Pelindung |
: |
Santo Yohanes Paulus II |
Buku Paroki |
: |
Sejak 25 September 2014. Sebelumnya bergabung dengan Paroki St. Fransiskus Asisi Padang Bulan Medan. |
Alamat |
: |
Jl. Namo Pencawir, Desa Tuntungan II, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang - 22114 |
Telp. |
: |
0823-6062-1845 |
|
|
: |
[email protected] |
Jumlah Umat |
: |
1.534 KK / 5.399 jiwa
|
Jumlah Stasi |
: |
15 |
01. Barung Ketang04. Gunung Merlawan07. Namo Keling10. Pasar V13. Suka Dame |
02. Belimbingan05. Gunung Tinggi08. Namo Riam11. Pasar X14. Taburen |
03. Desa Hulu06. Kuta Tualah09. Pancur Batu12. Rumah Kinangkung15. Ujung Jawi |
RP. Andreas Elpian Gurusinga OFMConv |
09.01.'71 |
Parochus |
RP. Yohanes K. Sensianus Jebarus OFMConv |
29.08.'78 |
Vikaris Parokial |
Jadwal Misa
Jumat Pertama : 06.00 WIB
Minggu : 08.00 WIB
Sejarah Paroki St. Yohanes Paulus II - Namo Pecawir Tuntungan
Paroki St. Yohanes Paulus II, Namopecawir - Tuntungan merupakan pemekaran dari paroki St. Fransiskus Assisi, Padang Bulan – Medan. Sebelum menjadi paroki yang baru, di Namopecawir telah berdiri gereja stasi St. Antonius Padua pada tahun 1981. Wilayah yang sekarang menjadi reksa pastoral Paroki St. Yohanes Paulus II, Namopecawir – Tuntungan dulunya adalah rayon 2 dan rayon 3 dari paroki St. Fransiskus Assisi, Padang Bulan – Medan. Paroki St. Fansiskus Asisi, Padang Bulan sendiri memiliki 3 rayon pada masa itu dengan data sebagai berikut:
RAYON 1
- Stasi Pasar VI - Stasi Pasar Baru - Stasi Simpang Kuala - Stasi Perumnas Simalingkar - Stasi Simalingkar B - Stasi Simpang Selayang
RAYON 2
- Stasi Pancur Batu - Stasi Desa Hulu - Stasi Ujung Jawi - Stasi Keloni - Stasi Namoriam - Stasi Barung Ketang - Stasi Durin Pitu - Stasi Kuta Tualah - Stasi Suka Dame
RAYON 3
- Stasi Namo Keling - Stasi Namopecawir - Stasi Pasar V - Stasi Pasar X - Stasi Rumah Kinangkung - Stasi Gunung Merlawan - Stasi Taburen
Ketiga rayon tersebut tersebar di Kotamadya Medan dan 2 kecamatan di wilayah kabupaten Deliserdang. Mengingat zona pelayanan yang demikian luas dan demi pelayanan yang lebih efektif maka sejak awal tahun 2014 telah muncul ide tentang pemekaran paroki. Sebagai data dasar maka jumlah umat di masing-masing rayon menjadi satu pertimbangan khusus. Stasi-stasi yang berada di rayon 1 memiliki jumlah umat sekitar 2000 KK sedangkan rayon 2 sejumlah 820 KK dan rayon 3 sejumlah 464 KK. Berdasar pada jumlah umat di masing-masing rayon tersebut maka kesepakatan awal yang didapat adalah pemekaran akan dilakukan dengan menggabung rayon 2 dan 3 menjadi satu calon paroki yang baru.
Tindak lanjut dari ide pemekaran paroki tersebut adalah membuat rekomendasi kepada Bapa Uskup Keuskupan Agung Medan, MGR. Anicetus B Sinaga OFMCap terkait stasi mana di wilayah rayon 2 dan 3 yang akan menjadi pusat paroki. Setelah memberikan rekomendasi kepada bapa Uskup maka pada tanggal 12 Oktober 2014 bertepatan dengan perayaan ekaristi kenangan 25 tahun kunjungan Paus Yohanes paulus II ke Sumatera, Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr. Anicetus B Sinaga OFMCap memutuskan berdirinya kuasi paroki yang baru di Keuskupan Agung Medan yakni kuasi paroki St. Yohanes Paulus II, Namopecawir-Tuntungan. Namopecawir sendiri merupakan tempat dimana Paus Yohanes Paulus II pernah merayakan perayaan ekaristi pada tanggal 13 Oktober 1989 ketika beliau mengunjungi Indonesia.
Kuasi paroki St. Yohanes Paulus II Namopecawir-Tuntungan terdiri dari 16 stasi yang tersebar di 2 kecamatan yakni Kecamatan Pancur Batu dan Kecamatan Kutalimbaru. Di kuasi paroki yang baru berdiri tersebut sesuai dengan sejarahnya terdapat 2 rayon yakni rayon St. Bonaventura (dulu disebut rayon 2) dan Rayon St. Lukas (dulu disebut rayon 3) dengan data sebagai berikut:














