Kata Pengantar
Pada tahun 2026, Hari Minggu Sabda Allah (HMSA) dirayakan tanggal 25 Januari 2026. HMSA menjadi momen yang tepat untuk memulai rangkaian kegiatan sepanjang tahun 2026, baik dalam kehidupan Gereja (liturgi) maupun kehidupan setiap hari. Kita diundang untuk menjadikan Sabda Allah sebagai pelita dan acuan langkah hidup.
Tahun 2026 merupakan tahun berahmat bagi Keuskupan Agung Medan. Pada tahun ini, Keuskupan Agung Medan mengadakan Sinode Diosesan VII KAM, dengan tema “Gereja KAM Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan”. Tema yang sama menjadi Fokus Pastoral KAM 2026-2027. Berdasar pada semangat tersebut, Komisi KKS menetapkan tema HMSA 2026, “Mendengarkan Sabda Allah dalam Hidup Harian”.
Komisi KKS menyediakan dua kali bahan pendalaman Kitab Suci di lingkungan/stasi. Kami menganjurkan agar pendalaman HMSA 2026 dilaksanakan dalam doa lingkungan setelah tanggal 25 Januari 2026, yakni dalam minggu ke-4 Bulan Januari 2026 dan minggu pertama Bulan Februari 2026. Kami juga menyediakan katekese singkat untuk dibacakan di gereja pada hari Minggu, 25 Januari 2026 dan 1 Februari 2026. Katekese juga bisa disaksikan melalui youtube Komisi KKS KAM pada hari yang sama. Metode yang digunakan selama pendalaman HMSA 2026 adalah Metode Tiga Putaran: Pertama, adalah membaca Kitab Suci. Kedua, teks Kitab Suci yang didalami diterangkan secara singkat, dan ketiga, peresapan melalui permenungan dan pertanyaan refleksif.
1. Sebelum kegiatan dilaksanakan
a. Pengurus lingkungan mengatur jadwal, menentukan
petugas (pemandu, pembawa lagu, dan lektor) beberapa
waktu sebelum kegiatan pendalaman dilaksanakan
sehingga
mempunyai
cukup
waktu
untuk
mempersiapkan diri.
b. Para petugas, khususnya pemandu dan pembawa lagu,
hendaknya mempelajari buku panduan ini dengan baik.
c. Perlu diinformasikan agar setiap umat membawa Kitab
Suci dengan bahasa yang sama dengan bahan yang
didalami.
2. Sebelum kegiatan dimulai di lingkungan
a. Pembacaan Kitab Suci. Pemandu memberitahukan
kutipan yang akan didalami dan meminta umat untuk
membuka kutipan atau menandainya, sehingga ketika
masuk ke bagian pendalaman, umat bisa langsung
mengikuti. Pemandu juga memberitahukan agar ketika
lektor
membacakan kutipan Kitab Suci, umat
mendengarkan dengan khikmat.
b. Pemandu mengajak umat masuk dalam situasi hening
sejenak, mempersiapkan diri guna mengikuti kegiatan
pendalaman. Setelah itu, kegiatan pendalaman dimulai
dengan lagu pembuka.
3. Saat kegiatan berlangsung (khusus untuk pemandu)
a. Saat pendalaman kutipan. Pemandu membaca petunjuk
yang diberikan dalam rubrik dan mengikutinya. Sebelum
pendalaman dimulai, pemandu sudah membaca bahan
pendalaman secara menyeluruh, sehingga ketika
menyampaikan bahan pendalaman bisa berjalan dengan
lancar. Kami menghimbau pemandu untuk tidak
menambahkan khotbah atau renungan (dari kutipan lain)
pada saat menyampaikan bahan pendalaman, sehingga
tidak mengurangi muatan dan makna pendalaman, serta
dapat diterima peserta secara utuh.
b. Saat Sharing. Diupayakan agar lebih banyak umat yang
bersharing, namun perlu diperhatikan agar yang
bersharing dalam setiap pertemuan bukan orang yang
sama saja. Sharing terarah dan tidak bertele-tele agar
sharing efektif.
c. Perhatikan durasi pertemuan yakni antara 60-90 menit.
Demikianlah beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan demi efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pendalaman Hari Minggu Sabda Allah 2026. Semoga kegiatan ini semakin menginspirasi hidup kita untuk lebih dekat dengan Kitab Suci, sehingga kita dapat menjadi pendengar dan pelaku Sabda.
Salam Kami,
RP Paulus Halek Bere, SSCC
Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM


