Senin, Februari 16, 2026
Lainnya
    Beranda blog Halaman 14

    Peresmian Kuasi Paroki Kota Pinang

    0
    Minggu, 9 Oktober 2022 adalah hari bersejarah bagi Paroki Aek Nabara, khususnya untuk Kota Pinang. Bapa Uskup mempromulgasikan pendirian Kuasi Paroki St. Yosep. Kuasi Paroki ini ketika didirikan, 4 Oktober 2022, terdiri dari 14 stasi, 491 Kepala Keluarga, sama dengan 2.152 jiwa.  Perayaan inagurasi cukup meriah dihadiri oleh umat dan wakil Pemerintah. Kuasi Paroki ini dipercayakan kepada penggembalaan Ordo Kapusin Provinsi Medan dengan Pastor Kuasi perdana ialah RP. Leonardo M. Aritonang OFMCap. Proficiat! Semoga dengan semakin dekatnya Gembala dengan umat, pelayanan pastoral semakin terpenuhi.  

    Paroki Pulo Brayan Bengkel

    Pelindung

    :

    Santo Paulus

    Buku Paroki

    :

    Sejak 27 Juli 2022. Sebelumnya bergabung dengan Paroki Medan Katedral.

    Alamat

    :

    Jl. Asrama No. 11, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan - 20241

    Telp.

    :

    0821-6181-6165

    Email

    :

    [email protected]

    Jumlah Umat

    :

    432 KK / 1.878 jiwa
    (data Biduk per 05/02/2024)

    Jumlah Stasi

    :

    1

     01. St. Faustina – Labuhan Deli

    RP. Benny Kosasih SSCC 


    Parochus




    Media Sosial Paroki:

    Jadwal Misa

    Harian : 06.00 WIB (Senin - Jumat)
    Jumat Pertama : 19.30 WIB
    Sabtu : 19.30 WIB
    Minggu : 11.00 WIB

    Sejarah Paroki St. Paulus - Pulo Brayan Bengkel

    Gereja Katolik Stasi St. Paulus Pulo Brayan Bengkel diresmikan menjadi sebuah Stasi kegembalaan pada tanggal 28 Januari 1990 oleh Mgr. A.G Pius Datubara, OFMCap. Cikal bakal stasi ini adalah sebuah lingkungan dari Paroki St. Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Keuskupan Agung Medan, yaitu lingkungan St. Petrus (82 KK). Seiring perkembangan umat,didirikan sebuah gereja kecil (8 x 12m) di atas lahan berukuran 25 x 51 m di Jl. Asrama Pulo Brayan Bengkel oleh Pastor Hubertus Tamba, OFMCap. yang saat itu menjabat sebagai pastor paroki Katedral Medan. Diinspirasi oleh sejarah awal dan kunjungan Paus Johanes Paulus II ke Indonesia (Medan) pada tanggal 08-12 Oktober 1989, maka stasi dan gereja ini diberi nama pelindung St. Paulus. Pengurus Gereja/Dewan Pastoral Stasi yang pertama dibentuk pada tanggal 26 November 1989 dengan susunan sebagai berikut : 1) Ketua Bidang Rohani : Tiopan Rafael Manalu; 2). Ketua Bidang Jasmani : Jaridan Sinaga; 3). Sekretaris: Drs. Tamba Tua P.T Manurung; 4) Bendahara: Leo Tolona Zebua. Setelah pengurus Stasi terpilih dilanjutkan dengan pemekaran lingkungan menjadi 3, yaitu : St. Petrus (25 KK), St. Fransiskus (26 KK), St. Maria (31 KK).

    Mayoritas umat Allah bersuku Toba. Ada juga suku Nias, Suku Karo, Suku Pakpak dan Suku Simalungun. Umumnya mata pencarian umat adalah wiraswata, buruh pabrik, buruh bangunan dan pekerja part-timer, guru, ASN dan TNI-POLRI.

    Dalam perjalanan waktu, perkembangan umat terus bertambah dengan pesat. Empat tahun kemudian, atas dorongan paroki saat itu (RP. Josep Rajagukguk, OFMCap.) Gedung gereja baru pun didirikan dengan kapasitas yang lebih besar dengan permanen berukuran 13 x 25 m. Pemberkatan gereja baru dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1994 oleh Mgr. A.G Pius Datubara,OFMCap.

    Selanjutnya, agar pelayanan pastoral kepada umat semakin maksimal, maka dibawah arahan pastor paroki Katedral Medan pada saat itu, RD. Benno Ola Tage Bersama pengurus Gereja merencanakan pembangunan fasilitas pendukung, seperti aula, rumah penjaga dan kantor stasi. Dan rencana itu terwujud dengan terbangunnya aula dan ruangan-ruangan kantor pelayanan umat.

    Demi mendekatkan umat kepada Gereja dan bertumbuh dalam iman serta memaksimalkan pelayanan pastoral kepada umat beriman di wilayah ini, maka pada tanggal 06 September 2021 pihak Keuskupan membentuk Tim yang beranggotakan RD Benno Ola Tage (Vikep St. Petrus Rasul), Adiarto Y.B Hutasoit , Erni, Kristin, Niksen Simanjuntak, Manamba Sinurat dan RD Sesarius Petrus Mau (Pastor Paroki). Bersama Pastor Vikep Tim ini bekerja untuk mengasesmen Stasi St. Paulus Pulo Brayan Bengkel, Stasi St. Faustina Labuhan Deli dan Calon Stasi St. Yosep Mabar sebagai persiapan pembentukan paroki yang baru. Pada awal tahun 2022 hasil kerja Tim Asesmen disampaikan kepada pihak Keuskupan Agung Medan. Syukur dan Puji Tuhan, pada bulan April 2022 hasil kerja Tim Asesmen mendapar tanggapan Positif. Dalam rangkaian kegiatan pengudusan imam, Bapak Uskup menginformasikan pembentukan paroki yang baru di wilayah ini. Dan sebagai tindak lanjutnya, pada tanggal 01 Mei 2022 dikeluarkan Surat Keputusan Penempatan Imam-imam dari Kongregasi SS.CC untuk melayani paroki yang baru.

    Mendapat mandate dari Bapa Uskup tersebut, maka Tarekat SS.CC segera mengutus anggotanya RP. Nikolaus Bot Syura, SS.CC dan RP. Lukas Taruna Boy Sitepu, SS.CC untuk, Bersama Panitia Pembangunan/Renovasi dan umat, segera mempersiapkan segala sesuatu untuk peresmian Stasi ini menjadi sebuah Paroki Mandiri.

    Peresmian status paroki ini dilakukan pada tanggal 27 Juli 2022, dalam sebuah misa konselebrasi Bapa Uskup Bersama para imam KAM karena pada saat itu ditahbiskan juga enam imam baru dari tarekat SS.CC. Saat itu juga dilantik Pastor Nikolaus Bot Syura, SS.CC sebagai parochus dan Pastor Mathias Seru Ujan, SS.CC menjadi Vicar.

    Adapun wilayah paroki ini memiliki satu stasi, Santa Faustina di daerah Labuhan Deli dan satu calon stasi lagi di daerah Mabar. Rencana selanjutnya adalah untuk membangun sarana peribadatan di Mabar.

    Lokasi Paroki :

    Sejarah KAM

    0

    Panorama Singkat
    Keuskupan Agung Medan

    Logo-SJ

    I. Masa Perintis

    Misi gereja Katolik di Keuskupan Agung Medan (KAM), tidak bisa dilepaskan dari misi di Bangka dan di Borneo. Tahun 1873 bisa dikatakan awal kehadiran Gereja Katolik di Sumatera khususnya wilayah KAM oleh Ordo Jesuit.

    Pertama-tama dimaksudkan untuk pemeliharaan jiwa-jiwa orang Katolik yang ada di Sumatera pada masa kolonialisme. Pada masa itu pelayanan rohani ditanggungjawabi oleh imam-imam Ordo Jesuit untuk seluruh wilayah Nusantara.

    II. Masa Penyemaian

    Seluruh Indonesia terlalu luas untuk Ordo Jesuit. Maka pelayanan Umat Katolik di beberapa wilayah dipercayakan kepada ordo/tarekat lain. Tahun 1911 penggembalaan di seluruh Sumatera diserahkan kepada Ordo Kapusin (Belanda) dengan Prefek Apostolik pertama Mgr. Liberatus Cluts, OFMCap. Dengan kedatangan Ordo Kapusin pertama, pelayanan semakin terorganisir.

    Picture1

    Perlu dicatat bahwa pelayanan awal ini hanya ditujukan kepada orang Katolik Belanda. Misi, dalam arti sebenarnya, untuk mewartakan injil kepada penduduk pribumi belum dapat diwujudkan karena adanya peraturan artikel 123 yang melarang misi agama lain kalau sudah ada agama tertentu (Protestan) di tempat itu. Mgr. Liberatus Cluts,OFMCap menjabat tahun 1912-1921.

    Picture2

    III. Masa Pertumbuhan

    Pada tanggal 11 April 1921 Mgr. Mathias Brans diangkat menjadi Superior Regularis Kapusin Sumatera dan pada tanggal 23 April 1921 diangkat menjadi Prefek Apostolik Sumatera untuk menggantikan Mgr. Liberatus Cluts.
    Pada tahun 1941 Roma memutuskan untuk memindahkan tahkta Vikariat Apostolik dari Padang ke Medan. Keputusan itu baru dapat diumumkan dan dilaksanakan sesudah perang dunia II selesai.

    Mgr. Brans pindah dari Padang ke Medan pada tanggal 3 Januari 1946. Pada tahun 1955 Ferrerius van den Hurk diangkat menjadi pimpinan Vikariat Apostolik menggantikan Mgr. Mathias Brans. Mgr. Brans menjabat dari tahun 1921- 1955.

    IV. Masa Pematangan

    Pada tahun 1955 Mgr. Antonius Ferrerius van den Hurk diangkat menjadi pimpinan Vikariat Apostolik menggantikan Mgr. Mathias Brans. Pada tahun 1961 Hirarki Indonesia resmi didirikan. Vikariat Apostolik Medan menjadi Keuskupan Agung Medan. Harapannya adalah Gereja Indonesia menjadi dewasa dan mandiri. Mgr. Antonius Ferrerius van den Hurk menjabat dari tahun 1955-1976.

    Picture3
    Mgr._Alfred_Gonti_Pius_Datubara,_O.F.M.Cap

    V. Masa Penataan

    Tahun 1964 Pastor Batak pertama ditahbiskan, yakni Pastor Alfred Gonti Pius Datubara, OFMCap. Pada tahun 1976 pucuk pimpinan Keuskupan Agung Medan diserahkan kepada Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFMCap. Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFMCap menjabat dari tahun 1976-2009

    VI. Masa Penataan Lebih Lanjut

    Pada hari Minggu, 22 Februari 2009 jabatan Uskup Keuskupan Agung Medan resmi diserahkan kepada Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFMCap, setelah menjabat Uskup Koajutor di KAM. Sebelumnya beliau adalah Uskup Sibolga sejak 24 Oktober 1980. Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap menjabat dari tahun 2009-2019

    Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap-1
    Foto_Resmi_Mgr._Kornelius_Sipayung_OFMCap

    V. Masa Pengembangan Lebih Lanjut

    Tanggal 8 Desember 2018, RP. Kornelius Sipayung, OFMCap ditunjuk oleh Tahta Suci menjadi Uskup Agung Metropolitan Medan dan ditahbiskan menjadi Uskup Agung Medan, 02 Februari 2019. Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap menjabat dari tahun 2019 - sekarang.

