Sabtu, Oktober 31, 2026
Lainnya
    BerandaWarta Kuria (September - Oktober 2026)

    Warta Kuria (September – Oktober 2026)

    1. Kerasulan Pendidikan sebagai Panggilan Melayani: Audiensi YPHK Kepada Uskup Keuskupan Agung Medan

    Pengurus Yayasan Pendidikan Hati Kudus (YPHK) beraudiensi kepada Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap., pada Jumat, 25 September 2026, di Catholic Center Christosophia. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB itu dibuka dengan doa oleh RD. Sampang Tumanggor dan dihadiri sejumlah suster FCJM serta pengurus yayasan. Bapa Uskup menegaskan bahwa audiensi ini adalah pembicaraan pastoral, yang berangkat dari panggilan untuk melayani dan membangun kehidupan Gereja. “Kerasulan pendidikan merupakan bagian dari panggilan Gereja untuk hadir dan melayani umat,” tuturnya. Sejalan dengan itu, Konsili Vatikan II dalam Dekret Gravissimum Educationis menegaskan bahwa sekolah Katolik memiliki peran khas sebagai tempat pembinaan manusia secara utuh, di mana iman, budaya dan hidup saling bertemu dan berkembang dalam terang Injil. Bapa Uskup juga mengingatkan bahwa karya pendidikan perlu terbuka terhadap berbagai perkembangan dan tantangan zaman, tanpa kehilangan ciri khas katoliknya.

    Dalam presentasinya, YPHK menyampaikan bahwa pengelolaan TK, SD dan SMP Onan Runggu diterima dari Yayasan St. Yoseph/KAM pada 2017, bukan terutama demi keuntungan, melainkan agar karya pendidikan Katolik di wilayah itu tetap berjalan dan sekolah tetap hadir bagi umat. Pada awalnya YPHK pun belum bersedia menerima pengalihan itu karena keterbatasan yang dimilikinya, namun setelah melalui pertimbangan, pengelolaan diterima sebagai bentuk pelayanan. Sejak itu, berbagai upaya pengembangan dilakukan, antar lain pemindahan lokasi TK, renovasi dan pembangunan gedung SMP serta pembangunan gedung baru SD St. Paulus di tanah milik FCJM di Harianja yang mulai digunakan pada 13 Juli 2026. Pada kesempatan ini, pengurus Yayasan menyampaikan permohonan maaf karena perpindahan unit sekolah ke tempat baru, tidak lebih dahulu meminta izin kepada Bapa Uskup.

    YPHK berharap audiensi ini menjadi refleksi bersama sebagai pijakan transparansi untuk melangkah ke depan serta memohon arahan dan solusi bagi keberlanjutan karya, sekaligus pemberkatan gedung SD St. Paulus yang baru sebagai tanda restu dari Bapa Uskup. Dalam pembahasan, terungkap adanya perbedaan tafsir mengenai status aset, yang kemudian dijelaskan Bapa Uskup dengan menunjukkan bahwa dokumen pengalihan kepemilikan aset Keuskupan kepada YPHK tidak ditandatangani oleh pihak-pihak terkait. Mgr. Kornelius Sipayung menambahkan bahwa pengalihan harta benda Keuskupan harus mengikuti ketentuan hukum Gereja dan memerlukan persetujuan DEPKAM. Bapa Uskup menggarisbawahi sisi pastoral pendidikan sejalan dengan semangat Gravissimum Educationis yang menempatkan sekolah sebagai sarana pembinaan iman dan pembentukan pribadi. Pendidikan harus dikelola menjadi kerasulan yang menarik berdasarkan spiritualitas Kongregasi yang tidak berhenti pada rumusan visi dan misi, melainkan dihidupi dalam kurikulum, kegiatan pembelajaran dan pelatihan para guru, lalu diperkenalkan kepada masyarakat agar dikenal sebagai pendidikan yang berjiwa Hati Kudus Yesus dan Maria. Uskup juga mengarahkan agar bangunan SD lama tidak dibongkar, melainkan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Perayaan pemberkatan gedung baru kiranya dijadikan momen promosi sekolah.

