1. Pengikraran Kaul Kekal Suster Fransiskus Dina
Pada 17 April 2026, di Gereja Paroki Santa Perawan Maria Kabanjahe dirayakan sebuah peristiwa iman yang indah dan mendalam, yakni pengikraran Kaul Kekal 7 orang Suster Fransiskus Dina. Dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Keuskupan Agung Medan, Gereja setempat secara nyata merasakan kasih Allah yang senantiasa hidup dan berkarya di tengah umat-Nya. Dijiwai spiritualitas Santo Fransiskus dari Assisi yang sederhana, rendah hati dan hidup bersama orang kecil, terpinggirkan dan menderita, pengikraran Kaul Kekal ini menjadi sumber harapan baru bagi Gereja lokal. Kesaksian hidup bakti para suster adalah kekuatan rohani yang meneguhkan iman, menghidupkan semangat pelayanan dan mendorong karya evangelisasi di tengah umat Allah.
Di hadapan Allah dan Gereja, para suster dengan penuh iman dan kerendahan hati menyatakan penyerahan seluruh hidup untuk menghidupi nasihat Injil melalui kaul kemurnian, kemiskinan dan ketaatan. Janji suci ini merupakan ungkapan cinta total kepada Kristus, Sang Mempelai, serta kesediaan untuk melayani umat Allah seumur hidup dalam semangat pengorbanan dan kerendahan hati yang siap setiap saat diisi oleh Rahmat Allah.
Perayaan syukur ini mengajak seluruh umat beriman untuk kembali menyadari dan menghidupi panggilannya masing-masing baik sebagai imam, hidup bakti maupun awam di tengah keluarga dan masyarakat. Kesetiaan para suster menantang dan mengobarkan hati kita untuk memperbarui komitmen dalam tugas dan pelayanan sehari-hari di dalam Gereja. Semoga kesetiaan dan persembahan hidup para Suster Fransiskus Dina yang tampak dalam kebersamaan dan sinodalitas, menyentuh semakin banyak hati untuk semakin mencintai Kristus dan Gereja-Nya, serta terbuka pada panggilan Tuhan dalam berbagai keragamannya. Kiranya hidup dan karya para suster didasari oleh pengetahuan dan penghayatan iman yang mendalam, sehingga mereka tampil sebagai “ahli” iman yang mampu menerangkan kekatolikan kepada siapa saja yang bertanya kepadanya. Setia selalu!
2. Peletakan Batu Pertama Pastoran dan Perayaan Paskah
Pada 19 April 2026, Kuasi Paroki Santo Bonaventura Saran Padang, dalam usianya masih dini, mengukir langkah penting dalam perjalanan iman umat melalui perayaan Ekaristi dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan pastoran. Dalam suasana Paskah yang mengobarkan hati, perayaan suci ini dipimpin oleh Bapa Uskup bersama para imam konselebran dan umat beriman.
Melalui perayaan agung yang sarat makna ini, Gereja memohon berkat Tuhan agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan baik, aman dan lancar, sehingga bangunan pastoran sungguh menjadi sarana kehadiran kasih dan pelayanan Kristus di tengah umat dan masyarakat sekitar. Batu yang diletakkan melambangkan iman umat yang berakar pada Kristus, Sang Batu Penjuru Gereja.
Dalam terang Kitab Hukum Kanonik, pembangunan dan pemeliharaan rumah pastoran merupakan bagian dari tanggung jawab pastoral demi kesejahteraan umat beriman. Kanon 1214 menyebutkan bahwa gereja adalah “bangunan suci yang diperuntukkan bagi ibadat ilahi dan terbuka bagi semua orang beriman,” sementara kanon 537 dan kanon 1254 §2 menegaskan bahwa harta benda Gereja “diarahkan pertama-tama untuk menyelenggarakan ibadat ilahi, menyokong dengan layak para pelayan suci serta melaksanakan karya kerasulan dan amal kasih, terutama terhadap mereka yang berkekurangan.” Dalam semangat itu, pembangunan pastoran menjadi wujud nyata pengelolaan sarana pastoral demi pelayanan yang semakin baik dan teratur bagi umat Allah.
Peletakan batu pertama ini menampakkan komitmen umat untuk terus membangun Gereja yang hidup. Pembangunan fisik merupakan bagian pembinaan persekutuan, pelayanan yang tulus serta kasih persaudaraan yang nyata. Gedung pastoran menjadi pusat kehidupan pastoral, yakni tempat imam menggembalakan umat, tempat tumbuh dan diperdalamnya iman serta rumah pelayanan yang memancarkan kehangatan dan belas kasih Kristus bagi semua yang datang.
Bagi Keuskupan Agung Medan, pembangunan pastoran di Kuasi Paroki Santo Bonaventura Saran Padang merupakan tanda berkembangnya karya penggembalaan Gereja lokal. Dengan dukungan struktur dan sarana yang memadai, pelayanan kepada umat dapat diwujudkan secara lebih dekat, terarah dan berkelanjutan, sejalan dengan tema Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan, “Berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhan dan mewartakan. Kanon 529 §1 menegaskan bahwa pastor paroki “hendaknya berusaha mengenal umatnya dan mengabdikan diri pada pelayanan mereka dengan berkobar dalam cinta kasih.” Semoga dari tempat ini mengalir rahmat dan berkat bagi seluruh umat, sehingga komunitas beriman di Saran Padang semakin diteguhkan dalam iman, pengharapan dan kasih.
3. Paskah Ekumene USU 2026: Kaum Muda Dipanggil Menjadi Terang dan Harapan
Perayaan Paskah Ekumene Universitas Sumatera Utara pada 22 April 2026 membuka babak baru dalam perjalanan iman di kampus ini. Untuk pertama kalinya dalam 24 tahun penyelenggaraan Paskah Ekumene USU, perayaan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Kehadiran beliau menghadirkan suasana liturgis yang khidmat sekaligus penuh sukacita, mempersatukan umat beriman dari berbagai latar belakang dalam satu perayaan Paskah ekumenis yang berakar pada spiritualitas Katolik.
Dalam terang misteri Paskah, kebangkitan Kristus dirayakan sebagai sumber harapan yang menggerakkan. Melalui homili dan refleksi yang mendalam, para mahasiswa diajak untuk memandang realitas kehidupan bangsa dengan mata iman: berani menghidupi tantangan, ketidakadilan dan luka sosial, tanpa kehilangan harapan. Iman akan Kristus yang bangkit menjadi pelita yang menuntun, agar hati tidak terjebak dalam keputusasaan, melainkan terbuka pada karya penebusan Allah dalam sejarah.
Dalam pesannya, Bapa Uskup menegaskan bahwa mahasiswa-mahasiswi dipanggil menjadi agen perubahan yang membawa terang di tengah gelapnya egoisme, korupsi, kekerasan dan perpecahan. Gereja sendiri menegaskan martabat dan perutusan kaum muda dalam hidup dan perutusan Gereja. Konsili Vatikan II menganjurkan agar kaum muda dibina sedemikian rupa, sehingga dengan berkembangnya kepribadian mereka, mereka juga siap mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan sosial dan gerejawi (bdk. Gravissimum Educationis, 1). Roh Kudus membimbing generasi muda untuk berpikir kritis, terlibat aktif dalam kehidupan sosial dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, baik melalui studi, pelayanan maupun kesaksian hidup sehari-hari.
Perayaan Paskah Ekumene ini menjadi tanda bahwa iman yang dirayakan dalam semangat persaudaraan mampu meretas batas-batas denominasi. Di sinilah spiritualitas Paskah menemukan wujud konkret, yakni kesediaan untuk mengasihi melampaui sekat, membangun jembatan dan menghadirkan damai.
Bagi Universitas Sumatera Utara, Paskah Ekumene 2026 terutama menjadi sebuah panggilan pembaruan. Para akademisi diajak menjadikan kampus sebagai ruang kesaksian iman, tempat di mana nilai-nilai Injil, yakni kebenaran, keadilan, kejujuran dan solidaritas diperjuangkan. “Wahai mahasiswa-mahasiswi, ayo terus berjalan bersama Gereja untuk menumbuhkan spiritualitas yang matang dan berani menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus sungguh hidup dalam pilihan-pilihan konkretmu. Jangan takut pada Salib, karena salib adalah jalan paling pasti untuk sampai kepada kebangkitan!”
4. Tri Organ Yayasan St. Thomas Medan
Rapat Tri Organ Yayasan Santo Thomas Medan pada 23 April 2026 menjadikan evaluasi dan perumusan arah strategis pengembangan lembaga pendidikan dalam terang visi Katolik sebagai agenda utamanya. Capaian pelayanan pendidikan, khususnya mutu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dinilai kembali untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik berjalan sejalan dengan identitas dan perutusan Gereja, yakni memajukan martabat manusia dan kebaikan bersama. Pendidikan adalah kegiatan formasi keadaan manusia seutuhnya, sebagaimana diungkapkan Kitab Suci: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Amsal 22:6).
Fokus utama rapat terarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama para dosen, agar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi semakin optimal dan relevan. Penguatan kompetensi pedagogis dan profesional, dorongan terhadap penelitian yang kontekstual dan beretika serta keterlibatan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dipahami sebagai bentuk pelayanan intelektual yang menghubungkan iman dan akal budi. Sejalan dengan itu, rapat juga menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola, penguatan akreditasi dan pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif dan akuntabel sebagai wujud tanggung jawab moral lembaga.
Dalam perspektif Keuskupan Agung Medan, langkah-langkah pembenahan ini menjadi harapan baru bagi penguatan karya pendidikan Katolik. Yayasan Santo Thomas Medan meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, humanis dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas serta memiliki semangat pelayanan bagi Gereja dan bangsa. Berkobarlah Unika St. Thomas.
5. Lepas Sambut Dandim 0201
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara Lepas Sambut Terima Jabatan Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan pada 25 April 2026 di Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa. Kolonel Inf. Muhammad Radhi Rusin, S.I.P, menyerahkan tongkat komando kepada pejabat baru, Letkol Arm. Delli Yudha Adi Nurcahyo, SE., MM. Dalam kesempatan tersebut, Uskup Keuskupan Agung Medan yang diwakili oleh RD Parulian Susanto Sihombing turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang berjalan khidmat. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momen penting dalam dinamika tugas serta pembinaan di lingkungan Kodim.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai unsur, termasuk perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI–POLRI serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kota Medan. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan bersama terhadap kelangsungan kepemimpinan dan pelaksanaan tugas pengamanan negara. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Medan dengan TNI dan POLRI telah berjalan dengan baik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan menciptakan kondusivitas bagi warga Kota Medan.
Selain itu, Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi atas dedikasi Kolonel Inf. Muhammad Radhi Rusin selama menjabat sebagai Dandim 0201/Medan. Kepada pejabat yang baru, Letkol Arm. Delli Yudha Adi Nurcahyo, Zakiyuddin menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Kota Medan. Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus diperkuat, demi menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong percepatan pembangunan ke depan. Keuskupan Agung Medan, dalam semangat sinodalits, mendukung para pemimpin militer dalam menjalankan tugasnya untuk menjaminkan keamanan di wilayah tugasnya. Selamat bertugas Bapak Dandim.
6. Pembukaan Perdhaki Sumatera
Rapat Kerja PERDHAKI Sumatera yang berlangsung pada 30 April 2026 di Catholic Center PPU Pematangsiantar menegaskan kembali identitas pelayanan kesehatan Katolik sebagai perpanjangan tangan belas kasih Kristus. Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap mengajak para peserta untuk menyadari bahwa karya kesehatan Gereja tidak berhenti pada pemenuhan standar profesional, tetapi berakar pada misi Gereja untuk menyentuh, menyembuhkan, dan memberi harapan, terutama bagi mereka yang menderita dan tersisih. Ensiklik Evangelium Vitae menggariskan bahwa Gereja secara khusus merasakan sebagai tugasnya untuk melayani mereka yang paling lemah dan paling menderita (bdk. Evangelium Vitae, 3). Dimensi iman ini menjadikan setiap tindakan medis, pengambilan keputusan klinis dan pelayanan terhadap pasien sebagai bagian dari kesaksian Gereja akan kasih Allah yang memuliakan martabat manusia.
Melalui ruang dialog, refleksi dan perumusan langkah bersama, rapat kerja ini merumuskan langkah-langkah untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Katolik. Semangat sinodalitas tampak dalam upaya untuk mendengarkan berbagai pengalaman lapangan, membaca tantangan zaman serta menyusun strategi pengelolaan yang transparan, bertanggung jawab dan selaras dengan etika Katolik. Profesionalisme, akuntabilitas dan komitmen terhadap keadilan sosial merupakan bagian integral dari spiritualitas pelayanan Kesehatan Gereja.
Dalam konteks Keuskupan Agung Medan yang plural dan dinamis, pertemuan ini diharapkan memperteguh karya kesehatan Katolik sebagai sarana evangelisasi yang hidup dan relevan. Pelayanan yang humanis dan inklusif menjadi wujud konkret kehadiran Gereja di tengah masyarakat. Dengan demikian, institusi dan tenaga kesehatan Katolik dipanggil terutama untuk membangun harapan dalam penderitaan serta memperjuangkan martabat kehidupan manusia dari awal hingga akhir hayat. Lembaga dan tenaga kesehatan hadir sebagai tanda kasih dan belas kasih Kristus yang menyembuhkan.
7. Tenaga Personalia Komisi KKS KAM
Pada 5 Mei 2026, Sr. Fransiska Romana Dondo, ALMA mengunjungi Bapa Uskup dalam rangka menanggapi permohonan Keuskupan Agung Medan akan tenaga personalia di Komisi KKS KAM. Dalam pertemuan tersebut, Sr. Fransiska sekaligus memperkenalkan Sr. Ludgardis, ALMA, yang akan mulai bertugas di Komisi KKS pada 1 Juli 2026.
