Sabtu, Mei 9, 2026
Lainnya
    Beranda blog Halaman 2

    Warta Kuria (Januari – Februari 2026)

    1. Temu Pastoral Uskup dan Tarekat Hidup Bakti KAM 19-22/1/2026

    Tanggal 19-22 Januari 2026 diadakan Temu pastoral Uskup dan Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan di CC PPU Pematangsiantar. Pertemuan itu bertujuan untuk mempererat sinodalitas semua Tarekat Hidup Bakti (THB) yang hadir dan berkarya di Keuskupan Agung Medan dalam mengemban tugas pastoral Gereja lokal di bawah pimpinan Uskup Keuskupan Agung Medan. Pertemuan dihadiri oleh 77 peserta dari 32 Tarekat Hidup Bakti. Suasana pertemuan terasa akrab dan hangat, bagaikan anak-anak bertemu dan berwawan hati dengan Bapa Uskup sebagai gembala di Keuskupan Agung Medan. Panitia yang dikoordinir oleh RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv, sebagai Vikep Pro Religius KAM mengatur seluruh rangkaian acara dengan sangat baik. Sinodalitas yang dialami selama 4 hari ini berhasil merumuskan Fokus dan Komitmen Pastoral Tarekat Hidup Bakti di Keuskupan Agung Medan.

    THB berkomitmen terlibat aktif dalam kehidupan Gereja Keuskupan Agung Medan melalui beberapa bidang pelayanan. Dalam penanggulangan pasca bencana, THB membentuk tim koordinator di bawah nama Keuskupan untuk melakukan asesmen kolaboratif, aksi belarasa, edukasi preventif, membantu pembangunan rumah serta kaderisasi anak korban bencana melalui beasiswa dan pendampingan psikologis berkelanjutan. Dalam bidang kaderisasi, THB menjadi mitra Tim Kaderisasi Awam KAM untuk membina awam Katolik sebagai perpanjangan tangan misi Kristus, antara lain dengan pemutakhiran data kader, formasi, penguatan, aksi, pendampingan dan regenerasi supaya awam tetap hadir sebagai garam dan terang dunia. Di bidang pewartaan digital, setiap tarekat membentuk dan memberdayakan tim media sosial, menyusun protokol sesuai UU ITE, menyiapkan anggota yang cakap di bidang IT, bekerja sama dengan Komsos KAM dan berpartisipasi dalam program pewartaan iman, termasuk acara opera Kobar KAM.

    Dokumentasi Temu Pastoral Uskup dan Tarekat Hidup Bakti KAM tahun 2026

    THB memperkuat Forum Pastoral Migran Perantau melalui pendirian shelter, penyediaan tenaga personalia serta kerja sama dengan pemerintah, pihak keamanan, lembaga bantuan hukum dan pihak terkait dalam penanganan TPPO. Keterlibatan THB dalam Sinode VII KAM diwujudkan melalui penunjukan satu contact person di tiap komunitas yang akan berkomunikasi dengan Sekretariat Sinode untuk melaporkan kegiatan sinodal di komunitas. Seluruh komitmen ini diarahkan pada pembentukan wajah Gereja KAM yang sinodal yang dirumuskan dalam Conventio Scripta. THB menyediakan tenaga pastoral yang dibutuhkan keuskupan dan Uskup mengutus parokus yang mampu membangun komunikasi yang baik, sinodal dan komunikatif dengan THB.

    2. Rapat Kolegium Konsultor KAM 22/1/2026

    Pada 22 Januari 2026 Kolegium Konsultor KAM mengadakan rapat bulanan di CC PPU Pematangsiantar. Kolegium Konsultor merupakan lembaga yang dibentuk dalam setiap keuskupan sebagaimana diatur dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, khususnya Kan. 502, sebagai turunan dari Dewan Presbiteral. Lembaga ini terdiri dari imam-imam yang dipilih oleh Uskup dari antara anggota Dewan Presbiteral, dengan jumlah antara enam sampai dua belas orang. Mereka dipanggil untuk mendampingi Uskup dalam menjalankan tugas penggembalaan, terutama dalam bidang administrasi, pengelolaan harta benda Gereja, serta hal-hal yang menuntut pertimbangan dan persetujuan hukum tertentu.

    Kolegium Konsultor memiliki peranan istimewa karena, selain menjadi mitra konsultatif Uskup, juga diberi mandat khusus oleh Gereja universal untuk menjaga kesinambungan hidup Gereja lokal apabila Tahta Keuskupan lowong. Bagi Keuskupan Agung Medan, keberadaan Kolegium Konsultor adalah bagian integral dari semangat communio presbyterorum yang menegaskan ikatan persaudaraan sakramental antara Uskup dan para imamnya. Kolegium ini menjadi tanda nyata bahwa kepemimpinan Gereja dijalankan bukan secara individualistis, melainkan dalam kebersamaan, keterbukaan, dan akuntabilitas demi kebaikan umat Allah.

    Rapat kerja Tim Regulasi KAM pada 9-11 September 2025 telah menetapkan secara resmi perubahan nama KONSULKAM menjadi Kolegium Konsultor sesuai dengan pasal 1 Statuta Kolegium Konsultor yang direvisi berdasarkan Kitab Hukum Kanonik.

    3. Rapat Uskup dengan Pengurus Yay. Harapan Penuh Berkat dan DPPH Paroki Jl. Sibolga 23/1/2026

    Pada tanggal 23 Januari 2026 di aula St. Clara Pematangsiantar, Bapa Uskup memberikan klarifikasi kepada Pengurus Yayasan Harapan Penuh Berkat dan DPPH Jl. Sibolga. Klarifikasi tersebut tentang tindak lanjut rencana pembangunan Gereja St. Klara sebagai paroki khusus yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Harapan (RSH), berfokus pada pelayanan kesehatan dan umat sekitar. Panitia dibentuk melalui SK Uskup, melibatkan Paroki St. Laurentius dan Yayasan Harapan Penuh Rahmat untuk menyusun master plan, gambar bangunan dan proposal ke Bimas Katolik Pusat. Desain perlu disederhanakan (gereja, aula, kapel, ruang persemayaman, kantor dan fasilitas pendukung). Permohonan bantuan ke Kementerian Agama dapat diajukan jika desain dan RAB telah disederhanakan serta kepanitiaan lengkap.

    Dokumentasi Rapat Uskup dengan Pengurus Yay. Harapan Penuh Berkat dan DPPH Paroki Jl. Sibolga
    Dalam tanggapan, muncul keprihatinan terkait rekomendasi Tim Bangunan Suci, khususnya poin tentang potensi “dua kepala” dalam paroki khusus ini. Uskup menegaskan bahwa penentu utama adalah keputusan Uskup, bukan rekomendasi tim dan bahwa paroki St. Klara harus jelas sebagai satu paroki mandiri dengan satu “tuan”, yakni Uskup, bukan dua pemilik. Bapa Uskup mengingatkan Tim Bangunan Suci agar paroki tersebut selaras dengan visi uskup, yakni fokus pada pelayanan orang sakit, dengan satu gereja dan satu aula yang dapat dipakai bersama RSH dan umat. Bukan bangunan yang “menjulang” melainkan pelayanan yang “menjulang” yang dibutuhkan. Uskup kembali meminta agar disusun konsep bersama yang jelas, inventaris kebutuhan yang rinci dan kerja kolaboratif antara paroki, yayasan, tim bangunan suci, vikep dan panitia. Uskup dilibatkan secara langsung dalam perencanaan ini. Pendampingan dan sosialisasi berkelanjutan kepada umat perlu dijamin.
    4. Tahbisan Imam dari Ordo Kapusin Medan di Berastagi 24/1/2026

    Mgr. Kornelius Kornelius Sipayung, OFMCap menahbiskan delapan diakon Kapusin Provinsi Medan menjadi imam pada 24 Januari 2026 di Gereja St. Fransiskus Assisi, Berastagi. Mereka yang ditahbiskan ialah RP. Stefan Eunaldus Sianturi OFMCap, RP. Ta Trong Tri OFMCap, RP. Firdaus Depari OFMCap, RP. Moel Sinaga OFMCap, RP. Evander Purba OFMCap, RP. Nofrendi Sihaloho OFMCap, RP. Angelo Bonardo Purba OFMCap, RP. Sofyan Sinurat OFMCap. Tahbisan ini didahului pengumuman resmi dari Minister Provinsial Kapusin Medan, RP. Yosafat Ivo Sinaga OFMCap, yang mengundang siapa pun untuk melaporkan bila ada halangan kanonik dalam hidup ke delapan calon tertahbis. Perayaan ini juga dihadiri Bupati Karo, aparat kepolisian dan TNI. Perayaan ini menjadi tanda berkat Allah dan sukacita Gereja karena menerima anugerah gembala-gembala baru yang dengan bebas mempersembahkan hidupnya bagi pelayanan umat Allah demi Kerajaan Allah. Bertindak sebagai ketua panitia ialah Brigadir Jenderal TNI, Dr. Agustatius Sitepu, Komandan Resor Militer (Korem) 031/Wirabima di Pekanbaru, Riau.