    2. Menjadi Katolik Tangguh di Tanah Papua: Audiensi Panitia IYD KAM 2027

    Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Medan bersiap mengambil bagian dalam Indonesian Youth Day (IYD) IV Tahun 2027 yang akan diselenggarakan di wilayah Keuskupan Manokwari–Sorong, Papua. Bertema “Katolik Tangguh Merajut Damai” dan berlandaskan Yohanes 16:33, perjumpaan akbar ini dijadwalkan pada 24–30 Juni 2027 dengan program live in bersama umat di beberapa Tim Pastoral Wilayah pada 24–26 Juni, dilanjutkan kegiatan utama di Sorong pada 27–30 Juni. Melalui pengalaman hidup bersama umat di tanah Papua, orang muda diharapkan semakin matang dalam iman, solidaritas, inklusifitas, kepekaan terhadap alam serta kemampuan mempererat persaudaraan lintas suku, budaya dan keuskupan.

    Rencana ini menjadi pokok audiensi Panitia IYD KAM 2027 bersama Bapa Uskup Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap pada 25 September 2026 di gedung Catholic Center Christosophia Medan. Panitia memaparkan rencana kontingen yang terdiri dari OMK dari setiap vikariat beserta para pendamping, dengan skema pendanaan gotong royong yang melibatkan kontribusi peserta, penggalangan dana panitia dan Komisi Kepemudaan serta subsidi Keuskupan. Menanggapi rencana ini, Bapa Uskup menegaskan bahwa jumlah peserta hendaknya disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan, bukan sekadar memenuhi kuota. Beliau juga meminta panitia mengumpulkan informasi lengkap mengenai World Youth Day di Seoul sebagai bahan pertimbangan bijak dalam penggunaan dana, sambil menunggu informasi dari KWI.

    Lebih jauh, Bapa Uskup mengarahkan agar anggaran dioptimalkan dan subsidi Keuskupan tidak dijadikan sumber utama, mengingat masih banyak prioritas pelayanan lain yang membutuhkan sokongan dana, termasuk pendidikan OMK. Sebagai alternatif penggalangan dana, beliau mengusulkan pencetakan Kalender Tahun 2027 yang ditawarkan kepada keluarga-keluarga umat sebagai ungkapan kesadaran mendukung pembinaan orang muda. Bapa Uskup mengajak bagi segenap umat untuk mendukung orang muda yang hendak menjadi Katolik tangguh yang merajut damai dari tanah Medan hingga tanah Papua.

    3. Menjadi Kecil agar Kristus Semakin Besar: Warisan Santo Fransiskus Asisi dalam Terang Ajaran Gereja pada Yubileum 800 Tahun Wafatnya

    Perayaan Ekaristi Yubileum 800 tahun wafat Santo Fransiskus Asisi di Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan, Medan, pada 4 Oktober 2026, yang dipimpin Uskup Keuskupan Agung Medan bersama para imam dan dihadiri oleh kaum religius, keluarga Fransiskan dan seluruh umat, merupakan peristiwa eklesial yang bernilai rohani mendalam. Dalam tradisi Gereja Katolik, peringatan Transitus Santo Fransiskus, peralihannya dari dunia ini kepada Bapa, merupakan perayaan iman akan persekutuan para kudus (communio sanctorum), sebagaimana dihayati dalam Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani (bdk. Lumen Gentium 11; Sacrosanctum Concilium 10). Bersama seluruh keluarga Fransiskan, Gereja mensyukuri karisma yang telah menghasilkan begitu banyak buah kekudusan bagi umat beriman.

    Warisan terbesar Santo Fransiskus terletak pada seluruh hidupnya yang berserah kepada Allah, terungkap dalam seruannya: “Tuhanku dan Allahku, Engkaulah segala-galanya.” Spiritualitas ini berakar pada iman akan Kristus yang tersalib dan pada kasih-Nya yang menyelamatkan, sebagaimana ditegaskan Gereja bahwa “di dalam misteri Sabda yang menjadi daging, Kristus telah menyatakan kasih Allah yang menyelamatkan” (Gaudium et Spes 22). Dari iman ini lahirlah jalan hidup yang tetap relevan bagi Gereja dan dunia dewasa ini: kerendahan hati, persaudaraan sejati, perdamaian, kasih kepada kaum kecil serta kepedulian terhadap seluruh ciptaan. Spirit ini ditegaskan kembali oleh Gereja dalam ajaran sosialnya dan dalam seruan ekologis Laudato Si’. Sungguh tepat sabda Tuhan: “Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Luk. 14:11). Spiritualitas para fransiskan merupakan penghayatan konkret sabda ini.

    Perayaan Yubileum ini meneguhkan umat Keuskupan Agung Medan untuk menghidupi semangat Fransiskan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menjadi saudara bagi semua orang dan pembawa damai di mana pun Tuhan mengutus mereka. Dengan menjadi kecil agar Kristus semakin besar, umat dipanggil untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata di tengah keluarga, masyarakat dan seluruh ciptaan. Semoga melalui doa, sakramen dan kesaksian hidup, rahmat Yubileum ini berbuah dalam kekudusan nyata, demi kemuliaan Allah dan keselamatan jiwa-jiwa. Santa Perawan Maria, dan Santo Fransiskus Asisi, pendoa kita di hadapan Allah, kiranya menuntun kita menuju Kristus. Pace e bene!

    4. Gereja KAM Berjalan Bersama Pekerja Migran: Seminar Pastoral Migran Keuskupan Agung

    Forum Pastoral Migran Perantau (FPMP) Keuskupan Agung Medan menyelenggarakan Seminar Pastoral Migran bertema “Gereja KAM Berjalan Bersama Pekerja Migran: Peduli dan Waspada terhadap Perdagangan Orang” pada 5 Oktober 2026 di Catholic Center Christosophia, Medan. Kegiatan ilmiah ini diikuti oleh 104 peserta terdiri dari Vikep, Pastor Paroki, dan Umat Katolik yang terkait dengan penanganan TPPO terutama dari kepolisian, imigrasi dan pemerintah daerah. Dalam pesannya, Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap., menegaskan agar Gereja tidak “terlalu gampang menghakimi korban,” melainkan mendampingi dan melindungi mereka, sebab pencegahan dan penanganan TPPO sebagai kejahatan kemanusiaan harus menjadi kerasulan profetis Gereja yang utama.

    Sumatera Utara dinilai rawan sebagai tempat perdagangan orang karena posisinya yang menjadi jalur tidak resmi menuju Malaysia, dengan Medan–Deli Serdang sebagai pusat mobilitas serta Asahan, Tanjung Balai, Batu Bara dan Serdang Bedagai sebagai jalur pemberangkatan laut. RD. Marthen Jenarut, Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau KWI (KKPMP KWI) memaparkan evolusi TPPO menuju online scam dan judi daring serta menekankan bahwa migrasi tidak identik dengan TPPO. Sementara RP. Godlif Sianipar, O.Carm, memaparkan penelitian terhadap 186 orang muda Katolik yang menunjukkan faktor ekonomi dan kerentanan digital sebagai prediktor terkuat migrasi berisiko.

    Dari diskusi peserta lahir rumusan empat kerentanan (4K): ekonomi, sosial, digital, personal, serta arah pastoral Hulu–Tengah–Hilir yang bergerak dari pencegahan sebelum berangkat, pendampingan di perantauan, hingga pemulihan setelah pulang. Rekomendasi seminar mencakup program “Cek Sebelum Berangkat,” pembentukan Sahabat Migran Paroki, Kontak Darurat Migran, koordinasi dengan Satgas TPPO provinsi serta penguatan Komisi Pastoral Migran Perantau sebagai tempat pengaduan dengan tim berkapasitas paralegal. “Korban bukan untuk dihukum, tetapi untuk diselamatkan.” Gereja dipanggil hadir sebelum umat berangkat, berjalan bersama di perantauan, melindungi saat bahaya dan menerima ketika mereka kembali.

    5. Diutus untuk Melayani dan Menghadirkan Kasih Kristus: Tahbisan Diakon Kladius Hutagalung

    Gereja Keuskupan Agung Medan bersukacita atas tahbisan Diakon Diosesan Kladius Hutagalung yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2026 di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda, Medan. Perayaan ini menghadirkan kembali dasar biblis pelayanan diakonat dalam Kisah Para Rasul 6:1-7, ketika para rasul, menghadapi keluhan jemaat tentang pelayanan meja, memilih tujuh orang yang penuh Roh dan hikmat untuk melayani (bdk. Kis. 6:3), lalu menumpangkan tangan atas mereka (bdk. Kis. 6:6). Melalui penumpangan tangan dan doa tahbisan oleh Bapa Uskup, Kladius secara resmi ditahbiskan untuk mengambil bagian dalam pelayanan Kristus, Sang Hamba yang “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mrk. 10:45). Sakramen Tahbisan ini menandakan bahwa pelayanan diakon bukanlah inisiatif pribadi, melainkan panggilan yang berasal dari Tuhan sendiri dan diteruskan melalui Gereja, sebab seperti ditegaskan Kisah Para Rasul, “firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak” (Kis. 6:7) ketika pelayanan diakonal ditata dengan baik dalam persekutuan.

    Dalam ritus tahbisan, Diakon Kladius menyatakan kesediaannya menerima tugas pelayanan Gereja serta berjanji menghormati dan menaati Bapa Uskup beserta para penggantinya. Pernyataan ini merupakan ungkapan iman yang menegaskan dimensi komuni eklesial: seorang diakon diutus dalam persekutuan dengan Gereja dan di bawah bimbingan gembalanya, sebagaimana para rasul menetapkan tujuh diakon di hadapan seluruh jemaat (bdk. Kis. 6:5-6). Komitmen tersebut menjadi wujud penyerahan diri secara penuh kepada Tuhan, sekaligus kesetiaan untuk menjalankan perutusan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, tahbisan ini menjadi momen perutusan yang mengikat sang diakon pada tugas perutusan Kristus sendiri, dalam kesatuan dengan Gereja yang dipimpin para gembalanya.

    Melalui tahbisan ini, Diakon Kladius dipanggil untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata, terutama melalui perhatian kepada mereka yang sakit, miskin dan membutuhkan pertolongan; sebuah diakonia yang berakar pada Injil dan menuntut penghayatan kebajikan kerendahan hati. Kisah Para Rasul 6:1-7 menunjukkan bahwa pelayanan diakonal lahir dari kepedulian konkret terhadap kebutuhan jemaat, bukan dari ambisi pribadi; dan justru dari pelayanan yang setia itulah “firman Allah makin tersebar” (Kis. 6:7). Perayaan ini mengingatkan  seluruh umat bahwa panggilan Kristiani berakar pada kesediaan untuk melayani. Semoga Tuhan senantiasa menuntun setiap langkah pengabdian Diakon Kladius, sehingga melalui pelayanan di altar dan di tengah masyarakat, semakin banyak orang mengalami kasih Kristus yang menyelamatkan.

    6. Tonggak Baru Pelayanan Gereja yang Semakin Dekat: Inaugurasi Kuasi Paroki Teluk Pulai

    Sukacita menyelimuti umat Kuasi Paroki Santa Perawan Maria Bunda Hati Kudus Teluk Pulai, Dusun Pardomuan, Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyambut kedatangan Vikjen Keuskupan Agung Medan (KAM), RP. Michael Manurung OFMCap bersama rombongan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Penyambutan meriah dengan kelompok drum band dan antusiasme umat mengiringi perjalanan rombongan menuju gereja. Puncak perayaan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026 dalam Perayaan Ekaristi Kudus inaugurasi kuasi paroki, dipimpin Vikjen mewakili Uskup KAM, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Turut hadir dalam perayaan syukur ini Vikep St. Mateus Rasul Aek Kanopan, RD. Marianus A. Kedang, Kanselarius KAM, RP. Adrianus Sembiring OFMCap, Parokus Tanjungbalai, para imam, suster dari berbagai kongregasi serta umat dan perwakilan pemerintah setempat.

