Selasa, Mei 19, 2026
Lainnya
    Beranda blog Halaman 2

    Selamat Paskah – Mgr Kornelius Sipayung OFMCap

    Selamat Hari Raya Paskah, Hari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. 

    Paskah mengajak kita untuk bangkit bersama Kristus: keluar dari kegelapan menuju terang, dengan mendengarkan Sabda, meneguhkan sesama, dan mewartakan kasih melalui hidup yang jujur, berani, serta penuh harapan.

    Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
    Uskup Keuskupan Agung Medan

    Penutupan Salib sesudah Misa Perjamuan Tuhan

    HAL MENYELUBUNGI SALIB

    Para Saudara terkasih, seputar Masa Prapaskah ini, cukup hangat diskusi di antara kita (imam dan umat) tentang penyelubungan salib. Akibatnya, ada dari antara kita sudah menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa dan ada yang belum menyelubunginya.

    Oleh karena itu, beberapa poin berikut pantas kita simak bersama demi kesatuan paham dan kesamaan gerak dan perayaan iman di Keuskupan Agung Medan.

    1. Tradisi menyelubungi salib, patung-patung kudus dan melepaskan kain altar sudah terlaksana dalam gereja kita sejak 4 abad pertama. Tradisi kuno ini masih tetap berjalan sampai sekarang dalam konteks gereja universal. Tindakan menyelubungi ini boleh juga diganti dengan tindakan memindahkan salib dan patung-patung kudus dari dalam gereja ke tempat lain yang layak. Tradisi ini dikaitkan dengan peristiwa Yesus yang berdoa di taman Getsemani dan seterusnya menjalani peristiwa derita dan salib. Maka salib akan tertutupi dengan kain ungu (atau merah) sampai peristiwa ritus penghormatan salib dilaksanakan pada hari Jumat Agung. Tradisi ini dikaitkan pula dengan tidak adanya perayaan Ekaristi pada hari Jumat Agung.

    2. Tradisi menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa merupakan tradisi yang dilaksanakan sejak abad IX di gereja Jerman. Jadi, bukan berlaku universal untuk gereja Katolik Ritus Roma. Praktik ini dikaitkan dengan kisah Injil pada hari Minggu V Puasa yang berbicara tentang penderitaan yang akan dialami oleh Yesus (Minggu Sengsara Tuhan) dan saat-saat mana Ia mengasingkan diri hingga tampil lagi memasuki kota Yerusalem menjelang saat-saat peristiwa salib, wafat, dan bangkit. Sementara itu, Ritus Ambrosiana melaksanakan penutupan salib sejak Minggu I Puasa (praktisnya selama Masa Prapaska). Praktik ini dikaitkan dengan masa tobat, masa refleksi, retret selama Masa Prapaskah dan menjauhkan diri dari kemeriahan termasuk dari kemeriahan simbol-simbol kudus.

    3. Dokumen Perayaan Paska dan Persiapannya (terbit tahun 1988 oleh Kongregasi Ibadat Suci) tetap berusaha memelihara tradisi-tradisi khusus gereja yang ada di seluruh dunia. Itulah termasuk alasannya mengapa dalam dokumen tersebut dituliskan “kebiasaan menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa dapat dipertahankan, bila demikian ditetapkan oleh Konferensi Waligereja…” (PPdP, 26).

    4. Konteks Indonesia, tidak ada kebiasaan menyelubungi salib sebelum tahun 1988 (terbitnya dokumen tersebut), maka pelaksanaan penyelubungan salib sejak Minggu V Puasa akhir-akhir ini merupakan tradisi yang baru di beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, dasar iuridis tindakan itu belum ditetapkan, karena hingga sekarang Konferensi Waligereja belum pernah membuat keputusan untuk menutup salib sejak Minggu V Puasa, sebagaimana ditekankan oleh dokumen Pedoman Perayaan Paskah dan Persiapannya (1988). Penanggalan Liturgi KWI pun hanya mengutip Pedoman 1988; dan tidak memuat keputusan atasnya. Tampaknya tindakan menyelubungi salib itu lebih sebagai inisiatif para pencinta liturgi yang membaca dokumen secara sederhana dan langsung menerapkannya melebihi kewenangan Konferensi Waligereja dan kewenangan Uskup diosesan.

    5. Sampai sekarang, Uskup Keuskupan Agung Medan belum pernah menganjurkan tindakan penyelubungan salib sejak Minggu V Puasa. Dengan demikian KAM tetap mengikuti tradisi Gereja yakni menyelubungi salib sesudah Misa In Cena Domini (adalah nama Latin untuk Misa Perjamuan Tuhan, yaitu perayaan Ekaristi pada Kamis Putih malam-bagian pertama dari Trihari Suci). Maka praktik menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa tidak dilaksanakan di wilayah Keuskupan Agung Medan. Ini dilaksanakan dengan berdasar pada tradisi antik gereja dan belum adanya keputusan Konferensi Waligereja Indonesia atasnya.

    6. Selain itu, kita di KAM masih merayakan perayaanperayaan istimewa seputar Minggu Palma, Misa Krisma, Misa In Cena Domini yang mengharapkan simbol-simbol liturgis, termasuk salib, tetap tampil dengan cemerlang, yang dengannya Yesus Kristus sungguh hadir dan tampil dengan jaya.

    7. Bila salib ditutup, itu berarti simbol salib ditiadakan atau tidak dihadirkan dalam perayaan-perayaan iman. Maka salib perarakan tidak dibawa lagi dalam Ibadat Jalan Salib pada hari Jumat Agung, apalagi membawanya dengan posisi tertutup, sangatlah tidak tepat.

    Medan, 05 April 2025
    Komisi Liturgi KAM

     

    Kantor Komlit KAM Lt 3
    Gedung Catholic Center Christosophia Medan
    Jl. Mataram 21 Petisah Hulu, Medan Baru, Medan.

    Jadwal Pekan Suci 2026 Paroki se-KAM

    *Geser ke samping jika isi tabel tidak terlihat seluruhnya

    No Gereja Paroki Kamis Putih, 2 April Jumat Agung, 3 April Vigili Paskah, 4 April Hari Raya Paskah, 5 April Minggu Palma, 29 Maret
    1 Aek Kanopan 19.00 09.00 19.00 09.00
    2 Aek Nabara paroki 18.00 stasi 18.00 paroki jam 14.00 stasi jam 14.00 paroki jam 18.00 stasi jam 19.00 paroki jam 08.00, stasi jam 11.00 stasi jam 10.00
    3 Balige Paroki: 19.00 WIB ; Stasi: 18.00 WIB Paroki: 15.00 WIB ; Stasi: jam 15.00 Paroki: 19.00 WIB ; Stasi: 18.00 WIB Paroki: 08.00 WIB ; Stasi: 09.00 WIB ; Stasi: 10.30 WIB Paroki: 08.00; 10.00 WIB
    4 Banda Aceh 19.00 WIB Jalan Salib 09.00 WIB; Penghormatan Salib 15.00 WIB 19.00 WIB 09.00 WIB 08.00 WIB
    5 Bandar Baru
    6 Batang Kuis Paroki : 19.00 WIB; Stasi Bandar Klippa : 19.00 WIB; Stasi Janji Matogu : 19.00 WIB Paroki : 15.00 WIB; Stasi Bandar Klippa : 15.00 WIB; Stasi Janji Matogu : 15.00 WIB Paroki : 19.00 WIB; Stasi Bandar Klippa : 19.00 WIB; Stasi Pardomuan Nauli : 19.00 WIB Paroki : 07.00 WIB; Stasi Bandar Klippa : 07.30 WIB; Stasi Pasir Putih : 09.00 WIB; Stasi Serdang : 10.00 WIB; Stasi Saur Matio : 11.00 WIB; Stasi Tanjung Rejo : 11.00 WIB Paroki : 07.00 WIB; Stasi Bandar Klippa : 07.30 WIB; Stasi Janji Matogu : 10.00 WIB; Stasi Tanjung Rejo : 11.00 WIB
    7 Berastagi 18.30 WIB Tablo Jalan Salib: 09.00 WIB Penghormatan Salib 15.00 WIB 18.30 WIB 07.00 WIB dan 09.00 WIB 08.30 WIB: Perarakan dimulai dari Bukit Kubu pukul 08.00 WIB
    8 Binjai Pkl. 19.00 wib Tablo Jalan Salib: 09.00 WIB; Penghormatan Salib 15.00 WIB Pkl 19.00 WIB Pkl. 08.00 WIB 08.00 WIB. Perarakan dimulai dari taman doa
    9 Cinta Damai 19.00 WIB JALAN SALIB DIMULAI PUKUL 09.00 WIB; MISA JUMAT AGUNG 15.00 WIB 19.00 WIB 09.00 WIB 09.00 WIB, PERARAKAN DIMULAI DARI GUA MARIA BUNDA KARMEL
    10 Delitua
    11 Diski (KP) Paroki (19.00), Stasi Medan Krio (19.00), Stasi Sei Mencirim (19.00) Jalan Salib (08.00), Paroki (15.00); Stasi Paluhmanan (11.00); Stasi Medan Krio (15.00); Stasi Sei Mencirim (15.00); Stasi Bulu Cina (15.00) Paroki (19.00); Stasi Medan Krio (19.00); Stasi Sei Mencirim (19.00) Paroki (08.00); Stasi Medan Krio (08.00); Stasi Sei Mencirim (10.30); Stasi Paluhmanan (08.00); Stasi Paluhmanan (11.00) Paroki (08.00), Stasi Medan Krio (08.00), Stasi Sei Mencirim (10.30), Stasi Bulu CIna (08.00), Stasi Paluhmanan (11.00)
    12 Dolok Sanggul 18.30 WIB (Buku Puji Syukur) 14.00 WIB (Buku Puji Syukur) 18.30 WIB (Buku Puji Syukur) 18.30 WIB (Buku Puji Syukur) 07.30 WIB (Buku BETK)
    13 Kabanjahe SPM Paroki (19.00), Stasi Seberaya (19.00), Stasi Suka (19.00), Stasi Tigapanah (19.00), Stasi Sinaman (19.00) Gereja Paroki: Ibadah jalan salib Keliling (09.00), Ibadah Jumat Agung (15.00), Stasi Suka Nalu (15.00), Stasi Sukadame (15.00), Stasi Bunuraya (15.00), Stasi Dokan (15.00) Gereja Paroki: Perayaan Malam Paskah (19.00) , Stasi Suka (19.00), Stasi Cingkes (19.00), Stasi Ketaren (19.00), Stasi Rumamis (19.00) Gereja Paroki: Hari Raya Paskah (08.00), Stasi Suka (08.00), Stasi Kutakepar (10.00), Stasi Bulanjahe (08.00), Stasi Bulanjulu (10.30), Stasi Tigapanah (08.00), Stasi Sukadame (10.30) Stasi Bunuraya (08.00), Stasi Kubusimbelang (10.30) Gereja Paroki: Perarakan dari jambur Adil Makmur ke Gereja SPM Kabanjahe dimulai (07.30) | Stasi Sukanalu (08.00) | Stasi Suka (08.00) | Stasi Sukadame (08.00)
    14 Kabanjahe SPP
    15 Kisaran Paroki (19.00) | Stasi Kp. Saragih (18.00) | Stasi Pardomuan (18.30) Jalan Salib 08.30 (Paroki), Paroki (15.00) | Stasi Hessa (15.00) | Sei Lama (15.00) Paroki (19.00) | SilauLaut (08.30) | Stasi Serdang 2 (18.30) Paroki (08.00) | Stasi Kp. Baru (08.30) | Stasi Desa Gajah (10.30) | Rawang 7 (11.00) | Stasi Sudi Makmur (08.30) | Stasi Panggualan (11.00) Paroki (08.00 Wib) dimulai dengan perarakan | Stasi Hessa (08.00 WIB) | Stasi Sei Lama (10.30 WIB) | Stasi Tinjowan (11.00 WIB)
    16 Kotapinang (KP) Kotapinang : 19.00 | Pardomuan : 16.00 Gereja Paroki (Jalan Salib : 09.00; Kisah Sengsara : 15.00) | Aek Batu : 15.00 Kisah Sengsara Kotapinang : 18.30 | Cikampak 17.00 Kotapinang : 08.00 | Cikampak : 09.00 | Langgapayung : 11.00 | Kampung Baru III : 11.30 Kotapinang : 08.00 WIB | Sisumut : 08.00 | Cikampak : 11.00 | Pardomuan : 11.00
    17 Lau Baleng Lau Baleng : 19.30 | Durin Rugun : 19.30 Jalan Salib (OMK) : 08.00 | Lau Baleng : 15.00 | Mardingding : 15.00 Lau Baleng : 19.30 | Limas : 19.30 Wib Lau Baleng : 08.00; Pasir Tengah : 08.00; Buluh Pancur : 11.00; Pasir Mbelang : 11.00; Lau Baleng : 08.00 WIB | Pasir Tengah : 08.00 | Buluh Pancur : 11.00 | Mangan Molih : 11.00
    18 Lawe Desky 19.30 15.00 19.30 07.30
    19 Lintongnihuta 18.00 WIB Jalan Salib : 08.00 WIB ; Penghormatan Salib: 18.00 WIB 18.00 WIB 08.00 WIB Paroki: 08.00 WIB ; Stasi : 10.30 WIB
    20 Lubuk Pakam 19.00 Jalan salib : 08.00 Penghormatan Salib: 15.00 Paroki: 18.00 08.00 Paroki: 08.00
    21 Med. Hayam Wuruk 18.00 15.00 Misa I : 16.30; Misa II : 19.30 Minggu Misa I : 07.30; Misa II : 10.00; Misa III : 17.00 Sabtu Sore : 18.00; Minggu Misa I : 07.30; Misa II : 10.00; Misa III : 17.00
    22 Med. Helvetia 19.00 15.00 19.00 08.00
    23 Med. Katedral Misa I: 17.00 WIB, Misa II: 19.30 WIB Jalan Salib Pukul 08.00 WIB; Penghormatan Salib: Pukul 12.00 WIB, 15.00 WIB Sabtu Suci Pukul 08.00 WIB (Ibadat); Misa I pukul 17.00 WIB. Misa II pukul 20.00 WIB Misa I pukul 08.00 WIB, Misa II pukul 10.00 WIB, Misa III pukul 15.00 WIB, misa IV pukul 17.00 WIB Sabtu Sore : Pukul 17.30 WIB; Minggu Misa I : 06.30 WIB, Misa II: 09.00 WIB, Misa III: 15.00 WIB, Misa IV: 17.00 WIB
    24 Med. Kota 19:00 Jalan Salib: 08:00; Penghormatan Salib I: 15:00; Penghormatan Salib II: 18:00 19:00 Minggu 07:00; 10:00; dan 18:00 Sabtu Sore (M1): 18:00; Minggu (M2): 07:00; Minggu (M3): 10:00; Minggu Sore (M4): 18:00
    25 Med. Mandala STYPM: 18.30 WIB, TS: 19.00 WIB 15.00 WIB STYPM: 18.30 WIB, TS: 18.30 WIB STYPM: 09.00 WIB, TS: 09.00 WIB STYPM: 08.30 WIB, TS: 09.00 WIB
    26 Med. Martubung Misa Malam Jam 19:30 Misa Sore Jam 15:00 Misa Malam Jam 19:00 Misa Pagi Jam 09:00 Misa Pagi Jam 09.00 Wib
    27 Med. Padang Bulan 16.30 WIB dan 19.30 WIB 14.00 WIB dan 18.00 WIB 16.30 dan 19.30 WIB 07.30 WIB dan 10.00 WIB 07.30 dan 10.00 WIB
    28 Med. Pasar Merah 19.00 WIB Jalan Salib: 08.00 | Jumat Agung: 15.00 WIB 19.00 WIB 09.00 WIB SPPM : 08.00 WIB 10.00 WIB; SBM : 10.00 WIB; MBK : 08.00 WIB; SELAMBO : 08.00 WIB
    29 Med. Tamora Martoba: 18.30 WIB Martoba: Jalan Salib 09.00 WIB ; Jumat Agung 15.00 WIB Martoba: 19.00 WIB Martoba: 09.00 WIB Martoba : 08.30 WIB
    30 Med. Tanjung Selamat Pkl. 19.00 WIB Pkl. 15.00 WIB Pkl. 18.00 WIB Pkl 07.00 WIB; Pkl 09.30 WIB dan Pkl 17.00 WIB Pkl. 07.00 WIB; Pkl 10.00 WIB & Pkl 17.00 WIB
    31 Med. Timur Pukul 19.00 WIB Pukul 15.00 WIB Pukul 19.00 WIB Pukul 07.00 WIB dan Pukul 09.00 WIB 09.00 WIB
    32 Namo Pecawir - Tuntungan 19.00 WIB 15.00 WIB 19.00 WIB 08.00 WIB 08.00 WIB
    33 Onan Runggu 19.00 WIB 15.00 WIB 19.00 WIB 08.00 WIB 08.00 WIB
    34 Pakkat 19.00 WIB 15.00 WIB 19.00 10.00 WIB Pukul 08.00 WIB
    35 Palipi 19.00 15.00 19.00 09.00
    36 Pamatang Raya 19.00 15.00 19.00 08.00 08.00
    37 Pangaribuan (KP) Stasi Lumban Sormin: 18.00 Wib ; Stasi Lobutolong : 18.00 Wib Stasi Lumban Sormin: 15.00 | Stasi Sipahutar: 15.00 Stasi Lumban Sormin: 18.00 | Stasi Rahut Bosi : 18.00 Stasi Parsorminan : 09.00 | Stasi Lumban Sormin : 11.00 | Stasi Parsibarungan : 09.00 | Stasi Rahut Bosi : 11.00 Stasi Lumban Sormin : 09.00 | Stasi Parsorminan : 11.00 | Stasi Sidagal : 09.00 | Stasi Gonting Pege : 11.00
    38 Pangkalan Brandan Pukul. 19.00Wib Pukul. 15.00Wib Pukul. 19.00Wib Pukul. 08.00Wib Gereja Paroki: 08.00 WIB
    39 Pangururan Jam 19:00 Jam 15:00 wib Jam 19:00 Jam 09:00
    40 Parapat 19.00 14.00 19.00 Wib 09.00 ; Stasi 10.00 09.00: Gereja Paroki
    41 Parlilitan 19.00 WIB 15.00 WIB 19.00 WIB 08.30 WIB 08.30 WIB
    42 Parongil Gereja Paroki dan Stasi : 19.00 Gereja Paroki dan Stasi : 15.00 Gereja Paroki dan Stasi : 19.00 Gereja Paroki : 08.00 Stasi : 11.00 Gereja Paroki : 08.00 Stasi : 11.00
    43 Parsoburan 18.30 15.00 18.30 08.00 08.00 WIB
    44 Pematangsiantar - Jl. Asahan 19.00 15.00 19.00 08.00 08.00 WIB
    45 Pematangsiantar - Jl. Bali 18.00 15.00 18.00 09.00 09.00
    46 Pematangsiantar - Jl. Medan 19:00 15:00 19:00 07:00; 09.00 09.00
    47 Pematangsiantar - Jl. Sibolga Gereja Paroki: 17.00; 20.00 | Stasi: 18.00 Jalan Salib: Gereja Paroki dan Stasi : 08.00 | Penghormatan Salib: Gereja Paroki dan Stasi: 15.00 Ibadat Sabtu Suci: Gereja Paroki dan Stasi: 08.00 | Gereja Paroki: 17.00; 20.00( Vigili Paska) | Stasi: 18.00 (Vigili Paska) Gereja Paroki: 07.00; 09.00 | Stasi: 08.00; 10.00 | Ibadat Sore Gereja Paroki: 18.00 Gereja Paroki: 18.00 (Sabtu Sore); 07.00; 09.00; 11.00 | Stasi: 07.30; 10.00
    48 Perdagangan Pukul 19.00 Pukul 15.00 Pukul 19.00 Pukul 08.00 Pukul 08.00
    49 Pulo Brayan Bengkel 19.30 15.00 19.30 10.00 10.00
    50 Rantauprapat Paroki: 18.00 WIB Stasi : 18.00 WIB Paroki: 15.00 WIB Stasi : 15.00 WIB Paroki: 18.30 WIB Stasi : 18.30 WIB Paroki : 08.00 WIB Stasi : 11.00 WIBStasi : 11.00 WIB Paroki: 08.00 WIB Stasi : 09.00 WIB
    51 Salak Paroki: 19.00 WIB | Stasi : 19.00 WIB Tablo Jalan Salib di Paroki: 08.00 WIB | Ibadat di Paroki: 15.00 WIB | Ibadat di Stasi : 15.00 WIB Paroki: 19.00 WIB | Stasi : 19.00 WIB Paroki : 08.00 WIB | Stasi : 08.00 WIB | Stasi : 11.00 WIB Paroki : 08.00 WIB | Stasi : 11.00 WIB | Stasi : 11.00 WIB
    52 Saran Padang (KP) Saran Padang & Stasi Paribuan: 20.00 WIB | Stasi Panribuan Jahean & Perasmian : 18.00 WIB Gereja Paroki & Stasi: 15.00 Saran Padang & Panribua: 20.00 WIB | Stasi Panribuan Jahean & Perasmian: 18.00 WIB Saran Padang & Stasi Dolok Mariah: 11.00 WIB | Stasi Panribuan & Marjandi Pamatang: 09.00 WIB Saran Padang & Stasi Gunung Meriah: 11.00 WIB | Panribuan & Gunung Panribuan : 09.00 WIB
    53 Saribudolok Gereja Paroki : 19.00 Gereja paroki : 14.00 Gereja Paroki: 18.00 Gereja Paroki : 07.00 & 09.00 Gereja Paroki : 09.00 WIB
    54 Sei Rampah (KP) 19.00 15.00 19.00 09.00
    55 Siborongborong & Lintongnihuta (satu Pastor Paroki) Siborong-borong, Lintong, Pealinta, Sitabotabo: 18.00 WIB Siborong-borong, Lintong, Pealinta, Sitabotabo: 15.00 WIB Siborong-borong, Lintong, Pealinta, Sitabotabo: 18.00 WIB Pesta Paskah se-Paroki di Stasi Pealinta: 09.00 WIB | Lintong : 08.00 WIB
    56 Sidikalang 19.00 Pukul 09.00 WIB , Pukul 15.00 WIB 19.00 Misa I: pukul 08.00 WIB | Misa II: pukul 10.00 WIB Pukul 09.00 WIB
    57 Silalahi (KP) 19:30 14:00 19:30 08:15 08:15
    58 Simalingkar B (KP) Misa pukul 18.00 WIB Jalan salib pukul: 08.00 WIB; Ibadat pukul 15.00 WIB Pukul 18.00 WIB 09.00 WIB Misa I: pukul 08.00 Misa II: pukul 11.00
    59 Simallopuk (KP) 19.30 WIB 15.00 WIB 19.30 WIB 08.00 WIB 08.00 WIB
    60 Sipintuangin (KP)
    61 Sumbul Gereja Paroki & Stasi : 18.00 Gereja Paroki & Stasi : 15.00 Gereja Paroki & Stasi : 18.00 Gereja Paroki : 08.00 | Paskahan Se Rayon : 10.00 Gereja Paroki : 08.00 | Stasi : 09.00
    62 Tanah Jawa 19.30 WIB 14.00 WIB 19.30 WIB 10.00 WIB
    63 Tanjung Balai 18.00 WIB 15.00 WIB 19.00 WIB 08.30 WIB 08.00 WIB
    64 Tarutung Gereja Paroki : 18.00 | Stasi Aekraja : 18.00 Gereja Paroki (Devosi Jalan Salib : 09.00 WIB; Ibadat Jumat Agung : 15.00 WIB) | Stasi Peasipon : 15.00 WIB Gereja Paroki : 18.00 WIB | Stasi Aekraja : 18.00 WIB Gereja Paroki : 08.00 WIB | Stasi Lobusingkam : 11.00 | Stasi Silangkitang : 09.00 | Stasi Hutaraja : 11.00 WIB Gereja Paroki : 08.00 WIB | Stasi Sipoholon : 11.00 | Stasi Peasipon : 09.00 | Stasi Aekraja : 11.00
    65 Tebing Tinggi
    66 Termin 19.00 WIB 15.00 WIB 19.00 WIB 09.00 WIB Misa I: 07.30 WIB ; Misa II: 10.00 WIB
    67 Tiga Binanga 19.00 15.00 19.00 07.00 dan Stasi jam 09.00, 11.00 07.00 dan Stasi jam 09.00, 11.00
    68 Tiga Dolok PKl. 19.00 WIB Pukul 05.00 WIB Jalan Salib; Pukul 15.00 WIB Pukul 19.00 WIB Pukul 08.00 WIB Pukul 08.00 WIB
    69 Tiga Juhar 19.00 WIB dan stasi 15.00 WIB dan stasi 19.00 dan stasi 08.00 WIB stasi jam 10.00 WIB 08.00 stasi jam 10.00 WIB
    70 Tiga Lingga Masuk Misa Kamis Putih Jam 09.00 Wib Pagi Masuk Misa Jumat Agung Jam 15.00 Wib Sore Masuk Misa Sabtu Suci Jam 09.00 Wib Pagi Masuk Misa Minggu Paskah Jam 09.00 Wib Pagi 08.00 dan stasi jam 09.00 WIB
    71 Tiganderket (KP) Pkl. 20.00 WIB Jalan Salib : 09.00 WIB ; Penghormatan Salib: 15.00 WIB 20.00 Pkl. 09.00 WIB Pkl 09.00 WIB
    72 Tomok – Simanindo 19.00 WIB 15.00 WIB 19.00 WIB 08.00 WIB 08.00 WIB

