Kamis, Oktober 15, 2026
Lainnya
    BerandaKomisiKomisi Peziarahan Rohani

    Komisi Peziarahan Rohani

    Gedung Catholic Center Christosophia, Lantai 3, Jl. Mataram No.21, Kel. Petisah Hulu, Kec. Medan Baru, Kota Medan 20153, Sumatera Utara – Indonesia
    0853-8100-2329
    RD. Fransiskus Ginting (ditugaskan pada 1 Oktober 2026)
    Lili Estrelita Silalahi (Pegawai KAM - Komisi Peziarahan Rohani)

    Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan penyertaan-Nya sehingga kami dapat menyusun rencana dan struktur organisasi Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung Medan ini. Komisi ini dibentuk untuk melestarikan, mempromosikan, dan mengembangkan destinasi wisata rohani yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan spiritual di wilayah Keuskupan Agung Medan (KAM).

    Latar belakang pembentukan komisi ini adalah kebutuhan untuk mengelola berbagai destinasi wisata rohani secara efektif, seperti Graha Maria Annai Velangkanni, Gereja Inkulturatif Karo di Berastagi, Gereja Inkulturatif Toba di Pangururan, Gereja Inkulturatif Pakpak di Sumbul, Bukit Kerahiman Ilahi di Siosar, dan Patung Yesus tertinggi di dunia di Sibea-bea. Selain itu, potensi wisata umum seperti Danau Toba, Bukit Lawang-Bahorok, Sabang-Aceh, dan Berastagi juga menjadi fokus pengembangan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

    Inspirasi pembentukan komisi ini datang dari seorang imam Keuskupan Agung Jakarta, Yustinus Ardianto Pr, yang juga direktur pusat pastoral Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Setelah mengalami pesona alam di Sumatera Utara dan reksa pastoral Keuskupan Agung Medan, beliau memicu gagasan untuk hadirnya Komisi Peziarahan Rohani di KAM. Peziarahan rohani pernah hadir dalam satu divisi Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) – Karitas KAM ketika Danau Toba sedang digalakkan menjadi destinasi wisata prioritas. Kini divisi tersebut ditingkatkan menjadi komisi yang berdiri sendiri.

    Pembentukan komisi ini berlatar belakang kekayaan destinasi wisata yang mempunyai nilai-nilai spiritual dan estetika yang mengagumkan di berbagai wilayah KAM, serta minat umat Katolik di Indonesia, khususnya di KAM, untuk mengadakan perjalanan Wisata Rohani. Melalui komisi ini, Gereja Partikular KAM hadir menunjukkan wajah Allah yang Mahabesar dan Berbelaskasih kepada banyak orang yang mengadakan perjalanan ziarah. Semoga dengan kehadiran Komisi Peziarahan Roahani ini, misteri kebesaran Allah semakin dinyatakan dan pujian kepada Allah semakin ditinggikan.

    Komisi Peziarahan Rohani ini bertujuan melestarikan dan mempromosikan keindahan alam, ragam budaya, dan situs-situs religius di KAM. Selain itu, memberikan informasi resmi terkait spot wisata rohani kepada peziarah, memfasilitasi kelompok-kelompok peziarah, mengorganisir peziarahan rohani, meningkatkan fasilitas di spot wisata rohani, menyediakan katekese audio-visual, serta meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

    Berbagai strategi telah dirumuskan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk pengembangan infrastruktur, promosi dan informasi, kolaborasi dengan berbagai pihak, pelayanan dan fasilitasi peziarah, pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan program wisata dan acara khusus, monitoring dan evaluasi, inovasi teknologi, dan peningkatan kesadaran lingkungan.

    Kami berharap dengan adanya komisi ini, wisata rohani di Keuskupan Agung Medan dapat berkembang lebih baik, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan umat Katolik, serta mendukung Visi Keuskupan untuk menjadi "Oase Ilahi di Tengah Dunia."