    Perayaan Ekaristi Kudus Inaugurasi dirangkai dengan pelantikan RP. Apolinaris Vinsensius Tarut CMF sebagai Pastor Kuasi Paroki bersama RP. Karolus Klaudius Guru CMF sebagai Vikaris Parokial serta DPPH untuk meneguhkan pelayanan pastoral di Teluk Pulai. Dalam homilinya, Vikjen menegaskan bahwa gereja bukan terutama bangunan fisik, melainkan persekutuan umat beriman yang menghadirkan keilahian di dunia. Beliau mengajak umat menghayati semangat gembala yang dekat dengan kawanan dombanya, sehingga kehadiran gembala di tengah umat semakin nyata melalui pelayanan pastoral yang dekat, penuh perhatian dan berlandaskan kasih Kristus.

    Inaugurasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Gereja Katolik di Teluk Pulai. Dengan status baru ini, pelayanan pastoral diharapkan semakin dekat dengan dan mudah dijangkau umat, serta mendorong umat untuk semakin dewasa dalam iman, membangun kemandirian dalam kehidupan menggereja dan mengambil bagian aktif dalam mendukung karya pastoral. Sukacita perayaan semakin terasa karena masyarakat setempat yang telah lama mengalami kekeringan yang berdampak pada pertanian sebagai sumber mata pencaharian,  pada Sabtu sore dianugerahi hujan lebat yang disambut penuh syukur. Semoga kehadiran Pastor di kuasi paroki ini semakin mempererat persekutuan umat, meneguhkan iman, dan mengintensifkan pelayanan Gereja yang menjadi berkat bagi masyarakat di sekitarnya.

    7. Sinergitas Penyuluh Agama Katolik dengan Keuskupan Agung Medan

    Pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di Catholic Center, digelar pertemuan koordinasi yang dihadiri Kanselarius KAM, RP. Adrianus Sembiring OFMCap, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Kota Medan, Hamma Sitohang, S.Ag, beserta sejumlah penyuluh agama Katolik Kota Medan. Setelah doa pembuka dan kata pengantar dari Kanselarius, Hamma Sitohang memaparkan tugas dan peran penyuluh, dilanjutkan sesi tanya jawab, lalu ditutup dengan doa bersama.

    Hasil pertemuan menegaskan bahwa Keuskupan Agung Medan dan Bimas Katolik Kemenag Sumatera Utara telah memiliki MoU tentang sinergitas yang diwujudkan melalui Forum Koordinasi Sinergitas Pastoral KAM dan Bimas Katolik. Kanselarius meminta keterlibatan penyuluh di Komisi-komisi KAM. Para penyuluh menyatakan kesediaannya dengan menetapkan satu hari dalam seminggu untuk bertugas, sementara format absensi disusun sesuai laporan kinerja pada pimpinan Bimas Katolik. Dalam kaitannya dengan sinergitas, diajukan permintaan agar KAM mengikutsertakan penyuluh Deli Serdang dan Langkat serta mengutamakan Penyuluh Agama berstatus PNS seperti Hotman Manalu, Tri Sujarwadi, Eustakeus Galis, dan Abdon Manalu. Rencana hari kerja penyuluh Kota Medan pun telah disusun: Hamma Sitohang dan Marulam Nainggolan bertugas hari Selasa; Ricardo Simamora, Leonhard Hutagalung, Roni Antonius Sitanggang, Zetra Hail Saragih, Demaran Sigiro, dan Hekdi Sinaga menetapkan hari kerja sesuai penugasan komisi masing-masing. Pertemuan ini diharapkan memperkuat kolaborasi pastoral antara penyuluh agama dan Keuskupan Agung Medan.