    Picture7

    TAREKAT HIDUP BAKTI Di KAM

    NoNama LengkapTahun Masuk ke KAM
    1Societas Jesu (Serikat Yesus) (SJ)
    1873
    2Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum (Ordo Saudara Dina Kapusin) (OFMCap)
    1911
    3Kongregasi Suster-Suster Dina S. Fransiskus (Congregatie Zusters Franciscanessen Van Dangen) (SFD)1923
    4Fransciscanessen van de H. Elisabeth (Kongregasi Fransiskanes Santa Elisabet) (FSE)1925
    5Congregatio Matris Misericordiae (Kongregasi Frater St. Maria Bunda Yang Berbelaskasih) (CMM)1927
    6Fransiscanae Cordis Jesu et Mariae (Putri-Putri Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria) (FCJM)1930
    7Kongregasi Suster S. Yosef (KSSY)1931
    8Suster-suster Cintakasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM)1933
    9Congregatio Discipulorum Domini (Kongregasi Murid-murid Tuhan) (CDD)1949 (2007)
    10Kongregasi Suster Fransiskanes S. Lusia (KSFL)1954
    11Broeders van Onze Lieve Vrouw van Lourdes (Kongregasi Bruder Budi Mulia) (BM)1959
    12Ordo Carmelitarum (Ordo Fratrum Beatissimae Mariae Virgins de Monte Carmelo – Ordo Para Saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel) (O.Carm)1965
    13Ordo Fratrum Minorum Conventualium (Ordo Saudara Dina Konventual) (OFMConv)1968
    14Sororum Caritatis a Nostra Domina Matre Misericordiae (Kongregasi Suster-suster Cintakasih dari Maria Bunda Berbelaskasihan) (SCMM)1968
    15Societas Sancti Francisci Xaverii (Serikat Misionaris S. Fransiskus Xaverius) (SX)1978
    16Institut Sekular Santa Maria1978
    17Ordo Clarissarum Capuccinarum (Ordo Klaris Kapusin) (OSCCap)1992
    18Societas Verbi Divini (Serikat Sabda Allah) (SVD)1995
    19Putri Karmel (P.Karm)1997
    20Ordo Sancti Francisci (Ordo Suster-Suster St. Fransiskus) (OSF)1997
    21Ordo Sanctae Crucis (Ordo Salib Suci) (OSC)1997
    22Hermanas de La Virgen Maria del Monte Carmelo (Para Saudari Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel) (H. CARM)2000
    23Cardis Mariae Filii (Kongregasi Misionaris Claretian) (CMF)2003
    24Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA)2004
    25Istituto Figlie Di S. Anna (Puteri-Puteri Santa Anna) (FSA)2006
    26Congregazione Suore Francescane Missionarie Di Asisi (Suster Fransiskan Misioner dari Assisi) (SFMA)2006
    27Crucified Adorer Sisters of the Eucharist (Kongregasi Suster-suster Adorasi dan Pembakti Ekaristi) (CAE)2006
    28Carmelitae Sancti Eliae (CSE)2007
    29Suster Oblate Santo Fransiskus Saverius (SOSFS)2012
    30Sacrorum Cordium Jesu et Mariae (Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria) (SS.CC)2012
    31Ordo Carmelitarum Discalceatorum (Ordo Karmelit Tak Berkasut) (OCD)2018
    32Kongregasi Sacre-Coeur de Jesus (Imam-Imam Hati Kudus Yesus) (SCJ)2023
    33Kongregasi Suster Hari Kudus Yesus dan Maria (SSCC)2023
    34Kongregasi Suster Kapusin Maria Rubatto (CSMR)2024

    Komisi Kesehatan

    0
    Gedung Catholic Center Christosophia, Lantai 3, Jl. Mataram No.21, Kel. Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan 20152, Sumatera Utara – Indonesia
    Br. Amos Ginting OFMCap
    0813-7032-4938

    HUT Tahbisan Episkopal ke- 3 Mgr Kornelius Sipayung

    0
    Selamat Ulang Tahun Tahbisan Episkopal ke- 3, untuk Bapa Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Tuhan senantiasa menyertai Bapa Uskup dalam setiap pelayanan dan karya yang dilakukan bagi umat di Keuskupan Agung Medan. Deus Meus et Omnia.

    Pesan Bapa Uskup Mgr. Kornelius Sipayung dalam Diskusi Virtual Kekerasan Seksual

    0
    Pesan Bapa Uskup Mgr. Kornelius Sipayung dalam Diskusi Virtual Kekerasan Seksual pada Jumat (9 Juli 2021), selaku Moderator Sekretariat Gender& Pemberdayaan Perempuan KWI

    Pemenang Lomba Video Profil Paroki Keuskupan Agung Medan

    0
    Berikut ini kami lampirkan Daftar Pemenang Lomba Video Profil Paroki Keuskupan Agung Medan 2020. Kami mengucapkan terima kasih kepada Paroki-paroki, atas partisipasi dan kerja keras dalam membuat video profil paroki ini. Kami selaku panitia meminta maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan. Terima kasih.  

    Hormat kami,

    Panitia

    PEMENANG VIDEO PROFIL PAROKI

    KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

    Kategori Video Pendek

    No. Posisi Nama Paroki Kategori Video Total Nilai
    1. Juara I PemSi 4 Tanah Jawa Video pendek 933
    2. Juara II Med. Pad. Bulan Video pendek 902
    3. Juara III Med. Timur Video pendek 896
    4. Harapan I PemSi 0 Jl. Medan Video pendek 864
    5. Harapan II Salak Video pendek 862
    6. Harapan III Balige Video pendek 858
    7. Harapan IV Sei Rampah (K) Video pendek 850
    8. Harapan V Med. Hay. Wuruk Video pendek 844
    9. Harapan VI Sidikalang Video pendek 816
    10. Harapan VII Tebing Tinggi Video pendek 797
    11. Harapan VIII Kisaran Video pendek 795
    12. Harapan IX Med. Tanj. Selamat Video pendek 790
    13. Harapan X PemSi 3 Jl. Bali Video pendek 788
     

    PEMENANG VIDEO PROFIL PAROKI

    KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

    Kategori Video Panjang

    No. Posisi Nama Paroki Kategori Video Total Nilai
    1. Juara I PemSi 4 Tanah Jawa Video panjang 954
    2. Juara II PemSi 0 Jl. Medan Video panjang 936
    3. Juara III Med. Pad. Bulan Video panjang 916
    4. Harapan I Med. Timur Video panjang 908
    5. Harapan II PemSi 3 Jl. Bali Video panjang 885
    6. Harapan III Balige Video panjang 880
    7. Harapan IV Med. Katedral Video panjang 878
    8. Harapan V Tomok Simanindo Video panjang 876
    9. Harapan VI Salak Video panjang 875
    10. Harapan VII Med. Hay. Wuruk Video panjang 870
    11. Harapan VIII Tiga Nderket (K) Video panjang 863
    12. Harapan IX Tiga Dolok Video panjang 846
    13. Harapan X Aek Kanopan Video panjang 844
     

    Ketua Dewan Juri

                                                                               RP. Frans Borta Rumapea, O.Carm
     

    Video Profil Paroki Pematangsiantar Tanah Jawa (Juara Ke-1 Lomba Video Profil KAM, Kategori Video Panjang)

    0
    Pada abad 19 yakni tahun 1912 saat Belanda menguasai Nusantara, para missionaris Kapusin diberi izin untuk melakukan misinya, di pulau Sumatera yakni menjadi tempat misi yang pertama di daerah Padang, dan tempat misi yang kedua adalah Medan. Misi katolik baru resmi terjadi, tahun 1928 di Sibolga, kemudian meluas ke daerah Pematangsiantar yakni Jl. Sibolga, sebagai pusat misi oleh P. Aurelius Kerkers. Perjalanan misi pun berjalan, hingga ke wilayah Simalungun. Tanah Jawa merupakan bagian dari Jl. Sibolga, dan tercatat sebagai salah satu stasi sejak 11 November 1934. Dalam kurun waktu tahun 1934 sampai tahun 1940 beberapa komunitas katolik sudah ditemukan, yakni Marjanji Asih, Bosar Galugur, Cinta Raja Tanah Jawa, Maligas Tongah, dan Buntu Turunan. Inilah yang menjadi stasi-stasi awal di Tanah Jawa. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1986 terdapat 21 stasi yang disebut sebagai Pematangsiantar luar kota yakni Rintis V, Balimbingan, Tanah Jawa, Lumban Gorat, Nagojor, Pulo Bayu, Bosar Galugur, Pokan Baru, Jawa Tongah, Simpang Tonduhan, Buntu Turunan, Bagot Puloan, Silobosar, Rondang, Pardomuan Nauli, Huluan Nauli, Karang Mulia, Aek Bontar, Tangga Batu, Marjanji Asih, Maligas Tongah). Stasi-stasi inilah yang disebut dengan Rayon Tanah Jawa. P. Hyginus Silaen, memulai pelayanannya pada tanggal 01 Desember 1986, saat itu kantor belum ada, sehingga masih menggunakan pekarangan bebas, yang sudah dimiliki sejak tahun 1933, yang sekarang telah menjadi kompleks Gereja Paroki. 11 orang yang di babtis dari stasi Huluan Nauli, mengawali pencatatan Buku Babtis Pertama. Pada tahun 1989, berdasarkan SK Uskup Agung Medan No. 224/H/KA/1989, tentang Pemindahan stasi dari wilayah Kisaran, yakni stasi-stasi Emplasmen, Huta Kalapa, dan Sei Kopas, masuk ke wilayah Tanah Jawa. Pada masa penggembalaan P. Dominikus Situmorang, OFM.Cap, salah satu stasi di wilayah Paroki Perdagangan, yakni stasi St. Yohanes Tanjungan, pindah menjadi bagian pelayanan Paroki Kristus Raja Tanah Jawa. Hal ini dikarenakan, letaknya terlalu jauh dari paroki, sehingga pelayanan menjadi kurang efektif. ( Berdasarkan SK No. 246/65/KA/2005 ) Ada perayaan tahunan paroki, yang rutin dirayakan setiap tahunnya, yakni Pesta Kristus Raja. Selain sebagai perayaan penutupan tahun liturgi, Kristus Raja merupakan pelindung paroki yang dirayakan bersama umat, menunjukkan kesatuan iman, harapan, dan kasih, sebagai sesama umat di paroki Kristus Raja Tanah Jawa. Berbagai kegiatan-kegiatan lomba memeriah pesta tersebut. Dalam kurun waktu 25 tahun lamanya, pada tanggal 20 November 2011, rasa syukur ini diwujudkan dengan merayakan pesta perak paroki, tepatnya pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Paroki Kristus Raja Tanah Jawa, sudah memiliki Pastoran, aula, wisma, dan gereja, meski pun dalam ukuran kecil. Pada waktu itu jugalah diadakan Peletakan Batu Pertama Gereja Paroki, yang dipimpin oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFM. Cap. Kemeriahan pesta semakin bertambah, dengan ditampilkannya berbagai kegiatan lomba, setelah perayaan ekaristi selesai. Seiring berjalannya pembangunan gereja paroki, pada tanggal 23 November 2014, pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam, diadakan peletakan batu pertama Pastoran, yang dipimpin oleh Vikjen Pastor Emmanuel Sembiring. Berkat kekompakan umat dalam bergotong royong, dan keterbukaan memberi sumbangan, pembangunan gereja paroki dan pastoran dapat diselesaikan. Pada tanggal 28 Juni 2015, gereja paroki didedikasikan kepada Kristus Raja Semesta Alam oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga dan pemberkatan pastoran berlangsung pada waktu yang sama. Selama 86 tahun kapusin melayani di wilayah Paroki Kristus Raja Tanah Jawa, pada tanggal 30 Juni 2019, melalui Dekrit Uskup KAM No. 365/Par/PS.TJ/KA/VI/’19, tentang Pergantian Penggembalaan, dari Ordo Kapusin Provinsi Medan, kepada Imam Diosesan KAM, Uskup Agung Medan secara resmi menarik iurisdiksi penggembalaan dan sekaligus dilaksanakan Pelantikan Pastor Paroki baru. Pada saat itu Pastor Yosafat Ivo Sinaga, OFM. Cap. dan Pastor Sirillus Manalu, OFM. Cap, hadir dari Dewan Provinsial Ordo Kapusin Medan, Pastor Frans Borta Rumapea, O Carm, Kanselarium KAM dari pihak Keuskupan Agung Medan. Paroki Kristus Raja Tanah jawa, terletak 19 km dari kotamadya Pematang Siantar, dengan batas wilayah, di sebelah selatan berbatasan dengan paroki Jl. Sibolga Pematang Siantar, di sebelah utara berbatasan dengan paroki Perdagangan, di sebelah timur berbatasan dengan paroki Kisaran. Wilayah paroki, meliputi 2 kabupaten, dan 4 kecamatan, yakni kabupaten Asahan dan kabupaten Simalungun, kecamatan Tanah Jawa, kecamatan Huta Bayu Raja, kecamatan Hatonduhan, kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, dan kecamatan Pasir Mandoge. Dari data BIDUK tahun 2020, umat di paroki Kristus Raja Tanah Jawa, berjumlah 4630 orang, 1076 KK. Pada umumnya, mata pencaharian umat adalah bertani. #VIDEOPROFILPAROKIKAM2020 #PROFILPAROKISEKAM