    Mengawali homilinya, Bapa Uskup mengulangi nasehat Paulus kepada para penatua di Efesus “jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan Darah Anak-Nya sendiri.” Betapa pentingnya seorang imam menjaga kekudusan dirinya dengan membina keintiman dengan Yesus Kristus. Imamat bukanlah status atau jabatan, melainkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati, meneladan St. Fransiskus dari Assisi dalam kesederhanaan, kedekatan dengan kaum kecil dan miskin serta kesetiaan pada Injil. Oleh karena itu, para imam perlu memelihara hidup rohani, sebab kelalaian dalam hal yang paling inti ini akan melukai kawanan. Para imam baru diawaskan dari bahaya klerikalisme, yakni cara berpikir yang melihat tahbisan sebagai kenaikan pangkat, yang mudah dipupuk oleh kenyamanan, kekuasaan dan popularitas—terutama di era media sosial—hingga menjadikan umat sekadar objek. Seorang gembala sejati tetap tinggal bersama umat karena mencintai mereka, terutama ketika pelayanan menjadi berat dan salib sungguh terasa. Selamat melayani para pastor!

    5. Audiensi Kongregasi H.Carm 26/1/2026

    Kongregasi Para Saudari Perawan Maria dari Gunung Karmel (Hermanas de la Virgen Maria del Monte Carmelo), yang juga dikenal dengan nama Suster Carmelitas atau Hermanas Carmelitas – H. Carm, datang beraudiensi kepada Bapa Uskup pada 26 Januari 2026. Kongregasi hadir di Indonesia sejak 40 tahun lalu dan berpusat di Malang, dengan jumlah 83 suster yang tersebar dalam 16 komunitas di 7 keuskupan. Karisma H. Carm adalah hidup doa, persaudaraan dan pelayanan kenabian dalam dimensi kontemplatif. Kongregasi ini bercita-cita mencapai persatuan dengan Allah di “puncak Gunung Karmel” dan membantu umat menemukan Allah yang hidup dalam berbagai karya demi kebutuhan Gereja lokal. Di Keuskupan Agung Medan, H. Carm memiliki dua komunitas: St. Theresia Avila di Sumbul dan Nabi Elia di Silalahi.

    Komunitas St. Theresia Avila – Sumbul (berdiri 23 November 2000, 6 suster) mengambil bagian intensif dalam pelayanan paroki, pendidikan, kesehatan, pendampingan remaja putri serta pembinaan internal komunitas. Karya konkritnya mencakup pastoral parokial (katekese, liturgi, kunjungan umat, pendampingan kelompok kategorial), pastoral kesehatan melalui Klinik St. Yosef dan stasi-stasi, pastoral pendidikan (TK, SD, asrama putri “Kusuma Karmel”) serta pastoral kaum muda dan panggilan. Dalam rencana pengembangan, kongregasi hendak membuka SMPK sebagai kelanjutan TK–SDK dan menempatkan seorang suster sebagai katekis full-time di Paroki Beato Dionysius Sumbul mulai Juli 2026.

    Komunitas Nabi Elia – Silalahi (berdiri 1 November 2024, 3 suster) hadir di daerah wisata Danau Toba untuk memperkuat iman umat dan menyediakan wisata rohani bernuansa Karmel. Mereka terlibat dalam struktur dan kegiatan kuasi paroki (KKS, keuangan, katekese, liturgi, kunjungan keluarga, ibadat sabda, pastoral kaum muda). Selain itu, mereka sedang mempersiapkan pembangunan rumah doa dan taman doa di atas lahan 1 ha yang baru dibeli, meskipun terkendala air. Uskup menyambut positif rencana wisata rohani (penginapan rohani, rumah makan sederhana, guest house bernuansa kontemplatif), menyetujui prinsip pembukaan SMPK dan penempatan katekis full-time. Pada kesempatan ini, Bapa Uskup meminta bantuan kongregasi untuk menugaskan suster ke STSP Pematangsiantar sebagai formator dan ke Bingkawan untuk mengelola rumah retret.

    6. Audiensi DPU Kongregasi Suster FSE 27/1/2026

    Pada 27 Januari 2026, DPU Kongregasi Suster FSE beraudiensi kepada Uskup Agung Medan. Audiensi ini sebagai ungkapan ketaatan kasih dan menegaskan kesiapan untuk terus melayani Gereja lokal. FSE sedang menjalankan road map 2025–2028 serta menetapkan tiga prioritas 2026: penguatan hidup rohani (kembali ke sumber karisma), penguatan formasi dan pendampingan, dan pemurnian komunitas. DPU FSE menyampaikan kebutuhan yang mendesak kepada Bapa Uskup, yakni penataan ulang ruang doa di Cinta Damai, pengangkatan tulang-belulang para suster pada Juli 2026 dan renovasi kamar suster di Imam Bonjol yang sudah tidak layak huni.

    Dalam bidang karya, FSE memohon izin kepada Bapa Uskup bagi pembangunan komunitas lansia di lahan baru 6.000 m² di depan Velangkanni, pengadaan tabernakel di komunitas St. Damian, Galang, serta izin bermisi di Keuskupan Weetebula (Sumba) terutama di bidang kesehatan untuk menangani masalah stunting. Kongregasi juga menekankan pentingnya penanaman spiritualitas FSE kepada para pegawai.

    Uskup menegaskan bahwa FSE diutus Gereja dan mengapresiasi daya juang khas para suster, terutama yang berasal dari KAM. Uskup mengabulkan izin pembangunan rumah lansia, pemasangan tabernakel di Galang dan misi di Weetebula. Bapa Uskup juga mendorong percepatan pembangunan gedung sekolah di Cinta Damai; meminta SMAK Negeri agar segera membangun rumah suster; serta memberi arahan mengenai status hukum kapel rumah sakit dan tata pengangkatan tulang-belulang dengan merujuk pengalaman kongregasi lain.

    7. Audiensi MPDP Kapusin Medan 28/1/2026

    Pada 28 Januari 2026, Minister Provinsial dan Dewan Penasehatnya (MPDP) beraudiensi kepada Bapa Uskup. Audiensi tersebut menyatakan ketaatan kasih Persaudaraan Kapusin Provinsi Medan kepada ordinaris wilayah. Dalam audiensi singkat ini, Ordo Kapusin Provinsi Medan (OKPM) menegaskan sinodalitas dengan KAM melalui program MPDP, Conventio Scripta, dan Panduan Pengembangan Pelayanan Pastoral Parokial Berwarna Karisma Kapusin (P5BK2): hidup persaudaraan, kedinaan yang transparan (terutama keuangan), liturgi dan doa yang tertib, perhatian pada orang miskin, pengembangan OFS serta pelayanan sakramen tobat dan pemberkatan keluarga. Semua aset paroki diakui sebagai milik paroki/keuskupan, sementara Kapusin adalah pengguna yang melayani di bawah Uskup. Kerja sama konkret mencakup kelanjutan pelayanan paroki dan kategorial, evaluasi reksa pastoral, keterbukaan terhadap permintaan paroki baru, penataan ulang “kebun endowment” berdasarkan Anggaran Dasar dan penataan baru kontrak pengelolaan kebun KAM oleh tim OKPM.

    Bapa Uskup menekankan perlunya perbaikan manajemen dalam reksa pastoral parokial terutama laporan keuangan, pelaksanaan keputusan rapat dan formasi manajerial imam, khususnya di paroki-paroki pilot project Kapusin.

    Pada kesempatan ini, Bapa Uskup menerangkan rencananya untuk menjadikan Paroki St. Fransiskus Berastagi sebagai Paroki Wisata Rohani inkulturatif dan ekologis. Kapusin diminta kontribusinya bagi perwujudan rencana ini. Kepada MPDP ditegaskan kembali prinsip karya: ordo boleh memiliki harta, tetapi karya pastoral selalu membutuhkan izin keuskupan dan dijalankan dengan spirit “tidak memiliki”. Sebelum menutup acara audiensi, disepakati bahwa OKPM dan KAM bekerja sama mempersiapkan perayaan 500 tahun Kapusin (mulai 1 Februari 2026) dan Tahun Yubileum Fransiskus (10 Januari 2026–10 Januari 2027) dengan liturgi dan katekese khusus. Para Pemimpin Tinggi Fransiskan diminta merancang kegiatan selama tahun Yubileum Fransiskan.

    8. Rapat Kuria KAM 6/2/2026

    Pada 6 Februari 2026, diadakan Rapat Kuria kedua di ruang Kolegium Konsultor lt. 2 gedung Catholic Center Christosophia. Rapat ini merupakan lanjutan dari dari rapat perdana pada 12-13 Januari 2026. Rapat ini bermula dari rapat tahunan para vikaris dengan Bapa Uskup yang sudah berjalan sekian lama. Pada rapat para vikaris ini, Bapa Uskup menetapkan tiga jenis rapat yang berbeda, sebagai berikut:

    a. Rapat Komisi. Dikoordinir oleh Vikaris Jenderal dan Vikaris Pastoral, komisi-komisi Keuskupan Agung Medan mengadakan rapat bulanan untuk membahas hal-hal yang perlu dipedomani oleh komisi. Rapat ini berfungsi sebagai sebagai forum koordinasi, perencanaan dan evaluasi pekerjaan komisi;

    b. Rapat Kuria. Rapat yang dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini dihadiri oleh Uskup, Vikaris Jenderal, para Vikaris Teritorial dan kategorial, Ekonom dan Kanselarius. Vikjen, RP. Michael Manurung OFMCap ditunjuk sebagai penanggung jawab dan RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv sebagai sekretaris. Rapat ini berfungsi sebagai eksekutor keputusan-keputusan yang diambil dalam Sidang DEPKAM, DEPASKAM dan Dewan Keuangan.

    c. Rapat Paripurna. Diadakan sekali setahun pada bulan Desember, rapat ini dihadiri oleh Kuria, Komisi dan para Vikaris dalam semangat sinodal untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan.

    Semoga ketiga forum ini mampu mengeksekusi semua keputusan yang ditetapkan oleh organ-organ terkait demi pengembangan Kerajaan Allah di Keuskupan Agung Medan.

    9. Pembekalan Tim Penulis Sejarah Paroki se-KAM 12-13/2/2026

    Pada 12-13 Februari 2026, Sekretariat Keuskupan Agung Medan mengadakan kegiatan Pembekalan Tim Penulis Sejarah Paroki se KAM di lt. 8 Catholic Center Medan. Pembekalan ini menjadi langkah strategis dalam penataan dan pengelolaan arsip sejarah Gereja. Materi yang disajikan bertujuan untuk menyatukan konsep dan menerangkan metode penulisan sejarah yang sistematis, akurat dan ilmiah. Para peserta dibekali dengan pemahaman tentang pentingnya data historis, teknik pengumpulan sumber sejarah serta penyusunan narasi sejarah yang standar. Penulisan sejarah bukan sekadar pencatatan peristiwa manusiawi masa lampau, tetapi terutama menyusun narasi ilmiah dan sistematis atas peristiwa-peristiwa manusiawi masa lampau untuk mengkomunikasikan sebuah makna. Untuk itu, para peserta dituntun untuk menulis sejarah paroki dengan menempuh lima tahap penulisan sejarah: heuristik, penentuan topik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Kepada mereka disediakan juga formulir wawancara sebagai panduan.

    Pada 12-13 Februari 2026, Sekretariat Keuskupan Agung Medan mengadakan kegiatan Pembekalan Tim Penulis Sejarah Paroki se KAM di lt. 8 Catholic Center Medan

    Pembekalan yang diikuti para pastor, frater, suster umat yang telah disatukan dalam Tim Penulis Sejarah Paroki ini menegaskan bahwa penulisan sejarah paroki adalah tanggung jawab bersama. Diharapkan sajian materi, mulai dari tugas Kanselarius menurut KHK, pengelolaan arsip, metode dan tahapan penelitian sejarah, teknik pengumpulan data, hingga penyusunan narasi yang komunikatif menumbuhkan rasa cinta dan minat besar akan penulisan sejarah. Ke depan, sejarah paroki akan diterbitkan dalam bentuk buku sebagai arsip resmi dan bahan edukasi bagi umat, sekolah Katolik dan generasi muda. Umat diundang berpartisipasi dengan menyumbangkan dokumen, foto atau kesaksian untuk memperkaya sumber penulisan sejarah. Melalui timeline yang telah disusun dan pendampingan berkelanjutan dari Kanselarius, RP. Adrianus Sembiring OFMCap, sebagai narasumber utama, diharapkan Tim Penulis Sejarah Paroki sungguh menghasilkan karya yang berkualitas demi menyelamatkan data berharga, memperkuat identitas, menumbuhkan rasa memiliki serta meneguhkan penghayatan iman yang sudah mengakar dan teruji.

    10. Hadir Pengukuhan Guru Besar UMSU 16/2/2026
    Fr. Paskalis Wangga, CMM, wakil ketua Komisi Pendidikan KAM, menghadiri acara Pengukuhan Guru Besar UMSU, Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A, pada 16 Februari 2026 mewakili Keuskupan Agung Medan. Upacara akademik ini diselenggarakan di Auditorium Kampus UMSU di Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan. Dalam pidato ilmiahnya, “Agama, Etika Profetik dan Keadaban Publik,” Prof. Muhammad Qorib memaparkan kompleksitas tantangan agama di era modern, terutama kemajuan teknologi yang telah menarik perhatian masyarakat secara besar-besaran, sehingga dalam beberapa kasus sebagian orang memandang agama sebagai hal yang kurang penting atau bahkan ditinggalkan. Guru besar ini menegaskan bahwa agama pada hakikatnya menyatukan entitas-entitas kepercayaan dan etika untuk tujuan kesejahteraan umat. Namun kegagalan dalam hal ini menunjukkan adanya jurang antara keyakinan formal dan praktik kesejahteraan sosial. Menutup pidato ilmiahnya, Prof. Dr. Muhammad Qorib menyoroti rendahnya keadaban digital di masyarakat Indonesia meskipun dikenal sebagai bangsa yang religius; perilaku di platform digital seringkali tidak mencerminkan karakter santun yang ideal. Ia mengkritik pula kecenderungan komodifikasi agama untuk kepentingan dagang atau tujuan pragmatis lain di luar makna keagamaan yang sejati. Semoga Guru Besar ini tetap menjadi rekan seperjalanan Gereja dalam membina dialog yang sehat.
    11. Audiensi Pengurus Militia Immaculatae 16/2/2026

    Pengurus Militia Immaculatae (MI) beraudiensi kepada Bapa Uskup pada 16 Februari 2026, didampingi oleh RP. Maximilanus Sembiring OFMConv, Minister Provinsial Konventual, dan Delegatus MI RP. Fictorium Ginting OFMConv. Asosiasi publik internasional kaum beriman ini didirikan oleh St. Maksimilianus Kolbe pada 1917 untuk menghidupi spiritualitas Maria Tak Bernoda demi pertobatan, evangelisasi dan pengudusan umat. Spiritualitas MI berpusat pada penyerahan total kepada Maria Immakulata sebagai jalan tercepat memasuki Hati Yesus, dengan sarana utama doa (Penyerahan Harian, Brevir, Rosario, Ekaristi), karya kasih, serta penyebaran medali wasiat. Keanggotaan kelompok ini mewajibkan pendaftaran resmi, pembinaan minimal enam bulan, konsekrasi kepada Maria dan mengenakan Medali Wasiat.

    Ke Indonesia, semangat MI dibawa para misionaris OFMConv sejak 1968, dan berkembang menjadi lima pusat lokal di Delitua, Sigara-gara, Bangun Mulia, Mbaruai dan Padang Bulan. Sekarang anggota MI Indonesia berjumlah 396 anggota. Kegiatan MI meliputi doa bersama, misa bulanan, pertemuan triwulanan, rekoleksi, kunjungan sosial, animasi liturgi dan bulan Rosario, serta konsekrasi anggota baru setiap tanggal 8 Desember atau pada pesta lain Santa Perawan Maria. Para anggota memberi kesaksian bahwa spiritualitas MI menumbuhkan keibuan, kesabaran, kedamaian batin dan keberanian.

    Meskipun sudah lama hadir di Indonesia, MI secara kanonik belum disahkan oleh ordinaris wilayah. Karena itu mereka memohon arahan dan pengesahan dari Bapa Uskup di wilayah KAM setelah disahkan pada tingkat nasional. Bapa Uskup menyambut baik MI sebagai bentuk kerasulan Fransiskan yang bersemangat Maria Tak Bernoda, dan menegaskan bahwa otoritas kerasulan berada di tangan uskup. MI dipandang khas karena menekankan penyerahan diri total kepada Maria untuk memenangkan dunia bagi Kristus. Gerakan ini akan didukung sepanjang memberi kontribusi positif bagi kerasulan Gereja, menumbuhkan penyerahan diri dan pengorbanan, serta membantu anggota sebagai garam dan terang bagi dunia. 

    Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCap
    Kanselarius Keuskupan Agung Medan

     

    Happy Birthday RP. Joseph Lesta S. Pandia OFMConv – Vikaris Pro Religius

    Dengan penuh syukur kepada Allah yang Maharahim, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-60 kepada RP. Joseph Lesta S. Pandia OFMConv, yang saat ini melayani sebagai Vikaris Pro Religius & Ketua Komisi Kerawam KAM.

    Enam puluh tahun kehidupan merupakan anugerah kasih Tuhan yang nyata, yang telah dijalani dengan semangat panggilan sebagai seorang imam dan religius Fransiskan Konventual. Dalam kesederhanaan, ketaatan, dan kasih, Pastor telah menjadi saksi Injil yang hidup, menggembalakan umat serta membina kaum religius dan awam dalam semangat persaudaraan sejati.

    Kami bersyukur atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian Pastor dalam membangun Gereja, memperkuat persekutuan, serta menghidupi spiritualitas pelayanan yang rendah hati dan penuh sukacita.

    Kami mendoakan semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan sukacita dalam setiap langkah pelayanan. Kiranya Roh Kudus terus menuntun dan meneguhkan Pastor dalam karya perutusan, sehingga semakin banyak umat dikuatkan dalam iman, harapan, dan kasih.

    “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mzm 23:1)
    Selamat ulang tahun ke-60. 

    Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus Assisi di KAM

    I. LATAR BELAKANG

    Penitensiaria Apostolik, atas kehendak Paus Leo XIV, menerbitkan dekret yang menetapkan 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027 sebagai Tahun Yubileum Khusus. Penetapan ini dilakukan dalam rangka memperingati delapan ratus tahun wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi. Kurun waktu ini dirayakan sebagai Tahun Santo Fransiskus, yakni masa rahmat bagi seluruh Gereja untuk memperbarui pandangan dan hati dalam terang teladan cemerlang Si Miskin dari Assisi.Melalui dekret tersebut, Penitensiaria Apostolik juga menganugerahkan indulgensi penuh bagi Keluarga Fransiskan dan seluruh umat beriman dengan syarat-syarat yang lazim.

    Dalam surat tertanggal 7 Januari 2026 kepada para Minister General Konferensi Keluarga Fransiskan, Paus Leo XIV menegaskan nilai universal dari kesaksian Santo Fransiskus: seorang pria damai, murid Injil yang radikal, dan pemberita perdamaian Kristus yang tak kenal lelah. Di tengah masa yang ditandai konflik dan perpecahan, Paus menghadirkan Santo Fransiskus sebagai panduan untuk menemukan kembali sumber perdamaian sejati melalui rekonsiliasi dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan.

    Tahun Yubileum Khusus ini merupakan kelanjutan integral dari Yubileum Biasa 2025 sekaligus puncak peringatan depalan abad berbagai peristiwa penting hidup Santo Fransiskus. Momentum ini menjadi kesempatan tepat untuk pertobatan, pembaruan rohani, kesaksian Injili, serta persaudaraan tanpa kuasa. Tujuannya agar setiap umat beriman dapat menjadi tanda harapan dan kasih yang aktif di dunia.

    Seluruh umat beriman diundang untuk ambil bagian secara aktif dalam Yubileum Khusus ini. Oleh karena itu, Gereja Keuskupan Agung Medan (KAM) yang sedang berfokus pada Sinode Diosesan VII, hendak mengintegrasikannya dengan mengutamakan keterlibatan Keluarga Fransiskan di seluruh wilayah KAM sebagai cara untuk menguduskan umat melalui indulgensi, ziarah, dan karya belas kasih. Dengan mengikuti jejak Si Miskin dari Assisi, semoga Tahun Santo Fransiskus ini menjadi kesempatan berahmat bagi setiap pribadi demi pengudusan diri dan kesaksian Injil, untuk kemuliaan Allah serta kebaikan seluruh Gereja di KAM. Berdasarkan evaluasi Yubileum 2025 yang menunjukkan partisipasi umat masih rendah (sekitar 1%), Tahun Santo Fransiskus di KAM dirancang dengan program yang lebih sederhana dan fokus. Hal ini bertujuan agar partisipasi umat meningkat signifikan dengan target 10%–20% berdasarkan data buku tamu dan survei digital.

    II. MAKSUD, TUJUAN, DAN TEMA

    2.1. Maksud
    Sebagai bentuk kesatuan pastoral Keuskupan Agung Medan dengan Gereja Katolik Sedunia, serta sarana untuk menguduskan umat melalui spiritualitas Fransiskan dan perolehan Indulgensi Penuh, (pengampunan penuh hukuman temporal akibat dosa yang sudah diampuni), yang mendorong umat melakukan karya doa, pertobatan, dan belas kasih.

    2.2. Tujuan Pastoral
    1. Mengajak umat berziarah sebagai wujud pertobatan menurut Injil (kembali kepada Yesus dan ajaran-Nya).
    2. Meningkatkan penerimaan Sakramen Tobat (Rekonsiliasi).
    3. Menumbuhkan spiritualitas persaudaraan dan perdamaian (Pax et Bonum).
    4. Mendorong pelaksanaan karya belas kasih jasmani-rohani serta hidup ramah lingkungan menurut ajaran Laudato Si’.

    2.3. Tema Yubileum “Fransiskus Pembawa Damai dan Saudara bagi Semua.”

    2.4. Sasaran Keluarga Fransiskan (Ordo I, II, III), umat beriman di Paroki-paroki, kaum muda, keluarga, lansia, dan orang sakit.

    III. KETENTUAN INDULGENSI PENUH
    Indulgensi Penuh adalah pengampunan penuh dari hukuman temporal (sisa hukuman dosa setelah dosa diampuni) yang diberikan oleh Gereja sebagai pelayan Penebusan Kristus, dari perbendaharaan jasa Kristus dan para kudus.

    3.1. Syarat-Syarat Lazim:
    Indulgensi Penuh diperoleh dengan memenuhi syarat:
    • Pengakuan dosa sakramental (cukup satu pengakuan untuk beberapa indulgensi penuh dalam periode yang sama).
    • Penerimaan Komuni Ekaristi.
    • Doa menurut intensi Bapa Suci (misalnya, satu Bapa Kami dan Salam Maria).
    • Hati yang sepenuhnya terlepas dari dosa, bahkan dosa kecil (disposisi rohani yang diperlukan).

    Indulgensi ini dapat diterapkan bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.

    Indulgensi ini dapat diterapkan bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian (ex suffragio), karena umat yang telah disucikan juga bagian dari komuni kudus.

    Catatan penting:
    • Indulgensi plenari dapat diperoleh hanya sekali sehari (kecuali bagi yang berada di ambang maut).
    • Bagi yang tidak bisa memenuhi syarat secara fisik (seperti orang sakit), confessor yang sah bisa mengganti syarat tersebut.

    3.2. Penerima dan Tata Cara:
    • Umat Umum: Mengunjungi 1 (satu) situs ziarah, mengikuti ritus Yubileum atau berdoa/bermenung secara saleh, serta mendaraskan Bapa Kami, Kredo, dan doa kepada para Kudus Fransiskan (misalnya, doa kepada Santo Fransiskus).
    • Lansia, Orang Sakit, dan Terhalang: Dapat memperolehnya dengan menyatukan diri secara rohani, mempersembahkan doa/penderitaan penyakit, serta berniat memenuhi syarat lazim bila memungkinkan.

    IV. PELAKSANAAN ZIARAH DAN PERSIAPAN TEMPAT ZIARAH
    4.1. Penentuan Tempat Ziarah (Cukup Mengunjungi 1 tempat)
    Ditetapkan sebanyak 37 tempat ziarah di wilayah KAM (daftar terlampir), yang telah mendapat persetujuan Uskup Agung sesuai norma Gereja. Umat cukup mengunjungi salah satu tempat saja untuk mendapatkan indulgensi penuh, guna meningkatkan partisipasi dan menghindari proliferasi yang berlebihan.

    4.2. Penandaan dan Inventaris Situs:
    • Penanda: Pintu masuk dipasang tulisan “Tempat Ziarah Tahun Yubileum Santo Fransiskus” beserta Logo Resmi (tanpa istilah Porta Sancta).
    • Persiapan: Patung St. Fransiskus, Salib San Damiano, Lilin persembahan, dan Buku Tamu (untuk pendataan peziarah dengan menjaga privasi data). Tidak disediakan kotak sumbangan untuk menghindari kesalahpahaman.
    • Cinderamata/Suvenir: Kalung Tao (simbol fransiskan sederhana) atau rosario sebagai pengingat ziarah, bukan sertifikat formal.

    4.3. Spirit Ziarah
    Ziarah adalah gerakan rohani-jasmani. Umat dianjurkan berjalan kaki (± 1-3 km dari situs yang akan dituju) secara kolektif dari lingkungan/stasi dalam semangat pertobatan, persaudaraan, dan solidaritas, sambil meneladani Santo Fransiskus.