    8. Bersama Membangun Pelayanan, Meneguhkan Persaudaraan: Audiensi DPP FCJM Provinsi Indonesia dengan Uskup Agung Medan

    Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Kongregasi Suster Fransiskanes dari Hati Kudus Yesus dan Maria (FCJM) Provinsi Indonesia periode 2026–2031 mengadakan audiensi kepda Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap., pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dipimpin Sr. M. Blandina Mahulae FCJM selaku Provinsial, rombongan memperkenalkan jajaran DPP baru beserta Moderator RP. Emmanuel Sembiring OFMCap., Sekretaris Provinsi dan Ekonom Provinsi. Dalam sambutannya, Bapa Uskup menyampaikan rasa syukur dan harapan agar FCJM membawa sukacita dalam pelayanan, seraya menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan mempererat komunikasi dan kerja sama antara Kongregasi dan Keuskupan Agung Medan. DPP FCJM memaparkan karisma, spiritualitas, visi-misi serta perjalanan kongregasi yang akan merayakan 100 tahun kehadirannya di Indonesia pada tahun 2030 yang menjadi alasan diperpanjangnya masa bakti kepemimpinan DPP menjadi lima tahun. Kini FCJM berkarya di 15 keuskupan dengan 351 anggota, dan di wilayah KAM mengelola 21 unit pendidikan, klinik kesehatan serta karya sosial dan pembinaan.

    Berbagai pokok kerja sama dibahas dalam audiensi ini. Terkait Klinik St. Katarina Balige, disepakati opsi ketiga: klinik tetap dikelola FCJM dengan mempertimbangkan dimensi historisnya, sementara akses jalan telah memperoleh jawaban melalui surat yang akan diserahkan oleh Kanselarius. Bapa Uskup juga menyoroti penggunaan istilah Conventio Scripta sebagai landasan kerja sama FCJM dengan KAM, menggantikan MoU, sebab hubungan dalam Gereja bukanlah relasi kontrak antara dua entitas yang sama levelnya, melainkan kesatuan Tubuh Kristus. Dalam hal ini, Bapa Uskup merujuk pada ajaran Konsili Vatikan II yang menegaskan bahwa “kaum religius, baik pria maupun wanita, berada di bawah kuasa para Uskup” (Christus Dominus art. 35), dan bahwa karya kerasulan tarekat hidup bakti harus bermanfaaat “bagi gereja Gereja semesta serta keuskupan-keuskupan” (Perfectae Caritatis art. 20).

    Mengenai TK Pakkat, penyerahan pengelolaannya kepada KAM akan ditindaklanjuti mengingat tanah adalah milik keuskupan dan bangunan milik FCJM. DPP FCJM pun menyampaikan rencana pemberkatan sejumlah bangunan, antara lain Gedung SD Onanrunggu (28 November 2026), Rumah Pembinaan Monteluco (30 Oktober 2026), serta komunitas di Tigadolok, Jalan Anggrek Medan dan Balige. Kanselarius KAM mengingatkan bahwa setiap pembangunan maupun rehabilitasi bangunan kongregasi hendaknya lebih dahulu mengantongi izin tertulis ordinaris wilayah demi menjaminkan bahwa bangunan tetap mencerminkan semangat kesederhanaan Injili. Menutup audiensi, Bapa Uskup berpesan agar FCJM menghayati karismanya dengan semangat kasih dan kerendahan hati, membangun sikap saling menghormati dan mendukung serta menampakkan kesaksian hidup religius secara nyata dalam pelayanan. Beliau juga menitipkan kepada Moderator FCJM untuk mendalami kedudukan tarekat hidup bakti dalam Gereja sesuai dokumen Konsili Vatikan II. DPP FCJM menyampaikan terima kasih atas arahan dan dukungan Bapa Uskup, serta komitmen untuk terus belajar dan berjalan bersama KAM dalam mengembangkan karya pelayanan pastoral sesuai karisma FCJM.

    Artikel Terkait

    KARYA PENDIDIKAN

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI