CC - PPU PEMATANGSIANTAR, 19 - 22 JANUARI 2026
Pengantar
Temu Pastoral Uskup, Kuria, dan Pimpinan Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan (TEPAS) dilaksanakan pada 19–22 Januari 2026 di CC–PPU Pematangsiantar. Pertemuan ini dihadiri oleh Bapa Uskup, Kuria KAM, serta para pimpinan/perwakilan tarekat religius dan sekular yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Medan yang hadir 77 orang. Pertemuan dibuka oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap yang menegaskan bahwa Tarekat Hidup Bakti adalah bagian integral dari Gereja dan dipanggil untuk berjalan bersama dalam semangat sinodalitas, memperbarui relasi dengan Gereja lokal, serta menghidupi kembali karisma pendiri dalam pelayanan pastoral yang kolaboratif dan transformatif.
TEPAS 2026 mengangkat tema: “Gereja KAM Berjalan Bersama dalam Iman dan Aksi, Berkomitmen pada Kaderisasi, Lingkungan Hidup, dan Martabat Manusia.” Melalui proses mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan, pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat kerja sama antara keuskupan dan tarekat hidup bakti, serta merumuskan rekomendasi dan komitmen pastoral bersama bagi pelayanan Gereja di KAM.
Tujuan TEPAS
- Mengapresiasi kerja tarekat hidup bakti di tempat karya masing-masing, yang membantu Gereja lokal dengan karisma masing-masing,
- Memupuk semangat “berjalan bersama” dengan mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan sesuai visi dan misi keuskupan tanpa mengabaikan visi dan misi tarekat masing-masing
- Mengupayakan kerjasama lintas tarekat dalam karya pastoral parokial, pendidikan, kesehatan, asrama, dll
- Menerjemahkan rekomendasi atau anjuran pastoral KAM, KWI atau Gereja Universal, misalnya kaderisasi, lingkungan hidup, TPPO, pastoral kaum muda, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya, dll. dan mengusulkan karya-karya pastoral tertentu ke KAM untuk dijadikan karya pastoral bersama.
Topik-topik TEPAS 2026
- Merawat Ciptaan, Menghidupi Iman: Ephorus Dr. Viktor Tinambunan. Menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan bagian dari iman dan tanggung jawab bersama umat beriman dalam merawat ciptaan Tuhan.
- Tarekat Hidup Bakti dalam Gereja dan Identitasnya: Sr. Alfonsine, KSFL. Menjelaskan identitas dan peran tarekat hidup bakti sebagai bentuk panggilan khusus dalam Gereja yang hidup dari karisma pendiri dan pelayanan bagi umat.
- THB dalam Kesatuan dengan Gereja: RD Sampang Tumanggor. Menekankan pentingnya kesatuan dan kerja sama antara tarekat hidup bakti dengan Gereja lokal dalam menjalankan misi pastoral.
- Laporan dan Sharing Pertemuan SAGKI 2025: RD Joseph Gultom. Menyampaikan hasil dan refleksi dari Pertemuan SAGKI 2025 sebagai bahan inspirasi dan arah pastoral bagi Gereja di KAM.
- Sinode Diosesan VII KAM dan Fokus Pastoral KAM: RP Serafin, OSC. Memaparkan arah dan fokus pastoral Keuskupan Agung Medan berdasarkan hasil Sinode Diosesan VII.
- Gambaran Wajah Gereja KAM: RP Michael Manurung, OFMCap. Menggambarkan situasi, dinamika, dan tantangan kehidupan Gereja di wilayah Keuskupan Agung Medan saat ini.
- Laporan dan Sharing Kongres Misi Penang 2025: Sr. Caroline Naibaho, KYM Menyampaikan pengalaman dan refleksi dari Kongres Misi Penang sebagai inspirasi bagi semangat misioner Gereja.
- Gerakan Peduli Lingkungan: Learn, Connect & Action: RP Stephanus Sitohang, OFMCap. Mengajak Gereja untuk belajar, membangun jejaring, dan melakukan aksi nyata dalam gerakan kepedulian terhadap lingkungan.
- Perhatian dan Aksi KAM terkait Lingkungan Hidup: RP Hilarius Kemit, OFMCap. Menjelaskan berbagai inisiatif dan langkah konkret Keuskupan Agung Medan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
- Kaderisasi dalam Gereja KAM: Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap. Menekankan pentingnya kaderisasi untuk menyiapkan generasi penerus Gereja yang beriman, kompeten, dan siap melayani.
- Peran Media Sosial dalam Pewartaan Nilai-nilai Kristiani: RD Benno Ola. Menunjukkan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana evangelisasi dan pewartaan iman.
- Pastoral Migran dan Perantau dalam Upaya Penanggulangan TPPO: RD Sesarius. Menyoroti pentingnya perhatian pastoral bagi para migran dan perantau serta upaya Gereja dalam mencegah perdagangan orang.
- Conventio Scripta: RP Joseph Lesta S. Pandia, OFMConv: Membahas pentingnya kesepakatan tertulis antara keuskupan dan tarekat dalam kerja sama karya pastoral.
- Perancangan Kurikulum Kursus Keagamaan THB Non-Imam KAM: RP Kartolo Malau,O.Carm. Menyampaikan poin-poin dan langkah-langkah penyusunan kurikulum pembinaan iman bagi anggota tarekat hidup bakti non-imam di wilayah KAM.
- Jaring Opini Kegiatan Pembinaan Formator THB dan UNIO di PPU: RD Irfantinus Tarigan. Menghimpun masukan dan refleksi terkait pembinaan para formator tarekat hidup bakti dan anggota UNIO di PPU.
Rekomendasi dan Komitmen
Berangkat dari topik yang dibicarakan dalam Temu Pastoral 2026 ini, yang merupakan buah refleksi, dialog, dan disermen bersama antara Keuskupan Agung Medan dan Tarekat Hidup Bakti yang berkarya di wilayah keuskupan. Dalam semangat sinodalitas, persekutuan, partisipasi, dan perutusan, serta merumuskan arah pastoral bersama demi menghadirkan Gereja yang semakin misioner, profetis, dan transformatif di tengah masyarakat. Maka beberapa komitmen dan rekomendasi sebagai berikut:
1. Lingkungan Hidup (Tindakan Pasca Bencana dan Ekologi Praktis)
- Realitas Pastoral Krisis ekologi merupakan tantangan serius bagi dunia dan wilayah pastoral KAM karena meningkatnya bencana banjir dan tanah longsor akhir-akhir ini. Bencana ini tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi oleh perilaku manusia karena pengelolaan sampah yang buruk, perusakan hutan, eksploitasi lahan, pembangunan yang mengabaikan keseimbangan ekologis. Maka dampaknya tidak hanya merusak secara fisik dan ekonomi, tetapi menimbulkan luka sosial, psikologis, dan spiritual yang membutuhkan pendampingan pastoral berkelanjutan. Dalam terang iman, Gereja memandang perawatan bumi sebagai tanggung jawab kepada Sang Pencipta dan bagi THB kepedulian ekologis ini menjadi wujud spiritualitas profetis yang berpihak pada kehidupan, kaum kecil, dan masa depan generasi mendatang.
- Rekomendasi Pastoral Setiap tarekat atau kongregasi diharapkan terlibat aktif dalam tanggap darurat bencana alam secara terkoordinasi dengan Keuskupan melalui bantuan logistik, medis, dan kebutuhan dasar korban, sekaligus melakukan survey dan pendataan kebutuhan, khususnya terkait tempat tinggal (rumah) yang layak, serta menggalang dukungan (jejaring donator) untuk pembangunan rumah korban. Kerasulan pastoral THB dapat diwujudkan melalui program live-in, pelayanan kesehatan, dukungan psikososial dan bimbingan rohani. THB perlu meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan tanggap bencana dan penunjukan contact person. Mengembangkan advokasi ekologis, katekese lingkungan, dan jejaring kerjasama lintas kongregasi/ lembaga yang peduli pada kelestarian ciptaan.
- Komitmen Bersama
1. THB dan KAM berjalan bersama menanggapi krisis ekologis secara sinodal dan berkelanjutan, dengan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian integral dari spiritualitas, formasi dan karya kerasulan.
2. Komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan Tim Koordinator Penanggulangan Pasca Bencana THB yang bergerak di bawah dan atas nama Keuskupan Agung Medan, melaksanakan tindakan belarasa melalui assessment kolaboratif dengan mencari, mengumpulkan, dan menguji data hingga tercapai kesepahaman mengenai motivasi dan tujuan bersama sebagai dasar aksi pastoral yang profetis.
3. Tim ini merumuskan tugas dan tanggung jawab secara jelas, antara lain melalui edukasi preventif bagi masyarakat, dukungan pembangunan rumah bagi korban bencana, serta kaderisasi anak-anak korban bencana melalui pemberian beasiswa pendidikan dan pendampingan psikologis yang berkelanjutan.
4. Penguatan gerakan ekologis Gereja, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengolahan sampah berbasis komunitas, peningkatan keterlibatan dalam Komisi JPIC Keuskupan, penggalangan dana bersama, serta pengembangan edukasi lingkungan di paroki, sekolah, dan komunitas umat.
2. Kaderisasi Awam (Membangun kader Katolik menjadi garam dan terang dunia)
- Realitas Pastoral
KAM menghadapi tantangan pastoral berupa masih terbatasnya kader awam Katolik yang siap terlibat secara aktif dan bertanggung jawab dalam bidang sosial, politik, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Situasi ini antara karena sistem kaderisasi yang terarah, berjenjang, dan berkelanjutan belum maksimal, sehingga proses regenerasi pemimpin Katolik di berbagai bidang kehidupan belum berkembang secara optimal. Dalam terang iman, Gereja menegaskan kembali panggilan setiap umat beriman sebagaimana sabda Yesus, “Kamu adalah garam dunia dan terang dunia,” mengingatkan bahwa kaum awam dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Karena itu, sebagaimana ditegaskan dalam ajaran Sosial Gereja, kaum awam mengambil bagian dalam tugas penginjilan serta pembangunan masyarakat demi terwujudnya kebaikan bersama (bonum commune). - Rekomendasi Pastoral
Memperkuat kaderisasi awam melalui program kaderisasi dan penguatan Sekretariat Komisi Kerawam Keuskupan dengan melibatkan Tarekat Hidup Bakti secara aktif serta mengembangkan database kader Katolik dari berbagai bidang pelayanan dan profesi. Proses kaderisasi dilaksanakan secara berkelanjutan melalui siklus 6P: profiling (identifikasi bibit kader), pembinaan (formasi rohani dan kepemimpinan), penguatan (dukungan pendidikan dan pelatihan), partisipasi aksi (keterlibatan sosial dan pastoral), pendampingan (mentoring berkelanjutan), dan regenerasi (kader menjadi pembina kader baru). Diselenggarakan pelatihan kader awam berjenjang bagi OMK, mahasiswa, profesional muda, dan tokoh masyarakat dengan modul yang mencakup spiritualitas awam, kepemimpinan transformatif, pendidikan politik Katolik, etika digital, dan advokasi kebaikan bersama, melalui kerjasama sinergis antara THB, paroki, sekolah Katolik, dan organisasi awam. - Komitmen Bersama
1. THB dan KAM menjadi mitra aktif Tim Kaderisasi Awam KAM dalam mengembangkan sistem kaderisasi awam yang berkelanjutan dan terstruktur, guna membentuk kader Katolik yang mampu menjadi perpanjangan tangan misi Kristus di tengah dunia.
2. Keterlibatan aktif dalam mengidentifikasi dan memperbarui database kader Katolik yang berasal dari sekolah-sekolah di bawah yayasan ordo atau kongregasi, yakni data profesi, alamat, kontak, serta proses kaderisasi meliputi identifikasi (testimoni), formasi, penguatan melalui dukungan dana, aksi pelayanan, pendampingan, dan regenerasi.
3. Bersinergi dalam menyelenggarakan pembekalan dan pelatihan kader (diklat) agar para kader tetap memiliki semangat kekatolikan sebagai garam dan terang dunia, serta mampu berkontribusi bagi kebaikan bersama (bonum commune).
4. Turut membina generasi muda Katolik agar menjadi pemimpin yang beriman dan berintegritas. Menyediakan sumber daya manusia, fasilitas, jejaring pendukung kaderisasi, mendampingi pertumbuhan rohani dan kepemimpinan kader.
5. Mendorong keterlibatan awam dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja, serta menghadirkan awam Katolik sebagai saksi iman yang membawa terang Injil bagi masyarakat.
3. Pewarta Digital dan Media Sosial (THB sebagai pewarta injil di era digital)
- Realitas Pastoral
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan membangun relasi, sekaligus membuka peluang besar bagi pewartaan Injil. Namun, dunia digital juga, menghadirkan risiko serius seperti disinformasi, penyalahgunaan media sosial, dan krisis etika digital semakin menantang komunitas religius yang belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika budaya digital. Kurangnya pedoman penggunaan media digital menimbulkan kerentanan bagi individu maupun institusi Gereja. Dalam konteks ini, Gereja memandang dunia digital sebagai medan baru evangelisasi yang harus dihadiri dengan kebijaksanaan dan tanggung jawab, di mana pewartaan digital dipanggil untuk membangun relasi otentik, menyebarkan kebenaran, dan menghadirkan kasih Kristus bagi masyarakat. - Rekomendasi Pastoral
Memperkuat pewartaan digital dengan membentuk tim komunikasi digital di setiap THB, menjalin kolaborasi aktif dengan Komisi Komsos KAM, menyelenggarakan pelatihan etika digital dan penggunaan teknologi AI secara bijaksana, menyusun pedoman penggunaan media sosial bagi anggota THB, serta mengembangkan jaringan komunikasi digital antar tarekat untuk memperluas jangkauan evangelisasi dan membangun relasi yang edukatif dan inspiratif. - Komitmen Bersama
1. THB dan KAM berkomitmen untuk menghadirkan pewartaan Injil yang kreatif, edukatif, dan bertanggung jawab di ruang digital, sambil menjaga etika dan integritas dalam penggunaan media sosial.
2. Setiap tarekat membentuk dan memberdayakan tim media sosial yang kompeten, menyusun protokol penggunaan UU ITE, serta terhubung dengan Komsos KAM untuk memperlancar konten pewartaan iman.
3. THB siap mendukung kegiatan digital Keuskupan, termasuk mengisi acara Opera Kobar KAM.
4. Kolaborasi digital THB, paroki, dan Komsos KAM dikembangkan menjadikan ruang evangelisasi yang membangun harapan, sarana pelayanan dan menampilkan kesaksian THB yang autentik melalui budaya digital.
4. Pastoral Migran dan Perantau
- Realitas Pastoral
Mobilitas manusia yang semakin tinggi menyebabkan peningkatan jumlah migran dan perantau, namun banyak dari mereka menghadapi risiko eksploitasi, perdagangan orang, dan pelanggaran martabat manusia. Korban perdagangan orang sering mengalami penderitaan fisik, psikologis, dan sosial yang mendalam, sementara kurangnya informasi dan perlindungan hukum membuat mereka semakin rentan terhadap penipuan dan eksploitasi. Dalam konteks pastoral, Gereja terpanggil untuk membela martabat manusia, melindungi yang lemah dan tertindas, serta menghadirkan belas kasih dan keadilan melalui pelayanan pastoral migran, sebagai wujud nyata misi Gereja dalam menegakkan martabat setiap orang. - Rekomendasi Pastoral
Pengembangan katekese tentang migrasi aman dan bahaya perdagangan orang, pembentukan tim pastoral migran serta tim anti-TPPO di jaringan THB dan Keuskupan, serta penguatan Forum Pastoral Migran Perantau sebagai wadah koordinasi pelayanan. Penyediaan shelter yang aman bagi korban, pengembangan kerjasama dengan pemerintah, kepolisian, dan lembaga bantuan hukum, serta penggalangan dukungan dana dan jejaring solidaritas untuk pendampingan korban menjadi langkah strategis untuk melindungi martabat migran dan perantau. - Komitmen Bersama
1. THB dan KAM berkomitmen untuk membela martabat manusia, khususnya para migran dan korban perdagangan orang, melalui pastoral migran yang profetis dan humanis.
2. Komitmen ini diwujudkan dengan mengembangkan jaringan pastoral yang kuat dan responsif, menyediakan pendampingan pastoral, sosial, dan hukum bagi korban, serta memperkuat jejaring Gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam pencegahan TPPO.
3. Mengedukasi umat tentang migrasi yang aman dan bermartabat, mengembangkan solidaritas Gereja bagi perantau dan keluarga mereka, serta menjadi suara profetis yang memperjuangkan keadilan bagi mereka yang tertindas.
5. Menjadi Komunitas Yang Berjalan Bersama (Spiritualitas sinodalitas)
- Realitas Pastoral Gereja dipanggil untuk hidup dalam semangat sinodalitas sebagai cara hidup bersama, yang menekankan persekutuan, partisipasi, dan misi bersama. Di tengah dunia modern yang terfragmentasi, Gereja diharapkan menghadirkan kesaksian persaudaraan, membangun budaya mendengar, meneguhkan dan mewartakan. Berdialog secara terbuka, melibatkan semua umat dalam kehidupan dan misi Gereja. Roh Kudus diyakini bekerja melalui dialog, disermen, dan kebersamaan, sehingga berjalan bersama menjadi panggilan mendasar Gereja di zaman ini.
- Rekomendasi Pastoral THB di Keuskupan diharapkan berpartisipasi aktif dalam proses sinodal dengan mengembangkan budaya mendengarkan dan dialog dalam komunitas Gereja, mempromosikan nilai-nilai sinodal dalam pendidikan iman, pastoral, dan media sosial, serta menyediakan pelayanan konseling iman bagi umat. Berkolaborasi dengan para imam, religius, dan awam, mengembangkan forum dialog dan refleksi pastoral bersama untuk memperkuat semangat kebersamaan dan misi sinodal.
- Komitmen Bersama
1. Membangun Gereja yang hidup dalam semangat sinodalitas dengan meneguhkan budaya dialog, kebersamaan, dan kolaborasi dalam karya pastoral.
2. Menjadi saksi persaudaraan sejati di tengah masyarakat, mendengarkan suara umat dengan hati terbuka, dan berjalan bersama sebagai umat Allah dalam perutusan, sehingga setiap langkah pastoral tercermin dari partisipasi aktif, kesatuan, dan pelayanan yang nyata.
6. Wajah Baru THB KAM (Menuju kolaborasi sinodal)
- Realitas Pastoral
Integrasi karisma religius dalam pastoral Gereja lokal saat ini masih belum optimal dan sering berkembang secara pragmatis serta sporadis. Karya pastoral THB sering berjalan sendiri-sendiri dengan koordinasi yang terbatas, sehingga potensi kolaborasi belum tercapai sepenuhnya. Gereja mendorong model relasi yang sinodal dan kolaboratif, memanggil THB untuk mengaktualisasikan karisma mereka secara kontekstual dalam dinamika pastoral Gereja lokal. Kolaborasi sinodal menjadi strategi utama untuk memperkuat misi Gereja dan menghadirkan karya pastoral yang terpadu, efektif, dan berdampak nyata bagi umat serta masyarakat. - Rekomendasi Pastoral
Mengintegrasikan karisma THB ke dalam arah pastoral Keuskupan Agung Medan, meningkatkan keterlibatan THB dalam Dewan Pastoral Paroki, dan mengembangkan karya pastoral kolaboratif lintas kongregasi. Menyelenggarakan forum dialog dan disermen pastoral antara THB dan Keuskupan, membangun program pastoral bersama di bidang pendidikan, sosial, dan evangelisasi, serta memperkuat koordinasi antara THB dan struktur pastoral Keuskupan agar kolaborasi berjalan efektif, terpadu, dan berdampak nyata bagi umat dan masyarakat. - Komitmen Bersama
1. Menghidupi karisma religius dalam konteks pastoral Keuskupan, mengembangkan kolaborasi lintas tarekat dan lembaga Gereja. Terlibat aktif dalam perutusan Gereja lokal. 2. Semangat sinodal diwujudkan melalui Conventio Scripta, penyediaan tenaga pastoral yang dibutuhkan KAM,
3. Membangun komunikasi efektif dengan THB, sehingga tercipta hubungan pastoral yang sinodal, komunikatif, dan kolaboratif.
4. Mengembangkan semangat sinodal dalam kehidupan dan karya, menghindari sikap eksklusif, serta bersama-sama membentuk wajah Gereja lokal yang misioner, sinodal, dan profetis.
Demikian rekomendasi dan komitmen ini dibuat agar mendapat perhatian kita dalam karya-karya pastoral di wilayah pastoral Keuskupan Agung Medan, demi kemuliaan Allah dan keselamatan umat manusia.
CC-PPU Pematang Siantar, Panitia TEPAS KAM 2026