    V. KEGIATAN PASTORAL DAN PUBLIKASI
    1. Formasi: Dialog Perdamaian Lintas Agama (melibatkan Keluarga Fransiskan sebagai fasilitator) dan Seminar Kaum Muda “Menjadi Katolik Sejati di Zaman Media Sosial”.
    2. Seminar Online: Seri spiritualitas melalui Zoom (Spirit of Assisi, Indulgensi Assisi, dll), dipimpin oleh para Fransiskan.
    3. Media: Leaflet resmi (materi oleh Sdr. Fictor, Sdr. Andreas Win, Sdr. Ivo S.) diproduksi oleh Bina Media dan didistribusikan ke seluruh KAM.
    4. Evaluasi: Mid-term review pada Juli 2026 untuk mengukur partisipasi dan menyesuaikan strategi.
    VI. JADWAL PERAYAAN PENTING (TIMELINE)
    • 22 Maret 2026: Pembukaan Resmi serentak di seluruh Paroki KAM.
    • 2 Agustus 2026: Indulgensi Portiuncula.
    • 17 September 2026: Peringatan Stigmata Santo Fransiskus.
    • 3–4 Oktober 2026: Perayaan Puncak (Transitus dan Pesta Santo Fransiskus).
    • 29 November 2026: Hari Raya semua orang kudus Fransiskan (dan hari Pengesahan Anggaran Dasar tanpa Bulla)
    • 13 Desember 2026: Pemberkatan kandang Natal – (dalam kaitan dengan Hari Raya Maria Dikandung tanpa Noda (08 Desember) di Gereja Paroki dan di kapel-kapel keluarga fransiskan.
    • 25 Desember 2026 : Hari Raya Natal dengan penekanan khusus kandang (gua) Natal Grecio
    • 10 Januari 2027: Misa Penutupan Tahun Yubileum.
    VII. PENUTUP
    Tahun Yubileum Santo Fransiskus 2026–2027 diharapkan menjadi momentum pembaruan hidup injili di Keuskupan Agung Medan. Dengan perencanaan yang sederhana, jelas, dan terkoordinasi, dan setia pada norma indulgensi Gereja, partisipasi umat diproyeksikan meningkat signifikan. Semangat Pax et Bonum akan menghidupkan komuni ecclesial, membawa umat lebih dekat kepada Tuhan melalui pertobatan dan karya kasih.
    I. Gereja Paroki Dilayani OFMCap (20 Lokasi):

    1). Santo Pius X Aek Kanopan, 2). Santo Yosef Balige, 3). Santo Fransiskus Assisi Berastagi, 4). Santo Antonius Padua Hayam Wuruk, 5). Santo Padre Pio Helvetia, 6). Santo Petrus Medan Timur, 7). Santo Petrus dan Paulus Jl. Asahan Pematangsiantar, 8). Santo Fransiskus Assisi Jl. Medan Pematangsiantar, 9). Santo Laurentius Brindisi Jl. Sibolga Pematangsiantar, 10). Santo Yohanes Pembaptis Pakkat, 11). Santa Lusia Parlilitan, 12). Santo Fransiskus Assisi Palipi, 13). Santo Mikhael Pangururan, 14). Santo Fidelis Sigmaringen Parapat, 15). Santo Fransiskus Assisi Saribudolog, 16). Santo Fransiskus Assisi Tigabinanga, 17). Santo Stefanus Martir Pematang Raya, 18). Santa Monika Tiganderket, 19). Santo Yosef Kotapinang, 20). Santo Yohanes dari Salib Simalopuk.

    II. Gereja Paroki/Kuasi Dilayani OFMConv (8 Lokasi):

    1). Santo Yosep Delitua, 2). Santo Fransiskus Assisi Padang Bulan, 3). Santo Yohanes Paulus II Namo Pecawir-Tuntungan, 4). Sang Penebus Bandar Baru, 5). Santo Antonius Padua Tiga Dolok, 6). Santo Maximilianus Kolbe Sipintuangin, 7). Santo Bonaventura Saran Padang, 8). Santa Katarina Tiga Juhar.

    III. Gereja Dedikasi St. Fransiskus (1 Lokasi): Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara.

    IV. Kapel Biara Induk Kongregasi Fransiskan (8 Lokasi):

    1. OFMCap – Biara Kamerino Nagahuta
    2. OFMConv – Biara Santo Yosef Delitua
    3. FCJM – Monteluco, Jl. Viyata Yudha - Pematangsiantar
    4. FSE – Medan, Jl. Imam Bonjol
    5. KSFL – Desa Bane - Pematangsiantar
    6. OSCCap – Biara Santa Klara Sikeben
    7. SFMA – Simalingkar B, Jl. Bunga Rampai II - Medan
     8. SFD – Pasar VIII

    TAHUN SANTO FRANSISKUS: YUBILEUM 800 TAHUN TRANSITUS KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
    (22 MARET 2026 – 10 JANUARI 2027)

    Pax et Bonum!
    Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

    Dalam penyelenggaraan ilahi yang penuh rahmat, Gereja Universal pada tahun ini memasuki suatu peristiwa rohani yang sangat bermakna, yakni Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus dari Assisi (1226–2026). Mengikuti kehendak Bapa Suci Paus Leo XIV serta Dekret Penitensiaria Apostolik, seluruh Gereja diajak untuk mengenangkan dan merayakan saat wafatnya Santo Fransiskus sebagai momen rahmat yang mengundang pembaruan iman bagi umat Allah.

    Delapan abad yang lalu, seorang pemuda dari Assisi yang memilih hidup dalam kemiskinan Injili - yang oleh dunia disebut Il Poverello (Si Miskin dari Assisi) menutup perjalanan hidupnya dengan memuji Tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam tangan Bapa. Hidupnya menjadi saksi bahwa Injil bukan sekadar ajaran, melainkan cara hidup yang radikal yang mampu memperbarui Gereja dan dunia. Dia mengundang manusia untuk kembali kepada pertobatan hati, membangun persaudaraan universal, mengasihi orang miskin, merawat ciptaan Tuhan dan menjadi pembawa damai di tengah dunia yang terluka.

    Dalam dunia kita saat ini yang diwarnai oleh konflik, kemiskinan, ketidakadilan sosial dan krisis ekologis, spiritualitas Fransiskan menjadi semakin relevan dalam usaha membarui dunia yang harus dimulai dari pertobatan hati. Karena itu, dengan penuh sukacita pastoral saya memaklumkan bahwa Keuskupan Agung Medan turut merayakan Tahun Yubileum 800 Tahun Transitus Santo Fransiskus sebagai momentum rahmat bagi seluruh umat untuk memperbarui iman, memperdalam kehidupan rohani serta menghidupi Injil secara lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai tanda kasih Allah melalui Gereja, selama Tahun Yubileum ini diberikan Indulgensi Penuh (Plenaria Indulgentia) bagi umat yang dengan hati bertobat dan memenuhi syarat-syarat berikut:
    1. Menerima Sakramen Rekonsiliasi
    2. Mengikuti Perayaan Ekaristi dan Komuni Kudus
    3. Mendoakan intensi Bapa Suci
    4. Melakukan ziarah devosional ke salah satu tempat ziarah yang ditetapkan di wilayah Keuskupan Agung Medan.

    Demi memudahkan keterlibatan umat yang lebih luas telah ditetapkan 37 tempat ziarah di seluruh wilayah Keuskupan Agung Medan (daftar lengkap terlampir dalam TOR). Berdasarkan spirit Santo Fransiskus yang sangat menekankan kesederhanaan umat cukup mengunjungi satu tempat ziarah terdekat untuk memperoleh rahmat indulgensi. Tidak berhenti pada ziarah atau devosi semata tahun Yubileum ini memanggil kita untuk menghidupi spiritualitas Santo Fransiskus secara nyata melalui berbagai gerakan pastoral yang menyentuh kehidupan umat dan masyarakat.

    Oleh karena itu, saya mengundang seluruh umat Allah di Keuskupan Agung Medan, dengan Keluarga Fransiskan sebagai motor penggerak, untuk menghidupi Tahun Yubileum ini melalui tiga gerakan pastoral utama.

    1. Gerakan Pewartaan Spiritualitas Fransiskan
    Sepanjang Tahun Yubileum ini akan diselenggarakan berbagai seminar, rekoleksi, katekese dan pendalaman iman mengenai spiritualitas Santo Fransiskus, baik secara online maupun offline. Kegiatan ini mengajak umat untuk mengenal kembali kekayaan spiritualitas Fransiskan, yaitu kesederhanaan hidup, persaudaraan universal, cinta kepada orang miskin dan penghormatan kepada seluruh ciptaan. Spiritualitas Santo Fransiskus tidak hanya merupakan kenangan sejarah, tetapi menjadi inspirasi hidup bagi umat masa kini.

    2. Gerakan Aksi Profetis bagi Perdamaian dan Keadilan
    Semangat Fransiskan selalu diwujudkan dalam tindakan nyata. Umat didorong untuk melakukan aksi-aksi profetis konkret, antara lain:
    • Membangun perdamaian dan rekonsiliasi di tengah masyarakat,
    • Memperkuat solidaritas terhadap kaum miskin dan mereka yang tersisih,
    • Mengembangkan dialog antaragama sebagai jalan persaudaraan, serta
    • Mempromosikan gerakan pemeliharaan lingkungan hidup, sejalan dengan semangat Santo Fransiskus dan ajaran Gereja tentang pertobatan ekologis.

    3. Gerakan Rekonsiliasi dan Pembaruan Hidup
    Yubileum adalah saat berahmat untuk mengalami belas kasih Allah. Oleh karena itu paroki- paroki dan komunitas religius didorong untuk mengadakan perayaan rekonsiliasi bersama, pelayanan Sakramen Tobat serta berbagai inisiatif yang mendorong rekonsiliasi dalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Setelah mengalami pengampunan Tuhan, umat dipanggil untuk menjadi pembawa rekonsiliasi bagi sesama. Sebagai tanda kesatuan Gereja lokal dalam perayaan ini, ditetapkan beberapa ketentuan pastoral berikut:
    1. Pembukaan resmi Tahun Yubileum dilaksanakan pada Minggu, 22 Maret 2026 di seluruh paroki dalam Perayaan Ekaristi.
    2. Tempat ziarah ditetapkan sebanyak 37 lokasi di wilayah Keuskupan Agung Medan.
    3. Pelayanan Sakramen Rekonsiliasi dimohon agar para imam menyediakan waktu khusus sepanjang Tahun Yubileum ini.
    4. Atribut dan publikasi Yubileum menggunakan leaflet resmi serta tanda peziarah berupa kalung Tau atau Rosario.
    5. Panitia Centenario Fransiskan menjadi animator utama kegiatan ini dalam kerja sama dengan komisi-komisi pastoral dan paroki-paroki.

    Semoga perayaan ini meneguhkan panggilan Gereja sebagai promotor persaudaraan, misi dan pemelihara ciptaan. Panggilan ini semakin diperteguh dalam perjalanan Sinode Diosesan VII. Kiranya Santo Fransiskus dari Assisi menjadi teladan dan pendoa bagi kita semua, agar Gereja Keuskupan Agung Medan sungguh menjadi tanda damai dan harapan bagi dunia.

    Demikian pemakluman ini disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan dengan sukacita Injili.

    Diberikan di Medan
    Tanggal 16 Maret 2026
    Pada Tahun ke-8 Takhta Metropolitan kami
    Deus Meus et Omnia, †Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap Uskup Keuskupan Agung Medan

    Selamat Jalan Sr. M. Dionisia Marbun, SCMM

    Keuskupan dengan duka cita yang mendalam menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Sr. M. Dionisia Marbun SCMM pada tanggal 10 Maret 2026. Beliau telah mempersembahkan hidupnya secara total dalam pengabdian kepada Tuhan melalui panggilan hidup bakti, dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan semangat pelayanan yang tulus bagi Gereja dan sesama. Keuskupan bersyukur atas teladan iman, doa, dan karya pelayanannya yang telah memperkaya kehidupan umat.

    Semoga Allah Bapa yang Maharahim menerima Sr. M. Dionisia Marbun SCMM dalam damai dan kebahagiaan abadi di rumah-Nya, serta menghibur keluarga, kongregasi, dan semua yang berduka dengan pengharapan akan kebangkitan.

    Dukacita dari Kongregasi SCMM Sebelumnya:
    • Sr. M. Renata Barasa, SCMM (13 Jan 2026) 61 Tahun
    • Sr. M. Nirmala Arulay, SCMM (18 Des 2025) 74 Tahun
    • Sr. M. Fransisca Sinaga SCMM (27 Nov 2024) 70 Tahun
    • Sr. M. Alberta Telaumbanua, SCMM (07 Nov 2024) 92 Tahun
    • Sr. M. Lambertin Manalu, SCMM (11 Okt 2024) 60 Tahun

    Selamat Ulang Tahun ke-52 Kanselarius KAM: RP. Adrianus Sembiring OFMCap

    Selamat Ulang Tahun ke-52, Pastor Adrianus Sembiring OFMCap.

    Dengan penuh syukur kami mengucapkan selamat atas bertambahnya usia Pastor. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan sukacita dalam setiap pelayanan Pastor sebagai Sekretaris Keuskupan Agung Medan.

    Kiranya Roh Kudus terus menuntun langkah Pastor dalam menggembalakan umat serta menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian Pastor bagi Gereja.

    Tuhan memberkati selalu.

    Selamat Jalan Sr. Maria Munthe KYM

    Dengan hati yang penuh duka namun juga syukur, kami menyampaikan:

    Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, Sr. Maria Munthe KYM, setelah menapaki perjalanan hidup panggilan yang panjang, penuh kasih, dan setia.

    Dalam diam dan kesederhanaannya, Suster Maria telah menghadirkan wajah Kristus bagi banyak orang — melalui doa, pelayanan, dan cinta kasih yang tulus.

    Hidupnya menjadi cermin dari Sabda Tuhan dan menjadi moto panggilannya: “Aku bekerja segiat-giatnya, hanya untuk Tuhan Allahku” 1 Raja-raja 19:10a.

    Kini, setelah menunaikan panggilan sucinya di dunia, ia dipanggil untuk menikmati perjamuan kekal bersama Tuhan yang menjadi kasih dan pusat hidupnya.

    Kami percaya bahwa Suster Maria telah mendengar suara lembut Sang Gembala: “Baik sekali perbuatanmu itu, hamba-Ku yang baik dan setia... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

    Bagi kami yang ditinggalkan, kepergian Suster Maria meninggalkan ruang hampa, namun juga meninggalkan warisan rohani — teladan iman, kesetiaan dalam pengabdian, dan hati yang selalu siap melayani dengan kasih.

    Kiranya semangat dan cintanya menjadi benih kebaikan yang terus tumbuh di hati setiap orang yang pernah mengenalnya.

    Duka sebelumnya dari Kongregasi KYM Keuskupan Agung Medan:
    • Sr. M. Laurensia Sipayung, KYM (9 Nov 2025) 35 Tahun
    • Sr. M. Mauricia Sihotang KYM (5 Ags 2025) 35 Tahun
    • Sr. M. Bernadetta Purba KYM (10 Jul 2025) 83 Tahun
    • Sr. M. Plasidia Pardede KYM (10 Jul 2025) 86 Tahun

    Selamat Jalan Sr. M. Ancilla Hasugian FCJM

    Keuskupan Agung Medan dengan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Sr. M. Bernarda Manalu FCJM pada tanggal 1 Maret 2026 pada usia 81 tahun. Suster ini telah mempersembahkan hidupnya secara total dalam pengabdian kepada Tuhan melalui panggilan hidup bakti, dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan semangat pelayanan yang tulus bagi Gereja dan sesama. Keuskupan bersyukur atas teladan iman, doa, dan karya pelayanannya yang telah memperkaya kehidupan umat.

    Semoga Allah Bapa yang Maharahim menerima Sr. Bernarda Manalu FCJM dalam damai dan kebahagiaan abadi di rumah-Nya, serta menghibur keluarga, kongregasi, dan semua yang berduka dengan pengharapan akan kebangkitan.

    Duka sebelumnya dari Kongregasi FCJM Keuskupan Agung Medan:
    • Sr. M. Ancilla Hasugian FCJM (27 Jan 2026) 83 Tahun
    • Sr. M. Fransiska Laia FCJM (07 Okt 2025) 59 Tahun
    • Sr. M. Secilia Siringoringo FCJM (11 Juni 2025) 84 Tahun
    • Sr. Venantia Tamba FCJM (19 April 2025) 60 Tahun
    • Sr. M. Juliana Nainggolan FCJM (13 Okt 2024) 68 Tahun
    • Sr. M. Anastasia Samosir FCJM (03 Okt 2024) 66 Tahun

    Penerimaan Mahasiswa Baru STP St Bonaventura KAM 2026

    Pendaftaran Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Pastoral St. Bonaventura KAM s.d. 07 Agustus 2026

    Info selengkapnya silahkan mengunjungi website : STP St. Bonaventura KAM

    Warta Kuria (Desember 2025 – Januari 2026)

     

    19/12/2025
    1. Ziarah Yubileum Kuria, Komisi dan Panitia Yubileum KAM

    Pada tanggal 19 Desember 2025, seluruh karyawan dan staf Kuria serta Komisi Keuskupan Agung Medan, termasuk Panitia Yubileum KAM, melaksanakan ziarah ke pintu suci Gereja Katedral Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda yang berlokasi di Jl. Pemuda 1, Medan. Sehari sebelumnya, semua peserta menerima rahmat pengampunan Tuhan melalui rekonsiliasi dalam Sakramen Tobat. Peziarahan diawali dengan doa bersama di Gedung Catholic Center serta peserta dibekali dengan tongkat untuk berjalan menuju Gereja Katedral. Perjalanan selama sekitar satu jam ini menunjukkan Gereja yang sedang berziarah menuju Kerajaan Allah. Tanpa teriakan atau kerumunan yang mengganggu lalu lintas, perjalanan iman untuk memperoleh indulgensi penuh memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi peserta. Sinodalitas, yang menggambarkan Gereja yang berjalan bersama, terlihat jelas dalam langkah-langkah mantap yang mengantarkan seluruh peserta menuju porta sancta, pintu rahmat, dan pintu pengampunan yang merupakan simbol kasih Tuhan yang terbuka lebar dalam Tahun Yubileum Pengharapan.

    Ekspresi para imam, suster, frater, dan umat awam yang mendambakan pengampunan dari konsekuensi dosa, mereka sangat terlihat bersinar saat tiba di tujuan. Keringat yang mengalir merupakan tanda kesungguhan untuk memperoleh rahmat istimewa ini. Setelah beristirahat sejenak, dalam suasana hening, para peserta memasuki pintu suci dengan mengucapkan doa yang telah dipersiapkan. Keempat langkah yang ditetapkan untuk memperoleh indulgensi penuh dituntaskan dengan perayaan Ekaristi Yubileum yang dipimpin langsung oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Dalam khotbah yang penuh semangat, Bapa Uskup menekankan bahwa memasuki porta sancta adalah simbol pertobatan, keinginan untuk diperbarui, dan kesiapan untuk diutus kembali sebagai saksi harapan di dunia. Harapan tidak akan mengecewakan karena kasih Tuhan telah dicurahkan ke dalam hati. Peziarahan rohani ini menegaskan panggilan Gereja untuk terus melangkah dalam iman, setia dalam pelayanan, dan mantap dalam harapan.

    20/12/2025
    2. Tahbisan Imam Diosesan KAM

    Sukacita umat Keuskupan Agung Medan, khususnya umat Paroki Gembala Yang Baik Lubuk Pakam, meluap dalam perayaan Tahbisan Imam baru pada 20 Desember 2025. Ribuan umat yang memenuhi tempat perayaan di Paroki Lubuk Pakam turut berdoa untuk penahbisan enam Imam Diosesan yang baru. Cuaca yang cerah menampakkan sukacita alam ciptaan dalam menyediakan dirinya sebagai momen terbaik bagi perayaan Ekaristi Tahbisan Imam yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap.

    Mereka yang dipilih untuk tugas pelayanan imamat ialah RD. Chrystian Loudry Malau (Paroki Lubuk Pakam), RD. Imanuel Purba (Paroki Saribudolok), RD. Karyanto. W. Y. Simangunsong (Paroki Aek Nabara), RD. Reza Vanianta Ginting (Paroki Lawe Desky), RD. Sandarut Paulus Tambunan (Paroki Tarutung) dan RD. Sumardiono Sihombing (Paroki Cibinong, Keuskupan Bogor). Semoga mereka semua menjadi imam yang berbau domba. Semoga mereka menjadi tanda kehadiran Allah di tengah-tengah umat melalui pelayanan kasih yang dijalankan dengan hati suci. Semoga mereka mengenakan pakaian kesucian dan seluruh umat dipenuhi sorak-sorai. Proficiat!

    22/12/2025
    3. Audiensi DPU Suster KYM

    Pada tanggal 22 Desember 2025, DPU Suster Kongregasi KYM didampingi oleh RD. Hamjani Simbolon sebagai Moderator, bertatap muka dengan dengan Bapa Uskup dalam rangka audiensi tahunan di Gedung Catholic Center Medan. Lebih dari pada sekedar laporan, kunjungan ini menyatakan sinodalitas kongregasi KYM dengan Bapa Uskup sebagai gembala di Keuskupan Agung Medan. Audiensi ini juga sebagai tanda nyata ketaatan kongregasi dan kerinduan para puteri untuk berbicara kepada bapanya.

    Perjumpaan sinodal yang penuh kehangatan ini menjadi kesempatan Pimpinan Umum Kongregasi KYM, Sr. Maria Caroline Naibaho KYM, untuk meminta nasehat dan arahan dari Bapa Uskup sebagai tanggapan atas laporan perjalanan Kongregasi KYM selama 2025. Bapa Uskup mengapresiasi kesetiaan suster KYM yang berpartisipasi aktif menjalankan misi Gereja dengan menyediakan tenaga-tenaga pastoral yang dibutuhkan oleh keuskupan. Bapa Uskup mengharapkan supaya Kongregasi KYM semakin setia menghayati spiritualitas kongregasi dan tetap sadar bahwa Kongregasi adalah bagian dari dan mengabdi sepenuhnya kepada Gereja. Semoga Kongregasi KYM semakin mengakarkan diri pada kharisma kongregasi, sehingga hidup dan karya kasih para suster KYM sungguh-sungguh dinikmati oleh umat beriman. Vikep Pro Religius KAM yang turut hadir dalam audiensi ini mengingatkan para suster akan statusnya sebagai kongregasi diosesan yang wajib menyediakan lagi tenaga-tenaga pastoral yang dimintakan oleh Bapa Uskup. Tetaplah berkobar.

    23/12/2025
    4. Aksi Solidaritas Kuria, Komisi, Pegawai dan Relawan KAM di Aceh Tamiang

    Pada tanggal 23 Desember 2025, Bapa Uskup bersama staf Kuria, Komisi, pegawai Keuskupan Agung Medan dan sejumlah relawan melakukan aksi solidaritas ke Kabupaten Aceh Tamiang. Bapa Uskup dan rombongan menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Medan membawa bantuan sembako serta menyediakan diri untuk bekerja membersihkan rumah dan sekolah yang terdampak banjir bandang. Setibanya di Posko Kecamatan Bandar Pusaka, rombongan relawan Keuskupan Agung Medan bergandengan tangan menurunkan bantuan yang telah dipersiapkan dengan penuh kasih. Bapa Uskup secara langsung menyerahkan bantuan kepada kepala desa setempat sebagai wujud kepedulian Gereja yang nyata kepada siapa saja yang sedang mengalami kesulitan.

    Wilayah ini dihuni oleh pemeluk Agama Islam, tak ada seorang pun umat Katolik. Namun dari situ, Gereja hendak menunjukkan bahwa pelayanan kasih tidak mengenal perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan. Kegiatan karitatif ini sungguh menghadirkan wajah Gereja Katolik yang inklusif dan terbuka bagi semuanya. Makan siang yang disediakan oleh Kepala Desa bagi rombongan Keuskupan yang bekerja sama dengan Universitas Samudera sungguh menambah suasana persaudaraan yang peduli dan hangat. Semoga semangat persaudaraan semakin dialami dalam setiap peristiwa kehidupan.

    28/12/2025
    5. Penutupan Tahun Yubileum 2025

    Sejak dibuka pada tanggal 28 Desember 2024, Pintu Suci Gereja Katedral Medan ramai dikunjungi oleh umat Keuskupan Agung Medan untuk mendapatkan indulgensi penuh yang dianugerahkan oleh Gereja. Panitia Yubileum KAM mencatat sebanyak 35.772 peziarah yang telah memasuki Porta Sancta ini. KAM sangat bersyukur atas atas antusiasme umat yang begitu tinggi untuk mendapatkan karunia rohani ini. Oleh karena itu, pada tanggal 28 Desember 2025, Bapa Uskup Agung Medan menutup Tahun Yubileum 2025 di Keuskupan Agung Medan di Gereja Katedral Medan melalui perayaan Ekaristi. Dalam perayaan agung ini, dibacakan dekret penutupan Tahun Yubileum 2025. Sebagai kenangan akan kegiatan rohani yang telah dijalankan selama tahun Yubileum 2025, Bapa Uskup menandatangani prasasti Yubileum. Uskup Agung Medan juga secara simbolis menyerahkan salib Yubileum kepada Pastor Paroki Katedral Medan sebagai peneguhan bahwa semangat Yubelium tetap hidup dan diteruskan dalam pelayanan Gereja. Bapa Uskup kemudian memukul gong sebanyak 7 kali sebagai tanda berakhirnya Tahun Yubileum 2025 di KAM.

    Porta Sancta sudah ditutup. Dikobarkan oleh rahmat indulgensi yang telah dikaruniakan, kita tetap melanjutkan pezirahan pengharapan dalam tuntunan belas kasih Tuhan. Bapa Uskup mengutus umat untuk membawa rahmat, harapan dan semangat pembaruan yang telah diterima ke dalam kehidupan sehari-hari.

    29/12/2025
    6. Bantuan Bencana dari Kementerian Agama RI

    Pada tanggal 29 Desember 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia, diwakili oleh Wakil Menteri Agama melakukan kunjungan kepada Bapa Uskup Agung Medan. Pertemuan ini menjadi ungkapan nyata kepedulian dan solidaritas negara terhadap umat yang terdampak bencana alam. Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menyerahkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Keuskupan Agung Medan. Bantuan finansial sebesar dua ratus juta rupiah diperuntukkan bagi perbaikan rumah-rumah ibadah di Keuskupan Agung Medan. Selain itu, disalurkan pula bantuan 100 juta rupiah untuk wilayah Provinsi Aceh, dan Rp. 1,7 miliar bagi wilayah Sibolga - Tapanuli Tengah.

    Bapa Uskup Agung Medan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan, perbaikan rumah ibadah serta penguatan harapan umat yang tengah berjuang bangkit dari situasi bencana. Pertemuan ini menampakkan semangat kebersamaan, gotong royong dan kehadiran negara di tengah masyarakat lintas iman yang sedang mengalami masa sulit, khususnya menjelang akhir tahun 2025.

    7. Launching Berbakti KAM 08/1/2026

    Pada tanggal 8 Januari 2026, pukul 18.00 – 22.00 WIB, bertempat di Regale International Convention Center Medan, Keuskupan Agung Medan mengadakan acara launching Berbakti KAM yang dihadiri oleh ratusan hadirin yang terdiri dari pengurus Yayasan Berbakti KAM, pengurus Yayasan Pendidikan di KAM dan pengusaha Katolik yang menjadi donatur bagi lembaga karitatif ini. Acara yang mengusung tema, Diakonia Kasih Dalam Gereja Yang Berjalan Bersama ini memperkenalkan Berbakti KAM sebagai Badan Penerima Sumbangan dan Bantuan Amal Keagamaan Katolik Keuskupan Agung Medan yang didirikan oleh Uskup Agung Medan dengan Akte Notaris No 11 tertanggal 12 Agustus 2025. Lembaga Penerima Sumbangan Keagamaan (LPSK) ini Disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan – Kementerian Agama Perdirjen Bimas Katolik No. 186 tahun 2025 dan Kementerian Keuangan Perdirjen Pajak No. PER-22/PJ/2025.

    BERBAKTI KAM sebagai LPSK agama Katolik nomor dua setelah BAKKAT KAJ, memiliki visi Menjadikan Umat Allah sadar untuk memberikan amal kasih dari penghasilannya. Visi ini ditempuh dengan kegiatan menghimpun dan mengelola sumbangan pemeluk Agama Katolik yang dapat mengurangi pajak penghasilan pribadi dari perorangan maupun pajak badan dan menyalurkan sumbangan dana kepada umat yang membutuhkan agar setiap orang dapat hidup sesuai martabatnya sebagai manusia. Pada acara lanching ini, langsung diperkenalkan beberapa akun yang bisa dikunjungi untuk memberikan sumbangan secara online. IG: @berbaktikam; Website: berbaktikam.com. RD. Fernandus Saragih sebagai direktur eksekutif BERBAKTI KAM menerangkan dengan jelas langkah-langkah untuk memberikan sumbangan sebagaimana tertera dalam situs yang telah diciptakan. Mari berbagi kasih melalui badan amal ini.

    8. Ekaristi Pembukaan Sinode Diosesan VII KAM 09/1/2026

    Pada tanggal 9 Januari 2026, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap secara resmi membuka Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Medan. Dalam perayaan ini, dekret pembukaan Sinode Diosesan VII KAM dibacakan, lilin Sinode dinyalakan, Gong dipukul dan pohon Kalpataru sebagai lambang Sinode yang akan berkembang subur dan kokoh diberkati. Dengan pembukaan ini, seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun, agenda dan vademecum dinyatakan mulai berlaku. Setelah homili, Bapa Uskup melantik anggota kanonis Sinode yang berjumlah 152 orang. Sinode Diosesan VII KAM yang bertema ‘Gereja KAM berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan,’ akan berlangsung hingga tahun 2027. Seluruh umat Allah diajak untuk memasuki semangat Gereja yang berjalan bersama, sebuah peziarahan iman yang menekankan kesediaan untuk saling mendengarkan, meneguhkan satu sama lain dan mewartakan Injil di tengah dunia. Melalui proses Sinode, Gereja Keuskupan Agung Medan diteguhkan untuk melangkah bersama sebagai satu tubuh, membuka hati terhadap bisikan Roh Kudus, serta berani mengambil bagian dalam perutusan Gereja universal.

    Sinode Diosesan VII KAM adalah momen pembaruan Pastoral agar Gereja semakin setia pada panggilannya. Bapa Uskup mengingatkan kembali bahwa Sinode bukan sekedar pelaksanaan sidang-sidang untuk membahas dan menghasilkan rumusan teologis serta dokumen-dokumen resmi. Sinode menghadirkan secara lebih nyata Gereja sebagai persekutuan yang mendengarkan dan berjalan bersama. Kegiatan mendengarkan pada acara pembukaan ini dipraktekkan dalam acara Takshow yang menghadirkan lima orang narasumber yang mewakili berbagai profesi, termasuk difabel. Mereka mengungkapkan pengalaman sukacita dan duka atau luka yang mereka alami dalam pergulatan iman. Selamat bersinode.

    9. Kunjungan Sr. Kapusin Maria Rubatto ke kuria KAM 13/1/2026

    Pada tanggal 13 Januari 2026, Bapa Uskup menerima kunjungan Sr. Weini SCMR dan Sr. Beatrice SCMR dari kongregasi suster-suster Kapusin Maria Rubatto yang hidup dan berkarya di Kuasi Paroki Simallopuk. Menanggapi deportasi kedua suster SCMR pada akhir tahun 2025, Sr Weini, berkebangsaan Eriteria, diutus oleh kongregasi khusus untuk menemani Sr. Beatrice selama dua bulan di Simallopuk. Meskipun tidak mampu sama sekali berbahasa Indonesia, dia menyemangati Sr. Beatrice untuk tetap tekun melanjutkan misi kongregasi di Keuskupan Agung Medan. Sebagai bapa, Mgr. Kornelius Sipayung menyambut kedatangan suster ini yang ingin pamitan untuk pulang ke negeranya setelah visanya berakhir. Sukacita mereka berjuang mempelajari budaya dan bahasa di Simallopuk diteguhkan oleh Bapa Uskup dengan kata-kata penyemangatan dan pemberian berkat khusus. Selamat jalan Sr. Weini, selamat melanjutkan karya Sr. Beatrice SCMR.

    Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCap
    Kanselarius Keuskupan Agung Medan

    Kuasi Paroki Pangaribuan

    Pelindung Santo Yohanes Maria Vianney
    Buku Paroki Sejak 24 Februari 2026 yang sebelumnya bergabung dengan Paroki Santa Maria Tarutung, sesuai dengan SK Uskup KAM No: 145/PAR/PGB/KA/II/'26
    Meliputi Wilayah Sekitar Kabupaten Tapanuli Utara (Kec. Pangaribuan, Sipahutar, Garoga dan Siatas Barita) Provinsi Sumatera Utara
    Alamat Jl. Garoga - Lumban Sormin, Kec. Pangaribuan, Kab. Tapanuli Utara, Sumatera Utara
    HP / WA -
    Email -
    Jumlah Umat 678 KK & 3.176 Jiwa (per Februari 2026)
    Jumlah Stasi 19
    Administrator Kuasi Paroki RD. Ronal Sitanggang 06 Maret 1987
    Vikaris Parokial RD. Karyanto Waldo Yulianus Simangunsong 09 Januari 1997
    Gereja Stasi
    1) Lumban Sormin, St. Petrus dan Paulus 11) Panjaitan, St. Fidelis
    2) Parsorminan, St. Maria Ratu Damai 12) Lobu Tolong, St. Albertus Agung Magnius
    3) Sibingke, St. Ignatius 13) Lumban Julu, St. Paulus
    4) Parsibarungan, St. Barnabas 14) Sidagal, St. Felix
    5) Rahut Bosi, St. Paulus 15) Gonting Pege, St. Paskalis
    6) Sigotom, St. Petrus 16) Garoga, St. Maria
    7) Sitarindak, St. Laurentius 17) Dano Horbo, St. Elisabeth
    8) Sipahutar, St. Theresia dari Avila 18) Parinsoran, St. Maria Ratu Rosari
    9) Silima Bahal, St. Monika 19) Sibalanga, St. Yustinus
    10) Silitonga, St. Maria Ratu Para Malaikat