, Tuhanku dan Segalanya, Taman Wisata Rohani ini mengajak setiap peziarah untuk menemukan kasih Allah dalam kesederhanaan, keheningan dan keindahan ciptaan.

    Kawasan ini akan dilengkapi dengan Kapel, Jalan Salib, lahan pertanian organik dan hutan konservasi sebagai simbol harmoni antara iman dan bumi.

    Urung Ompung Dolok menjadi pusat pembelajaran spiritual dan ekopastoral melalui program retret, formasi iman dan konservasi lingkungan.

    Umat diajak menghayati gaya hidup sederhana, berbelarasa dan bersahabat dengan ciptaan.

    Untuk mengelola tempat peziarahan ini, Keuskupan Agung Medan mendirikan Yayasan Taman Wisata Rohani Belas Kasih Urung Ompung Dolok pada 1 November 2025 berkedudukan di Medan.

    Organ yayasan terdiri dari: Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap sebagai Ketua Dewan Pembina, RP. Michael Manurung OFMCap sebagai Ketua Yayasan dan RP. John Rupinus Saragih OFMCap sebagai Ketua Pengawas.

    Triorgan Yayasan berkomitmen menjalankan prinsip tata kelola profesional dan transparan berlandaskan iman Katolik.

    Semoga umat terbantu untuk semakin mengalami persatuan dengan Allah melalui sentuhan alam ciptaan.

    03 November 2025

    5. Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025, Jakarta, 3–7 November yang diselenggarakan di hotel Mercure, Jakarta, mengusung tema “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan: Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian". Sidang ini menegaskan panggilan Gereja Indonesia untuk hidup semakin sinodal, misioner dan menjadi pembawa damai di tengah perubahan zaman.

    Keuskupan Agung Medan (KAM) turut ambil bagian dalam sidang nasional ini melalui kehadiran Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, RP. Michael Manurung OFMCap, RD. Joseph Parasian Gultom, RD. Petrus Simarmata, serta perwakilan awam dan religius: Lamhot Simamora, Sr. Caroline KYM, Todo Pasaribu, Nova dan Nelly Sitanggang. Kehadiran berbagai unsur Gereja ini mewujudkan semangat sinodalitas dalam mendengarkan dan melayani umat.

    Sidang menekankan tiga pilar utama yang perlu diwujudkan.

    Pertama, Sinodalitas — Gereja yang mendengar dan berjalan bersama umat, Kedua, Misioner — panggilan untuk keluar melayani yang miskin dan terluka. Ketiga, Perdamaian — menjadi jembatan rekonsiliasi dan keadilan sosial.

    Fokus pastoral 2025–2030 diarahkan pada pemberdayaan kaum muda, perempuan, difabel dan lansia serta komitmen pada pendidikan, ekologi dan dialog lintas iman. Gereja dipanggil untuk bersuara profetis terhadap ketimpangan sosial, pelanggaran HAM, intoleransi dan kerusakan alam sebagai wujud kesaksian atas kasih Allah yang membebaskan dan memulihkan martabat manusia.

    Setiap keuskupan diminta menyusun rencana pastoral lima tahun untuk memperkuat formasi iman umat. SAGKI 2025 menjadi momentum Gereja Indonesia untuk terus berjalan bersama, melayani dengan kasih dan menjadi tanda pengharapan serta damai bagi dunia.

    Sinode Diosesan VII KAM
    Logo Sinode revisi 6 Final

    6. Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan 2026–2027.

    Keuskupan Agung Medan bersiap memasuki babak istimewa perjalanan imannya melalui Sinode Diosesan VII dengan tema “Gereja yang Berjalan Bersama, Mendengarkan dan Mewartakan.” Sinode ini merupakan peristiwa rohani yang mengundang seluruh umat untuk mendengarkan bisikan Roh Kudus demi merumuskan arah baru Gereja KAM di tengah dunia yang berubah cepat. Panitia sinode telah menyiapkan booklet pedoman sinode, vademecum dan logo resmi sebagai panduan proses panjang yang dimulai tahun 2025.

    Tahap pendalaman di tingkat umat dan paroki akan dilaksanakan sepanjang 2026 dan puncaknya digelar pada Juni 2027. Setiap tahap menjadi kesempatan untuk mendengarkan, meneguhkan dan berjalan bersama. Sinode yang dijiwai oleh semangat Laudato Si’ ini mendorong pertobatan ekologis dan kepedulian umat terhadap bumi sebagai rumah bersama.

    Seluruh elemen Gereja diajak merefleksikan bidang-bidang pelayanan dan kehidupan Gereja, mulai dari persekutuan, liturgi, misi, hingga dialog lintas iman dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui lima pilar Gereja - koinonia, kerygma, liturgia, diakonia dan martyria - Keuskupan Agung Medan diharapkan semakin menjadi “Oase Ilahi di Tengah Dunia.”

    Sinode ini menjadi peziarahan iman yang meneguhkan Gereja KAM untuk terus mendengarkan suara Roh dan mewartakan kasih Kristus dengan semangat baru. Para pastor diajak untuk menganimasi umat agar dengan penuh antusias memasuki dinamika Sinode Diosesan VII KAM mulai saat ini hingga selesai pada puncaknya.

    29 September 2025

    7. Gereja Meneguhkan Jalan Damai di Tengah Konflik TPL dan Masyarakat Sihaporas Konflik antara PT. Toba Pulp Lestari (TPL) dan masyarakat Sihaporas kembali mencuat setelah insiden kekerasan pada 22 September 2025 yang melibatkan aparat keamanan perusahaan.

    Menanggapi insiden tersebut, Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap., mengeluarkan Pernyataan Sikap resmi No. 725/PS/KA/IX/’25 tanggal 26 September 2025. Bapa Uskup mengecam segala bentuk kekerasan sambil menegaskan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia dan menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog rekonsiliatif sesuai ajaran sosial Gereja Katolik.

    Menanggapi pernyataan sikap ini, pihak manajemen PT. TPL mengirim surat resmi kepada Uskup Agung Medan. Perusahaan memohon arahan, masukan dan dukungan agar Gereja tetap berperan sebagai jembatan dialog menuju penyelesaian damai jangka panjang.

    Keuskupan Agung Medan menegaskan sikapnya untuk tetap berada di jalur dialog dan sinodalitas, serta mendukung gerakan-gerakan yang memperjuangkan keadilan sosial dan pelestarian lingkungan, namun tidak terlibat langsung dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Medan yang digelar oleh Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk keadilan ekologis pada 10 November 2025. Gereja memilih jalan nonviolence dan tidak menciptakan musuh.

    Sebaliknya, Gereja tetapi membangun perdamaian melalui kasih, kejujuran dan dialog. Gereja tetap berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan, sembari mengajak semua pihak - pemerintah, masyarakat dan perusahaan, untuk menemukan solusi adil dan bermartabat yang menjaga kehidupan manusia dan kelestarian ciptaan di kawasan Danau Toba.

    Solusi ini menuntut studi dan kajian ilmiah atas data dan infomasi komprehensif untuk mengurai kompleksitas persoalan yang ada.

    Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCap
    Kanselarius Keuskupan Agung Medan

    Warta Kuria KAM (September-Oktober 2025)

    19 September 2025

    Lima puluh satu mahasiswa-mahasiswi STP St. Bonaventura menerima Missio Kanonika dari Bapa Uskup pada 19 September 2025.

    Perutusan ini merupakan panggilan mulia untuk ambil bagian dalam karya pewartaan Gereja.

    Di tengah sukacita perayaan ini, hadirin diajak merenungkan Sabda Tuhan yang menjadi dasar dan sumber kekuatan perutusan.

    Yesus berkeliling dari kota ke kota, dari desa ke desa, memberitakan Injil Kerajaan Allah, disertai oleh para rasul dan para wanita yang mendukung pelayanan-Nya dengan tenaga dan harta mereka.

    Inilah gambaran Gereja yang sinodal, setiap orang terlibat sesuai dengan karisma dan panggilannya.

    Mahasiswa-mahasiswi yang telah menyelesaikan tugas akademiknya diutus menjadi tenaga pastoral yang bukan berjalan sendiri, melainkan berjalan bersama.

    Mereka bekerja sama dengan para imam, religius, dan umat beriman dalam satu semangat pelayanan untuk menghadirkan kasih dan sukacita Injil di tengah dunia.