     

    Warta Kuria (Januari – Februari 2026)

    1. Temu Pastoral Uskup dan Tarekat Hidup Bakti KAM 19-22/1/2026

    Tanggal 19-22 Januari 2026 diadakan Temu pastoral Uskup dan Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan di CC PPU Pematangsiantar. Pertemuan itu bertujuan untuk mempererat sinodalitas semua Tarekat Hidup Bakti (THB) yang hadir dan berkarya di Keuskupan Agung Medan dalam mengemban tugas pastoral Gereja lokal di bawah pimpinan Uskup Keuskupan Agung Medan. Pertemuan dihadiri oleh 77 peserta dari 32 Tarekat Hidup Bakti. Suasana pertemuan terasa akrab dan hangat, bagaikan anak-anak bertemu dan berwawan hati dengan Bapa Uskup sebagai gembala di Keuskupan Agung Medan. Panitia yang dikoordinir oleh RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv, sebagai Vikep Pro Religius KAM mengatur seluruh rangkaian acara dengan sangat baik. Sinodalitas yang dialami selama 4 hari ini berhasil merumuskan Fokus dan Komitmen Pastoral Tarekat Hidup Bakti di Keuskupan Agung Medan.

    THB berkomitmen terlibat aktif dalam kehidupan Gereja Keuskupan Agung Medan melalui beberapa bidang pelayanan. Dalam penanggulangan pasca bencana, THB membentuk tim koordinator di bawah nama Keuskupan untuk melakukan asesmen kolaboratif, aksi belarasa, edukasi preventif, membantu pembangunan rumah serta kaderisasi anak korban bencana melalui beasiswa dan pendampingan psikologis berkelanjutan. Dalam bidang kaderisasi, THB menjadi mitra Tim Kaderisasi Awam KAM untuk membina awam Katolik sebagai perpanjangan tangan misi Kristus, antara lain dengan pemutakhiran data kader, formasi, penguatan, aksi, pendampingan dan regenerasi supaya awam tetap hadir sebagai garam dan terang dunia. Di bidang pewartaan digital, setiap tarekat membentuk dan memberdayakan tim media sosial, menyusun protokol sesuai UU ITE, menyiapkan anggota yang cakap di bidang IT, bekerja sama dengan Komsos KAM dan berpartisipasi dalam program pewartaan iman, termasuk acara opera Kobar KAM.

    Dokumentasi Temu Pastoral Uskup dan Tarekat Hidup Bakti KAM tahun 2026

    THB memperkuat Forum Pastoral Migran Perantau melalui pendirian shelter, penyediaan tenaga personalia serta kerja sama dengan pemerintah, pihak keamanan, lembaga bantuan hukum dan pihak terkait dalam penanganan TPPO. Keterlibatan THB dalam Sinode VII KAM diwujudkan melalui penunjukan satu contact person di tiap komunitas yang akan berkomunikasi dengan Sekretariat Sinode untuk melaporkan kegiatan sinodal di komunitas. Seluruh komitmen ini diarahkan pada pembentukan wajah Gereja KAM yang sinodal yang dirumuskan dalam Conventio Scripta. THB menyediakan tenaga pastoral yang dibutuhkan keuskupan dan Uskup mengutus parokus yang mampu membangun komunikasi yang baik, sinodal dan komunikatif dengan THB.

    2. Rapat Kolegium Konsultor KAM 22/1/2026

    Pada 22 Januari 2026 Kolegium Konsultor KAM mengadakan rapat bulanan di CC PPU Pematangsiantar. Kolegium Konsultor merupakan lembaga yang dibentuk dalam setiap keuskupan sebagaimana diatur dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, khususnya Kan. 502, sebagai turunan dari Dewan Presbiteral. Lembaga ini terdiri dari imam-imam yang dipilih oleh Uskup dari antara anggota Dewan Presbiteral, dengan jumlah antara enam sampai dua belas orang. Mereka dipanggil untuk mendampingi Uskup dalam menjalankan tugas penggembalaan, terutama dalam bidang administrasi, pengelolaan harta benda Gereja, serta hal-hal yang menuntut pertimbangan dan persetujuan hukum tertentu.

    Kolegium Konsultor memiliki peranan istimewa karena, selain menjadi mitra konsultatif Uskup, juga diberi mandat khusus oleh Gereja universal untuk menjaga kesinambungan hidup Gereja lokal apabila Tahta Keuskupan lowong. Bagi Keuskupan Agung Medan, keberadaan Kolegium Konsultor adalah bagian integral dari semangat communio presbyterorum yang menegaskan ikatan persaudaraan sakramental antara Uskup dan para imamnya. Kolegium ini menjadi tanda nyata bahwa kepemimpinan Gereja dijalankan bukan secara individualistis, melainkan dalam kebersamaan, keterbukaan, dan akuntabilitas demi kebaikan umat Allah.

    Rapat kerja Tim Regulasi KAM pada 9-11 September 2025 telah menetapkan secara resmi perubahan nama KONSULKAM menjadi Kolegium Konsultor sesuai dengan pasal 1 Statuta Kolegium Konsultor yang direvisi berdasarkan Kitab Hukum Kanonik.

    3. Rapat Uskup dengan Pengurus Yay. Harapan Penuh Berkat dan DPPH Paroki Jl. Sibolga 23/1/2026

    Pada tanggal 23 Januari 2026 di aula St. Clara Pematangsiantar, Bapa Uskup memberikan klarifikasi kepada Pengurus Yayasan Harapan Penuh Berkat dan DPPH Jl. Sibolga. Klarifikasi tersebut tentang tindak lanjut rencana pembangunan Gereja St. Klara sebagai paroki khusus yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Harapan (RSH), berfokus pada pelayanan kesehatan dan umat sekitar. Panitia dibentuk melalui SK Uskup, melibatkan Paroki St. Laurentius dan Yayasan Harapan Penuh Rahmat untuk menyusun master plan, gambar bangunan dan proposal ke Bimas Katolik Pusat. Desain perlu disederhanakan (gereja, aula, kapel, ruang persemayaman, kantor dan fasilitas pendukung). Permohonan bantuan ke Kementerian Agama dapat diajukan jika desain dan RAB telah disederhanakan serta kepanitiaan lengkap.

    Dokumentasi Rapat Uskup dengan Pengurus Yay. Harapan Penuh Berkat dan DPPH Paroki Jl. Sibolga
    Dalam tanggapan, muncul keprihatinan terkait rekomendasi Tim Bangunan Suci, khususnya poin tentang potensi “dua kepala” dalam paroki khusus ini. Uskup menegaskan bahwa penentu utama adalah keputusan Uskup, bukan rekomendasi tim dan bahwa paroki St. Klara harus jelas sebagai satu paroki mandiri dengan satu “tuan”, yakni Uskup, bukan dua pemilik. Bapa Uskup mengingatkan Tim Bangunan Suci agar paroki tersebut selaras dengan visi uskup, yakni fokus pada pelayanan orang sakit, dengan satu gereja dan satu aula yang dapat dipakai bersama RSH dan umat. Bukan bangunan yang “menjulang” melainkan pelayanan yang “menjulang” yang dibutuhkan. Uskup kembali meminta agar disusun konsep bersama yang jelas, inventaris kebutuhan yang rinci dan kerja kolaboratif antara paroki, yayasan, tim bangunan suci, vikep dan panitia. Uskup dilibatkan secara langsung dalam perencanaan ini. Pendampingan dan sosialisasi berkelanjutan kepada umat perlu dijamin.
    4. Tahbisan Imam dari Ordo Kapusin Medan di Berastagi 24/1/2026

    Mgr. Kornelius Kornelius Sipayung, OFMCap menahbiskan delapan diakon Kapusin Provinsi Medan menjadi imam pada 24 Januari 2026 di Gereja St. Fransiskus Assisi, Berastagi. Mereka yang ditahbiskan ialah RP. Stefan Eunaldus Sianturi OFMCap, RP. Ta Trong Tri OFMCap, RP. Firdaus Depari OFMCap, RP. Moel Sinaga OFMCap, RP. Evander Purba OFMCap, RP. Nofrendi Sihaloho OFMCap, RP. Angelo Bonardo Purba OFMCap, RP. Sofyan Sinurat OFMCap. Tahbisan ini didahului pengumuman resmi dari Minister Provinsial Kapusin Medan, RP. Yosafat Ivo Sinaga OFMCap, yang mengundang siapa pun untuk melaporkan bila ada halangan kanonik dalam hidup ke delapan calon tertahbis. Perayaan ini juga dihadiri Bupati Karo, aparat kepolisian dan TNI. Perayaan ini menjadi tanda berkat Allah dan sukacita Gereja karena menerima anugerah gembala-gembala baru yang dengan bebas mempersembahkan hidupnya bagi pelayanan umat Allah demi Kerajaan Allah. Bertindak sebagai ketua panitia ialah Brigadir Jenderal TNI, Dr. Agustatius Sitepu, Komandan Resor Militer (Korem) 031/Wirabima di Pekanbaru, Riau.

    Mengawali homilinya, Bapa Uskup mengulangi nasehat Paulus kepada para penatua di Efesus “jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan Darah Anak-Nya sendiri.” Betapa pentingnya seorang imam menjaga kekudusan dirinya dengan membina keintiman dengan Yesus Kristus. Imamat bukanlah status atau jabatan, melainkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati, meneladan St. Fransiskus dari Assisi dalam kesederhanaan, kedekatan dengan kaum kecil dan miskin serta kesetiaan pada Injil. Oleh karena itu, para imam perlu memelihara hidup rohani, sebab kelalaian dalam hal yang paling inti ini akan melukai kawanan. Para imam baru diawaskan dari bahaya klerikalisme, yakni cara berpikir yang melihat tahbisan sebagai kenaikan pangkat, yang mudah dipupuk oleh kenyamanan, kekuasaan dan popularitas—terutama di era media sosial—hingga menjadikan umat sekadar objek. Seorang gembala sejati tetap tinggal bersama umat karena mencintai mereka, terutama ketika pelayanan menjadi berat dan salib sungguh terasa. Selamat melayani para pastor!

    5. Audiensi Kongregasi H.Carm 26/1/2026

    Kongregasi Para Saudari Perawan Maria dari Gunung Karmel (Hermanas de la Virgen Maria del Monte Carmelo), yang juga dikenal dengan nama Suster Carmelitas atau Hermanas Carmelitas – H. Carm, datang beraudiensi kepada Bapa Uskup pada 26 Januari 2026. Kongregasi hadir di Indonesia sejak 40 tahun lalu dan berpusat di Malang, dengan jumlah 83 suster yang tersebar dalam 16 komunitas di 7 keuskupan. Karisma H. Carm adalah hidup doa, persaudaraan dan pelayanan kenabian dalam dimensi kontemplatif. Kongregasi ini bercita-cita mencapai persatuan dengan Allah di “puncak Gunung Karmel” dan membantu umat menemukan Allah yang hidup dalam berbagai karya demi kebutuhan Gereja lokal. Di Keuskupan Agung Medan, H. Carm memiliki dua komunitas: St. Theresia Avila di Sumbul dan Nabi Elia di Silalahi.

    Komunitas St. Theresia Avila – Sumbul (berdiri 23 November 2000, 6 suster) mengambil bagian intensif dalam pelayanan paroki, pendidikan, kesehatan, pendampingan remaja putri serta pembinaan internal komunitas. Karya konkritnya mencakup pastoral parokial (katekese, liturgi, kunjungan umat, pendampingan kelompok kategorial), pastoral kesehatan melalui Klinik St. Yosef dan stasi-stasi, pastoral pendidikan (TK, SD, asrama putri “Kusuma Karmel”) serta pastoral kaum muda dan panggilan. Dalam rencana pengembangan, kongregasi hendak membuka SMPK sebagai kelanjutan TK–SDK dan menempatkan seorang suster sebagai katekis full-time di Paroki Beato Dionysius Sumbul mulai Juli 2026.

    Komunitas Nabi Elia – Silalahi (berdiri 1 November 2024, 3 suster) hadir di daerah wisata Danau Toba untuk memperkuat iman umat dan menyediakan wisata rohani bernuansa Karmel. Mereka terlibat dalam struktur dan kegiatan kuasi paroki (KKS, keuangan, katekese, liturgi, kunjungan keluarga, ibadat sabda, pastoral kaum muda). Selain itu, mereka sedang mempersiapkan pembangunan rumah doa dan taman doa di atas lahan 1 ha yang baru dibeli, meskipun terkendala air. Uskup menyambut positif rencana wisata rohani (penginapan rohani, rumah makan sederhana, guest house bernuansa kontemplatif), menyetujui prinsip pembukaan SMPK dan penempatan katekis full-time. Pada kesempatan ini, Bapa Uskup meminta bantuan kongregasi untuk menugaskan suster ke STSP Pematangsiantar sebagai formator dan ke Bingkawan untuk mengelola rumah retret.

    6. Audiensi DPU Kongregasi Suster FSE 27/1/2026

    Pada 27 Januari 2026, DPU Kongregasi Suster FSE beraudiensi kepada Uskup Agung Medan. Audiensi ini sebagai ungkapan ketaatan kasih dan menegaskan kesiapan untuk terus melayani Gereja lokal. FSE sedang menjalankan road map 2025–2028 serta menetapkan tiga prioritas 2026: penguatan hidup rohani (kembali ke sumber karisma), penguatan formasi dan pendampingan, dan pemurnian komunitas. DPU FSE menyampaikan kebutuhan yang mendesak kepada Bapa Uskup, yakni penataan ulang ruang doa di Cinta Damai, pengangkatan tulang-belulang para suster pada Juli 2026 dan renovasi kamar suster di Imam Bonjol yang sudah tidak layak huni.

    Dalam bidang karya, FSE memohon izin kepada Bapa Uskup bagi pembangunan komunitas lansia di lahan baru 6.000 m² di depan Velangkanni, pengadaan tabernakel di komunitas St. Damian, Galang, serta izin bermisi di Keuskupan Weetebula (Sumba) terutama di bidang kesehatan untuk menangani masalah stunting. Kongregasi juga menekankan pentingnya penanaman spiritualitas FSE kepada para pegawai.

    Uskup menegaskan bahwa FSE diutus Gereja dan mengapresiasi daya juang khas para suster, terutama yang berasal dari KAM. Uskup mengabulkan izin pembangunan rumah lansia, pemasangan tabernakel di Galang dan misi di Weetebula. Bapa Uskup juga mendorong percepatan pembangunan gedung sekolah di Cinta Damai; meminta SMAK Negeri agar segera membangun rumah suster; serta memberi arahan mengenai status hukum kapel rumah sakit dan tata pengangkatan tulang-belulang dengan merujuk pengalaman kongregasi lain.

    7. Audiensi MPDP Kapusin Medan 28/1/2026

    Pada 28 Januari 2026, Minister Provinsial dan Dewan Penasehatnya (MPDP) beraudiensi kepada Bapa Uskup. Audiensi tersebut menyatakan ketaatan kasih Persaudaraan Kapusin Provinsi Medan kepada ordinaris wilayah. Dalam audiensi singkat ini, Ordo Kapusin Provinsi Medan (OKPM) menegaskan sinodalitas dengan KAM melalui program MPDP, Conventio Scripta, dan Panduan Pengembangan Pelayanan Pastoral Parokial Berwarna Karisma Kapusin (P5BK2): hidup persaudaraan, kedinaan yang transparan (terutama keuangan), liturgi dan doa yang tertib, perhatian pada orang miskin, pengembangan OFS serta pelayanan sakramen tobat dan pemberkatan keluarga. Semua aset paroki diakui sebagai milik paroki/keuskupan, sementara Kapusin adalah pengguna yang melayani di bawah Uskup. Kerja sama konkret mencakup kelanjutan pelayanan paroki dan kategorial, evaluasi reksa pastoral, keterbukaan terhadap permintaan paroki baru, penataan ulang “kebun endowment” berdasarkan Anggaran Dasar dan penataan baru kontrak pengelolaan kebun KAM oleh tim OKPM.

    Bapa Uskup menekankan perlunya perbaikan manajemen dalam reksa pastoral parokial terutama laporan keuangan, pelaksanaan keputusan rapat dan formasi manajerial imam, khususnya di paroki-paroki pilot project Kapusin.

    Pada kesempatan ini, Bapa Uskup menerangkan rencananya untuk menjadikan Paroki St. Fransiskus Berastagi sebagai Paroki Wisata Rohani inkulturatif dan ekologis. Kapusin diminta kontribusinya bagi perwujudan rencana ini. Kepada MPDP ditegaskan kembali prinsip karya: ordo boleh memiliki harta, tetapi karya pastoral selalu membutuhkan izin keuskupan dan dijalankan dengan spirit “tidak memiliki”. Sebelum menutup acara audiensi, disepakati bahwa OKPM dan KAM bekerja sama mempersiapkan perayaan 500 tahun Kapusin (mulai 1 Februari 2026) dan Tahun Yubileum Fransiskus (10 Januari 2026–10 Januari 2027) dengan liturgi dan katekese khusus. Para Pemimpin Tinggi Fransiskan diminta merancang kegiatan selama tahun Yubileum Fransiskan.

    8. Rapat Kuria KAM 6/2/2026

    Pada 6 Februari 2026, diadakan Rapat Kuria kedua di ruang Kolegium Konsultor lt. 2 gedung Catholic Center Christosophia. Rapat ini merupakan lanjutan dari dari rapat perdana pada 12-13 Januari 2026. Rapat ini bermula dari rapat tahunan para vikaris dengan Bapa Uskup yang sudah berjalan sekian lama. Pada rapat para vikaris ini, Bapa Uskup menetapkan tiga jenis rapat yang berbeda, sebagai berikut:

    a. Rapat Komisi. Dikoordinir oleh Vikaris Jenderal dan Vikaris Pastoral, komisi-komisi Keuskupan Agung Medan mengadakan rapat bulanan untuk membahas hal-hal yang perlu dipedomani oleh komisi. Rapat ini berfungsi sebagai sebagai forum koordinasi, perencanaan dan evaluasi pekerjaan komisi;

    b. Rapat Kuria. Rapat yang dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini dihadiri oleh Uskup, Vikaris Jenderal, para Vikaris Teritorial dan kategorial, Ekonom dan Kanselarius. Vikjen, RP. Michael Manurung OFMCap ditunjuk sebagai penanggung jawab dan RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv sebagai sekretaris. Rapat ini berfungsi sebagai eksekutor keputusan-keputusan yang diambil dalam Sidang DEPKAM, DEPASKAM dan Dewan Keuangan.

    c. Rapat Paripurna. Diadakan sekali setahun pada bulan Desember, rapat ini dihadiri oleh Kuria, Komisi dan para Vikaris dalam semangat sinodal untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan.

    Semoga ketiga forum ini mampu mengeksekusi semua keputusan yang ditetapkan oleh organ-organ terkait demi pengembangan Kerajaan Allah di Keuskupan Agung Medan.

    9. Pembekalan Tim Penulis Sejarah Paroki se-KAM 12-13/2/2026

    Pada 12-13 Februari 2026, Sekretariat Keuskupan Agung Medan mengadakan kegiatan Pembekalan Tim Penulis Sejarah Paroki se KAM di lt. 8 Catholic Center Medan. Pembekalan ini menjadi langkah strategis dalam penataan dan pengelolaan arsip sejarah Gereja. Materi yang disajikan bertujuan untuk menyatukan konsep dan menerangkan metode penulisan sejarah yang sistematis, akurat dan ilmiah. Para peserta dibekali dengan pemahaman tentang pentingnya data historis, teknik pengumpulan sumber sejarah serta penyusunan narasi sejarah yang standar. Penulisan sejarah bukan sekadar pencatatan peristiwa manusiawi masa lampau, tetapi terutama menyusun narasi ilmiah dan sistematis atas peristiwa-peristiwa manusiawi masa lampau untuk mengkomunikasikan sebuah makna. Untuk itu, para peserta dituntun untuk menulis sejarah paroki dengan menempuh lima tahap penulisan sejarah: heuristik, penentuan topik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Kepada mereka disediakan juga formulir wawancara sebagai panduan.

    Pada 12-13 Februari 2026, Sekretariat Keuskupan Agung Medan mengadakan kegiatan Pembekalan Tim Penulis Sejarah Paroki se KAM di lt. 8 Catholic Center Medan

    Pembekalan yang diikuti para pastor, frater, suster umat yang telah disatukan dalam Tim Penulis Sejarah Paroki ini menegaskan bahwa penulisan sejarah paroki adalah tanggung jawab bersama. Diharapkan sajian materi, mulai dari tugas Kanselarius menurut KHK, pengelolaan arsip, metode dan tahapan penelitian sejarah, teknik pengumpulan data, hingga penyusunan narasi yang komunikatif menumbuhkan rasa cinta dan minat besar akan penulisan sejarah. Ke depan, sejarah paroki akan diterbitkan dalam bentuk buku sebagai arsip resmi dan bahan edukasi bagi umat, sekolah Katolik dan generasi muda. Umat diundang berpartisipasi dengan menyumbangkan dokumen, foto atau kesaksian untuk memperkaya sumber penulisan sejarah. Melalui timeline yang telah disusun dan pendampingan berkelanjutan dari Kanselarius, RP. Adrianus Sembiring OFMCap, sebagai narasumber utama, diharapkan Tim Penulis Sejarah Paroki sungguh menghasilkan karya yang berkualitas demi menyelamatkan data berharga, memperkuat identitas, menumbuhkan rasa memiliki serta meneguhkan penghayatan iman yang sudah mengakar dan teruji.