Perutusan anggota kongregasi ini dimaknai sebagai wujud sinodalitas untuk berjalan bersama, saling mendukung dan memperkuat pelayanan untuk kemajuan karya pastoral keuskupan. Kehadiran Sr. Ludgardis di komisi diharapkan membawa semangat baru dalam pengembangan pelayanan Kitab Suci, baik melalui pendampingan, pembinaan maupun kegiatan-kegiatan yang semakin dekat dengan kebutuhan umat.
Keuskupan menyampaikan limpah terima kasih atas tanggapan terhadap permintaan Keuskupan Agung Medan. Harapannya, pelayanan pastoral yang terwujud akan semakin menyentuh kebutuhan umat, khususnya dalam menghadirkan dan memenuhi kehausan akan Kitab Suci, agar Sabda Tuhan semakin hidup dan berbuah dalam kehidupan iman umat. Selamat datang dan selamat bertugas, Sr. Ludgardis.
8. Dispensasi dari Status Imamat
Pada 11 Mei 2026, Kuria Keuskupan Agung Medan menyambut kedatangan dua mantan Imam Diosesan, Selman Alpinus Sipayung dan Charles Karolus Sinaga. Keduanya telah dianugerahi dispensasi dari semua kewajiban klerikal, sebagai tanda kemurahan dan kerahiman Gereja. Melalui anugerah ini, mereka dapat kembali berpartisipasi secara penuh dalam hidup sakramental Gereja dan diakui dalam status kanonik yang baru.
Dispensasi tersebut diberikan melalui anugerah Istimewa oleh Bapa Suci pada 20 Februari 2026. Sejak penganugerahan dispensasi itu, keduanya diakui dan diterima sepenuhnya sebagai awam dalam Gereja Katolik. Perkawinan mereka dapat dikonvalidasi, sekaligus diberikan izin untuk menyambut Komuni Kudus dalam perayaan Ekaristi.
Keduanya diundang untuk menjadi teladan hidup sebagai awam dan sejauh mampu, hadir sebagai umat yang berguna dan berbuah bagi pelayanan komunitas Kristen melalui karunia serta talenta yang dianugerahkan Allah. Keuskupan juga menyampaikan ucapan selamat datang kembali, disertai harapan agar tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Keuskupan Agung Medan. Selman Alpinus Sipayung bersama keluarga berdomisili di Nias, sementara Charles Karolus Sinaga bersama keluarga berdomisili di Malang.
9. Rapat Komisi Pendidikan KAM bersama para Ketua dan Pengurus YPK KAM
Rapat Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan bersama para Ketua dan Pengurus Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) se-KAM pada 12 Mei 2026 di Catholic Center KAM menunjukkan bahwa semangat sinodalitas Gereja dihidupi melalui kolaborasi dan budaya mendengarkan. Dalam forum ini, para peserta berdialog dan merumuskan langkah strategis untuk mengembangkan pendidikan Katolik yang unggul, berintegritas dan misioner. Bapa Uskup menegaskan perlunya membangun budaya mendengarkan serta meneguhkan pendidik dan peserta didik agar berakar pada nilai iman dan kemanusiaan.
Secara teologis, rapat ini memperlihatkan bahwa pendidikan Katolik terutama merupakan aktivitas pembentukan manusia seutuhnya berdasarkan nilai Injil dan kepedulian terhadap sesama. Penguatan para pendidik dalam spiritualitas dan kemanusiaan menjadi kunci agar sekolah-sekolah Katolik tampil sebagai sarana pewartaan kasih dan harapan di tengah masyarakat. Pendidikan Katolik menjadi kesaksian iman yang nyata, nilai-nilai Gereja diwujudkan dalam cara mendidik, relasi antarwarga sekolah serta pilihan-pilihan etis yang konsisten.
Kolaborasi yang semakin erat antara Komisi Pendidikan KAM dan para pengelola YPK diharapkan bermuara pada penguatan karya pendidikan Gereja secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter dan memiliki spirit pelayanan. Pendidikan Katolik dipanggil untuk membentuk peserta didik agar menjadi saksi nilai-nilai Injil, baik di dalam kehidupan Gereja maupun di tengah masyarakat luas. Sebagai wujud konkret sinodalitas KAM dan semua Yayasan Pendidikan Katolik di wilayah kegembalaan KAM, Bapa Uskup meminta agar setiap Yayasan memberikan laporan mengenai kegiatan pastoral yang diadakan di lembaganya masing-masing, terutama dalam penyusunan kurikulumnya.