    Semoga Roh Kudus yang mengutus para murid dahulu, kini juga meneguhkan langkah mereka agar setiap karya, kata dan tindakan menjadi persembahan yang memuliakan Allah dan menumbuhkan iman umat-Nya.

    20 September 2025

    Di bawah guyuran hujan berkat, pada Sabtu, 20 September 2025, umat Allah tetap berbondong-bondong datang ke Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi, Padang Bulan – Medan, untuk mengambil bagian dalam perayaan tahbisan imamat sembilan Diakon Ordo Saudara Dina Konventual.

    Dalam homilinya, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, menegaskan bahwa “tahbisan imamat bukanlah sekadar kehormatan, melainkan panggilan untuk menyerahkan diri seutuhnya bagi pelayanan Gereja.

    Pesan ini kiranya menjadi peneguh bagi para imam baru untuk senantiasa hidup dalam kesetiaan, kerendahan hati dan ketekunan doa.

    Para imam baru yang menerima tahbisan imamat ialah:
    RP. Hyasintus Z.E. Simatupang OFMConv,
    RP. Alexius Ivo Tarigan OFMConv,
    RP. Satya G. M. Ginting OFMConv,
    RP. Juan A. Kaban OFMConv,
    RP. Kornelius A. Kefi OFMConv,
    RP. Ricky I. Siburian OFMConv,
    RP. Antonius Son OFMConv,
    RP. Aurelius Gustardi OFMConv,
    RP. Agustinus Kolo OFMConv.

    Ungkapan syukur dan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada orangtua yang dengan iman mempersembahkan putra-putra terbaiknya bagi Gereja.

    Harapan Gereja dan umat Allah, semoga para imam baru ini selalu menghidupi panggilan imamat dengan semangat pengabdian total kepada Gereja dan menjadi gembala yang dekat dengan umat serta menghadirkan wajah Kristus yang penuh belas kasih.

    Selamat melayani kepada para imam baru!

    21 September 2025

    Pada 21 September 2025, Bapa Uskup memimpin Perayaan Ekaristi Syukur atas usia 20 tahun Graha Maria Annai Velangkanni.

    Dalam homilinya, Bapa Uskup menyampaikan pesan yang penuh makna bagi seluruh umat dan pengelola Graha: “Ulang tahun Graha Maria Annai Velangkanni ke-20 ini adalah kesempatan untuk bertanya diri.

    Untuk apa kita datang ke graha ini? Sungguhkah kita datang ke sini untuk berdoa? Melihat dan membaca Kitab Suci? Atau hanya sekadar update status?

    Para pengelola diminta untuk berjuang agar graha ini tetap suci, terbuka, dan penuh rahmat sehingga para peziarah yang datang ke sini, mengalami kesembuhan berkat perjumpaan dengan Allah.

    Sambil menikmati keheningan suasana dan indahnya bangunan ini, para peziarah dibantu untuk bertemu dengan Kristus dan dengan demikian dipulihkan hatinya.

    Paus Fransiskus berpesan, jangan biarkan dirimu diperbudak uang, pakailah uang untuk berbuat baik, untuk mencintai, untuk membangun dunia yang lebih adil.

    Biarlah graha ini menjadi pusat cinta kasih, bukan pusat gengsi. Mari menjadikan Graha Maria sebagai tempat dan ruang perjumpaan dengan Allah Maharahim yang menyembuhkan kehidupan.

    Paste HTML code here...

    25 September 2025

    Bapa Uskup Medan menyambut kunjungan Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH) Hayam Wuruk bersama panita rehab dan revitalisasi gedung gereja Paroki St. Antonius Padua pada 25 September 2025.

    Dalam audiensi ini, dibahas mengenai progres rehap aula pastoran dan revitalisasi gereja.

    Diutarakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi terkait dengan usaha pembangunan aula, terutama sertifikat tanah yang belum terbit sebagai penghalang utama untuk mengurus PBG (Persetujuan Bangunan Gedung).

    Turut dibicarakan dalam audiensi ini, rencana pendirian Kuasi Stasi St. Fansiskus Assisi – Polonia dan gerejanya.

    Bersama DPPH dan panitia pembangunan, Bapa Uskup memutuskan agar rencana awal pembangunan aula dilanjutkan.

    Demi mendekatkan umat dekat dengan gembalanya, Pastoran, lantai 1 dijadikan perkantoran paroki.

    Revitalisasi gereja diselesaikan secepat mungkin karena biayanya sudah cukup.

    Kompleks dan halaman Gereja ditata lebih baik. Semoga keputusan ini dilaksanakan dengan baik.

    26 September 2025

    Pada Jumat, 26 September 2025, Parna Group melalui Yayasan Mariana Resort menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga di bawah naungan Keuskupan Agung Medan.

    Bantuan yang diberikan berupa peralatan laboratorium dan inventaris perpustakaan untuk Universitas St. Thomas Sumatera Utara serta satu unit ambulans untuk Yayasan Karya Kasih Medan.

    Sumbangan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan dukungan Parna Group dalam mendukung karya pastoral pendidikan dan pelayanan sosial gereja di Keuskupan Agung Medan.

    Semoga bantuan ini, mempererat semangat kebersamaan dan sinodalitas dalam usaha pelayanan kasih demi menghadirkan Kerajaan Allah bagi dunia.

    28 September 2025

    Setelah sekian lama menunggu, didasari oleh penilaian tim assessment pemekaran paroki, pada 28 September 2025, umat Allah bersukacita atas perayaan inagurasi pendirian Kuasi Paroki Santo Bonaventura, Saran Padang.

    Tujuan pemekaran wilayah pelayanan parokial yang baru ialah untuk mewujudkan gembala dekat dengan umat dan menjaminkan pelayanan rohani yang lebih baik dan intens bagi umat beriman.

    Kuasi Paroki ini merupakan anak ketiga bagi Paroki induk Saribudolok, setelah pendirian kuasi Paroki Silalahi dan Pamatang Raya.

    Penggembalaan kuasi paroki ini diserahkan kepada persaudaraan Ordo Konventual Indonesia.

    RP. Gervasius Gindo Saragih, OFMConv., yang sebelumnya bertugas sebagai ketua Komisi Keluarga KAM, diangkat dan dilantik menjadi pastor paroki.

    Tugas berat yang menantang bagi parokus baru ini ialah menyusun program pastoral yang cocok bagi umat dan membangun pastoran serta semua yang hal yang dibutuhkan untuk pelayanan pastoral.

    Semoga iman umat semakin bertumbuh.

    29 September 2025

    Bersama umat Keuskupan Agung Medan, Kongregasi Suster-suster Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) merayakan Ekaristi dalam rangka Yubileum 100 tahun kehadirannya di Indonesia pada Senin, 29 September 2025, di Aula Regale International Convention Center, Jl. Adam Malik No. 66-68, Medan.

    Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo didampingi oleh
    Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap,
    Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC,
    Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF,
    Mgr. Adrianus Sunarko OFM,
    Mgr.Fransiskus Tuaman Sinaga,
    dan Mgr. Johannes Wilhelmus Maria Liesen (Uskup Breda, Belanda), bersama para imam konselebran.

    Perayaan syukur diisi dengan aneka ragam penampilan budaya Nusantara.

    Ditampilkan juga secara singkat dan menarik sejarah kedatangan para suster misionaris FSE pada tahun 1925 dan perkembangan kongregasi hingga saat ini.

    Lebih dari pada sekedar kenangan akan masa lampau, perayaan ini terutama menjadi ungkapan syukur atas jejak rahmat Tuhan yang terus hidup, bertumbuh, berkembang dan berbuah dalam karya pendidikan, kesehatan dan pelayanan karitatif para suster FSE.

    Semoga spiritualitas Santo Fransikus Assisi yang menginspirasi Santa Elisabeth Hongaria dan keteladanan ibu pendiri Sr. Mathilda Leenders terus menyala dalam diri para suster FSE.

    Semoga para suster FSE yang mengalami diri sebagai tanda kasih Allah yang menyembuhkan tetap tampil sederhana, setia dan penuh belas kasih di setiap momen.

    05 Oktober 2025

    Pada 5 Oktober 2025, umat Allah bersukacita merayakan lima puluh tahun berdirinya Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan.

    Perayaan syukur ini digandengkan dengan perayaan wafatnya Santo Fransiskus Assisi yang menjadi pelindung Paroki Padang Bulan ini.

    Kehadiran Bapa Uskup bersama Pastor Paroki, para imam, para suster serta umat beriman menampakkan sinodalitas gereja yang merayakan saat-saat berahmat.

    Tindakan simbolis pemotongan tumpeng oleh Bapa Uskup menyiratkan makna iman mendalam yang bukan sekadar tradisi budaya, melainkan tanda penyerahan tanggung jawab pastoral kepada Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki.

    Tumpeng, lambang syukur, harmoni dan persembahan terbaik kepada Tuhan, menjadi pengingat bahwa pelayanan pastoral bukanlah kuasa, melainkan kasih dan berkat yang mengalir dari gembala kepada umat.

    Gereja yang mengakar dalam budaya unggul dalam spiritualitas pelayanan yang rendah hati dan fraternal.

    06 Oktober 2025

    Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Fransiskus Asisi Jalan Medan - Pematangsiantar, bersama Tim Renovasi Gereja dan Badan Kerjasama Kapusin Indonesia, beraudiensi kepada Uskup Agung Medan di Gedung Catholic Center Medan pada Senin, 6 Oktober 2025.

    Audiensi ini bertujuan untuk melaporkan progres renovasi Gereja sekaligus memohon kesediaan Bapa Uskup untuk memberkati altar gereja yang baru direnovasi.

    DPPH juga menerima masukan dan arahan pastoral dari Bapa Uskup bagi kelanjutan program paroki dan finalisasi renovasi.

    Bapa Uskup mengapresiasi semangat pelayanan dan kerja keras panitia, serta mendorong agar DPPH mencari lahan baru untuk mendirikan gereja paroki yang otonom.

    Diingatkan kembali bahwa gedung gereja yang sekarang adalah miliki Ordo Kapusin yang dipakai sebagai gereja paroki.

    Paroki khusus ini didirikan sebagai tempat frater Kapusin mengadakan pelayanan pastoral.

    06 Oktober 2025

    RP. Theodorus G. Ruing, OCD, RP. Eligius Ipong Suponindhi O.Carm dan Vinsen Samosir (ketua Keluarga Besar Mahasiswa Katolik (KBMK) KAM) bersama dua orang dari paroki Pasar Merah, Medan menjadi utusan Kuria Keuskupan Agung Medan dalam menghadiri undangan FKUB dalam kegiatan Diskusi Merawat Kerukunan dengan Majelis-Majelis Agama FKUB Kota Medan.

    Diskusi ini dilaksanakan pada Senin, 6 Oktober 2025 di Aula FEBI UINSU Sutomo, Jl. IAIN No. 1, Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

    Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan rutin FKUB Kota Medan ini adalah Rektor UINSU, Prof Dr. Nurhayati, Wakil Rektor UINSU Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan dan Pendeta Obed Ginting.

    Ibu Rektor UINSU memperkenalkan UINSU sebagai kampus inklusif, yang terbuka menerima calon mahasiswa lintas agama.

    Mahasiswi non-muslim di UINSU tidak diwajibkan memakai jilbab.

    Lembaga akademik ini berjuang menciptakan iklim kampus yang toleran sehingga peserta didik dapat belajar menghormati dan menghargai berbagai perbedaan, termasuk perbedaan agama.

    Orang-orang muda perlu mengembangkan dialog-dialog kemanusiaan dengan umat beragama lain yang dilandasi keterbukaan, kesetaraan dan empati, demi membangun kebersamaan.

    Interaksi kemanusiaan adalah isi kerukunan yang perlu ditanamkan dalam diri para mahasiswa.

    Tokoh lintas agama memiliki peran penting dalam hal ini.

    Pendeta Obed Ginting sangat mengharapkan agar para tokoh agama yang hadir dapat membawa pengaruh yang baik untuk umatnya masing-masing.

    Pertemuan dialogis ini sampai pada kesepakatan untuk menyusun program kegiatan lintas agama dalam kerjasama dengan mahasiswa-mahasiswi dari UINSU demi menciptakan iklim hidup yang dilandasi sikap toleran.

    08 Oktober 2025

    Dewan Pimpinan Umum suster KSFL beraudiensi kepada Bapa Uskup pada Rabu, 8 Oktober 2025.

    Kepada uskup sebagai bapa, diinformasikan bahwa Sr. Reynelda Ndruru KSFL, sudah menyelesaikan studinya dari Universitas Urbaniana-Roma dan kemungkinan akan mengutus suster lain untuk studi di Roma.

    Bapa Uskup meminta supaya dalam mengutus suster untuk studi DPU, berdiskusi dengan Bapa Uskup untuk mempertimbangkan kebutuhan keuskupan.

    Pada kesempatan ini, DPU KSFL meminta izin dari Bapa Uskup untuk membuka komunitas baru di Siborong-borong, Kuasi Paroki Saran Padang dan Paroki Kandis, Keuskupan Padang.

    Bapa Uskup memberikan izin yang dimintakan sambil melengkapi semua persyaratan yang dituntut. .

    Puncak perayaan Yubileum 100 tahun KSFL di Indonesia pada 15 Oktober 2025 menjadi agenda terakhir dari audiensi.

    10 Oktober 2025

    Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, berlangsung kegiatan bertajuk “Membangun Sinergitas Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan dengan Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan Aceh” di Gedung Catholic Center, Medan.

    Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap., sebagai penggagas kegiatan ini, sangat antusias bekerja sama dengan Kemenag, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Marihuttua Pasaribu, Kepala Pembimas Katolik Provinsi Sumatera Utara dan Bapak Baron Pandiangan, Kepala Pembimas Katolik Provinsi Aceh, untuk memanfaatkan tenaga para penyuluh agama Katolik yang dibiayai oleh pemerintah untuk menjadi tenaga katekis di wilayah kerjanya masing-masing.

    Para penyuluh hadir bersama parokus di mana mereka ditempatkan baik sebagai PNS maupun pegawai PPPK.

    Pertemuan ini bertujuan mencari bentuk konkret sinodalitas dan sinergitas Keuskupan dan Kemenag dalam usaha mengoptimalkan tugas serta peran Penyuluh Agama Katolik sesuai dengan aturan pemerintah, dalam pelayanan dan pembinaan iman umat.

    Keuskupan Agung Medan menerima tenaga para penyuluh sebagai berkat dari Tuhan dan sumbangan nyata dari pemerintah.

    Semoga para penyuluh semakin mengalami dirinya sebagai orang yang diutus Tuhan untuk kepentingan gereja dan masyarakat.

    13 Oktober 2025

    Pada Senin, 13 Oktober 2025 Kuria Keuskupan Agung Medan menerima Audiensi dari LSM PMPHI (Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia) dan Tokoh Gereja Pentakosta.

    Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua Kerawam KAM, RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv. Turut hadir dalam pertemuan ini RP. Michael Manurung OFMCap, Vikjen KAM dan beberapa ketua unit lain.

    Topik utama yang dibahas ialah konflik masyarakat adat di Sihaporas dengan pihak PT TPL.

    PMPHI mengapresiasi sikap Gereja Katolik yang responsif dan penuh empati terhadap situasi sosial yang berkembang.

    Seruan damai yang disampaikan oleh Bapa Uskup dan doa yang dipanjatkan secara mendalam menyentuh hati banyak pihak.

    Peristiwa kekerasan yang tidak seharusnya terjadi ini, bukanlah persoalan sederhana.

    Gereja lebih mengedepankan pendekatan dialog. Tim yang telah dibentuk oleh keuskupan akan mengundang semua pihak yang terkait dengan TPL untuk berdiskusi bersama.

    Gereja tidak ingin terseret dalam kepentingan tertentu. Persaingan usaha dan faktor-faktor lainnya perlu dilihat secara jernih agar masyarakat tidak menjadi korban.

    Informasi yang menyeluruh perlu didengar dan dipertimbangkan. Sejalan dengan pandangan ini, PMPHI Menilai bahwa konflik yang terjadi merupakan akibat dari kesalahpahaman antara pemerintah dan masyarakat, terutama karena kurangnya informasi mengenai keberadaan TPL.

    Oleh karena itu, LSM ini menyatakan pilihan untuk tidak berpihak, dan tidak menyatakan siapa yang benar atau salah.

    Bersama LSM ini, kita menyerukan agar negara segera merespons dan mengevaluasi dampak lingkungan dari aktivitas TPL.

    15 Oktober 2025

    Pada 15 Oktober 2025, para suster Kongregasi Suster Fransiskanes St. Lusia (KSFL) merayakan 100 tahun kehadiran dan karya pelayanannya di Indonesia.

    Rangkaian kegiatan syukur ini berpuncak pada Perayaan Ekaristi Agung yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, di biara pusat KSFL, Pematangsiantar.

    Bersama umat Allah, para suster KSFL menyatakan syukur kepada Allah atas Rahmat Allah yang menopang kesetiaan para suster KSFL dalam pelayanan kasih bagi Gereja dan sesama.

    Rangkaian acara puncak ini dirangkum dalam tema, "Bersyukur, Berlayar, Berkabar". Seluruh anggota kongregasi, mitra, relasi, dan umat, diajak merenungkan tiga pilar utama dalam panggilan.

    KSFL bersyukur atas segala karunia dan rahmat yang telah Tuhan berikan dan siap berlayar menghadapi tantangan zaman dengan semangat baru serta berkomitmen untuk terus berkabar sukacita Injil melalui setiap karya pelayanan demi kemuliaan Allah dalam semangat Santo Fransiskus dan Muder Lusia Dierckx.

    Tema ini diteguhkan oleh Bapa Uskup dalam homilinya. “Seratus tahun adalah bukti cinta Allah yang tak pernah berhenti melihat dan meneguhkan. Allah melihat setiap air mata perjuangan; Allah melihat setiap senyum pelayanan; Allah melihat setiap langkah tua yang sunyi dan Dia berkata kepada Suster KSFL, ‘Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.

    Aku telah melihat engkau di ruang kelas, di rumah sakit, di biara, di jalan sunyi misi dan aku bersukacita atas kesetiaanmu'.Seratus tahun suster-suster KSFL setia menghadirkan kuasa Allah dan inilah yang kita rayakan pada hari ini.” Selamat Pesta!

    17 Oktober 2025

    “Selamat jalan Ompung Pius, doakanlah kami!” Seruan ini terlontar dari para pelayat yang datang melayat untuk memberikan penghormatan kepada Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara yang menghadap kepada Allah Bapa di surga pada 17 Oktober 2025 pada pukul 09.13 di Rumah Sakit St. Elisabeth (RSE), Medan.

    Pada hari yang sama, setelah selesai memimpin Ekaristi di Kapel RSE Medan, Bapa Uskup melayankan sakramen minyak suci kepada Uskup Emeritus, Mgr. A.G. Pius Datubara OFMCap yang semakin lemah fisiknya setelah menjalani perawatan sejak 2 Oktober 2025 dengan keluhan demam dan tidak bisa tidur.

    Kepadanya juga diberikan viaticum, komuni kudus, sebagai bekal perjalanannya menuju kehidupan kekal.

    Pada jam kerahiman Ilahi, pukul 15.00, semua gereja di Keuskupan Agung Medan membunyikan lonceng untuk memanjatkan doa dan memohonkan kerahiman ilahi bagi arwah Ompung Pius.

    Jenazah Op. Pius disemayamkan di gereja Katedral Medan hingga 22 Oktober 2025.

    Setelah perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC, didampingi oleh Mgr. Victorius Dwiardy OFMCap dan Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, beserta semua imam konselebran, jenazah diberangkatkan ke gereja Paroki St. Laurentius Brindisi, Jl. Sibolga Pematangsiantar.

    Persaudaraan Kapusin Provinsi Medan menyambut Op. Pius dengan perayaan misa persaudaraan Kapusin bersama umat.

    Setelah perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh minister provinsial Kapusin Medan, RP. Alexander Silaen OFMCap, jenazah dibawa ke gereja stasi St. Pio, Purba Hinalang untuk merayakan ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung bersama para imam konselebran.

    Dari gereja, jenazah dibawa ke Aula untuk disemayamkan.

    Di tempat persemayaman ini, dilaksanakan adat Simalungun Gok untuk menghormati Op. Pius. Sesuai dengan permintaannya kepada Mgr. Kornelius dalam suratnya tertanggal 15 Maret 2021, jenazah Op. Pius dimakamkan di kompleks makam Pastor Elpidius Franciscus Van Duynhoven di Purba Hinalang Saribu Dolok pada Selasa, 21 Oktober 2025.

    OMNIBUS OMNIA (1Kor 9:22), segalanya bagi semuanya.

    Motto ini diwujudkan dalam tindakan-tindakan sederhana, seperti mengunjungi orang sakit, membukakan pintu bagi tamu, menyapa orang dan terlibat dalam suka-duka umat.

    Dia senang mengunjungi, mendoakan dan membagikan komuni kudus kepada orang sakit. Dia sangat peduli terhadap orang miskin.

    Selamat jalan Ompung! Doakanlah kami.

    Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCap
    Kanselarius Keuskupan Agung Medan

     

    RIP Sr. M. Laurensia Sipayung KYM

    0

    Dengan hati yang penuh duka namun juga syukur, kami menyampaikan:

    Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, Sr. M. Laurensia Sipayung, KYM, setelah menapaki perjalanan hidup panggilan yang panjang, penuh kasih, dan setia.

    Dalam diam dan kesederhanaannya, Suster Laurensia telah menghadirkan wajah Kristus bagi banyak orang — melalui doa, pelayanan, dan cinta kasih yang tulus.

    Hidupnya menjadi cermin dari Sabda Tuhan: “Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” (Markus 10:45)

    Kini, setelah menunaikan panggilan sucinya di dunia, ia dipanggil untuk menikmati perjamuan kekal bersama Tuhan yang menjadi kasih dan pusat hidupnya.

    Kami percaya bahwa Suster Laurensia telah mendengar suara lembut Sang Gembala: “Baik sekali perbuatanmu itu, hamba-Ku yang baik dan setia... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

    Bagi kami yang ditinggalkan, kepergian Suster Laurensia meninggalkan ruang hampa, namun juga meninggalkan warisan rohani — teladan iman, kesetiaan dalam pengabdian, dan hati yang selalu siap melayani dengan kasih.

    Kiranya semangat dan cintanya menjadi benih kebaikan yang terus tumbuh di hati setiap orang yang pernah mengenalnya.

    Dengan hati yang penuh duka, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Sr. M. Mauricia Sihotang KYM.

    5-8-2025-KYM-Sr-Mauricia-Sihotang-Dukacita Biarawati

    Kehidupan beliau adalah cerminan kasih, kesetiaan, dan pengabdian yang tulus kepada Tuhan dan sesama. Doa-doanya, pelayanannya yang penuh cinta, serta teladan hidup imannya akan selalu dikenang dengan penuh rasa syukur.

    Semoga Allah yang Maharahim menerima beliau dalam damai dan kemuliaan abadi di surga. Terima kasih Suster, atas segala kebaikan dan keteladanan yang telah Suster wariskan.

    Salam damai dalam Kristus,

    Dengan hati penuh duka namun diliputi oleh pengharapan akan kebangkitan, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya dua pribadi yang sangat dikasihi dalam karya pelayanan Gereja,
    Sr. M. Plasidia Pardede KYM dan Sr. M. Bernadetta Purba KYM.

    Dukacita Biarawan-ti KAM 2025 (Website)

    Mereka telah mengabdikan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan dalam semangat hidup bakti dan pelayanan yang setia di tengah umat. Dengan rendah hati dan cinta kasih, mereka menjadi saksi Injil melalui doa, karya, dan pengorbanan tanpa pamrih.

    Seperti tertulis dalam Kitab Suci:

    "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman."
    (2 Timotius 4:7)

    Kini, kita percaya bahwa keduanya telah kembali ke rumah Bapa, untuk menerima mahkota kehidupan kekal yang telah dijanjikan kepada setiap hamba yang setia.

    Semoga teladan hidup mereka menjadi benih panggilan baru dan sumber kekuatan bagi Kongregasi KYM dan seluruh umat Allah.

    Kepada keluarga besar Kongregasi Suster Kasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM), kami menyampaikan penghiburan iman dan doa-doa. Kita bersatu dalam harapan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari hidup kekal bersama Kristus.

    Terima kasih, Sr. Plasidia dan Sr. Bernadetta.

    Istirahatlah dalam damai Tuhan, Sang Mempelai Ilahi.

     

     

    RIP Sr. M. Hieronima Mahulae FSE

    0

    Kami turut berduka cita atas berpulangnya Suster M. Hieronima Mahulae, FSE dalam usia 81 tahun.

    Kami bersyukur atas keteladanan hidup, kesetiaan, dan pelayanan kasih yang telah beliau berikan bagi Gereja dan sesama.

    Kiranya Tuhan yang penuh kasih menerima Suster Hieronima dalam damai dan sukacita kekal di rumah Bapa di surga.