    10. Hadir Pengukuhan Guru Besar UMSU 16/2/2026
    Fr. Paskalis Wangga, CMM, wakil ketua Komisi Pendidikan KAM, menghadiri acara Pengukuhan Guru Besar UMSU, Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A, pada 16 Februari 2026 mewakili Keuskupan Agung Medan. Upacara akademik ini diselenggarakan di Auditorium Kampus UMSU di Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan. Dalam pidato ilmiahnya, “Agama, Etika Profetik dan Keadaban Publik,” Prof. Muhammad Qorib memaparkan kompleksitas tantangan agama di era modern, terutama kemajuan teknologi yang telah menarik perhatian masyarakat secara besar-besaran, sehingga dalam beberapa kasus sebagian orang memandang agama sebagai hal yang kurang penting atau bahkan ditinggalkan. Guru besar ini menegaskan bahwa agama pada hakikatnya menyatukan entitas-entitas kepercayaan dan etika untuk tujuan kesejahteraan umat. Namun kegagalan dalam hal ini menunjukkan adanya jurang antara keyakinan formal dan praktik kesejahteraan sosial. Menutup pidato ilmiahnya, Prof. Dr. Muhammad Qorib menyoroti rendahnya keadaban digital di masyarakat Indonesia meskipun dikenal sebagai bangsa yang religius; perilaku di platform digital seringkali tidak mencerminkan karakter santun yang ideal. Ia mengkritik pula kecenderungan komodifikasi agama untuk kepentingan dagang atau tujuan pragmatis lain di luar makna keagamaan yang sejati. Semoga Guru Besar ini tetap menjadi rekan seperjalanan Gereja dalam membina dialog yang sehat.
    11. Audiensi Pengurus Militia Immaculatae 16/2/2026

    Pengurus Militia Immaculatae (MI) beraudiensi kepada Bapa Uskup pada 16 Februari 2026, didampingi oleh RP. Maximilanus Sembiring OFMConv, Minister Provinsial Konventual, dan Delegatus MI RP. Fictorium Ginting OFMConv. Asosiasi publik internasional kaum beriman ini didirikan oleh St. Maksimilianus Kolbe pada 1917 untuk menghidupi spiritualitas Maria Tak Bernoda demi pertobatan, evangelisasi dan pengudusan umat. Spiritualitas MI berpusat pada penyerahan total kepada Maria Immakulata sebagai jalan tercepat memasuki Hati Yesus, dengan sarana utama doa (Penyerahan Harian, Brevir, Rosario, Ekaristi), karya kasih, serta penyebaran medali wasiat. Keanggotaan kelompok ini mewajibkan pendaftaran resmi, pembinaan minimal enam bulan, konsekrasi kepada Maria dan mengenakan Medali Wasiat.

    Ke Indonesia, semangat MI dibawa para misionaris OFMConv sejak 1968, dan berkembang menjadi lima pusat lokal di Delitua, Sigara-gara, Bangun Mulia, Mbaruai dan Padang Bulan. Sekarang anggota MI Indonesia berjumlah 396 anggota. Kegiatan MI meliputi doa bersama, misa bulanan, pertemuan triwulanan, rekoleksi, kunjungan sosial, animasi liturgi dan bulan Rosario, serta konsekrasi anggota baru setiap tanggal 8 Desember atau pada pesta lain Santa Perawan Maria. Para anggota memberi kesaksian bahwa spiritualitas MI menumbuhkan keibuan, kesabaran, kedamaian batin dan keberanian.

    Meskipun sudah lama hadir di Indonesia, MI secara kanonik belum disahkan oleh ordinaris wilayah. Karena itu mereka memohon arahan dan pengesahan dari Bapa Uskup di wilayah KAM setelah disahkan pada tingkat nasional. Bapa Uskup menyambut baik MI sebagai bentuk kerasulan Fransiskan yang bersemangat Maria Tak Bernoda, dan menegaskan bahwa otoritas kerasulan berada di tangan uskup. MI dipandang khas karena menekankan penyerahan diri total kepada Maria untuk memenangkan dunia bagi Kristus. Gerakan ini akan didukung sepanjang memberi kontribusi positif bagi kerasulan Gereja, menumbuhkan penyerahan diri dan pengorbanan, serta membantu anggota sebagai garam dan terang bagi dunia. 

    Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCap
    Kanselarius Keuskupan Agung Medan

     

    Happy Birthday RP. Joseph Lesta S. Pandia OFMConv – Vikaris Pro Religius

    Dengan penuh syukur kepada Allah yang Maharahim, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-60 kepada RP. Joseph Lesta S. Pandia OFMConv, yang saat ini melayani sebagai Vikaris Pro Religius & Ketua Komisi Kerawam KAM.

    Enam puluh tahun kehidupan merupakan anugerah kasih Tuhan yang nyata, yang telah dijalani dengan semangat panggilan sebagai seorang imam dan religius Fransiskan Konventual. Dalam kesederhanaan, ketaatan, dan kasih, Pastor telah menjadi saksi Injil yang hidup, menggembalakan umat serta membina kaum religius dan awam dalam semangat persaudaraan sejati.

    Kami bersyukur atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian Pastor dalam membangun Gereja, memperkuat persekutuan, serta menghidupi spiritualitas pelayanan yang rendah hati dan penuh sukacita.

    Kami mendoakan semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan sukacita dalam setiap langkah pelayanan. Kiranya Roh Kudus terus menuntun dan meneguhkan Pastor dalam karya perutusan, sehingga semakin banyak umat dikuatkan dalam iman, harapan, dan kasih.

    “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mzm 23:1)
    Selamat ulang tahun ke-60. 

    Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus Assisi di KAM

    I. LATAR BELAKANG

    Penitensiaria Apostolik, atas kehendak Paus Leo XIV, menerbitkan dekret yang menetapkan 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027 sebagai Tahun Yubileum Khusus. Penetapan ini dilakukan dalam rangka memperingati delapan ratus tahun wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi. Kurun waktu ini dirayakan sebagai Tahun Santo Fransiskus, yakni masa rahmat bagi seluruh Gereja untuk memperbarui pandangan dan hati dalam terang teladan cemerlang Si Miskin dari Assisi.Melalui dekret tersebut, Penitensiaria Apostolik juga menganugerahkan indulgensi penuh bagi Keluarga Fransiskan dan seluruh umat beriman dengan syarat-syarat yang lazim.

    Dalam surat tertanggal 7 Januari 2026 kepada para Minister General Konferensi Keluarga Fransiskan, Paus Leo XIV menegaskan nilai universal dari kesaksian Santo Fransiskus: seorang pria damai, murid Injil yang radikal, dan pemberita perdamaian Kristus yang tak kenal lelah. Di tengah masa yang ditandai konflik dan perpecahan, Paus menghadirkan Santo Fransiskus sebagai panduan untuk menemukan kembali sumber perdamaian sejati melalui rekonsiliasi dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan.

    Tahun Yubileum Khusus ini merupakan kelanjutan integral dari Yubileum Biasa 2025 sekaligus puncak peringatan depalan abad berbagai peristiwa penting hidup Santo Fransiskus. Momentum ini menjadi kesempatan tepat untuk pertobatan, pembaruan rohani, kesaksian Injili, serta persaudaraan tanpa kuasa. Tujuannya agar setiap umat beriman dapat menjadi tanda harapan dan kasih yang aktif di dunia.

    Seluruh umat beriman diundang untuk ambil bagian secara aktif dalam Yubileum Khusus ini. Oleh karena itu, Gereja Keuskupan Agung Medan (KAM) yang sedang berfokus pada Sinode Diosesan VII, hendak mengintegrasikannya dengan mengutamakan keterlibatan Keluarga Fransiskan di seluruh wilayah KAM sebagai cara untuk menguduskan umat melalui indulgensi, ziarah, dan karya belas kasih. Dengan mengikuti jejak Si Miskin dari Assisi, semoga Tahun Santo Fransiskus ini menjadi kesempatan berahmat bagi setiap pribadi demi pengudusan diri dan kesaksian Injil, untuk kemuliaan Allah serta kebaikan seluruh Gereja di KAM. Berdasarkan evaluasi Yubileum 2025 yang menunjukkan partisipasi umat masih rendah (sekitar 1%), Tahun Santo Fransiskus di KAM dirancang dengan program yang lebih sederhana dan fokus. Hal ini bertujuan agar partisipasi umat meningkat signifikan dengan target 10%–20% berdasarkan data buku tamu dan survei digital.

    II. MAKSUD, TUJUAN, DAN TEMA

    2.1. Maksud
    Sebagai bentuk kesatuan pastoral Keuskupan Agung Medan dengan Gereja Katolik Sedunia, serta sarana untuk menguduskan umat melalui spiritualitas Fransiskan dan perolehan Indulgensi Penuh, (pengampunan penuh hukuman temporal akibat dosa yang sudah diampuni), yang mendorong umat melakukan karya doa, pertobatan, dan belas kasih.

    2.2. Tujuan Pastoral
    1. Mengajak umat berziarah sebagai wujud pertobatan menurut Injil (kembali kepada Yesus dan ajaran-Nya).
    2. Meningkatkan penerimaan Sakramen Tobat (Rekonsiliasi).
    3. Menumbuhkan spiritualitas persaudaraan dan perdamaian (Pax et Bonum).
    4. Mendorong pelaksanaan karya belas kasih jasmani-rohani serta hidup ramah lingkungan menurut ajaran Laudato Si’.

    2.3. Tema Yubileum “Fransiskus Pembawa Damai dan Saudara bagi Semua.”

    2.4. Sasaran Keluarga Fransiskan (Ordo I, II, III), umat beriman di Paroki-paroki, kaum muda, keluarga, lansia, dan orang sakit.

    III. KETENTUAN INDULGENSI PENUH
    Indulgensi Penuh adalah pengampunan penuh dari hukuman temporal (sisa hukuman dosa setelah dosa diampuni) yang diberikan oleh Gereja sebagai pelayan Penebusan Kristus, dari perbendaharaan jasa Kristus dan para kudus.

    3.1. Syarat-Syarat Lazim:
    Indulgensi Penuh diperoleh dengan memenuhi syarat:
    • Pengakuan dosa sakramental (cukup satu pengakuan untuk beberapa indulgensi penuh dalam periode yang sama).
    • Penerimaan Komuni Ekaristi.
    • Doa menurut intensi Bapa Suci (misalnya, satu Bapa Kami dan Salam Maria).
    • Hati yang sepenuhnya terlepas dari dosa, bahkan dosa kecil (disposisi rohani yang diperlukan).

    Indulgensi ini dapat diterapkan bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.

    Indulgensi ini dapat diterapkan bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian (ex suffragio), karena umat yang telah disucikan juga bagian dari komuni kudus.

    Catatan penting:
    • Indulgensi plenari dapat diperoleh hanya sekali sehari (kecuali bagi yang berada di ambang maut).
    • Bagi yang tidak bisa memenuhi syarat secara fisik (seperti orang sakit), confessor yang sah bisa mengganti syarat tersebut.

    3.2. Penerima dan Tata Cara:
    • Umat Umum: Mengunjungi 1 (satu) situs ziarah, mengikuti ritus Yubileum atau berdoa/bermenung secara saleh, serta mendaraskan Bapa Kami, Kredo, dan doa kepada para Kudus Fransiskan (misalnya, doa kepada Santo Fransiskus).
    • Lansia, Orang Sakit, dan Terhalang: Dapat memperolehnya dengan menyatukan diri secara rohani, mempersembahkan doa/penderitaan penyakit, serta berniat memenuhi syarat lazim bila memungkinkan.

    IV. PELAKSANAAN ZIARAH DAN PERSIAPAN TEMPAT ZIARAH
    4.1. Penentuan Tempat Ziarah (Cukup Mengunjungi 1 tempat)
    Ditetapkan sebanyak 37 tempat ziarah di wilayah KAM (daftar terlampir), yang telah mendapat persetujuan Uskup Agung sesuai norma Gereja. Umat cukup mengunjungi salah satu tempat saja untuk mendapatkan indulgensi penuh, guna meningkatkan partisipasi dan menghindari proliferasi yang berlebihan.

    4.2. Penandaan dan Inventaris Situs:
    • Penanda: Pintu masuk dipasang tulisan “Tempat Ziarah Tahun Yubileum Santo Fransiskus” beserta Logo Resmi (tanpa istilah Porta Sancta).
    • Persiapan: Patung St. Fransiskus, Salib San Damiano, Lilin persembahan, dan Buku Tamu (untuk pendataan peziarah dengan menjaga privasi data). Tidak disediakan kotak sumbangan untuk menghindari kesalahpahaman.
    • Cinderamata/Suvenir: Kalung Tao (simbol fransiskan sederhana) atau rosario sebagai pengingat ziarah, bukan sertifikat formal.

    4.3. Spirit Ziarah
    Ziarah adalah gerakan rohani-jasmani. Umat dianjurkan berjalan kaki (± 1-3 km dari situs yang akan dituju) secara kolektif dari lingkungan/stasi dalam semangat pertobatan, persaudaraan, dan solidaritas, sambil meneladani Santo Fransiskus.

    V. KEGIATAN PASTORAL DAN PUBLIKASI
    1. Formasi: Dialog Perdamaian Lintas Agama (melibatkan Keluarga Fransiskan sebagai fasilitator) dan Seminar Kaum Muda “Menjadi Katolik Sejati di Zaman Media Sosial”.
    2. Seminar Online: Seri spiritualitas melalui Zoom (Spirit of Assisi, Indulgensi Assisi, dll), dipimpin oleh para Fransiskan.
    3. Media: Leaflet resmi (materi oleh Sdr. Fictor, Sdr. Andreas Win, Sdr. Ivo S.) diproduksi oleh Bina Media dan didistribusikan ke seluruh KAM.
    4. Evaluasi: Mid-term review pada Juli 2026 untuk mengukur partisipasi dan menyesuaikan strategi.
    VI. JADWAL PERAYAAN PENTING (TIMELINE)
    • 22 Maret 2026: Pembukaan Resmi serentak di seluruh Paroki KAM.
    • 2 Agustus 2026: Indulgensi Portiuncula.
    • 17 September 2026: Peringatan Stigmata Santo Fransiskus.
    • 3–4 Oktober 2026: Perayaan Puncak (Transitus dan Pesta Santo Fransiskus).
    • 29 November 2026: Hari Raya semua orang kudus Fransiskan (dan hari Pengesahan Anggaran Dasar tanpa Bulla)
    • 13 Desember 2026: Pemberkatan kandang Natal – (dalam kaitan dengan Hari Raya Maria Dikandung tanpa Noda (08 Desember) di Gereja Paroki dan di kapel-kapel keluarga fransiskan.
    • 25 Desember 2026 : Hari Raya Natal dengan penekanan khusus kandang (gua) Natal Grecio
    • 10 Januari 2027: Misa Penutupan Tahun Yubileum.
    VII. PENUTUP
    Tahun Yubileum Santo Fransiskus 2026–2027 diharapkan menjadi momentum pembaruan hidup injili di Keuskupan Agung Medan. Dengan perencanaan yang sederhana, jelas, dan terkoordinasi, dan setia pada norma indulgensi Gereja, partisipasi umat diproyeksikan meningkat signifikan. Semangat Pax et Bonum akan menghidupkan komuni ecclesial, membawa umat lebih dekat kepada Tuhan melalui pertobatan dan karya kasih.
    I. Gereja Paroki Dilayani OFMCap (20 Lokasi):

    1). Santo Pius X Aek Kanopan, 2). Santo Yosef Balige, 3). Santo Fransiskus Assisi Berastagi, 4). Santo Antonius Padua Hayam Wuruk, 5). Santo Padre Pio Helvetia, 6). Santo Petrus Medan Timur, 7). Santo Petrus dan Paulus Jl. Asahan Pematangsiantar, 8). Santo Fransiskus Assisi Jl. Medan Pematangsiantar, 9). Santo Laurentius Brindisi Jl. Sibolga Pematangsiantar, 10). Santo Yohanes Pembaptis Pakkat, 11). Santa Lusia Parlilitan, 12). Santo Fransiskus Assisi Palipi, 13). Santo Mikhael Pangururan, 14). Santo Fidelis Sigmaringen Parapat, 15). Santo Fransiskus Assisi Saribudolog, 16). Santo Fransiskus Assisi Tigabinanga, 17). Santo Stefanus Martir Pematang Raya, 18). Santa Monika Tiganderket, 19). Santo Yosef Kotapinang, 20). Santo Yohanes dari Salib Simalopuk.

    II. Gereja Paroki/Kuasi Dilayani OFMConv (8 Lokasi):

    1). Santo Yosep Delitua, 2). Santo Fransiskus Assisi Padang Bulan, 3). Santo Yohanes Paulus II Namo Pecawir-Tuntungan, 4). Sang Penebus Bandar Baru, 5). Santo Antonius Padua Tiga Dolok, 6). Santo Maximilianus Kolbe Sipintuangin, 7). Santo Bonaventura Saran Padang, 8). Santa Katarina Tiga Juhar.

    III. Gereja Dedikasi St. Fransiskus (1 Lokasi): Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara.

    IV. Kapel Biara Induk Kongregasi Fransiskan (8 Lokasi):

    1. OFMCap – Biara Kamerino Nagahuta
    2. OFMConv – Biara Santo Yosef Delitua
    3. FCJM – Monteluco, Jl. Viyata Yudha - Pematangsiantar
    4. FSE – Medan, Jl. Imam Bonjol
    5. KSFL – Desa Bane - Pematangsiantar
    6. OSCCap – Biara Santa Klara Sikeben
    7. SFMA – Simalingkar B, Jl. Bunga Rampai II - Medan
     8. SFD – Pasar VIII

    TAHUN SANTO FRANSISKUS: YUBILEUM 800 TAHUN TRANSITUS KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
    (22 MARET 2026 – 10 JANUARI 2027)

    Pax et Bonum!
    Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

    Dalam penyelenggaraan ilahi yang penuh rahmat, Gereja Universal pada tahun ini memasuki suatu peristiwa rohani yang sangat bermakna, yakni Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus dari Assisi (1226–2026). Mengikuti kehendak Bapa Suci Paus Leo XIV serta Dekret Penitensiaria Apostolik, seluruh Gereja diajak untuk mengenangkan dan merayakan saat wafatnya Santo Fransiskus sebagai momen rahmat yang mengundang pembaruan iman bagi umat Allah.

    Delapan abad yang lalu, seorang pemuda dari Assisi yang memilih hidup dalam kemiskinan Injili - yang oleh dunia disebut Il Poverello (Si Miskin dari Assisi) menutup perjalanan hidupnya dengan memuji Tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam tangan Bapa. Hidupnya menjadi saksi bahwa Injil bukan sekadar ajaran, melainkan cara hidup yang radikal yang mampu memperbarui Gereja dan dunia. Dia mengundang manusia untuk kembali kepada pertobatan hati, membangun persaudaraan universal, mengasihi orang miskin, merawat ciptaan Tuhan dan menjadi pembawa damai di tengah dunia yang terluka.

    Dalam dunia kita saat ini yang diwarnai oleh konflik, kemiskinan, ketidakadilan sosial dan krisis ekologis, spiritualitas Fransiskan menjadi semakin relevan dalam usaha membarui dunia yang harus dimulai dari pertobatan hati. Karena itu, dengan penuh sukacita pastoral saya memaklumkan bahwa Keuskupan Agung Medan turut merayakan Tahun Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus sebagai momentum rahmat bagi seluruh umat untuk memperbarui iman, memperdalam kehidupan rohani serta menghidupi Injil secara lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai tanda kasih Allah melalui Gereja, selama Tahun Yubileum ini diberikan Indulgensi Penuh (Plenaria Indulgentia) bagi umat yang dengan hati bertobat dan memenuhi syarat-syarat berikut:
    1. Menerima Sakramen Rekonsiliasi
    2. Mengikuti Perayaan Ekaristi dan Komuni Kudus
    3. Mendoakan intensi Bapa Suci
    4. Melakukan ziarah devosional ke salah satu tempat ziarah yang ditetapkan di wilayah Keuskupan Agung Medan.

    Demi memudahkan keterlibatan umat yang lebih luas telah ditetapkan 37 tempat ziarah di seluruh wilayah Keuskupan Agung Medan (daftar lengkap terlampir dalam TOR). Berdasarkan spirit Santo Fransiskus yang sangat menekankan kesederhanaan umat cukup mengunjungi satu tempat ziarah terdekat untuk memperoleh rahmat indulgensi. Tidak berhenti pada ziarah atau devosi semata tahun Yubileum ini memanggil kita untuk menghidupi spiritualitas Santo Fransiskus secara nyata melalui berbagai gerakan pastoral yang menyentuh kehidupan umat dan masyarakat.

    Oleh karena itu, saya mengundang seluruh umat Allah di Keuskupan Agung Medan, dengan Keluarga Fransiskan sebagai motor penggerak, untuk menghidupi Tahun Yubileum ini melalui tiga gerakan pastoral utama.

    1. Gerakan Pewartaan Spiritualitas Fransiskan
    Sepanjang Tahun Yubileum ini akan diselenggarakan berbagai seminar, rekoleksi, katekese dan pendalaman iman mengenai spiritualitas Santo Fransiskus, baik secara online maupun offline. Kegiatan ini mengajak umat untuk mengenal kembali kekayaan spiritualitas Fransiskan, yaitu kesederhanaan hidup, persaudaraan universal, cinta kepada orang miskin dan penghormatan kepada seluruh ciptaan. Spiritualitas Santo Fransiskus tidak hanya merupakan kenangan sejarah, tetapi menjadi inspirasi hidup bagi umat masa kini.

    2. Gerakan Aksi Profetis bagi Perdamaian dan Keadilan
    Semangat Fransiskan selalu diwujudkan dalam tindakan nyata. Umat didorong untuk melakukan aksi-aksi profetis konkret, antara lain:
    • Membangun perdamaian dan rekonsiliasi di tengah masyarakat,
    • Memperkuat solidaritas terhadap kaum miskin dan mereka yang tersisih,
    • Mengembangkan dialog antaragama sebagai jalan persaudaraan, serta
    • Mempromosikan gerakan pemeliharaan lingkungan hidup, sejalan dengan semangat Santo Fransiskus dan ajaran Gereja tentang pertobatan ekologis.

    3. Gerakan Rekonsiliasi dan Pembaruan Hidup
    Yubileum adalah saat berahmat untuk mengalami belas kasih Allah. Oleh karena itu paroki- paroki dan komunitas religius didorong untuk mengadakan perayaan rekonsiliasi bersama, pelayanan Sakramen Tobat serta berbagai inisiatif yang mendorong rekonsiliasi dalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Setelah mengalami pengampunan Tuhan, umat dipanggil untuk menjadi pembawa rekonsiliasi bagi sesama. Sebagai tanda kesatuan Gereja lokal dalam perayaan ini, ditetapkan beberapa ketentuan pastoral berikut:
    1. Pembukaan resmi Tahun Yubileum dilaksanakan pada Minggu, 22 Maret 2026 di seluruh paroki dalam Perayaan Ekaristi.
    2. Tempat ziarah ditetapkan sebanyak 37 lokasi di wilayah Keuskupan Agung Medan.
    3. Pelayanan Sakramen Rekonsiliasi dimohon agar para imam menyediakan waktu khusus sepanjang Tahun Yubileum ini.
    4. Atribut dan publikasi Yubileum menggunakan leaflet resmi serta tanda peziarah berupa kalung Tau atau Rosario.
    5. Panitia Centenario Fransiskan menjadi animator utama kegiatan ini dalam kerja sama dengan komisi-komisi pastoral dan paroki-paroki.

    Semoga perayaan ini meneguhkan panggilan Gereja sebagai promotor persaudaraan, misi dan pemelihara ciptaan. Panggilan ini semakin diperteguh dalam perjalanan Sinode Diosesan VII. Kiranya Santo Fransiskus dari Assisi menjadi teladan dan pendoa bagi kita semua, agar Gereja Keuskupan Agung Medan sungguh menjadi tanda damai dan harapan bagi dunia.

    Demikian pemakluman ini disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan dengan sukacita Injili.

    Diberikan di Medan
    Tanggal 16 Maret 2026
    Pada Tahun ke-8 Takhta Metropolitan kami
    Deus Meus et Omnia, †Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap Uskup Keuskupan Agung Medan

    Selamat Jalan Sr. M. Dionisia Marbun, SCMM

    Keuskupan dengan duka cita yang mendalam menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Sr. M. Dionisia Marbun SCMM pada tanggal 10 Maret 2026. Beliau telah mempersembahkan hidupnya secara total dalam pengabdian kepada Tuhan melalui panggilan hidup bakti, dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan semangat pelayanan yang tulus bagi Gereja dan sesama. Keuskupan bersyukur atas teladan iman, doa, dan karya pelayanannya yang telah memperkaya kehidupan umat.

    Semoga Allah Bapa yang Maharahim menerima Sr. M. Dionisia Marbun SCMM dalam damai dan kebahagiaan abadi di rumah-Nya, serta menghibur keluarga, kongregasi, dan semua yang berduka dengan pengharapan akan kebangkitan.

    Dukacita dari Kongregasi SCMM Sebelumnya:
    • Sr. M. Renata Barasa, SCMM (13 Jan 2026) 61 Tahun
    • Sr. M. Nirmala Arulay, SCMM (18 Des 2025) 74 Tahun
    • Sr. M. Fransisca Sinaga SCMM (27 Nov 2024) 70 Tahun
    • Sr. M. Alberta Telaumbanua, SCMM (07 Nov 2024) 92 Tahun
    • Sr. M. Lambertin Manalu, SCMM (11 Okt 2024) 60 Tahun

    Selamat Ulang Tahun ke-52 Kanselarius KAM: RP. Adrianus Sembiring OFMCap

    Selamat Ulang Tahun ke-52, Pastor Adrianus Sembiring OFMCap.

    Dengan penuh syukur kami mengucapkan selamat atas bertambahnya usia Pastor. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan sukacita dalam setiap pelayanan Pastor sebagai Sekretaris Keuskupan Agung Medan.

    Kiranya Roh Kudus terus menuntun langkah Pastor dalam menggembalakan umat serta menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian Pastor bagi Gereja.

    Tuhan memberkati selalu.

    Selamat Jalan Sr. Maria Munthe KYM

    Dengan hati yang penuh duka namun juga syukur, kami menyampaikan:

    Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, Sr. Maria Munthe KYM, setelah menapaki perjalanan hidup panggilan yang panjang, penuh kasih, dan setia.

    Dalam diam dan kesederhanaannya, Suster Maria telah menghadirkan wajah Kristus bagi banyak orang — melalui doa, pelayanan, dan cinta kasih yang tulus.

    Hidupnya menjadi cermin dari Sabda Tuhan dan menjadi moto panggilannya: “Aku bekerja segiat-giatnya, hanya untuk Tuhan Allahku” 1 Raja-raja 19:10a.

    Kini, setelah menunaikan panggilan sucinya di dunia, ia dipanggil untuk menikmati perjamuan kekal bersama Tuhan yang menjadi kasih dan pusat hidupnya.

    Kami percaya bahwa Suster Maria telah mendengar suara lembut Sang Gembala: “Baik sekali perbuatanmu itu, hamba-Ku yang baik dan setia... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

    Bagi kami yang ditinggalkan, kepergian Suster Maria meninggalkan ruang hampa, namun juga meninggalkan warisan rohani — teladan iman, kesetiaan dalam pengabdian, dan hati yang selalu siap melayani dengan kasih.

    Kiranya semangat dan cintanya menjadi benih kebaikan yang terus tumbuh di hati setiap orang yang pernah mengenalnya.

    Duka sebelumnya dari Kongregasi KYM Keuskupan Agung Medan:
    • Sr. M. Laurensia Sipayung, KYM (9 Nov 2025) 35 Tahun
    • Sr. M. Mauricia Sihotang KYM (5 Ags 2025) 35 Tahun
    • Sr. M. Bernadetta Purba KYM (10 Jul 2025) 83 Tahun
    • Sr. M. Plasidia Pardede KYM (10 Jul 2025) 86 Tahun

    Selamat Jalan Sr. M. Ancilla Hasugian FCJM

    Keuskupan Agung Medan dengan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Sr. M. Bernarda Manalu FCJM pada tanggal 1 Maret 2026 pada usia 81 tahun. Suster ini telah mempersembahkan hidupnya secara total dalam pengabdian kepada Tuhan melalui panggilan hidup bakti, dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan semangat pelayanan yang tulus bagi Gereja dan sesama. Keuskupan bersyukur atas teladan iman, doa, dan karya pelayanannya yang telah memperkaya kehidupan umat.

    Semoga Allah Bapa yang Maharahim menerima Sr. Bernarda Manalu FCJM dalam damai dan kebahagiaan abadi di rumah-Nya, serta menghibur keluarga, kongregasi, dan semua yang berduka dengan pengharapan akan kebangkitan.

    Duka sebelumnya dari Kongregasi FCJM Keuskupan Agung Medan:
    • Sr. M. Ancilla Hasugian FCJM (27 Jan 2026) 83 Tahun
    • Sr. M. Fransiska Laia FCJM (07 Okt 2025) 59 Tahun
    • Sr. M. Secilia Siringoringo FCJM (11 Juni 2025) 84 Tahun
    • Sr. Venantia Tamba FCJM (19 April 2025) 60 Tahun
    • Sr. M. Juliana Nainggolan FCJM (13 Okt 2024) 68 Tahun
    • Sr. M. Anastasia Samosir FCJM (03 Okt 2024) 66 Tahun