1. Pada Senin, 8 Desember 2025, Keuskupan Agung Medan menerima kunjungan tim Polda Sumut dan Mabes Polri di ruang rapat lantai 2 CC. Pertemuan singkat yang dihadiri Vikep Pastoral KAM, Pastor Serafin Dany Sanusi OSC dan perwakilan Dit Intelkam Polda serta Mabes Polri ini membahas koordinasi pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, penentuan gereja prioritas pengamanan serta kondisi gereja yang terdampak banjir di Sumatera Utara. Keamanan dijamin dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi Nataru.
Tim dari Polda menjelaskan bahwa tujuan Operasi yang berlangsung pada 4 Desember 2025–2 Januari 2026 ini adalah untuk memastikan umat dapat beribadah dengan aman baik dari ancaman teror bom, begal, razia ilegal oleh ormas maupun gangguan lain di sekitar gereja. Untuk itu, KAM diminta menyiapkan data lengkap paroki dan stasi, daftar gereja prioritas (berkapasitas besar atau memiliki riwayat ancaman bom), serta gereja yang rusak akibat banjir. Data ini menjadi dasar pengamanan dan penyediaan tempat ibadah alternatif oleh Polres dan pemerintah setempat. Melalui koordinasi ini, Gereja dan aparat keamanan menegaskan komitmen bersama menjaga kekhidmatan dan keselamatan perayaan Natal dan Tahun Baru bagi seluruh umat.
2. Pada Rabu, 10 Desember 2025, Polrestabes Medan menggelar Doa Bersama Lintas Agama di halaman apel Polrestabes Medan. Aktivitas kerohanian yang mengusung tema Merajut Harapan Pasca-Bencana di Kota Medan ini hendak memohonkan kepada Allah pemulihan pasca-bencana, kelancaran pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dan keselamatan Kota Medan sekitarnya. Sekitar 400 peserta hadir dari berbagai unsur: para tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, anak-anak yatim, personel Polri dan TNI. Doa dipimpin secara bergantian oleh pemuka agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Fr. Paskalis Wangga CMM dari Komisi Pendidikan KAM mewakili Keuskupan Agung Medan memanjatkan doa dari Gereja Katolik.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya doa sebagai tonggak persatuan dan solidaritas di tengah situasi pasca-bencana. Ia menyampaikan bahwa penanganan kini memasuki tahap pemulihan, dengan bantuan berupa peralatan dan sarana kebersihan yang disalurkan ke enam wilayah terdampak: Polres Langkat, Humbahas, Taput, Tapsel, Sibolga dan Tapteng. Tausiyah Ketua FKUB, paduan suara anak panti asuhan serta pemberian bingkisan kepada 99 anak yatim dan korban bencana menambah suasana khidmat dan kebersamaan acara ini. Kegiatan spiritual ini ditutup dengan ajakan Kapolresta kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman sebelum makan bersama pada pukul 18.30 WIB.
3. Kerusakan fisik dan kerugian material yang diakibatkan oleh bencana alam di Tapanuli Tengah juga melukai martabat manusia, terutama mereka yang paling rentan. Menanggapi panggilan iman untuk menghadirkan wajah Kristus yang berbelaskasih, Tim Kesehatan Keuskupan Agung Medan (RS St. Elisabeth, RS Siloam, RS Grand Medistra, RS Sari Mutiara) mengadakan pelayanan kesehatan di Sibolga pada 11–14 Desember 2025 dikoordinir oleh RP. Joseph Pandia OFMConv (vikep pro Religius KAM). Sebanyak 41 relawan—dokter, perawat, bidan, pastor, suster, frater serta tim dari berbagai rumah sakit Katolik—melayani di sembilan wilayah terdampak bencana dengan akses kesehatan terbatas. Total 780 pasien terlayani, termasuk 15 ibu hamil, dengan keluhan terbanyak ISPA, hipertensi, penyakit kulit, dyspepsia dan diare. Pelayanan pengobatan dan pemberian logistik dilengkapi dengan pendampingan psikologis dan rohani sebagai wujud solidaritas, penghiburan dan pembuktian bahwa para korban tidak berjalan sendiri (bdk. Mat 25:36).
Para relawan bersyukur atas kebersamaan yang hangat, rasa aman, keramahan pastor dan suster serta pengalaman toleransi yang nyata di tengah pelayanan. Kegiatan ini menjadi perwujudan nyata kasih sinodal Gereja: melayani dengan hati, menguatkan yang lemah dan ambil bagian dalam pemulihan kehidupan. Doa dipanjatkan bagi para korban yang meninggal agar beristirahat dalam damai Tuhan dan penghiburan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan sinergitas Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sibolga dalam pelayanan kemanusiaan tetap solid sebagai perpanjangan rahmat Tuhan melalui Yayasan Caritas dan Komisi PSE. Tuhan memberkati setiap pelayanan kita.
4. Keuskupan Agung Medan, diwakili oleh RD. Parulian Sihombing, Pasyanmilpol, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Tribrata pada 17 Desember 2025 yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara untuk mempersiapkan Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin Toba” 2025. Operasi yang berlangsung pada 20 Desember 2025 – 2 Januari 2026 ini melibatkan 11.417 personel gabungan dan 166 posko di seluruh wilayah Sumut guna menjamin keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di tengah situasi bencana banjir dan longsor di 19 kabupaten/kota.
Selain pengamanan ibadah dan arus mudik, fokus operasi ini juga diarahkan pada misi kemanusiaan: perbaikan rumah ibadah, relokasi sementara dan pemulihan akses infrastruktur. Wakil Gubernur Sumut menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh sumber daya karena Nataru bertepatan dengan masa rehabilitasi bencana. Beberapa daerah seperti Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Langkat dan Sibolga masih mengalami kerusakan infrastruktur yang membatasi mobilitas orang dan barang.
Rapat ini dihadiri Forkopimda Sumut, pimpinan BUMN/BUMD, OPD terkait, Kapolres dan Kapolsek se-Sumut, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan. Keuskupan Agung Medan turut memberikan dukungan terhadap sinergi lintas sektor dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat selama Nataru di tengah status bencana yang masih berlangsung.
5. Dalam bingkai tema Sinode Diosesan VII KAM, “Gereja KAM Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan,” Kuria dan Komisi-Komisi Keuskupan Agung Medan mengadakan rapat paripurna tahun 2025 pada 15-19 Desember 2025. Setiap ketua unit melaporkan kegiatan selama tahun 2025 sekaligus evaluasi atasnya. Laporan dan evaluasi dimulai oleh Ekonomat, diikuti oleh Sekretariat kemudian diteruskan secara berurutan oleh Dirdios KMKI, Tribunal KAM, Rumpun Pembinaan (Komisi Kepemudaan, Komisi Pendidikan dan Komisi Keluarga), Rumpun Kemasyarakatan (Komisi PSE, Komisi Kerawam, Komisi HAK dan Komisi Kesehatan) dan Rumpun Pewartaan (Komisi Kateketik, Komisi Komunikasi Sosial, Komisi Liturgi, Komisi KKS dan Komisi Peziarahan Rohani).
Bapa Uskup setia mengikuti rapat ini bersama 24 orang peserta lain yang terdiri dari para pastor ketua komisi, suster dan beberapa pegawai. “Mendengarkan” adalah kata kunci yang menjadi spirit dasar dari seluruh rangkaian kegiatan rapat. Setiap sesi diikuti saat hening untuk pengendapan seraya mendengarkan bisikan Roh Kudus. Anggota kuria dan komisi berusaha saling meneguhkan. Setelah saling mendengarkan dan meneguhkan, rapat merumuskan arah konkret pelayanan pastoral KAM tahun 2026 sebagai wujud ketaatan pada tuntunan Roh Kudus.
Setiap rumpun menetapkan program prioritas yang menjadi perwujudan wajah Gereja yang berjalan bersama, saling meneguhkan dan hadir nyata di tengah umat. Rumpun Pembinaan menetapkan Program Pengembangan Kurikulum Pembinaan Iman Berjenjang Berbasis Misi dan Sinodalitas. Rumpun Kemasyarakatan merumuskan Program Terpadu Rumpun Kemasyarakatan 2026 untuk menjawab kerentanan umat pascabencana. Dengan mengintegrasikan lima pilar Gereja, program ini meneguhkan kehadiran Gereja yang profetis dan dapat dipercaya di tengah krisis sosial.
Rumpun Pewartaan berfokus pada digitalisasi katekese untuk menyediakan dan mendistribusikan materi dasar iman Katolik secara digital melalui media sosial KAM. Program-program prioritas tersebut menandai kesungguhan Gereja Keuskupan Agung Medan untuk berjalan sinodal: mendengarkan, meneguhkan dan kemudian mewartakan. Program-program ini menjadi bahan pewartaan melalui aksi pastoral yang terukur dan kolaboratif untuk menanggapi harapan umat terhadap Gereja.
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap
Kanselarius Keuskupan Agung Medan