    Komisi Peziarahan Rohani ini memiliki visi dan misi, yakni:

    1. Visinya adalah  Oase Ilahi di Tengah Dunia
    • Misinya adalah:
    1. Memperkenalkan Wajah Allah:
      • Memperkenalkan wajah Allah dalam keindahan alam, ragam budaya, situs-situs religius, geopark, dan tempat-tempat religius di wilayah KAM.
    2. Melestarikan Pariwisata Religius dan Budaya:
      • Melestarikan pariwisata religius dan budaya yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, dan tepat sasaran. Pariwisata ini berwawasan lingkungan dan kebudayaan, serta berfungsi sebagai Oase Ilahi di Tengah dunia.
    3. Menggali dan Menyebarkan Nilai Spiritual:
      • Menggali, mendokumentasikan, dan menyebarkan nilai spiritual serta semangat kekatolikan yang terkandung dalam budaya, situs-situs religius, geopark, dan tempat-tempat religius di wilayah KAM.
    4. Menghargai dan Mempromosikan Budaya Setempat:
      • Menghargai, menggali, dan mempromosikan budaya setempat dalam konteks penghayatan iman Katolik.
    5. Memberdayakan Umat dalam Sektor Pariwisata:
      • Menganimasi dan memberdayakan umat dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terangkat.

    Dengan misi ini, Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung Medan diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan pariwisata rohani dan budaya di wilayah KAM, mendukung misi keuskupan untuk menjadi "Oase Ilahi di Tengah Dunia", serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan umat Katolik.

    • Sejarah dan Perkembangan Pariwisata

    Pariwisata telah menjadi bagian dari peradaban manusia sejak zaman dahulu, yang ditandai dengan perjalanan menuju tempat-tempat yang memberikan kesegaran jiwa dan raga. Sebagai kegiatan ekonomi, pariwisata mulai berkembang pada awal abad ke-19 dan menjadi industri internasional sejak tahun 1869. Saat ini, pariwisata telah menjadi salah satu industri utama penghasil devisa di berbagai negara, bahkan ketika sektor perdagangan barang mengalami kelesuan, pariwisata tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

    • Wisata Rohani sebagai Bagian dari Pariwisata Minat Khusus

    Wisata rohani adalah salah satu bentuk pariwisata minat khusus yang berkaitan dengan kepercayaan, adat istiadat masyarakat, dan aktivitas keagamaan. Wisata ini bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok, ke tempat-tempat yang dianggap suci dan penting bagi perkembangan iman seseorang atau komunitas, termasuk makam para pemimpin yang diagungkan. Dalam tradisi Katolik, ziarah ke tanah suci yang berkaitan dengan kehidupan Yesus telah dilakukan sejak abad ke-4, mencakup tempat-tempat seperti Roma, makam para rasul, martir, dan situs penampakan Perawan Maria.

    • Tempat-Tempat Ziarah yang Populer

    Temuan Forbes menunjukkan bahwa umat Katolik di seluruh dunia gemar berziarah tidak hanya ke Gua Bunda Maria tetapi juga ke Gereja-gereja bersejarah, makam orang Kudus, dan Biara. Tempat-tempat ziarah ini menarik ribuan hingga ratusan ribu peziarah setiap tahunnya.

    • Kekayaan Destinasi Wisata Rohani di Keuskupan Agung Medan

    Keuskupan Agung Medan (KAM) memiliki banyak obyek pariwisata dan wisata rohani yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan spiritual, antara lain:

    1. Graha Maria Annai Velangkanni di Medan, yang terkenal dengan arsitektur India-Mogul.
    2. Gereja Inkulturatif Berastagi, yang mengadopsi arsitektur tradisional Karo.
    3. Gereja Inkulturatif Pangururan di Samosir, yang memadukan elemen budaya Batak Toba.
    4. Gereja Katolik Inkulturatif Pakpak di Sumbul dan Gereja Padre Pio di Purba Hinalang, yang kaya akan ornamen dan simbol budaya Simalungun.
    5. Gua Bunda Maria Tritunggal Maha Kudus. Gua Bunda Maria Tritunggal Maha Kudus lokasinya berada di Namo Suro Baru, Kec. Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
    6. Gua Maria Namo Pecawir. Gua Maria Namo Pocawir lokasinya berada di Jl. Namo Pencawir, Desa Tuntungan II, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang. Tempat ini merupakan Gua Maria yang menjadi sisa peninggalan/warisan sejarah Paus Yohanes Paulus II di Medan pada bulan Oktober 1989.
    7. Gua Maria Bunda Karmel. Gua Maria Bunda Karmel berada di Paroki Cinta Damai kebupaten Batu Bara.
    8. Bukit Kerahiman Ilahi di Siosar, Tanah Karo, yang menjadi salah satu destinasi ziarah utama dengan taman doa dan patung Yesus Kristus.
    9. Patung Yesus Tertinggi di Dunia di Sibea-bea, Kabupaten Samosir, yang menjadi ikon baru pariwisata rohani dan menarik banyak peziarah dari berbagai daerah.
    10. Taman Iman di Kabupaten Dairi, yang menawarkan pengalaman spiritual melalui replika tempat-tempat suci dari berbagai agama dan keyakinan.
    11. Kekayaan Destinasi Wisata Umum di Wilayah Keuskupan Agung Medan

    Selain destinasi wisata rohani, wilayah KAM juga memiliki kekayaan destinasi wisata umum yang menarik, seperti:

    • Danau Toba dengan keindahan alamnya yang memukau, pulau Samosir yang berada di tengahnya, serta berbagai kegiatan wisata seperti berperahu, berenang, dan menikmati keindahan alam sekitarnya.
    • Bukit Lawang-Bahorok yang terkenal dengan konservasi orangutan, menawarkan pengalaman unik trekking di hutan hujan tropis.
    • Sabang, Aceh yang merupakan titik nol kilometer Indonesia dengan keindahan pantai, terumbu karang, dan spot snorkeling serta diving yang mempesona.
    • Berastagi yang dikenal dengan udara sejuk, kebun stroberi, dan pemandangan Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, menjadi tempat favorit untuk bersantai dan menikmati alam pegunungan.
    • Tingginya Jumlah Peziarah dan Wisatawan

    Wilayah KAM sering dikunjungi oleh banyak peziarah dari dalam dan luar negeri, termasuk negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam, serta pengenalan terhadap simbol-simbol budaya dan keagamaan.

    • Kebutuhan Akan Informasi dan Penerangan

    Banyak peziarah memerlukan penjelasan lebih mendalam mengenai makna simbol-simbol keagamaan dan budaya di setiap situs ziarah. Informasi yang kurang memadai mengenai spot wisata rohani seringkali menjadi hambatan, meskipun internet telah menjadi alat utama dalam mencari informasi wisata.

    • Dukungan Pemerintah dan Infrastruktur

    Pemerintah telah menetapkan Danau Toba, yang berada di wilayah KAM, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Namun, masyarakat dan umat di wilayah KAM masih perlu meningkatkan kesiapan mereka dalam menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan, mengembangkan karakter hospitality, ramah lingkungan, dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.

    • Pembentukan Komisi Pariwisata dan Peziarahan Rohani

    Sebagai tanda kepedulian terhadap perkembangan pariwisata rohani, Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFM Cap, telah membentuk satu Komisi yang menangani seluruh spot wisata rohani di wilayah pastoral KAM. Pembentukan Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung Medan merupakan langkah strategis untuk mengembangkan dan mengelola kekayaan obyek wisata rohani yang ada. Melalui komisi ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan umat Katolik, serta mendukung misi keuskupan untuk menjadi oase spiritual di tengah dunia.

    Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung Medan dibentuk dengan tujuan untuk:

    1. Melestarikan dan Mempromosikan Keindahan Alam dan Ragam Budaya
      • Menghargai dan melestarikan kekayaan alam, budaya, situs-situs religius, geopark, dan tempat-tempat religius yang dimiliki oleh Keuskupan Agung Medan.
      • Mengedukasi dan memotivasi umat Allah serta peziarah untuk mengalami kehadiran Allah melalui keindahan alam dan budaya di wilayah KAM.
    2. Memberikan Informasi Resmi
      • Menyediakan informasi resmi mengenai spot wisata rohani di wilayah pastoral Keuskupan Agung Medan, baik yang dimiliki oleh pribadi, pemerintah, Gereja Kristen, maupun terutama yang dimiliki oleh Gereja Katolik.
      • Mengembangkan platform digital dan cetak seperti brosur, buku, situs web, dan aplikasi mobile untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.
    3. Memfasilitasi Kelompok-Kelompok Peziarah
      • Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kelompok-kelompok peziarah.
      • Memberikan informasi, katekese, dan perayaan sakramen yang mendukung pengalaman ziarah yang mendalam dan bermakna.
    4. Mengorganisir Wisata dan Peziarahan Rohani
      • Mengorganisir dan mengkoordinasikan kegiatan wisata dan peziarahan rohani ke tempat-tempat utama seperti Graha Maria Annai Velangkanni, Gereja Katolik Santo Fransiskus Inkulturatif Berastagi, Gereja Santo Dionisius Sumbul, Gereja Santo Mikael Pangururan, dan Gereja Santo Pio Purbahinalang.
      • Menyediakan panduan dan bimbingan yang membantu peziarah memahami makna dan nilai spiritual dari setiap tempat ziarah.
    5. Meningkatkan Fasilitas di Spot Wisata Rohani
      • Komisi ikut meningkatkan fasilitas termasuk spot wisata Rohani yang bukan milik Keuskupan Agung Medan
      • Menyediakan katekese audio-visual yang menjelaskan lambang-lambang dan simbol-simbol rohani yang ditemukan pada gereja-gereja inkulturatif dan tempat-tempat ziarah milik KAM.
    6. Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
      • Meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, ke spot wisata rohani di wilayah pastoral Keuskupan Agung Medan.
      • Melakukan promosi melalui berbagai saluran komunikasi dan kerjasama dengan agen-agen perjalanan, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
    7. Mengembangkan Ekonomi Lokal
      • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan Wisata rohani.
      • Membantu masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi dari kegiatan Wista Rohani dengan menyediakan produk-produk lokal, suvenir, dan jasa terkait.

    Dengan tujuan-tujuan ini, Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung  diharapkan dapat mendukung visi keuskupan untuk menjadi "Oase Ilahi di Tengah Dunia" serta memperkuat identitas budaya dan keagamaan dalam konteks keimanan Katolik.

    Berdasarkan latar belakang dan tujuan yang telah dipaparkan, sasaran utama dari Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung Medan meliputi:

    1. Umat Katolik di Indonesia khususnya di Keuskupan Agung Medan
      • Umat Katolik yang ingin memperdalam iman melalui ziarah dan mengunjungi tempat-tempat religius yang memiliki nilai spiritual tinggi.
      • Kelompok gerejani yang ingin mengorganisir perjalanan ziarah untuk anggotanya, sehingga mereka bisa mengalami dan berkomunikasi dengan Allah melalui tempat-tempat ziarah.
    2. Peziarah Wisata Rohani dari Dalam dan Luar Negeri
      • Peziarah dari berbagai daerah di Indonesia non Katolik yang mencari pengalaman spiritual dan ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya dan tradisi Katolik di wilayah KAM.
      • Peziarah dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan negara lainnya yang tertarik dengan kekayaan spiritual dan budaya di wilayah KAM.
    3. Wisatawan Umum dalam dan Luar Negeri
      • Wisatawan yang tertarik dengan keindahan alam dan kekayaan budaya di wilayah KAM, seperti Danau Toba, Bukit Lawang-Bahorok, Sabang-Aceh, dan Berastagi.
      • Wisatawan yang ingin mengeksplorasi situs-situs wisata umum dan rohani, serta belajar tentang sejarah, budaya, dan tradisi lokal.
    4. Kelompok-Kelompok Peziarah
      • Kelompok-kelompok rohani dari berbagai denominasi Kristen yang tertarik dengan destinasi wisata rohani dan ingin mengadakan kegiatan spiritual bersama.
    5. Masyarakat Lokal di Wilayah Keuskupan Agung Medan
      • Masyarakat lokal yang akan mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan Peziarah melalui penjualan suvenir, makanan, dan layanan akomodasi.
      • Masyarakat yang diharapkan dapat mengembangkan karakter hospitality, ramah lingkungan, dan melihat peluang peningkatan kesejahteraan melalui sektor pariwisata.
    6. Pemerintah Daerah dan Pihak Terkait
      • Pemerintah daerah yang ingin mempromosikan pariwisata di wilayah mereka dan mendukung pengembangan fasilitas serta infrastruktur wisata.
      • Agen-agen perjalanan, hotel, restoran, dan penyedia jasa wisata yang bekerja sama dengan komisi untuk menawarkan paket wisata rohani yang menarik dan informatif.

    Dengan fokus pada berbagai kelompok sasaran ini, Komisi Peziarahan Rohani Keuskupan Agung Medan diharapkan dapat mencapai tujuannya dalam melestarikan, mempromosikan, dan mengembangkan pariwisata rohani serta mendukung visi keuskupan untuk menjadi "Oase Ilahi di Tengah Dunia".

    Artikel Terkait

    KARYA PENDIDIKAN

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI