Selamat atas Tahbisan Episkopal Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA sebagai Uskup Keuskupan Timika.
Semoga Roh Kudus senantiasa membimbing Bapa Uskup dalam setiap langkah pelayanan, memberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kasih yang melimpah untuk menggembalakan umat dengan hati yang tulus.
Kami berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan memberkati setiap karya yang akan dilakukan demi kemuliaan-Nya dan kesejahteraan Gereja. Selamat menjalankan tugas suci ini dan semoga menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.
Kapitel Umum ke-9 Kongregasi Suster KYM telah berlalu menandai tonggak baru dalam perjalanan hidup bakti para suster. Sebagai ungkapan dukungan dan kasih pastoral, pada 18 Maret 2025, Bapa Uskup Agung Medan datang ke Samadi Vincent untuk memberikan ucapan selamat kepada dewan pimpinan kongregasi KYM yang baru terpilih. Kehadiran beliau menjadi tanda keakraban dan perhatian gereja terhadap perjalanan hidup membiara para suster. Dengan penuh sukacita, Bapa Uskup menyampaikan apresiasi atas dedikasi para suster serta berkat bagi dewan pimpinan yang baru agar senantiasa dikobarkan hatinya dalam pengabdian. Momen ini disemarakkan oleh pemberian salam hangat para suster kepada pimpinan baru sebagai wujud saling meneguhkan satu sama lain dalam semangat sinodal.
19 Maret 2025
Pada tanggal 19 Maret 2025, Bapa Uskup Agung Medan meluangkan waktu untuk duduk bersama para pengurus Yayasan Harapan Penuh Rahmat di kantor Yayasan, Pematangsiantar. Pertemuan yang penuh semangat keterbukaan ini adalah momen berahmat bagi para pengurus Yayasan untuk menyampaikan laporan mengenai strategi pelayanan di Rumah Sakit Harapan. Langkah-langkah strategis telah ditempuh guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pekerjaan bangunan yang telah selesai dan proyek yang masih dalam tahap pengerjaan dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis yang dimaksudkan. Kehadiran Gembala ini memberikan semangat berkobar-kobar bagi para pengurus Yayasan dan semua pegawai yang menjalankan kerasulan bidang kesehatan di unit pelayanan ini. Semoga semua mendapatkan berkat darinya.
21 Maret 2025
Patut diacungkan jempol kepada Bpk. Roni Sitanggang, kepala BPN Serdang Bedagai, bersama stafnya yang datang berkunjung kepada Bapa Uskup pada 21 Maret 2025, didampingi oleh Parokus Sei Rampah, RP. Bernardus Yusa Bimo OSC, untuk menyerahkan secara langsung kepada Bapa Uskup 47 sertifikat hak milik atas tanah gereja yang tersebar di wilayah kabupaten Serdang Bedagai. Proses sertifikasi yang sepenuhnya tanpa pungutan biaya merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap legalisasi aset-aset Gereja. Kepastian status hukum tempat ibadah menjamin keamanan kegiatan peribadatan. Apresiasi tinggi disampaikan Uskup Agung Medan kepada pihak BPN kabupaten Serdang Bedagai yang telah bekerja keras dalam menyelesaikan sertifikat tersebut. Penyerahan sertifikat ini adalah dukungan pemerintah bagi eksistensi gereja Katolik di wilayahnya.
26 Maret 2025
Keuskupan Agung Medan, diwakili oleh RP. Joseph Lesta Pandia bersama dua suster SFD, menghadiri undangan sosialisasi dan rapat Paskah Nasional 2025 pada Rabu, 26 Maret 2026 di aula RSU Advent Medan. Perayaan Paskah Nasional 2025 akan diadakan di kota Medan, Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI). Keikutsertaan Gereja Katolik dalam Forum ini diwakili oleh KWI yang ditandatangani oleh Romo Aloysius Budi Purnomo. Penyelenggaraan Paskah Nasional 2025 sepenuhnya ditanggungjawabi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Direncanakan pada 24-26 April 2026 akan diadakan Napak Tilas Kekristenan di Sumatera Utara; 15-16 Mei 2025 diisi dengan kegiatan Parade, Jalan Salib, Pelayanan Kesehatan, Pameran UMKM di Medan serta Perayaan Puncak Paskah Nasional 2025 di GBI Rumah Persembahan, Medan. Semoga perayaan ini berjalan dengan baik demi kemuliaan Tuhan yang bangkit.
29 Maret 2025
Wajah Gereja ditampakkan secara nyata dalam pelayanan karitatif yang dikoordinir oleh Yayasan Caritas Keuskupan Agung Medan. Unit pelayanan ini melangsungkan rapat Tri Organ pada 29 Maret 2025 di lantai 2 gedung Catholic Center Medan. Rapat ini melaporkan dan mengevaluasi program yang sudah direalisasikan sepanjang tahun 2024 dan merumuskan langkah-langkah strategis demi peningkatan pelayanan karitatif di wilayah KAM.
Turut dipaparkan dalam pertemuan ini pekerjaan divisi-divisi pada tahun 2024 itu. Divisi tanggap darurat bencana melakukan banyak kegiatan pemulihan sosial ekonomi di Simangulampe. Divisi kesehatan yang terdiri dari dua bagian, yaitu rehabilitasi narkoba di Lubuk Pakam dan pencegahan HIV yang hadir di lima kabupaten. Yang terakhir ini erat terkait dengan divisi pastoral migran perantau yang bekerja untuk menangani korban yang datang dari Kamboja dan Kuala Lumpur. Yayasan juga mengadakan fundraising untuk menunjang keberlangsungan Yayasan Caritas KAM. Semua usaha ini dirangkumkan dalam RKAT 2025. Yayasan Caritas berperan sebagai unit pelayanan gereja kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
1 April 2025
Tim Kaderisasi Awam Keuskupan Agung Medan mengadakan Latihan Kepemimpinan Kristiani (LKK) paada 28 Maret - 1 April 2025 di Gedung Catholic Center Christosophia. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali kader-kader keuskupan agar siap berkarir sebagai perwira TNI, Polri atau pegawai pemerintahan. Dukungan kuat bagi pelatihan ini diberikan Bapa Uskup dengan merayakan Ekaristi bersama seluruh peserta pada 30 Maret 2025. Identitas kader Katolik ditentukan oleh kasih Allah sebagai fondasi pembangunan karakter yang kokoh. Menyadari diri dicintai tanpa batas oleh Allah menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup dengan rendah hati dan percaya diri yang kokoh. Berdasarkan pesan ini, Bapa Uskup menyemangati mereka dengan seruan, “Bangkitlah anak muda, masa depanmu cerah karena Bapa di surga besertamu, jangan takut selalu ada harapan baru.”
2 April 2025
Kuria keuskupan Agung Medan tersenyum menyambut kehadiran dua suster sebagai jajaran personalia masing-masing di komisi keluarga dan managemen pengelolaan gedung Catholic Center pada 2 April 2025. Mereka ialah Sr. Morianita FSA dan Sr. Hilaria KSSY. Kehadiran Sr. Hilaria akan memastikan berjalannya dengan baik penyediaan konsumsi bagi tamu Catholic Center dan pegawai kuria dan komisi. Bapa Uskup secara khusus menyampaikan terima kasih kepada kongregasi FSA dan KSSY yang telah menanggapi permintaan personalia yang sangat dibutuhkan. Semoga pelayanan dan pengabdian yang diemban oleh kedua suster ini berjalan dengan baik sebagai menjadi wujud nyata kasih dan pelayanan bagi Gereja dan masyarakat. Selamat mengabdi!
4 April 2025
“Saudara-saudari masa Prapaskah bukan sekedar waktu untuk menghindari dosa, tetapi juga untuk membentuk kekuatan jiwa agar tetap setia meski menghadapi salib dan penderitaan. Di ujung salib ada kebangkitan. Dalam masa tobat ini, mari kita perbarui komitmen kita untuk hidup benar bukan demi pengakuan dunia, tetapi demi kesetiaan dan demi jawaban kita atas kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Kalau dunia bertanya, mengapa kamu setia? Jawablah dengan rendah hati karena Tuhan tidak pernah meninggalkan Aku.” Pesan mendalam ini disampaikan oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dalam homilinya yang disampaikan pada perayaan Ekaristi Jumat, 4 April 2025 di Gereja Katedral setelah diawali dengan kegiatan devosi jalan salib. Penghayatan perayaan iman diperdalam oleh alunan lembut musik sasando yang sengaja dipakai untuk mengiringi liturgi suci.
6 April 2025
Pada hari Minggu, 6 April 2025 menjadi hari yang penuh sukacita dan bersejarah bagi umat stasi Santo Petrus dan Paulus Resdes Raden Paroki Santa Lusia, Salak. Pada hari ini, gereja yang telah lama dinantikan akhirnya diberkati oleh Bapa Uskup Agung Medan dalam suatu perayaan Ekaristi yang penuh hikmat dan sukacita. Setelah itu, Bapa Uskup menerimakan sakramen penguatan kepada umat di paroki ini. Semoga para penerima karunia Roh Kudus ini semakin berakar dalam iman dan tampil dewasa sebagai terang dan garam di tengah dunia.
9 April 2025
Semangat sinodalitas mengajak kita untuk mampu mendengarkan. Dalam semangat ini, permohonan Top Manager PT. TPL Tbk untuk beraudiensi kepada Uskup Agung Medan dijawab positif oleh Bapa Uskup dengan mengundang para Vikep teritorial dan Parokus di wilayah di mana lahan PT. TPL Tbk berada hadir dalam pertemuan yang diadakan pada 9 April 2025 di ruang DEPKAM, Lt. 3 Catholic Center Christosophia. Setelah menjelaskan legalitas operasional perusahaan, Bpk. Jandre Salomoan Silalahi, direktur PT. TPL memaparkan luas lahan yang sudah digarap oleh perusahaan dan konflik-konflik yang sedang dihadapi dan usaha penyelesaiannya. Konflik mengakibatkan pasokan kayu ke pabrik tidak bisa dipenuhi sehingga operasional pabrik harus dihentikan sejak 29 Desember hingga 11 Mei 2025.
Berdasarkan pandangan moral ekologis Gereja Katolik sebagaimana digariskan dalam ensiklik Paus Fransiskus tentang bumi adalah rumah kita bersama, Bapa Uskup bersama para pastor menyoroti perusakan alam yang diakibatkan oleh TPL dan konflik yang sangat merugikan masyarakat. Secara tajam disoroti strategi penyelesian konflik yang ditempuh oleh pihak managemen PT TPL dengan mengandalkan Pam Swakarsa untuk mendiamkan masyarakat. Seharusnya jajaran direksi dan manager PT. TPL mengadakan pendekatan PADIATAPA dalam penyelesaian konflik. Sangat disayangkan bahwa Direktur PT. TPL menuntut surat tanah dari masyarakat sebagai bukti bahwa lahan yang dipermasalahkan adalah tanah masyarakat sambil mengandalkan surat yang dimiliki oleh PT sebagai bukti hak mereka untuk mengolah tanah tersebut. Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Keuskupan akan membentuk sebuah tim yang terdiri dari tiga orang untuk merumuskan apa yang bisa dilakukan demi konservasi alam dan kesejahteraan masyarakat. PT. TPL akan membentuk tim yang berjumlah sama untuk berdiskusi dengan tim Keuskpan Agung Medan.
10 April 2025
Ikatan Dosen Katolik Keuskupan Agung Medan yang terbentuk pada 6 April 2025 datang beraudiensi kepada Uskup Agung Medan di Gedung Catholic Center Medan pada 10 April 2025. Kelompok kategorial ini memperkenalkan dirinya sebagai wadah kegiatan pastoral Keuskupan Agung Medan terutama dalam bidang intelektual. Ikatan dosen ini diketuai oleh Profesor Kimberly, dosen di LLDikti yang ditempatkan di Universitas Islam Sumatera Utara UISU. Wakilnya ialah Dr. Bonar Raja Purba. Turut hadir bersama mereka para pengurus organisasi yang semuanya berprofesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi di wilayah KAM.
Patut kita dukung inisiatif para dosen katolik untuk berpartisipasi dalam karya kerasulan gereja, secara khusus di Keuskupan Agung Medan. Inisiatif ini sangat diapresiasi oleh Bapa Uskup dan berharap agar mereka merasul di perguruan tingginya masing-masing dengan menjadi dosen yang hidup dan bersikap menghasilkan buah-buah Roh. “Hadir dan tampillah sebagai dosen yang sungguh berkarakter Katolik, yang selalu ingin membantu mahasiwa-mahasiswi, bukan sebaliknya mempersulit urusan kemahasiswaan,” demikian pesan Bapa Uskup kepada ikatan ini. Para pengurus akan dilantik oleh Bapa Uskup pada bulan Mei 2025, setelah menyempurnakan draf Anggaran Dasar yang telah disusun berdasarkan anggaran dasar Ikatan Dosen Katolik Indonesia.
14 April 2025
Pada 14-15 April 2025 semua imam di Keuskupan Agung Medan berkumpul bersama Bapa Uskup Agung Medan di CC-PPU Pematangsiantar untuk mengikuti rangkaian acara hari pengudusan imam yang dipersiapkan dengan baik oleh Tim Ongoing Fromation Keuskupan Agung Medan. Acara diawali dengan perkenalan imam dan diakon yang baru berkarya di keuskupan Agung Medan lalu diteruskan dengan masukan dan informasi dari Bapa Uskup. Untuk memasuki permenungan tentang imamat dan karya para imam di Keuskupan, RP. Nasarius Rumairi SX sebagai pemimpin menyajikan dengan menarik dan mendalam tema rekoleksi “Gereja bermisi: semangat dan strategi babak II.”Berdasarkan pengalamannya bermisi di Afrika, pastor Nattye mengajak para imam untuk selalu bersemangat melayani dan menyapa umat dalam setiap situasi yang dihadapinya. Ada imam yang sudah kelelahan dan kehabisan tenaga, sakit fisik dan dimakan usia, semangat mulai memudar. Tetapi Tuhan menguatkan dan menyembuhkan. Kita bangkit lagi oleh kekuatan kerahiman Tuhan.
15 April 2025
Pada 15 April 2025, pukul 16.30 WIB dirayakan Misa Krisma yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap di gereja paroki Jl. Sibolga Pematangsiantar. Perayaan agung ini menunjukkan kesatuan imamat semua imam dengan uskup. Imam yang ikut berkonselebrasi sebanyak 295 orang disemangati oleh umat yang dengan sangat baik menganimasi perayaan ekaristi.
Bapa uskup mengarisbawahi peran imam sebagai pembebas umat yang tertekan dengan memberi waktu untuk mendengarkan umat. Imam bukanlah penguasa Rohani, melainkan pelayan umat yang dituntun oleh Roh kudus. Para imam diajak untuk semakin menampakkan kesatuannya yang intim dengan Allah sebagai kekuatan utama dalam setiap pelayanannya. Semoga melalui pelayanan imamat kebaikan dan Rahmat Allah dilihat oleh orang buta, didengar oleh orang tuli dan diwartakan oleh orang bisu.
16 April 2025
Rabu, 16 April 2025, meneruskan apa yang sudah dimulai pada hari pengudusan imam tahun 2024, para parokus, kuria, para vikaris dan ketua-ketua komisi mengadakan wawan hati dengan Bapa Uskup di aula CC PPU Pematangsiantar. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 – 12.45 diawali dengan animasi dari Bapa Uskup yang menekankan sinodalitas, kerja sama dan keakraban para imam di paroki.
Ada banyak tantangan yang harus disadari dan dihadapi bersama-sama. Individualisme yang sangat ditopang oleh alat-alat teknologi, terutama smartphone membuat para imam asyik dengan dirinya sendiri dan tinggal di kamar. Kebersamaan menghilang dan prinsip jangan saling mengganggu semakin merusak kekompakan para imam.
Sinodalitas adalah Penawar terbaik bagi virus yang semakin menggerogoti kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang selalu rindu untuk ada dan duduk bersama. Dalam kerangka animasi ini para imam menyampaikan sejumlah pertanyaan praktis kepada Bapa uskup. Dengan sikap kebapaan yang lembut Bapa uskup menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan para imam demi kemajuan paroki dan unit pelayanannya masing-masing. Suasana akrab mewarnai acara wawan hati ini. Semoga kegiatan seperti ini semakin menyemangati para imam dan Bapa Uskup sebagai gembala agung.
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap Kanselarius Keuskupan Agung Medan
Kami menyambut dengan penuh sukacita dan syukur atas terpilihnya Yang Mulia Paus Leo XIV sebagai Bapa Suci Gereja Katolik. Kami percaya bahwa Roh Kudus telah membimbing para Kardinal dalam memilih seorang gembala yang penuh kasih, kebijaksanaan, dan semangat pelayanan.
Kami berdoa agar Tuhan senantiasa menyertai dan menguatkan Yang Mulia dalam setiap langkah dan keputusan untuk membangun Gereja yang penuh kasih, harapan, dan perdamaian. Viva il Papa!
SAMBUTAN PERDANA PAUS LEO XIV
Saudara-saudari terkasih, Semoga damai menyertai kalian semua! Ini adalah salam yang diucapkan pertama oleh Kristus yang Bangkit, sang Gembala baik yang memberikan nyawanya untuk kawananNya. Saya pun ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga kalian, dan semua orang dimanapun mereka berada, di seluruh penjuru bumi. Damai menyertai kalian semua!
Inilah damai dari Kristus yang bangkit. Damai tanpa senjata bahkan melucuti senjata, damai yang rendah hati dan gigih bertahan, berasal dari Allah, Allah yang mencintai kita semua tanpa syarat.
Masih kita kenang, suara lemah namun selalu berani dari Paus Fransiskus yang telah memberi berkat pada kota Roma. Paus Fransiskus yang memberi berkat juga pada dunia pada pagi hari paskah yang lalu. Kini izinkan saya juga untuk meneruskan berkat yang sama… Allah mencintaimu, Allah mencintai kamu semua… kejahatan tidak akan menang, kita semua berada di tangan Allah..
Oleh karena itu tanpa rasa takut, mari kita bersatu, bergandengan tangan satu sama lain, berjalan bersama Allah, bergerak maju. Kita adalah murid-murid Kristus, Kristus akan menyertai kita. Dunia sedang membutuhkan cahayaNya, kemanusiaan membutuhkanNya, mari kita bangun jembatan agar cinta kasih Allah dapat meraih mereka yang membutuhkan. Mari kita saling bahu-membahu membangun jembatan melalui dialog, melalui perjumpaan yang menyatukan kita semua menjadi satu umat, selalu dalam damai.
Terimakasih pada Paus Fransiskus, dan juga kepada para saudara kardinal yang telah memilih saya menjadi pengganti Santo Petrus dan berjalan bersama dengan kalian semua, sebagai gereja yang satu selalu mencari perdamaian, keadilan, tetap setia pada Yesus Kristus, tanpa takut mewartakan kabar sukacita sebagai misionaris.
Saya adalah putra Santo Agustinus (anggota Ordo Santo Agustinus). Ia yang pernah mengatakan. “Bersama kalian, aku seorang kristen dan untuk kalian aku adalah seorang uskup”. Demikian kita semua dapat berjalan bersama menuju tanah air yang telah disiapkan Allah bagi kita.
Salam khusus saya sampaikan juga pada Gereja Roma. Mari kita berjalan bersama menjadi gereja misionaris, gereja yang membangun jembatan, membangun dialog, gereja yang selalu terbuka untuk menerima seperti bentuk dari alun-alun santo Petrus ini, dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan cinta kasih kita, kehadiran kita dan dialog kasih.
(Dalam Bahasa Spanyol) Izinkanlah saya menyapa mereka yang pernah saya layani di Keuskupan Chiclayo, Peru. Dimana umat beriman mendampingi dengan setia uskup mereka menjadikan gereja yang setia pada Yesus Kristus.
Dan kepada kalian semua saudara-saudari terkasih, yang ada di Roma, di seluruh Italia dan seluruh dunia, kita jadikan gereja kita gereja yang sinodal, Gereja yang berjalan bersama, Gereja yang selalu mencari perdamaian, mencari selalu kasih, selalu berusaha untuk dekat dengan mereka yang menderita.
Hari ini adalah peringatan Bunda Maria dari Pompey. Bunda kita Maria akan selalu berjalan bersama, dekat dengan kita. Membantu kita dengan perantaraannya dan dengan cintanya. Maka saya hendak berdoa bersama kalian semua, kita berdoa untuk tugas baru ini, dan tentu saja untuk seluruh gereja, dan untuk perdamaian dunia. Dan kita mohonkan ini rahmat khusus ini dengan perantaraan Bunda Maria, Bunda kita… Salam Maria….
PAUS LEO XIV (69 Tahun)
Meskipun ia lahir di Chicago, ia juga memiliki kewarganegaraan Peru! Dia bekerja di Peru selama beberapa dekade; dia adalah seorang uskup Amerika Latin.
Dia seorang migran, seperti jutaan orang di dunia. Ceritanya melintasi batas negara, bahasa, dan budaya. Ini adalah tanda harapan bagi semua orang yang harus meninggalkan tanah air mereka. Tuhan berjalan bersama mereka yang bermigrasi. Di sana ia memenangi kasih sayang orang-orang yang rendah hati dengan kedekatannya, kerendahan hatinya, dan kerja kerasnya yang tak kenal lelah bagi mereka yang paling membutuhkan.
Dia adalah seorang Paus yang berbau rakyat. Itu tidak datang dari kekuasaan atau hak istimewa, itu datang dari jalanan berdebu di Amerika Latin. Ia termasuk dalam ordo religius Augustinian. Sebelum menjadi uskup, ia adalah Superior Jenderal Ordo-nya di seluruh dunia. Ordo ini terkenal karena penekanannya pada komunitas, refleksi, dan pencarian kebenaran batin. Dia adalah seorang pria dengan wajah tenang dan tutur katanya lembut. Dia selalu lebih suka mendengarkan daripada memaksakan. Mereka yang mengenalnya mengatakan kekuatan terbesarnya adalah belas kasihnya.
Marilah kita berdoa untuknya!! Semoga semangat misioner Sri PAUS Leo XIV lanjutkan warisan Almarhum Paus Fransiskus
Sahabat-sahabat Para Pemimpin dan Umat Buddha yang terkasih,
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami dengan senang hati menyampaikan salam hangat
dan harapan baik atas perayaan Waisak yang penuh sukacita ini. Perayaan suci ini, yang
memperingati Trisuci hari kelahiran, pencerahan, dan wafat Sang Buddha, memiliki makna
spiritual yang mendalam bagi Anda. Ucapan salam kami tahun ini semakin diperkaya oleh
semangat Yubelium, yang bagi kita umat Kristen Katolik merupakan saat rahmat, rekonsiliasi,
dan pembaruan spiritual.
Sebagai mitra yang berjalan bersama dalam dialog, kami juga menyapa Anda dalam
semangat Nostra Aetate, Deklarasi bersejarah Konsili Vatikan II tentang hubungan Gereja
dengan agama-agama non-Kristiani, yang peringatan ulang tahunnya yang keenam puluh kita
rayakan tahun ini. Sejak diumumkan pada tahun 1965, Nostra Aetate telah memperdalam
keterlibatan kami dengan para pengikut dan penganut tradisi agama lain. Terinspirasi oleh
visinya, kami sekali lagi menegaskan bahwa “Gereja Katolik tidak menolak apa pun yang benar
dan suci” dalam agama-agama lain dan “Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan
cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak
hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh
memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang” (Nostra Aetate, 2).
Komitmen kami untuk berdialog semakin ditegaskan oleh pengakuan positif yang
diungkapkan dalam Nostra Aetate sehubungan dengan tradisi Anda sendiri: “Buddhisme dalam
berbagai bentuk dan alirannya mengakui, bahwa dunia yang serba dan terus berubah ini sama
sekali tidak mencukupi. Sang Buddha mengajarkan kepada manusia jalan untuk dengan jiwa
penuh bakti dan kepercayaan, memperoleh pembebasan sempurna, atau - entah dengan usaha
sendiri entah berkat bantuan dari atas” (Nostra Aetate, 2). Bagi Anda, jalan Buddhis menuju
pembebasan melibatkan usaha melampaui ketidaktahuan, hasrat, dan penderitaan melalui
wawasan, perilaku etis, dan disiplin mental. Perjalanan menuju Nirwana - kebebasan tertinggi
dari siklus kelahiran, kematian, dan kelahiran kembali - menekankan kuasa hikmat dan bela
rasa yang transformatif.
Kerinduan akan pembebasan sejati ini menemukan resonansi yang mendalam melalui
pencarian bersama kita akan kebenaran dan kepenuhan hidup, dan hal ini selaras dengan ajaran
tradisi kita masing-masing. Sang Buddha mengajarkan bahwa, “Orang yang telah bebas dari
nafsu keinginan dan kemelekatan, pandai dalam menganalisa serta memahami ajaran beserta
pasangan-pasangannya, maka ia patut disebut seorang Pemilik Tubuh Akhir (Arahat), orang
yang memiliki Kebijaksanaan Agung, seorang manusia agung” (Dhammapada, Bab 24, ayat
352). Bagi Yesus, pengetahuan tentang Kebenaran itu membebaskan: “Kamu akan mengetahui
kebenaran, dan kebenaran akan memerdekakanmu” (Yohanes 8:32).
Di zaman kita, yang ditandai oleh perpecahan, konflik, dan penderitaan, kita menyadarikebutuhan mendesak akan dialog yang membebaskan, dialog yang tidak terbatas pada kata-
kata tetapi mampu menerjemahkan kata-kata tersebut menjadi tindakan konkret untukperdamaian, keadilan, dan martabat bagi semua.
Seperti halnya ketika Nostra Aetate diumumkan, dunia kita saat ini juga dibebani oleh
ketidakadilan, konflik, dan ketidakpastian tentang masa depan. Namun, kita tetap yakin akankapasitas agama yang mendalam untuk menawarkan tanggapan yang bermakna terhadap “teka-
teki keberadaan manusia yang belum terpecahkan” (Nostra Aetate, 1). Dialog yang terjadi diantara kita berfungsi sebagai cara untuk mengkomunikasikan kekayaan tradisi agama kita dan
memanfaatkan kebijaksanaannya untuk mengatasi tantangan mendesak di zaman kita.
Kerinduan akan persaudaraan dan dialog yang autentik, yang diungkapkan dengan
sangat indah dalam Nostra Aetate, memotivasi kita untuk berjuang demi persatuan dan cinta di
antara semua orang dan bangsa. Kerinduan itu mengajak kita untuk membangun di atas
kesamaan, menghargai perbedaan, dan saling memperkaya dari tradisi kita yang beragam.
Semangat ini tumbuh lebih dalam saat kita berusaha merangkul budaya dialog sebagai jalan ke
depan, dengan “kerja sama timbal balik sebagai kode etik (dan) pemahaman timbal balik
sebagai metode dan standar” (Dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian
Dunia dan Hidup Bersama, Abu Dhabi, 4 Februari 2019).
Dengan refleksi penuh doa ini, kami sungguh-sungguh percaya bahwa, melalui dialog,
tradisi kita masing-masing dapat menawarkan tanggapan yang layak terhadap tantangan zaman
kita.
Selamat Hari Raya Waisak. Kami berharap Anda merayakan Waisak dengan penuh
berkat dan buah-buah kedamaian dan kebahagiaan!
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Paus Fransiskus meninggal dunia dan hanya meninggalkan 100 dolar. Ya, seratus dolar. Kurang dari 90 euro. Tidak punya rumah. Tidak punya rekening bank. Tidak ada investasi atas namanya.
Padahal, dia adalah kepala Gereja Katolik. Sebuah jabatan yang bisa memberinya sekitar €340.000 setahun. Namun, dia menolak uang itu. Setiap tahun. Sejak 2013.
Mengapa? Karena dia seorang Jesuit, dan para Jesuit bersumpah untuk hidup miskin. Daripada tinggal di apartemen mewah Vatikan seperti para pendahulunya, dia memilih pindah ke Casa Santa Marta, tempat tinggal yang sederhana dan bersahaja.
Tidak ada hiasan. Tidak ada pembantu pribadi. Hanya tempat tidur, meja, dan imannya. Dia mengenakan sepatu hitamnya yang sudah usang, menolak sepatu mokasin merah tradisional. Ia bepergian dengan mobil Ford Focus kecil, sementara para pemimpin agama lainnya berkendara dengan limusin.
Ia makan bersama para karyawan Vatikan, bukan di ruang makan pribadi. Ia berpakaian sederhana, tanpa perhiasan khusus, hanya pakaian putih dan salib besi. Kekayaan yang tak terlihat...
Sementara sebagian orang berpegang teguh pada harta benda, properti, dan citra mereka... Paus Fransiskus memilih untuk tidak memiliki apa pun untuk menawarkan segalanya.
Tidak ada jutaan. Tidak ada surat wasiat yang rumit. Hanya 100 dolar... dan pesan yang kuat: "Yang penting bukanlah apa yang Anda miliki. Itulah diri Anda. Apa yang Anda lakukan untuk orang lain."
Dunia terkejut... tetapi terinspirasi. Pada saat kekayaan sering menjadi tujuan akhir, Paus Fransiskus meninggalkan jejak abadi tanpa pernah berusaha memperkaya diri sendiri.
Ia tidak mewariskan kekayaan materi apa pun. Ia meninggalkan kekayaan moral. Sebuah pelajaran tentang kerendahan hati. Sebuah visi pelayanan. Ia bukanlah seorang paus yang mewah. Ia adalah seorang paus yang berhati. Seorang pria yang telah membuktikan bahwa hidup sederhana berarti memerintah dengan cara yang berbeda.
Bagaimana dengan Anda? Apa yang akan Anda tinggalkan? Uang? Barang? Atau inspirasi yang nyata?
Kepada Yth. Para Parokus KAM, Para Imam KAM, Seluruh Umat Allah KAM
Salam Damai Sejahtera
Dalam duka kita berdoa bagi Bapa Suci Paus Fransiskus yang telah menghadap kepada Bapa di surga pada 21 April 2025 pukul 07.35 waktu Roma. Ekaristi pemakaman akan dilaksanakan pada Sabtu 26 April 2025 jam 10.00 waktu Roma atau jam 15.00 WIB. Atas arahan Mgr. Kornelius Sipayung, Uskup Keuskupan Agung Medan, kami hendak menyampaikan hal berikut:
Para imam diminta secara serentak mempersembahkan misa requiem bagi Bapa Paus Fransiskus di seluruh wilayah Keuskupan Agung Medan pada Jumat sore, 25 April 2025. Harap dikoordinir dengan baik agar sebanyak mungkin umat ikut dalam perayaan tersebut.
Komlit KAM akan Menyusun TPE Requiem
Warna liturgi: Oktaf Paskah (putih).
Kolekte yang dikumpulkan dalam misa requiem ini dikirimkan kepada ekonom KAM untuk kemudian dikirimkan kepada Nuntius sebagai uang duka.
Selama Sede Vacante, bagian Doa Syukur Agung (DSA) yang mendoakan paus dihilangkan. Contoh Doa Syukur Agung II: “Ingatlah Tuhan akan GerejaMu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan uskup kami…, serta semua rohaniwan”.
Setelah pemakaman jenazah Paus Fransiskus pada Sabtu, 26 April 2025, Gereja memasuki 9 hari masa berkabung: sembilan hari doa dan misa arwah untuk mendoakan jiwa Paus Fransiskus. Selama masa berkabung ini dalam bagian doa syukur yang mendoakan orang meninggal disebutkan nama Paus Fransiskus.
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijalankan dengan baik. Atas perhatian dan kerja sama yang baik kami haturkan limpah terima kasih.
Homat kami, RP Adrianus Sembiring OFMCap Kanselarius KAM
Ya Allah yang Maharahim, Kami menyerahkan jiwa hamba-Mu tercinta, Sri Paus Fransiskus, ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih. Dalam hidupnya ia telah menggembalakan umat-Mu dengan rendah hati, cinta, dan keberanian. Terimalah dia dalam terang kemuliaan-Mu dan beri dia istirahat yang kekal di surga-Mu. Teguhkan iman kami dalam pengharapan akan kebangkitan, dan tuntun kami untuk melanjutkan warisan kasih yang telah ia tinggalkan. Selamat jalan, Bapa Suci. Doakan kami dari surga. Amin.
Rapat Tri Organ Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yohanes Don Bosco berlangsung di lantai 2 gedung Catholic Center Medan tanggal 17 – 18 Februari 2025. Pengurus Yayasan melaporkan pertanggungjawaban atas kegiatan selama semester satu dan dua serta evaluasi atasnya. Banyak program yang terlaksana dengan baik, tetapi ada juga yang sedang dalam proses penyelesaian. Pengurus Yayasan yang diketuai oleh RP. Yosef Yuki Hartandi CDD, disemangati oleh Bapa Uskup sebagai ketua Dewan Pembina untuk bergerak maju mengusahakan perkembangan kerasulan gereja dalam bidang Pendidikan. Semoga YPK Don Bosco semakin mampu memenuhi tuntutan pendidikan sesuai perkembangan zaman.
19 Februari 2025
Minister Provinsial dan Dewan Penasehat serta sekretaris Ordo Kapusin Medan mengadakan audiensi kepada Bapa Uskup Uskup Agung Medan pada 19 Februari 2025 di lantai 2 Gedung Catholic Center Medan. Kapitel Biasa X OKPM, dengan tema “Mengobarkan Karisma Kapusin dalam Persaudaraan dan Misi,” memberikan mandat kepada pimpinan baru ini untuk tetap melanjutkan komitmen yang besar kepada Keuskupan Agung Medan. Menurut statistik Kapitel X, 63 saudara Kapusin bekerja full time di KAM sebagai tenaga pastoral parokial. Pada kesempatan audiensi yang penuh semangat persaudaraan ini, Bapa Uskup menitipkan pesan kepada persaudaraan, supaya semakin menganimasi semangat hidup persaudaraan dalam komunitas dan pastoran-pastoran.
Dalam karya pastoral, Kapusin yang terkenal berjibaku, didorong untuk lebih terlibat dalam kehiduan umat dan bermalam di rumah. Kapusin kiranya menjadi teladan dalam sharing fasilitas; teladan dalam ketidaklekatan pada fasilitas. Sejalan dengan itu, para saudara Kapusin hendaknya pintar mengisi dan memboboti jadwal harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Sejarah para saudara Kapusin yang dikenal sebagai apa pengakuan kiranya dihidupi juga pada saat ini. Imam wajib menjamin kerapian ruang sakristi di gereja. Kebersihan rumah dan kerapian perabot-perabotnya perlu mendapat perhatian.
21 - 25 Februari 2025
Tanggal 21-25 Februari 2025, Uskup Agung Medan mendampingi kelompok peziarah rohani yang berasal dari Singapura, Penang, Surabaya dan Jakarta yang dituntun oleh JC Travel. Mereka mengunjungi sejumlah gereja di wilayah KAM dengan rute perjalanan: Medan - Pematangsiantar - Gua Maria Nagahuta - Hotel Niagara - Huta Siallagan - Sibeabea - Bukit Holbung - Gereja St. Fransiskus Assisi Berastagi - Graha Maria Annai Velangkanni dan memuncak di Gereja Katedral Medan.
23 Februari 2025
Pada Minggu, 23 Februari 2025, Vikjen KAM, RP. Michael Manurung OFMCap merayakan Ekaristi di Paroki St. Fransiskus Assisi Berastagi dalam rangka penerimaan Sakramen Penguatan, Pelantikan DPP Paroki, Rayon, Stasi dan Lingkungan serta ulang tahun ke-20 berdirinya paroki. Perayaan ini dilaksanakan di halaman gereja paroki dan dihadiri oleh seluruh umat paroki. Sakramen Penguatan secara khusus diberikan kepada para lansia dan calon-calon pengurus gereja yang akan dilantik. Semuanya berjumlah 400-an orang. Syukur dalam perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun berdirinya paroki dengan penyalaan lilin dan pemotongan kue. Seluruh umat bersukacita atas pelaksanaan perayaan three-in-one hari ini. Paroki juga memberikan kenangan tali kasih kepada para pengurus gereja yang telah menyelesaikan masa pelayanannya.
26 Februari 2025
Kelompok Tani Maria di Desa Tanjung Selamat Paluh Gelombang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, binaan PUKAT KAM (Profesional & Usahawan Katolik Keuskupan Agung Medan) bersyukur kepada Allah atas capaian panen empat kali dalam setahun. Merayakan sukacita ini, Bapa Uskup Agung Medan, di sela-sela kesibukannya, hadir dalam kegiatan panen raya yang diadakan pada pada 26 Februari 2025.
PUKAT yang diketuai oleh Bapak Ir. Hendry Wigin, MBA selalu setia mendampingi kelompok tani dengan memberikan bimbingan sistem bercocok tanam organik. Kehadiran Bapa Uskup didampingi oleh pastor paroki dan para undangan menunjukkan dukungan Gereja terhadap usaha pertanian berkelanjutan yang dikelola oleh umat. Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap mengapresiasi kerja keras dan mendorong para petani untuk terus mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Hasil bumi yang melimpah sebagai buah kerja keras dan inovasi manusia dialami dan diakui sebagai berkat Tuhan bagi kehidupan umat yang lebih sejahtera.
28 Februari 2025
Kerinduan mendalam untuk bertatap muka dan berbicara dengan Bapa Uskup menjadi oleh-oleh yang dibawa para suster KSFL dalam audiensi pada Jumat, 28 Februari 2025 di ruang pertemuan lantai 2 Catholic Center Medan. Sebagai kongregasi diosesan, DPU Suster KSFL melaporkan kepada Uskup Agung Medan kehidupan dan penghayatan spiritualitas kongregasi dalam diri anggota kongregasi baik secara pribadi maupun secara bersama dalam komunitas. Refleksi dan dasar perjalanan KSFL untuk periode 2023-2027 dibingkai dalam tema "Membangun Komunitas Kasih dalam Relasi Intim dengan Allah yang Bermuara pada Peningkatan Kualitas Pelayanan”. Tema ini dijabarkan dalam subtema “berjalan bersama Yesus dalam komunitas apostolik”. Tema dan subtema ini diselaraskan dengan Fokus Pastoral KAM 2025, yaitu Gereja yang bermisi. Intinya ialah doa pribadi dan bersama.
Doa adalah fondasi bagi kedua unsur hidup KSFL, yaitu persaudaraan dan karya. Doa adalah tali pengikat persaudaraan yang memberikan buah dalam karya. Akar setiap permasalahan dalam komunitas dan karya adalah kelalaian dalam doa.
Sebagai bapa bagi para puteri-puterinya, Uskup Agung Medan mendukung semua usaha DPU untuk menyemangati para suster dalam menghidupi spiritualitasnya. Pada waktu yang sama, Bapa Uskup meminta agar kehadiran kongregasi dalam karya-karya keuskupan ditambah lagi dengan mengutus personalia yang sangat dibutuhkan oleh keuskupan. Unsur kerasulan hendaknya mendominasi hidup dan karya kongregasi. Diawaskan agar kongregasi tidak condong pada profesionalitas yang merupakan ciri aktivitas bisnis.
28 Februari 2025
Audiensi adalah pertemuan rutin yang diadakan setiap tahun, khususnya antara kongregasi diosesan dengan Bapa Uskup. Audiensi menyadarkan para suster sebagai bagian dari Gereja demi membangkitkan semangat sinodalitas; Uskup semakin mengenal para suster dan spiritualiasnya. Berdasarkan pengenalan yang memadai, Uskup bisa menjaga penghayatan spiritualitas kongregasi dan melalui moderator uskup hadir dalam kongregasi. Atas dasar ini, pada Jumat, 28 Februari 2025 jam 11.00 WIB DPU Kongregasi FSE hadir di kuria keuskupan untuk bertemu dengan Bapa Uskup. Dalam pertemuan puteri dan Bapak ini, para suster melaporkan keadaan kongregasi dan penghayatan para anggotanya akan spiritualitas kongregasi yang dirangkum dalam empat pilar: Kasih, menyembuhkan, kepedulian dan keberpihakan pada orang-orang kecil dan menderita, dan Salib sebagai penjabaran dasar hidup kongregasi, “Ketika aku sakit kamu melawat Aku.”
Salah satu poin yang disampaikan kepada Bapa Uskup ialah rencana perayaan 100 tahun FSE di Indonesia sebagai momen refleksi bagi para suster. Seraya mendukung rencana FSE ke depan, Bapa Uskup meminta dengan sangat agar penghayatan spiritualitas kongregasi ditularkan kepada para pegawai dan semua orang yang bersentuhan dengan kongregasi. Keterlibatan kongregasi dalam karya pastoral keuskupan hendaknya ditampakkan dengan menyediakan personalia. Kerasulan harus mendominasi hidup dan karya kongregasi.
2 Maret 2025
Menjawab antusiasme Panitia Pembangunan Pastoran Binjai yang datang beraudiensi kepada Bapa Uskup pada 6 Februari 2025. Mgr. Kornelius Sipayung merayakan Ekaristi dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Pastoran Paroki St. Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai pada Minggu 2 Maret 2025. Memanfaatkan momen berahmat ini, Bapa Uskup dalam homilinya mengajak umat Allah untuk melihat ke dalam hati. ”Mari kita periksa gudang hati kita. Mari kita periksa brankas hati kita. Mari kita periksa perbendaharaan inventaris hati kita. Apa yang kita simpan dalam hati kita akan menentukan bagaimana kita berbicara, bertindak, berperilaku, dan bereaksi. Mari memenuhi hati dengan kasih. Hati yang luka obatilah dengan pengampuan.” Rahmat Ekaristi menuntun para pastor dan semua umat yang hadir bersama Uskup Agung Medan bergegas menuju lokasi untuk meletakkan batu pertama di samping gereja paroki. Kasih sejati sebagai dasar setiap karya pelayanan dan pembangunan menjadi modal utama dalam memulai pembangunan ini hingga selesai.
3 Maret 2025
Pada hari Senin, 3 Maret 2025, Gedung CC Medan menjadi saksi temu ramah antara Pimpinan Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun yang diketuai oleh Ephorus GKPS dan Uskup Agung Medan didampingi oleh beberapa pastor di Keuskupan Agung Medan. Dalam rangka diakonia, GKPS ingin menjalin kerja sama dengan Gereja Katolik, menyatakan keprihatinan terhadap realitas hidup masyarakat masa kini. Bahasan utama dalam pertemuan ini ialah mengenai rencana GKPS menjaga hutan Sigiring-giring sebagai pusat ekowisata berbasis kerakyatan.
Menurut kisahnya, seorang misionaris yang bernama Pdt. Guillaume mengalami penolakan dari masyarakat. Ketika menghadap Raja Purba, dia diperintahkan untuk tinggal sendirian di dalam hutan tersebut. Ternyata dia berhasil hidup di hutan yang terkenal angker pada masa itu. Setelah itu banyak umat yang menerima pesan Injil dalam gereja GKPS. Sejak 2003, tepat pada perayaan 100 tahun Injil di Simalungun, GKPS hendak membangun menara salib di hutan tersebut. Hutan seluas 50 ha ini dikelola oleh GKPS dengan membentuk kelompok tani untuk menanam kopi. Pimpinan Sinode GKPS hendak menjalin kerja sama dengan Keuskupan Agung yang juga sedang membangun lokasi Wisata Rohani Urung Ompung Dolog di Nagapane. Didorong oleh semangat ensiklik Laudato Si', Bapa Uskup menyatakan keterbukaannya untuk bekerja sama. Dibutuhkan waktu untuk mematangkan rencana dan menyusun proposal yang jelas. Setelah itu kita akan berdiskusi kembali untuk mengkonkretkan bentuk kerja sama.
4 Maret 2025
Setelah dilantik menjadi Wali Kota Medan periode 2025-2030, Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pidato perdana di rapat paripurna DPRD Kota Medan pada 4 Maret 2025. Keuskupan Agung Medan dihadiri oleh komisi kerawam. Dalam pidatonya, Bapak Walikota berjanji akan menjadikan Medan yang berbudaya, energik, Medan yang ramah, tertib, unggul dan Medan yang aman serta humanis. Keberagaman harus dihargai dan dipelihara. Kota Medan harus dijauhkan dari perilaku-perilaku intoleran yang berpotensi memecah masyarakat. Medan adalah kota inklusif yang merangkul semua orang. “Program prioritas kami ke depan adalah melaksanakan Universal Health Coverage (UHC) Premium, melakukan digitalisasi UMKM, pemerataan ketersediaan sekolah dari jenjang SD menuju SMP serta membangun SMP unggulan di Kota Medan. Kami akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat berbasis teknologi informasi dengan memanfaatkan platform digital yang umum digunakan oleh masyarakat Kota Medan.” Keuskupan Agung Medan mendukung pelaksanaan program Bapak Walikota.
10 Maret 2025
Pada 10 Maret 2025, dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten Toba ke 26, Mgr. Kornelius Sipayung tampil sebagai pengkotbah pada kebaktian umum yang diselenggarakan oleh Pemkab Toba di lapangan Sisingamangaraja, Balige. Kabupaten Toba maju, sejahtera dan berkelanjutan; maju daerahnya, sejahtera rakyatnya dan berkelanjutan pembangunannya. Inti tema dan subtema perayaan syukur ini bisa terwujud apabila masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam usaha mengutamakan kepentingan umum dan menjaga lingkungan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Kemajuan kabupaten Toba yang mampu menyejahterakan rakyat melalui pembangunan yang berkelanjutan menuntut mentalitas pemerintah yang mengedepankan kepentingan rakyat. Paus Fransiskus berkata bahwa pemimpin yang baik bukanlah yang mencari keuntungan sendiri, tetapi yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Pemerintah harus menjadi penjamin harmoni dalam kehidupan masyarakat. Pesan ini sungguh ditekankan Bapa Uskup dalam homilinya. Semoga pemerintah memiliki integritas yang tinggi. Selamat merayakan hari jadi kabupaten Toba yang ke 26.
11 Maret 2025
Pada 11 Maret 2025, Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, memimpin perayaan Ekaristi pembukaan kapitel IX kongregasi KYM dalam suasana yang penuh hikmat di Kapel Samadi Vincent Pematangsiantar. Bagi kongregasi religius, kapitel adalah perayaan agung persaudaraan yang dirayakan secara periodik untuk membicarakan hal-hal yang penting dalam kehidupan kongregasi, terutama penghayatan spiritualitas kongregasi. Dalam kapitel ini para suster KYM juga akan mengadakan pemilihan pimpinan dan dewan pimpinan yang baru. Semoga Roh Kudus menemani dan menuntun para suster sepanjang perayaan kapitel ini.
12 Maret 2025
“Untung ada audiensi.” Demikian kiranya ungkapan hati para suster Figlie di Sant’Anna, (FSA) yang berubah nama secara resmi dari DSA (Daughters of Saint Anne) sejak 3 Februari 2025, yang datang kepada Bapa Uskup dalam rangka audiensi pada 12 Maret 2025 di lantai 2 Gedung Catholic Center. Karisma Istituto Figlie di S. Anna ialah mengidentifikasikan diri dengan Kristus yang miskin yang dihidupi dalam tiga pilar yakni, kemiskinan hati, semangat kekeluargaan dan dedikasi keibuan.
Keunikan kongregasi ini terletak pada karismanya yang sejak awal bersifat pastoral dan sosial. Beralih dari bentuk kerasulan tradisional seperti sekolah dan rumah sakit yang sempat menjadi model karyanya, kongregasi ini merangkul gaya misi yang memungkinkannya untuk lebih dekat dengan umat Allah melalui pendampingan formatif dan pelayanan solidaritas. Para suster sungguh-sungguh mendedikasikan diri sepenuhnya pada pelayanan pastoral, terutama perawatan orang sakit, katekese, apostolat keluarga dan pendampingan kaum muda. Bapa Uskup menyambut hangat keunikan kongregasi ini dan meminta mereka bekerja untuk bidang pastoral di Keuskupan Agung Medan.
13 Maret 2025
Tanggal 13 Maret 2025, sekelompok peziarah rohani dari Serawak, Malaysia datang berkunjung ke Gedung CC Medan untuk bertemu dengan Uskup Agung Medan. Di ruang pertemuan lantai 3, para peziarah memiliki kesempatan istimewa untuk duduk dan berbincang bersama Bapa Uskup dalam suasana hangat. Kepada kelompok ini, Bapa Uskup memperkenalkan sekilas tentang Keuskupan Agung Medan dan dinamika pelayanan pastoralnya. Sesi bincang-bincang dilanjutkan dengan kunjungan ke kantor-kontor pelayanan kuria keuskupan. Kunjungan ini menjadi momen berharga yang memberikan kepada mereka wawasan baru dan kesempatan untuk mempererat persaudaraan dalam iman.
13 Maret 2025
Pada tanggal 13 Maret 2025, komunitas Sant Egidio datang menemui Bapa Uskup Agung Medan di Gedung CC Medan. Komunitas ini didirikan di Roma pada 1968 oleh sekelompok pelajar Katolik yang dipimpin oleh Andrea Ricardi. Sant’ Egidio menghidupi tiga pilar utama dalam pelayanannya, yakni doa setiap hari, persahabatan dengan kaum miskin dan komitmen terhadap perdamaian.
Berakar dari semangat Injil, komunitas ini hadir di tengah masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan karitatif, seperti memberi makan para tunawisma, mendampingi para lansia, mengajar anak-anak miskin, memperjuangkan hak sipil bagi anak-anak tanpa akta lahir, serta terlibat dalam mediasi perdamaian di negara-negara konflik. Sant’ Egidio juga dikenal sebagai pelopor gerakan global untuk Penghapusan Hukuman Mati. Nonviolence adalah prinsip yang mendasari semua aktivitasnya. Semoga kehadiran kelompok Sant’Egidio semakin dirasakan di wilayah Keuskupan Agung Medan.
14 Maret 2025
"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Luk 10:2). Pada 14 Maret 2025, Gereja Paroki Santo Yosep Delitua dipenuhi sukacita atas perayaan Ekaristi Tahbisan Diakonat 6 frater dari Ordo Fratrum Minorum Conventualium yang dipimpin Uskup Agung Medan. Para diakon dipanggil dan diutus untuk menjadi pelayan altar yang rendah hati. Diakon adalah figur pelayan yang punya kasih. Diakon memainkan peranan hati dalam pelayanan yang rendah hati. Tahbisan diakonat bukan mengangkat, melainkan menurunkan si tertahbis satu tangga ke bawah agar mampu melayani umat Allah dalam kerendahan hati. “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:28). Selamat melayani!
14 Maret 2025
Dalam semangat sinodalitas dan ensiklik Fratelli Tutti dari Paus Fransiskus, Komisi HAK Keuskupan Agung Medan menghadiri undangan Buka Puasa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan bersama Forkopmda, KPU, Bawaslu, Anggota DPRD Kota Medan. Acara kebersamaan dalam keberagaman ini diadakan pada Jumat, 14 Maret 2025 di rumah dinas Wali kota Medan sebagai wujud “Medan untuk semua.” Mari bersama-sama memelihara kebersamaan.
15 Maret 2025
Rapat Tri Organ Yayasan Karya Kasih Medan pada 15 Maret 2025, dilaksanakan di lantai 2 gedung Catholic Center Medan. Yayasan Karya Kasih Medan merupakan organisasi yang dikenal luas karena dedikasinya dalam mengelola Panti Jompo Karya Kasih, sebuah fasilitas perawatan bagi lanjut usia. Sebagai lembaga sosial, Panti Jompo Karya Kasih membuka pintu bagi para manula dari berbagai latar belakang. Demi komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para lansia, selain menyediakan perawatan fisik, komunitas ini juga mendukung kesejahteraan emosional dan spiritual bagi para lanjut usia. Pelaksanaan komitmen ini dilaporkan dalam rapat yang berdurasi hampir setengah hari. Semoga karya sosial ini semakin berkembang menampakkan kasih Allah kepada para lansia.
16 Maret 2025
Pada 16 Maret 2025, bertempat di rumah duka di Kisaran, Uskup Agung Medan mempersembahkan Misa Requiem bagi ayah tercinta dari Pastor John Paul Siboro, yang telah berpulang ke rumah Bapa di Surga pada 13 Maret 2025. Turut berkonselebrasi dalam perayaan Ekaristi ini, banyak imam dari berbagai tempat. Penghiburan dan peneguhan iman kepada keluarga disampaikan oleh Bapa Uskup dengan mengambil pesan mendalam dari Sabda Bahagia, Matius 5: 1-12. Semoga doa-doa yang kita panjatkan menghantar arwah bapak Dima Damianus Siboro kepada pangkuan Bapa di surga. Kehadiran Bapa Uskup, para imam, para suster, frater dan umat kiranya memberikan penghiburan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga yang ditinggalkan.
17-19 Maret 2025
Tim OGF Imam Diosesan se-regio Sumatera telah menyiapkan segala sesuatu untuk kegiatan studi imam diosesan usia 12-20 tahun Imamat yang diadakan pada 17-19 Maret 2025 di Seminari Tinggi St. Petrus dan CC-PPU Pematangsiantar. Mgr. Kornelius Sipayung memimpin perayaan Ekaristi pembukaannya di Kapel Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar. Diinspirasi oleh Injil Matius 23:1-12, Bapa Uskup, dalam homilinya, mengundang para imam untuk kembali ke jantung pelayanan imamat. Kemurahan hati Allah menjadi teladan dan undangan bagi para imam untuk memberi diri, memberi tenaga, memberi waktu, mengampuni penuh kasih. Pertemuan OGF sekali dalam empat tahun ini merupakan tungku pembaruan, tempat untuk membiarkan Roh Kudus meniupkan kembali semangat pelayanan yang datang dari hati. Semoga para imam kita semakin disegarkan dalam pelayanan kasih yang murah dan rendah hati.
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap Kanselarius Keuskupan Agung Medan