Selamat Ulang Tahun Tahbisan Uskup yang ke-7 kepada Yang Mulia Bapa Uskup
Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, Uskup Agung Medan.
Semoga Tuhan Yesus selalu menyertai Bapa Uskup dalam setiap pelayanan penggembalaannya.
“DEUS MEUS ET OMNIA”
Allahku dan Segalaku
(Mazmur 8:10)
Ulang Tahun Tahbisan Episkopal ke-7 Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
Bahan Pendalaman Hari Minggu Sabda Allah 2026 – Lingkungan
Kata Pengantar
Pada tahun 2026, Hari Minggu Sabda Allah (HMSA) dirayakan tanggal 25 Januari 2026. HMSA menjadi momen yang tepat untuk memulai rangkaian kegiatan sepanjang tahun 2026, baik dalam kehidupan Gereja (liturgi) maupun kehidupan setiap hari. Kita diundang untuk menjadikan Sabda Allah sebagai pelita dan acuan langkah hidup.
Tahun 2026 merupakan tahun berahmat bagi Keuskupan Agung Medan. Pada tahun ini, Keuskupan Agung Medan mengadakan Sinode Diosesan VII KAM, dengan tema “Gereja KAM Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan”. Tema yang sama menjadi Fokus Pastoral KAM 2026-2027. Berdasar pada semangat tersebut, Komisi KKS menetapkan tema HMSA 2026, “Mendengarkan Sabda Allah dalam Hidup Harian”.
Komisi KKS menyediakan dua kali bahan pendalaman Kitab Suci di lingkungan/stasi. Kami menganjurkan agar pendalaman HMSA 2026 dilaksanakan dalam doa lingkungan setelah tanggal 25 Januari 2026, yakni dalam minggu ke-4 Bulan Januari 2026 dan minggu pertama Bulan Februari 2026. Kami juga menyediakan katekese singkat untuk dibacakan di gereja pada hari Minggu, 25 Januari 2026 dan 1 Februari 2026. Katekese juga bisa disaksikan melalui youtube Komisi KKS KAM pada hari yang sama. Metode yang digunakan selama pendalaman HMSA 2026 adalah Metode Tiga Putaran: Pertama, adalah membaca Kitab Suci. Kedua, teks Kitab Suci yang didalami diterangkan secara singkat, dan ketiga, peresapan melalui permenungan dan pertanyaan refleksif.
1. Sebelum kegiatan dilaksanakan
a. Pengurus lingkungan mengatur jadwal, menentukan
petugas (pemandu, pembawa lagu, dan lektor) beberapa
waktu sebelum kegiatan pendalaman dilaksanakan
sehingga
mempunyai
cukup
waktu
untuk
mempersiapkan diri.
b. Para petugas, khususnya pemandu dan pembawa lagu,
hendaknya mempelajari buku panduan ini dengan baik.
c. Perlu diinformasikan agar setiap umat membawa Kitab
Suci dengan bahasa yang sama dengan bahan yang
didalami.
2. Sebelum kegiatan dimulai di lingkungan
a. Pembacaan Kitab Suci. Pemandu memberitahukan
kutipan yang akan didalami dan meminta umat untuk
membuka kutipan atau menandainya, sehingga ketika
masuk ke bagian pendalaman, umat bisa langsung
mengikuti. Pemandu juga memberitahukan agar ketika
lektor
membacakan kutipan Kitab Suci, umat
mendengarkan dengan khikmat.
b. Pemandu mengajak umat masuk dalam situasi hening
sejenak, mempersiapkan diri guna mengikuti kegiatan
pendalaman. Setelah itu, kegiatan pendalaman dimulai
dengan lagu pembuka.
3. Saat kegiatan berlangsung (khusus untuk pemandu)
a. Saat pendalaman kutipan. Pemandu membaca petunjuk
yang diberikan dalam rubrik dan mengikutinya. Sebelum
pendalaman dimulai, pemandu sudah membaca bahan
pendalaman secara menyeluruh, sehingga ketika
menyampaikan bahan pendalaman bisa berjalan dengan
lancar. Kami menghimbau pemandu untuk tidak
menambahkan khotbah atau renungan (dari kutipan lain)
pada saat menyampaikan bahan pendalaman, sehingga
tidak mengurangi muatan dan makna pendalaman, serta
dapat diterima peserta secara utuh.
b. Saat Sharing. Diupayakan agar lebih banyak umat yang
bersharing, namun perlu diperhatikan agar yang
bersharing dalam setiap pertemuan bukan orang yang
sama saja. Sharing terarah dan tidak bertele-tele agar
sharing efektif.
c. Perhatikan durasi pertemuan yakni antara 60-90 menit.
Demikianlah beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan demi efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pendalaman Hari Minggu Sabda Allah 2026. Semoga kegiatan ini semakin menginspirasi hidup kita untuk lebih dekat dengan Kitab Suci, sehingga kita dapat menjadi pendengar dan pelaku Sabda.
Salam Kami,
RP Paulus Halek Bere, SSCC
Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM
Selamat Ulang Tahun Vikaris Episkopal Pastoral – RP. Serafin Dany Sanusi OSC
Selamat Ulang Tahun ke-62, Pastor Vikaris Episkopal (Vikep) Pastoral KAM, RP. Serafin Dany Sanusi OSC pada 21 Januari 2026.
Semoga Tuhan terus memberkati hidup dan pelayanan pastor. Semoga kasih, hikmat, dan damai Tuhan senantiasa menyertai perjalanan hidup pastor, serta menjadikan pastor semakin kuat dalam iman dan kasih kepada sesama.
Warta Kuria KAM (November – Desember 2025)
1. Pada Senin, 8 Desember 2025, Keuskupan Agung Medan menerima kunjungan tim Polda Sumut dan Mabes Polri di ruang rapat lantai 2 CC. Pertemuan singkat yang dihadiri Vikep Pastoral KAM, Pastor Serafin Dany Sanusi OSC dan perwakilan Dit Intelkam Polda serta Mabes Polri ini membahas koordinasi pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, penentuan gereja prioritas pengamanan serta kondisi gereja yang terdampak banjir di Sumatera Utara. Keamanan dijamin dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi Nataru.
Tim dari Polda menjelaskan bahwa tujuan Operasi yang berlangsung pada 4 Desember 2025–2 Januari 2026 ini adalah untuk memastikan umat dapat beribadah dengan aman baik dari ancaman teror bom, begal, razia ilegal oleh ormas maupun gangguan lain di sekitar gereja. Untuk itu, KAM diminta menyiapkan data lengkap paroki dan stasi, daftar gereja prioritas (berkapasitas besar atau memiliki riwayat ancaman bom), serta gereja yang rusak akibat banjir. Data ini menjadi dasar pengamanan dan penyediaan tempat ibadah alternatif oleh Polres dan pemerintah setempat. Melalui koordinasi ini, Gereja dan aparat keamanan menegaskan komitmen bersama menjaga kekhidmatan dan keselamatan perayaan Natal dan Tahun Baru bagi seluruh umat.
2. Pada Rabu, 10 Desember 2025, Polrestabes Medan menggelar Doa Bersama Lintas Agama di halaman apel Polrestabes Medan. Aktivitas kerohanian yang mengusung tema Merajut Harapan Pasca-Bencana di Kota Medan ini hendak memohonkan kepada Allah pemulihan pasca-bencana, kelancaran pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dan keselamatan Kota Medan sekitarnya. Sekitar 400 peserta hadir dari berbagai unsur: para tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, anak-anak yatim, personel Polri dan TNI. Doa dipimpin secara bergantian oleh pemuka agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Fr. Paskalis Wangga CMM dari Komisi Pendidikan KAM mewakili Keuskupan Agung Medan memanjatkan doa dari Gereja Katolik.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya doa sebagai tonggak persatuan dan solidaritas di tengah situasi pasca-bencana. Ia menyampaikan bahwa penanganan kini memasuki tahap pemulihan, dengan bantuan berupa peralatan dan sarana kebersihan yang disalurkan ke enam wilayah terdampak: Polres Langkat, Humbahas, Taput, Tapsel, Sibolga dan Tapteng. Tausiyah Ketua FKUB, paduan suara anak panti asuhan serta pemberian bingkisan kepada 99 anak yatim dan korban bencana menambah suasana khidmat dan kebersamaan acara ini. Kegiatan spiritual ini ditutup dengan ajakan Kapolresta kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman sebelum makan bersama pada pukul 18.30 WIB.
3. Kerusakan fisik dan kerugian material yang diakibatkan oleh bencana alam di Tapanuli Tengah juga melukai martabat manusia, terutama mereka yang paling rentan. Menanggapi panggilan iman untuk menghadirkan wajah Kristus yang berbelaskasih, Tim Kesehatan Keuskupan Agung Medan (RS St. Elisabeth, RS Siloam, RS Grand Medistra, RS Sari Mutiara) mengadakan pelayanan kesehatan di Sibolga pada 11–14 Desember 2025 dikoordinir oleh RP. Joseph Pandia OFMConv (vikep pro Religius KAM). Sebanyak 41 relawan—dokter, perawat, bidan, pastor, suster, frater serta tim dari berbagai rumah sakit Katolik—melayani di sembilan wilayah terdampak bencana dengan akses kesehatan terbatas. Total 780 pasien terlayani, termasuk 15 ibu hamil, dengan keluhan terbanyak ISPA, hipertensi, penyakit kulit, dyspepsia dan diare. Pelayanan pengobatan dan pemberian logistik dilengkapi dengan pendampingan psikologis dan rohani sebagai wujud solidaritas, penghiburan dan pembuktian bahwa para korban tidak berjalan sendiri (bdk. Mat 25:36).
Para relawan bersyukur atas kebersamaan yang hangat, rasa aman, keramahan pastor dan suster serta pengalaman toleransi yang nyata di tengah pelayanan. Kegiatan ini menjadi perwujudan nyata kasih sinodal Gereja: melayani dengan hati, menguatkan yang lemah dan ambil bagian dalam pemulihan kehidupan. Doa dipanjatkan bagi para korban yang meninggal agar beristirahat dalam damai Tuhan dan penghiburan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan sinergitas Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sibolga dalam pelayanan kemanusiaan tetap solid sebagai perpanjangan rahmat Tuhan melalui Yayasan Caritas dan Komisi PSE. Tuhan memberkati setiap pelayanan kita.
4. Keuskupan Agung Medan, diwakili oleh RD. Parulian Sihombing, Pasyanmilpol, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Tribrata pada 17 Desember 2025 yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara untuk mempersiapkan Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin Toba” 2025. Operasi yang berlangsung pada 20 Desember 2025 – 2 Januari 2026 ini melibatkan 11.417 personel gabungan dan 166 posko di seluruh wilayah Sumut guna menjamin keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di tengah situasi bencana banjir dan longsor di 19 kabupaten/kota.
Selain pengamanan ibadah dan arus mudik, fokus operasi ini juga diarahkan pada misi kemanusiaan: perbaikan rumah ibadah, relokasi sementara dan pemulihan akses infrastruktur. Wakil Gubernur Sumut menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh sumber daya karena Nataru bertepatan dengan masa rehabilitasi bencana. Beberapa daerah seperti Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Langkat dan Sibolga masih mengalami kerusakan infrastruktur yang membatasi mobilitas orang dan barang.
Rapat ini dihadiri Forkopimda Sumut, pimpinan BUMN/BUMD, OPD terkait, Kapolres dan Kapolsek se-Sumut, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan. Keuskupan Agung Medan turut memberikan dukungan terhadap sinergi lintas sektor dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat selama Nataru di tengah status bencana yang masih berlangsung.
5. Dalam bingkai tema Sinode Diosesan VII KAM, “Gereja KAM Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan,” Kuria dan Komisi-Komisi Keuskupan Agung Medan mengadakan rapat paripurna tahun 2025 pada 15-19 Desember 2025. Setiap ketua unit melaporkan kegiatan selama tahun 2025 sekaligus evaluasi atasnya. Laporan dan evaluasi dimulai oleh Ekonomat, diikuti oleh Sekretariat kemudian diteruskan secara berurutan oleh Dirdios KMKI, Tribunal KAM, Rumpun Pembinaan (Komisi Kepemudaan, Komisi Pendidikan dan Komisi Keluarga), Rumpun Kemasyarakatan (Komisi PSE, Komisi Kerawam, Komisi HAK dan Komisi Kesehatan) dan Rumpun Pewartaan (Komisi Kateketik, Komisi Komunikasi Sosial, Komisi Liturgi, Komisi KKS dan Komisi Peziarahan Rohani).
Bapa Uskup setia mengikuti rapat ini bersama 24 orang peserta lain yang terdiri dari para pastor ketua komisi, suster dan beberapa pegawai. “Mendengarkan” adalah kata kunci yang menjadi spirit dasar dari seluruh rangkaian kegiatan rapat. Setiap sesi diikuti saat hening untuk pengendapan seraya mendengarkan bisikan Roh Kudus. Anggota kuria dan komisi berusaha saling meneguhkan. Setelah saling mendengarkan dan meneguhkan, rapat merumuskan arah konkret pelayanan pastoral KAM tahun 2026 sebagai wujud ketaatan pada tuntunan Roh Kudus.
Setiap rumpun menetapkan program prioritas yang menjadi perwujudan wajah Gereja yang berjalan bersama, saling meneguhkan dan hadir nyata di tengah umat. Rumpun Pembinaan menetapkan Program Pengembangan Kurikulum Pembinaan Iman Berjenjang Berbasis Misi dan Sinodalitas. Rumpun Kemasyarakatan merumuskan Program Terpadu Rumpun Kemasyarakatan 2026 untuk menjawab kerentanan umat pascabencana. Dengan mengintegrasikan lima pilar Gereja, program ini meneguhkan kehadiran Gereja yang profetis dan dapat dipercaya di tengah krisis sosial.
Rumpun Pewartaan berfokus pada digitalisasi katekese untuk menyediakan dan mendistribusikan materi dasar iman Katolik secara digital melalui media sosial KAM. Program-program prioritas tersebut menandai kesungguhan Gereja Keuskupan Agung Medan untuk berjalan sinodal: mendengarkan, meneguhkan dan kemudian mewartakan. Program-program ini menjadi bahan pewartaan melalui aksi pastoral yang terukur dan kolaboratif untuk menanggapi harapan umat terhadap Gereja.
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap
Kanselarius Keuskupan Agung Medan
Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Mari kita jadikan Hari Raya Natal 2025 & Tahun Baru 2026 sebagai momentum kebangkitan harapan. Allah sudah datang untuk menyelamatkan kita, sekarang giliran kita menjadi terang dan pembawa harapan bagi dunia.
Dekrit Penutupan Tahun Yubileum 2025 di KAM
DEKRET USKUP KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
No.:949/YUBILEUM/KA/XII/’25
TENTANG:
PENUTUPAN TAHUN YUBILEUM 2025
DI KEUSKUPAN AGUNG MEDAN
1. Dengan penuh syukur kepada Allah Tritunggal Mahakudus, Gereja yang berziarah di Keuskupan Agung Medan telah mengambil bagian dalam perayaan Tahun Yubileum Biasa 2025 dengan tema “Peziarah Pengharapan”, yang dimaklumkan oleh Paus Fransiskus melalui Bulla Spes non confundit yang diterbitkan pada 9 Mei 2024. Sehubungan dengan itu Penitensiaria Apostolik telah menerbitkan dekrit tentang tata cara perolehan indulgensi penuh bagi umat beriman sepanjang Tahun Yubileum 2025.
2. Keuskupan Agung Medan, dalam semangat ketaatan dan persekutuan dengan Takhta Suci, telah membuka secara resmi perayaan Tahun Yubileum di Gereja Katedral Santa Perawan Maria yang Dikandung tanpa Noda pada Sabtu, 28 Desember 2024 dan menetapkan beberapa gereja dan gua Maria sebagai tempat suci yang bisa dikunjungi umat dalam rangka ziarah untuk mendapatkan indulgensi selama tahun Yubileum biasa 2025 sebagai tambahan kepada pintu suci di Gereja Katedral Medan.
3. Kini, ketika mendekati berakhirnya masa khusus Yubileum, sebagai gembala Gereja partikular Keuskupan Agung Medan, kami memandang perlu untuk menegaskan secara resmi tata cara penutupan Tahun Yubileum 2025 di seluruh wilayah pastoral Keuskupan Agung Medan. Semoga rahmat yang telah dianugerahkan selama Tahun Suci ini tidak berhenti pada perayaan lahiriah, melainkan terus dihayati hingga berbuah dalam hidup iman serta karya pelayanan umat Allah sehari-hari.
4. Maka, demi kemuliaan Tuhan dan demi kebaikan rohani umat Allah di Keuskupan Agung Medan, dengan ini kami menetapkan bahwa perayaan resmi penutupan Tahun Yubileum 2025 di Keuskupan Agung Medan diselenggarakan pada Hari Minggu Tanggal 28 Desember 2025 dalam Perayaan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef, mengambil tempat di Gereja Katedral Santa Perawan Maria yang Dikandung tanpa Noda, Medan sesuai dengan ketetapan bulla spes non confundit.
5. Dalam perayaan ini akan dilaksanakan ritus penutupan lambang-lambang Yubileum, termasuk penutupan secara simbolis “Pintu Rahmat Yubileum” atau tanda lain yang selama ini digunakan selama tahun Yubileum. Ritus tersebut menjadi tanda bahwa masa khusus pengaplikasian indulgensi penuh dan perayaan Yubileum di Gereja partikular Keuskupan Agung Medan telah berakhir, sementara rahmat dan buah rohaninya tetap mengalir dalam kehidupan sehari-hari.
6. Para Pastor Paroki yang menggembalakan Gereja dan tempat yang ditetapkan secara resmi sebagai tempat suci pada hari yang sama, Minggu, 28 Desember 2025, diminta untuk menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Syukur Penutupan Tahun Yubileum 2025 di tempatnya masing-masing. Dalam perayaan tersebut hendaknya diadakan ritus sederhana penutupan lambang-lambang Yubileum yang ada di gereja dan tempat tersebut dengan tetap menjaga kesederhanaan, keluhuran dan martabat liturgi suci.
7. Kami mengajak seluruh paroki, stasi, komunitas hidup bakti dan kelompok kategorial di Keuskupan Agung Medan untuk Merayakan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus dengan intensi syukur atas segala rahmat yang diterima selama Tahun Yubileum 2025 pada hari Minggu, 28 Desember 2025.
8. Di dalam perayaan tersebut hendaknya didoakan Doa Umat khusus yang mengungkapkan syukur atas Tahun Rahmat dan agar buahnya tetap tinggal dalam hati umat;
9. Kami menyemangati umat untuk memperbaharui komitmen menghidupi karya-karya belas kasih rohani dan jasmani, kesetiaan pada perayaan Ekaristi dan penerimaan Sakramen Tobat, serta keterlibatan nyata sebagai saksi harapan pasti di tengah masyarakat yang majemuk.
10. Di tempat-tempat yang memungkinkan, hendaknya diadakan pula adorasi Sakramen Mahakudus atau ibadat devosi singkat (seperti rosario, jalan salib, ibadat tobat atau bentuk doa devosi lain) yang menyatakan syukur atas Tahun Yubileum dan peneguhan panggilan umat sebagai “peziarah pengharapan” di tengah konteks sosial-budaya Sumatera Utara yang sedang dilanda bencana alam.
11. Dengan ini, segala ketentuan khusus di tingkat Keuskupan Agung Medan yang bertentangan dengan isi dekrit ini, sejauh menyangkut perayaan dan penutupan Tahun Yubileum 2025, dinyatakan dicabut.
Ditetapkan di Medan
Pada 24 Desember 2025
Deus Meus et Omnia,
†Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
Uskup Keuskupan Agung Medan
Pesan Natal 2025
PESAN NATAL 2025
“Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dan Masyarakat yang Terluka”
(Bdk. Matius 1:21-24)
Natal bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi misteri agung inkarnasi Allah yang hadir dan tinggal di tengah dunia yang terluka. Dalam Injil Matius, kita mendengar malaikat berkata kepada Yusuf: "Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Mat 1:21). Inilah inti Natal: Allah hadir untuk menyelamatkan, bukan dari jauh, tetapi dari dalam luka umat manusia.
Di tengah peristiwa kelahiran-Nya, Allah tidak memilih istana, tetapi palungan; bukan kemewahan, tetapi kesederhanaan. Seperti yang dikatakan Yohanes, “Sabda telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita” (Yoh 1:14). Allah hadir dalam keluarga sederhana di Betlehem, memberi pesan kuat bagi kita: Allah hadir dalam keluarga-keluarga kita, khususnya yang sedang menderita, terpinggirkan, dan dilanda bencana.
Solidaritas Sebagai Jalan Pertobatan Natal
Natal sejati bukanlah tentang gemerlap lampu, dekorasi, dan pesta, tetapi tentang pertobatan yang melahirkan solidaritas. Paus Benediktus XVI dalam Spe Salvi mengingatkan bahwa “pengharapan Kristiani tidak pernah bersifat individualistis, tetapi selalu bersifat bersama, membangun dunia baru bersama Kristus dan orang lain.” (SS 14).
Maka, di tengah bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, kita tidak dapat merayakan Natal hanya dengan liturgi yang indah atau makanan yang lezat. Kita dipanggil untuk menjadikan Natal sebagai peristiwa transformasi hidup, membuka rumah dan hati bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal, yang kelaparan, yang putus asa.
Yesus sendiri bersabda, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40). Maka setiap tindakan kasih kepada para pengungsi, anak-anak korban bencana, petani yang kehilangan mata pencaharian, adalah tindakan menyambut Kristus yang lahir.
Membangun Harapan di Dunia yang Terluka
Dalam Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa “Ketika kita mengenal kasih Allah yang menyelamatkan, kita sadar bahwa hidup tidak bisa sama lagi. Kita dipanggil untuk menjadi murid-murid misioner yang membawa Injil ke tengah dunia yang penuh luka.” (EG 3). Gereja tidak boleh bersikap netral di hadapan penderitaan.
Pesan ini semakin kuat ketika kita membaca seruan Laudato Si’ yang menegaskan: “Teriakan bumi dan teriakan orang miskin adalah satu dan sama.” (LS 49). Maka pertobatan ekologis dan sosial adalah jalan Natal kita bersama. Jangan sampai kita hanya bersedih sesaat, lalu kembali hidup tanpa perubahan. Dunia menantikan umat beriman yang berani berubah dan menyembuhkan.
Gereja dipanggil menjadi tanda harapan dan kasih bagi dunia yang terluka, seperti ditekankan dalam Compendium of the Social Doctrine of the Church (CSDC 4). Ini bukan panggilan tambahan, melainkan jati diri Gereja sebagai Tubuh Kristus. Maka, marilah kita hadir di tengah penderitaan masyarakat sebagai “sahabat pengharapan” dan agen pemulihan.
Penutup: Keluarga sebagai Taman Harapan
Natal adalah undangan bagi setiap keluarga untuk menjadi tempat kelahiran harapan. Di tengah runtuhnya nilai kekeluargaan karena egoisme dan konsumerisme, kita diundang untuk membangun rumah yang menjadi oase kasih, pengampunan, dan kepedulian.
Sebagaimana Yusuf dan Maria merawat Yesus dalam segala keterbatasan, demikian pula keluarga-keluarga Kristen di Sumatera, dari pedalaman Aceh hingga lembah Minang, dari desa pesisir Sibolga hingga kampung-kampung di Tanah Karo, dipanggil menjadi tempat di mana Kristus hadir dan tumbuh.
Mari kita jadikan Natal 2025 sebagai momentum kebangkitan harapan. Allah sudah datang untuk menyelamatkan kita, sekarang giliran kita menjadi terang dan pembawa harapan bagi dunia.
Selamat Natal 2025.
Damai Kristus tinggal di keluargamu.
Harapan Allah menyala dalam tindakan kasihmu.
Deus Meus et Omnia,
†Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
Uskup Keuskupan Agung Medan
Syukur atas 26 Tahun Imamat Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
Selamat Ulang Tahun Tahbisan Imamat ke-26, Mgr. Kornelius Sipayung - Uskup Agung Medan.
Syukur atas rahmat dan kasih Tuhan yang tercurah bagi Bapa Uskup.
Semoga tetap sehat dan terus memancarkan sukacita Iman dalam karya pengembalaan.
Pesta Pelindung KAM 2025: Beato Dionisius dan Redemptus
Hal : Perayaan Pelindung Keuskupan Agung Medan Beato Dionysius dan Redemptus
Kepada Yth.:
1. Para Parokus KAM
2. Pimpinan Tarekat Hidup Bakti di KAM
3. Rektor Seminari Tinggi Santo Petrus
Semoga hati kita selalu dikobarkan oleh api Roh Kudus untuk menjalankan pelayanan dengan penuh semangat demi proyek ilahi.
Pada 01 Desember kita merayakan Hari Raya Beato Dionysius dan Redemptus, sebagai pelindung Keuskupan Agung Medan.
Oleh karena itu kami meminta agar di setiap paroki, komunitas Tarekat Hidup Bakti dan Seminari Tinggi dirayakan perayaan Ekaristi untuk merayakan kedua beato pelindung Keuskupan Agung Medan tersebut, pagi atau sore hari pada Senin, 01 Desember 2025.
Liturgi perayaan Ekaristi akan disediakan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Agung Medan.
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijalankan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik kami haturkan terima kasih.
Surat KAM No. : 892/P/KA/XI/’29
Lamp.: Daftar Undangan
Hal : Perayaan Pelindung Keuskupan Agung Medan Beato Dionisius dan Redemptus
Kepada Yth.:
1. Paroki Vikariat Santo Petrus Rasul, Medan
2. Paroki Vikariat Santo Yohanes Rasul, Medan
3. Pimpinan Komunitas Tarekat Hidup Bakti di wilayah Medan
4. Pengurus YPK-YPK di wilayah Medan
5. UNIKA Santo Thomas
6. STP Santo Bonaventua, Delitua
7. STIKES Santa Elisabeth Medan
8. Organisasi Gerejawi/Kategorial KAM
9. Staf Pegawai KAM
Di-
Tempat
Salam damai Sejahtera,
Semoga hati kita selalu dikobarkan oleh api Roh Kudus untuk menjalankan pelayanan dengan penuh semangat demi proyek Ilahi.
Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir Indonesia (Aceh) sebagai Pelindung Keuskupan Agung Medan. Dengan bimbingan Roh Kudus dan semangat spiritualitas Beato Dionisius dan Redemptus, kami mengundang Pastor, Frater, Bruder, Suster, Bapak/Ibu untuk menghadiri perayaan syukur dalam ekaristi yang akan dilaksanakan pada:
Hari & Tanggal : Senin, 01 Desember 2025
Pukul : 18.00 WIB s.d. Selesai
Tempat : Gereja Santa Perawan Maria Yang dikandung tanpa Noda, Katedral Jl. Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kec. Medan Maimun, Kota Medan
Pada tahun 2025 ini, kami hanya mengundang perwakilan dari Vikariat Medan karena alasan situasi dan keadaan yang terjadi sebagai dampak cuaca ekstrim.
Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijalankan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik kami haturkan terima kasih.
Salam dan hormat,
RP. Michael Manurung OFMCap
Vikaris Jenderal KAM
Tata Ibadat Lingkungan Masa Adven – Bahasa Indonesia & Daerah
Kata Pengantar
Setiap tahun kita menjalani Masa Adven, suatu masa yang dijalani sebagai persiapan Masa Natal. Secara umum Adven dimengerti sebagai ungkapan untuk menyatakan kedatangan Kristus di antara manusia. Masa Adven sudah mulai dihidupi oleh Gereja kita sejak abad-abad pertama. Paus Gregorius Agung menetapkan durasi Masa Adven sebanyak 4 minggu.
Pedoman Tahun Liturgi dan Penanggalan Liturgi (PTLPL) sesudah Konsili Vatikan II menyebut bahwa “Masa Adven mempunyai dua tujuan yaitu, pertama, menyiapkan hari raya Natal (kedatangan Tuhan ke dunia di antara manusia) dan, kedua, mengarahkan hati supaya menantikan kedatangan Tuhan pada akhir zaman (kedatangan-Nya yang kedua).
Dari waktu ke waktu tradisi Adven ini semakin dihayati dengan baik dalam perayaan ibadat dan penghayatan spiritualitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tradisi yang kemudian muncul dalam gereja kita dalam memaknai Masa Adven ini adalah kehadiran Korona Adven dan 4 lilin di atasnya. Ini dijadikan sebagai simbol perjalanan umat beriman mengisi 4 minggu Masa Adven untuk mempersiapkan Natal Tuhan.
Buku ini disusun sebagai panduan dalam melaksanakan ibadat lingkungan selama Masa Adven. Di dalamnya terdapat 4 tema pokok yang dirancang untuk membantu kita semua, baik sebagai pemandu maupun peserta, agar dapat mengikuti ibadat dengan baik dan khidmat. Keempat sub tema ini akan didalami dalam 4 kali pertemuan dan ibadat selama Masa Adven.
Buku ini disusun sebagai panduan dalam melaksanakan ibadat lingkungan selama Masa Adven. Di dalamnya terdapat 4 tema pokok yang dirancang untuk membantu kita semua, baik sebagai pemandu maupun peserta, agar dapat mengikuti ibadat dengan baik dan khidmat. Keempat sub tema ini akan didalami dalam 4 kali pertemuan dan ibadat selama Masa Adven.
Pertemuan - 2: BERTOBATLAH SEBAB KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT
Pertemuan - 3: MENERIMA YESUS DENGAN TULUS HATI
Pertemuan - 4: SIAP MENYONGSONG TUHAN
Download Tata Ibadat Lingkungan Masa Adven Tahun 2025 - Keuskupan Agung Medan:
a.
Ibadat dapat dipandu oleh 2 orang petugas yang disebut pemandu 1 (P1) dan pemandu 2 (P2). Bila tidak memungkinkan 2 orang, pemandu dapat juga satu orang.
❖
P1 bertugas untuk bagian pelaksanaan ibadat keseluruhan;
❖
P2 bertugas untuk membacakan Sabda Allah (Injil) dan bagian Renungan/Pendalaman bahan.
b. Petugas lain adalah pembawa ujud doa umat, kolektan, pemandu lagu, dan pengiring nyanyian.
c. Para petugas, khususnya P1 dan P2, hendaknya menggunakan pakaian liturgis: alba dan kap/samir pemandu liturgi.
a. Tempat ibadat umumnya dilaksanakan di rumah umat tetapi boleh juga di tempat lain yang disepakati, misalnya di aula.
b. Di tempat ibadat (di rumah umat) hendaknya disediakan satu meja kecil sebagai ”altar”. Di atasnya disediakan 2 lilin, salib menghadap umat, buku Alkitab, dan patung/arca Bunda Maria. Dekorasi bunga boleh juga disediakan di sekitar meja tersebut untuk menambah suasana ibadat.
c. Baik juga disediakan korona adven dan lilin putih (4 biji) di atasnya.
d. Pemandu ibadat (P1 dan P2) akan mengambil tempat duduk di samping kiri dan kanan meja tersebut.
e. Posisi umat di tempat ibadat boleh duduk melingkar, tetapi boleh juga duduk berjejer, seturut situasi tempat.
Demikian buku ibadat ini disampaikan kepada kita. Semoga kita semua semakin bergembira memuliakan Tuhan dan mempersiapkan diri akan kedatangan Tuhan, Sang Penyelamat dan Cahaya Kehidupan.
Medan, 01 November 2025
RP Christian L. Gaol OFMCap.
Ketua Komisi Liturgi KAM




