Saudara-saudari terkasih, Para murid sesudah Kenaikan Tuhan tidak langsung pergi berbicara ke mana-mana. Mereka terlebih dahulu bertekun dalam doa dan persekutuan. Mereka belajar tinggal dalam Tuhan sebelum diutus mewartakan Tuhan. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita: komunikasi yang benar lahir dari hati yang berdoa, hati yang mendengarkan, hati yang mengalami kasih Allah.
Melalui tema Yubileum St. Fransiskus Assisi, Bapa Uskup Kornelius Sipayung, OFMCap menegaskan kembali bahwa imam bukan untuk dirinya sendiri, melainkan dipanggil untuk masuk ke dalam misi Yesus. Imam pertama-tama dipanggil untuk tinggal bersama Yesus dan mengalami keintiman dengan-Nya. Kedalaman relasi ini melahirkan kekuatan untuk bermisi dan mewartakan Kerajaan Allah.
Doa Rosario ini disusun oleh dalam semangat Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan. Semangat berjalan bersama antara Sekretariat Sinode dengan Komisi Liturgi KAM. Setiap peristiwa kita renungkan dalam terang panggilan Gereja KAM untuk berjalan bersama: mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan.
Selamat ulang tahun RD Benno Ola Tage.Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, dan damai dalam setiap karya pelayanan pastor, terlebih dalam tugas di Komisi...