Jumat, Juli 31, 2026
Lainnya
    BerandaWarta Kuria KAMWarta Kuria (Juni-Juli 2026)

    Warta Kuria (Juni-Juli 2026)

    1. Meneguhkan Misi Pendidikan Tinggi Pastoral: Rapat Tri Organ Yayasan Budi Murni dalam Terang Gravissimum Educationis

    Rapat Tri Organ Yayasan Budi Murni pada 19 Juni 2026 di ruang Kolegium Konsultor Gedung Catholic Center Medan berusaha mengevaluasi perjalanan pelayanan dan merumuskan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi pastoral. Suasana dialogis mewarnai paparan berbagai capaian dan tantangan dipaparkan, disertai masukan serta arahan Bapa Uskup yang meneguhkan komitmen yayasan untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang unggul, berintegritas dan relevan dengan kebutuhan Gereja serta perkembangan zaman. Apresiasi khusus diberikan kepada STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan yang dinilai berhasil melahirkan lulusan yang berkarakter Katolik dengan masa tunggu kerja yang semakin singkat, menunjukkan meningkatnya kepercayaan dan kebutuhan dunia pastoral terhadap alumni lembaga tersebut. Semangat pengembangan ini sejalan dengan ajaran Konsili Vatikan II dalam Gravissimum Educationis yang menegaskan bahwa “pendidikan sejati bertujuan membentuk pribadi manusia secara utuh, baik menyangkut kesejahteraan hidup jasmani maupun pengembangan nilai-nilai rohani dan moral.” Dalam spirit ini, rapat juga membahas rencana pembukaan dua program studi baru, yakni Program Pascasarjana Pendidikan Keagamaan Katolik dan Konseling Pastoral, yang diharapkan mampu memperdalam kompetensi para pelayan Gereja dalam bidang pendidikan iman dan pendampingan umat secara profesional dan kontekstual.

    Selain itu, rapat menyoroti pengelolaan keuangan dan peningkatan kinerja yayasan dengan menegaskan pentingnya tata kelola yang transparan, akuntabel, efisien serta berbasis kolaborasi antarlembaga di bawah naungan yayasan. Upaya ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan karya pendidikan dan kualitas pelayanan, selaras dengan penegasan Gravissimum Educationis bahwa “sekolah-sekolah Katolik sungguh-sungguh diarahkan kepada pembinaan pribadi-pribadi, yang setelah diperkaya dengan budaya manusiawi dan selaras dengan warta keselamatan, mampu menjadi daya fermentasi demi kesejahteraan masyarakat.” Melalui seluruh rangkaian evaluatif ini, Yayasan Budi Murni kian meneguhkan diri untuk mengembangkan pendidikan tinggi pastoral yang menghasilkan lulusan yang beriman dan profesional dan siap diutus menjadi pelayan Gereja yang peka terhadap persoalan sosial, mampu membaca tanda-tanda zaman dan berkomitmen untuk mewartakan Injil di tengah masyarakat.

    2. Membangun Rumah Tuhan, Meneguhkan Iman Umat

    Sebagai wujud sinergi dalam membangun Gereja yang hidup dan melayani, Panitia Pembangunan Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Saribudolok mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup Agung Medan pada 20 Juni 2026 di Gedung Catholic Center Medan. Panitia memohon arahan, peneguhan dan pendampingan rohani agar seluruh proses pembangunan gereja sungguh selaras dengan semangat pastoral Gereja dan membawa berkat bagi kehidupan umat. Dalam terang Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan dengan tema “Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan”, audiensi ini merupakan bagian peziarahan bersama sebagai umat Allah yang saling bergandeng tangan membangun rumah Tuhan.

    Dalam suasana persaudaraan, Dewan Pastoral Paroki Harian bersama panitia pembangunan memaparkan perkembangan rencana pembangunan serta dinamika yang menyertainya, seraya memohon masukan Bapa Uskup. Beliau menegaskan bahwa pembangunan gereja menghadirkan rumah Tuhan yang menumbuhkan iman, menjadi pusat liturgi dan doa serta ruang perjumpaan yang mendekatkan setiap orang kepada Kristus dan sesama. Semangat sinodal “mendengarkan dan meneguhkan” tampak ketika seluruh rencana ditimbang bersama dalam terang iman, sehingga setiap keputusan teknis berpijak pada kebutuhan nyata umat dan misi Gereja.

    Bapa Uskup juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh umat dalam doa, dukungan moral, partisipasi konkret dan pengelolaan dana yang jujur dan transparan, agar gereja yang dibangun sungguh menjadi karya bersama umat Allah. Dengan demikian, pembangunan Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Saribudolok menjadi sebuah pewartaan melalui kesaksian persatuan, kerelaan berkorban dan semangat berbagi. Dalam semangat kerja sama, persaudaraan dan kepercayaan pada penyelenggaraan Tuhan, proses ini diharapkan berjalan lancar dan menjadi sarana yang mendukung pertumbuhan iman, pelayanan dan pewartaan Injil, sehingga paroki semakin menjadi komunitas yang berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan Kristus.

    3. Awal Baru untuk Membangun Iman Umat

    Suasana doa dan sukacita mengumpulkan umat Santa Klara, Paroki Santo Laurentius Brindisi, Jalan Sibolga, Pematangsiantar pada Minggu, 28 Juni 2026, untuk merayakan Ekaristi peletakan batu pertama pembangunan gereja baru. Melalui doa dan ritus pemberkatan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menyerahkan seluruh proses pembangunan ke dalam tangan Tuhan, sambil memohonkan berkat khusus kepada Tuhan bagi para donatur dan semua pihak yang terlibat agar karya bersama ini dapat berjalan dengan baik demi kemuliaan nama Tuhan. Karya ini mencerminkan semangat Kanon 1214 Kitab Hukum Kanonik yang menegaskan bahwa gereja adalah bangunan suci yang diperuntukkan bagi ibadat Ilahi dan terbuka bagi umat beriman.

    Peletakan batu pertama adalah simbol iman, persatuan dan harapan umat. Gereja yang akan dibangun, diharapkan menjadi tempat ibadah yang semakin mendukung kehidupan menggereja: pusat perayaan Ekaristi, doa, pewartaan Sabda dan persekutuan umat. Pembangunan gedung gereja tidak berhenti pada berdirinya tembok dan atap, melainkan terus berlanjut pada usaha menyegarkan kesediaan untuk terus membangun diri sebagai Gereja yang hidup melalui pertobatan, pelayanan dan kesaksian kasih di tengah masyarakat. Dalam semangat kebersamaan, seluruh umat diajak untuk berpartisipasi sesuai kemampuan - melalui doa, tenaga, pemikiran dan dukungan materi, sehingga gereja yang kelak berdiri sungguh menjadi buah jerih payah dan cinta komunitas. Semoga berkat doa Santa Klara, pembangunan gereja ini berjalan lancar menjadi tempat umat mengalami kasih Allah, bertumbuh dalam iman dan diteguhkan sebagai saksi Kristus yang membawa damai dan harapan bagi sesama.

    4. Berjalan Bersama sebagai Imago Dei

    Audiensi PUDP (Pimpinan Umum dan Dewan Penasehat) KSSY dengan Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, berlangsung pada 29 Juni 2026 di Catholic Center, Medan. Pertemuan diawali dengan tinjauan singkat atas notulen audiensi 5 Februari 2025, khususnya implementasi hasil Kapitel VII bertema “Bersama Bertransformasi sebagai Citra Allah”. PUDP memaparkan Rencana Strategis 2024–2028, pengembangan karya pendidikan, pastoral dan ekologi di berbagai keuskupan, serta tindak lanjut arahan Bapa Uskup terkait pembinaan berkelanjutan, penyediaan tenaga katekis dan dosen religius, dan dukungan bagi Catholic Center. Beberapa keputusan masih berproses, seperti rencana ke Penajam (IKN), pembangunan kolumbarium dan penyiapan dosen untuk lembaga pendidikan tinggi Katolik.

    KSSY beranggotakan 263 suster yang tersebar di 29 komunitas pada 10 keuskupan di Indonesia dan Thailand, dengan 64% berada pada usia produktif. Sepanjang 2025–2026, kongregasi menyelenggarakan rapat, retret, pembinaan dan kursus bagi berbagai kelompok (formator, yunior, medior, pimpinan komunitas dan pelayan karya). Kegiatan-kegiatan ini berfokus pada spiritualitas Imago Dei, hidup bakti, ekologi integral, komunikasi sehat, kematangan kepribadian serta pendalaman dokumen Gereja seperti Antiqua et Nova, Magnifica Humanitas, Dignitas Infinita, dan Sedula Devotio. Program 2026 mencakup visitasi ke seluruh komunitas, pembinaan terstruktur calon kaul kekal serta pembangunan PAUD St. Yosef di Kota Pinang dan Museum KSSY di Pusat Pembinaan Spiritual, Cinta Alam.

    Dalam arahan pastoralnya, Bapa Uskup menegaskan agar tema Kapitel dan dokumen Gereja tidak hanya didalami dalam retret, tetapi juga melalui studi dan diskusi dengan menghadirkan para ahli sebagai narasumber. Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menitikberatkan bahwa fokus utama program PUDP Kongregasi adalah pengelolaan personalia dan persaudaraan. Kompetensi konseling, spiritualitas, kesehatan mental dan komunikasi perlu diperkuat sebagai bekal visitasi. Para suster diingatkan untuk menampilkan identitas mereka sebagai religius dan ahli iman, bukan terutama sebagai pekerja profesional untuk karya-karya kongregasi. Bapa Uskup juga meminta penyiapan katekis full time pengganti dan calon tenaga suster untuk Tribunal serta komisi KAM melalui studi filsafat-teologi lanjutan. Beliau mendukung kelanjutan persiapan museum dan kolumbarium KSSY, serta menekankan pentingnya mengadakan audiensi regular, yakni audiensi tahunan dan audiensi khusus menjelang event khusus, seperti Kapitel Kongregasi pada 2028.

    5. Doa dan Kebersamaan: KAM Berkolaborasi dalam HUT Bhayangkara ke-80

    Keuskupan Agung Medan turut berpartisipasi dalam perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara (Polri) ke-80 yang digelar Polrestabes Medan pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Kehadiran yang diwakili oleh Fr. Paskalis Wangga, CMM ini mengungkapkan secara nyata komitmen Gereja dalam membangun persaudaraan lintas iman dan memperkuat sinergi dengan aparat keamanan demi kebaikan bersama.

    Rangkaian kegiatan meliputi Doa Bersama Lintas Agama yang dipimpin Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak bersama jajaran Forkopimda. Kedamaian bagi kota Medan menjadi intensi khusus kegiatan spiritual ini. Selain itu, digelar turnamen e-sports Kapolrestabes Medan Cup bertema "Dream to Become" sebagai wadah positif bagi generasi muda, patroli skala besar untuk mencegah kejahatan jalanan, bakti sosial dan anjangsana ke sesepuh Polri, serta berbagai lomba seperti vocal grup dan penyanyi jalanan. Puncaknya adalah upacara resmi HUT ke-80 pada 1 Juli 2026 yang dihadiri seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda Kota Medan.

    Kehadiran tokoh Gereja Katolik bersama pemuka agama lainnya mencerminkan semangat Sinodalitas KAM, bahwa keberagaman bukan penghalang melainkan kekuatan untuk bersatu. Melalui doa dan kebersamaan, Gereja turut meneguhkan harapan agar masyarakat semakin menghargai perbedaan dan bersama Polri menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Medan. Semangat HUT ke-80 Polri kiranya mempererat persatuan dalam membangun Kota Medan yang semakin aman, damai dan spiritual.

    6. Semakin Kuat dalam Karya Pastoral: Sambutan Hangat bagi Suster-Suster Baru

    Keluarga besar Keuskupan Agung Medan (KAM) mengawali bulan Juli dengan penuh sukacita. Setelah ibadat pagi pada 1 Juli 2026 dilangsungkan acara sederhana penyambutan bagi dua suster yang memulai tugas pelayanan sebagai staf purnawaktu di lingkungan Catholic Center Medan. Sr. Ludgardis Juita, ALMA menerima perutusan untuk melayani di Komisi Kerasulan Kitab Suci, sedangkan Sr. Xaveria Purba, KSFL akan bertugas di Komisi Keluarga.

    Syukur atas kesediaan kedua suster dalam mengabdikan diri bagi karya pastoral Keuskupan Agung Medan menjadi inti dalam acara penyambutan ini. Semangat kerja sama antara Keuskupan dan Tarekat Hidup Bakti ini selaras dengan penegasan Konsili Vatikan II dalam Dekrit Christus Dominus artikel 34, "para religius yang berkarya dalam keuskupan hendaknya memandang para Uskup sebagai bapa dan dengan rela hati bekerja sama, sehingga karya pastoral dapat berjalan dengan lancar dan efektif." Lebih lanjut, Christus Dominus artikel 35 juga mengingatkan "para religius, karena tahbisan atau penyerahan diri mereka dalam tarekat, memiliki peranan penting dalam Gereja, dan wajib dengan tekun membantu karya keuskupan sesuai dengan karisma tarekat mereka masing-masing."

    Kehadiran Sr. Ludgardis dan Sr. Xaveria merupakan wujud nyata dari semangat kerja sama ini. Semoga kehadiran mereka semakin memperkuat pelayanan kerasulan Kitab Suci dan pendampingan keluarga di Keuskupan Agung Medan. Jalinan kerja sama selalu menopang pertumbuhan Gereja dalam semangat melayani, meneguhkan dan mewartakan Injil.

    7. Teguhkan Panggilan, Perbarui Semangat: Temu Imam Diosesan KAM 2026

    Para imam Diosesan Keuskupan Agung Medan (KAM) baru saja menyelesaikan Temu Imam Diosesan yang berlangsung di Silalahi pada 1-3 Juli 2026. Momen berharga ini menyatukan para imam untuk memperbarui semangat panggilan melalui doa, refleksi dan penguatan ikatan persaudaraan.

    Dalam suasana yang penuh keakraban, para imam diajak untuk kembali berakar pada Kristus dengan mengutamakan doa dan pelayanan sabda. Mereka juga diteguhkan untuk menghidupi kemiskinan Injili, profesionalitas, integritas serta kreativitas pastoral dalam melayani umat. Semangat ini selaras dengan penegasan Konsili Vatikan II dalam Presbyterorum Ordinis artikel 3, yang menyatakan bahwa "para imam, dengan tahbisan suci dan perutusan yang mereka terima dari para Uskup, diangkat untuk melayani Kristus Sang Guru, Imam, dan Raja, serta mengambil bagian dalam pelayanan-Nya."

    Refleksi bersama difokuskan pada tantangan panggilan imamat di tengah zaman. Para imam diingatkan bahwa mereka tidak hanya dipanggil untuk setia dalam pelayanan liturgi, tetapi juga menjadi suara kenabian yang menghadirkan kebenaran, keadilan dan harapan bagi Gereja serta masyarakat. Presbyterorum Ordinis artikel 4 menandaskan, "para imam, sebagai rekan kerja para Uskup, mempunyai kewajiban untuk mewartakan Injil Allah kepada semua orang," sehingga panggilan mereka senantiasa bersifat misioner dan relevan bagi kebutuhan umat. Semoga Temu Imam Diosesan KAM 2026 ini semakin meneguhkan para imam dalam panggilan dan bertumbuh dalam kesatuan dengan Kristus sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang penuh kasih, berintegritas dan relevan bagi umat Allah di Keuskupan Agung Medan.

    8. Tujuh Puluh Lima Tahun Berkat: Syukur dan Harapan Baru Paroki Santo Fidelis

    Suasana sukacita dan syukur yang mendalam terpancar di wajah seluruh umat Allah Paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul pada perayaan Ulang Tahun paroki ke-75 pada Minggu 5 Juli 2026. Perayaan yang merupakan momen vertikal antara umat dan Tuhan ditampakkan dalam tataran horizontal yang mempererat persaudaraan. Sebelum Perayaan Ekaristi, Bapa Uskup dan rombongan disambut dengan kemegahan adat Batak melalui pemberian ulos, simbol penghormatan dan penerimaan, diiringi oleh alunan gondang yang megah serta gerakan tortor yang dinamis. Seni budaya menjadi pernyataan iman inkulturatif yang hidup. Setiap gerak tortor nada gondang menjadi ungkapan syukur dan doa yang dipersembahkan kepada Sang Pencipta.

    Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menjadi pusat dan puncak dari seluruh rangkaian acara. Perjamuan Kudus yang memperdengarkan Sabda dan menyajikan Tubuh dan Darah Kristus membawa umat kepada pengalaman mendalam akan kasih setia Tuhan yang tak pernah berkesudahan. Peristiwa altar mengobarkan umat untuk terus hidup dalam kasih Kristus, memperbarui semangat pelayanan dan bertekad untuk melanjutkan perutusan Gereja di tengah-tengah masyarakat.

    Pada usianya yang genap 75 tahun, Paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul, tetap mengalami dan manjalani secara lebih matang lagi panggilan untuk menjadi Gereja yang hidup, dinamis dan misioner. Semangat baru yang lahir dari perayaan ini meneguhkan komitmen untuk setia mewartakan Injil, menjadi terang dan garam bagi sesama, serta membawa harapan bagi banyak jiwa di Dolok Sanggul dan sekitarnya. Selamat merayakan sukacita iman, Paroki Santo Fidelis! Horas!

    9. Mendengarkan dan Meneguhkan: Pertemuan Anggota Kanonis Sinode Diosesan VII KAM

    Sebanyak 156 anggota Kanonis Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan menggelar pertemuan di CC PPU Pematangsiantar pada 8-9 Juli 2026, dibuka oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dengan tema "Berjalan Bersama: Mendengarkan Disposisi Batin, Meneguhkan Harapan, Mewartakan Kristus." Tiga narasumber ahli mencoba membaca dan memberikan peneguhan ilmiah terhadap 15 topik yang dihasilkan dalam kegiatan mendengarkan tahap pertama Sinode.

    Prof. Dr. Karlina Supelli menekankan bahwa mendengarkan sejati meliputi kegiatan mengindera, mengurai makna dan memahami. Ahli astronomi ini mengajak Gereja berpijak pada kelompok paling menderita serta mengingatkan bahwa data berbicara, di balik angka ada wajah manusia. Tantangan yang digarisbawahi adalah kerinduan umat akan imam dan risiko ego sektoral Tarekat Hidup Bakti. FX Marmidi SCJ menguraikan tafsiran eksegetis atas perjalanan ke Emaus, Lukas 24:13-24, sebagai model pertobatan cara mendengarkan dan pelayanan yang berpusat pada Kristus. Penjelasan Kitab Suci dan pemecahan roti oleh orang “asing” merupakan dua hal yang tak terpisahkan. RP. Richard Sinaga OFMCap mengajak Gereja untuk sentire Deum, cum Ecclesiam, mundum. Dosen emeritus ini menegaskan bahwa Gereja KAM sekaligus kudus dan terluka. Kesadaran akan luka adalah awal pertobatan dalam kegiatan mendengarkan yang mengandung pengakuan martabat orang yang didengarkan. Dr. Handoko dari Tim Litbang memaparkan analisis realitas yang membentuk cara pikir dan iman umat, dengan sorotan utama pada maraknya disinformasi dari kebijakan politik.

    Dalam renungan pada perayaan Ekaristi, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, berdasarkan bacaan dari kitab Nabi Hosea, menandaskan bahwa murka Allah bukan kata akhir. Belas kasih-Nya selalu menang, sehingga Gereja dipanggil menjadi tempat pemulihan. Menutup pertemuan, Bapa Uskup menyampaikan amanat bahwa mendengarkan bukan tujuan akhir. Gereja kini memasuki tahap penegasan rohani (discernment) dengan melepaskan kepentingan pribadi dan kelompok, sebagaimana Samuel berkata: "Berbicaralah, Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."

    10. “Aku Datang untuk Melayani”: Sukacita Tahbisan Sembilan Diakon Kapusin

    Syukur dan sukacita terungkap di Paroki Santo Fransiskus Asisi Pematangsiantar saat Uskup Agung Medan memimpin perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon bagi sembilan frater Kapusin pada 9 Juli 2026. Melalui penumpangan tangan dan doa tahbisan, Gereja menganugerahkan rahmat pelayanan apostolik kepada para diakon baru. Mereka yang ditahbiskan ialah Diakon Carolus Hubertus Silaban, OFMCap., Adrian Roni Josafat Pasaribu, OFMCap., Hoang Kim Duong, OFMCap., Suhendro Afandi Purba, OFMCap., Cok Motung Hadonganan Manurung, OFMCap., Roki Pasaribu, OFMCap., Dio Sandi Pinayungan, OFMCap., Peter Trần Quý Hồng, OFMCap., dan Joseph Dang Van Tuyen, OFMCap.

    Melalui tahbisan ini, para diakon diutus untuk mewartakan Sabda Allah, melayani altar serta menghadirkan kasih Kristus kepada umat, terutama mereka yang miskin, lemah dan membutuhkan perhatian. Tahbisan ini merupakan rahmat besar bagi Gereja lokal yang kembali dipenuhi dengan para pelayan altar yang siap mengemban tugas perutusan. Semoga para diakon baru senantiasa dibimbing oleh Roh Kudus agar menjadi pelayan yang rendah hati, setia pada Injil, mencintai Ekaristi dan menghadirkan wajah Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Pace e Bene!

    11. Menyongsong Yubelium 100 Tahun: Rencana Pembangunan Gereja, Aula, dan Pastoran Paroki Santo Yosef Balige

    Pada tanggal 10 Juli 2026, bertempat di Catholic Center Pematangsiantar, Dewan Pastoral Paroki Harapan (DPPH) Paroki Santo Yosef Balige mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Pertemuan ini membahas rencana strategis pembangunan Gereja, Aula, dan Pastoran dalam rangka menyambut Yubelium 100 Tahun Gereja Katolik di Tanah Batak. Beberapa pertimbangan utama mendorong rencana ini, antara lain perlunya revitalisasi lokasi gereja yang saat ini berada di bawah jalan raya dan terdampak kebisingan, serta peningkatan jumlah umat yang membutuhkan fasilitas pastoran yang lebih representatif.

    Perancangan bangunan direncanakan secara bertahap dengan estimasi biaya sekitar Rp25 miliar. Sebelum pembangunan fisik dimulai, pihak paroki perlu menyelesaikan persoalan pertanahan dengan FCJM. Tahapan pembangunan meliputi tukar guling lahan pada Februari 2027, peletakan batu pertama pada Maret 2027, dan ditargetkan selesai serta didedikasikan pada Desember 2034. Dalam audiensi tersebut, para peserta memberikan umpan balik positif dan menekankan pentingnya transparansi dalam penggalangan dana serta dukungan penuh dari seluruh umat. Bapa Uskup memberikan arahan khusus agar persoalan tanah dan desain bangunan diselesaikan dengan baik serta menekankan pentingnya pelibatan seluruh umat dalam pembangunan yang berkelanjutan. Rencana ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan momentum iman bersama untuk membangun rumah Allah yang menjadi pusat perjumpaan dan perayaan iman umat Katolik di Tanah Batak. Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara hingga terwujudnya Gereja, Aula, dan Pastoran yang baru sebagai tanda syukur atas 100 tahun perjalanan iman.

    12. Wajah Baru, Semangat Baru: Uskup Agung Medan Berkati Gedung Pastoran dan Lantik Pengurus Paroki Pangkalan Brandan

    Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Medan di Paroki Santo Paulus Pangkalan Brandan pada 12 Juli 2026 memadukan sukacita dan syukur yang dipanjatkan kepada Allah. Perayaan istimewa ini merangkaikan pemberkatan gedung pastoran dan aula pastoral yang baru dengan pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Pengurus Gereja dan Dana Papa Roma Katolik (PGDP) masa bakti 2026–2031. Melalui liturgi pemberkatan, kedua bangunan ini diresmikan menjadi ruang persekutuan, pewartaan dan pusat pelayanan yang menghadirkan damai bagi umat.

    Tak kalah khidmat, pelantikan para pengurus baru menjadi puncak peneguhan komitmen pelayanan. Mereka yang dilantik dipanggil untuk menghayati kepemimpinan sebagai pelayanan, meneladani Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Para pengurus siap mengemban amanat membangun Gereja yang hidup, bersaudara, dan penuh kasih. Dengan wajah baru gedung pastoran dan semangat baru para pengurus, paroki ini diharapkan semakin bertumbuh sebagai persekutuan yang menghadirkan harapan dan menjadi berkat bagi semua. Deus meus et omnia!

    13. Menyatukan Umat Tamil Katolik Medan: Audiensi Yayasan St. Bonaventura dengan Bapa Uskup

    Pada 13 Juli 2026, bertempat di Catholic Center Pematangsiantar, Yayasan St. Bonaventura Tamil Katolik Medan – Indonesia mengadakan audiensi dengan Bapa Uskup, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Pertemuan ini membahas rencana pembangunan aula serba guna di atas lahan yang telah diserahkan Keuskupan untuk pengembangan budaya Tamil. Ketua Yayasan melaporkan bahwa telah dibangun rumah doa sederhana di lahan tersebut dan memohon kesediaan Bapa Uskup untuk memberkati dan meletakkan batu pertama gedung serba guna.

    Menanggapi hal ini, Bapa Uskup menegaskan bahwa sejak awal tujuan Keuskupan bukanlah mendirikan rumah doa khusus Tamil, melainkan aula serba guna sebagai wadah pengembangan dan promosi budaya Tamil, termasuk pelatihan liturgi inkulturatif yang akan ditampilkan di Graha Annai Maria Velangkanni. Bapa Uskup memberikan arahan tegas agar Yayasan St. Bonaventura bersatu dan tunduk di bawah kelompok umat Tamil Katolik Kota Medan yang memiliki struktur kepengurusan sendiri. Saat ini terdapat riak-riak kecil di kalangan umat Tamil, termasuk tuduhan bahwa tanah Keuskupan telah menjadi milik pribadi. Oleh karena itu, sebelum memulai pembangunan, persatuan umat Tamil harus dipulihkan terlebih dahulu. Bapa Uskup menugaskan RP. Bonaventura Situmorang OFMCap secara resmi melalui Surat Keputusan untuk memfasilitasi pertemuan rekonsiliatif kelompok Tamil Katolik di Medan, menyatukan persepsi tentang tujuan perkumpulan dan pentingnya pembangunan aula serba guna.

    Tiga poin penegasan menjadi kesimpulan penting audiensi ini. Pertama, bangunan yang sudah ada tidak boleh difungsikan sebagai rumah doa, melainkan sebagai ruang perkumpulan dan persiapan pembangunan aula. Kedua, sebelum peletakan batu pertama, persatuan seluruh umat Tamil Katolik Medan harus terwujud dan semua pihak meyakini nilai strategis aula sebagai pusat pengembangan budaya Tamil. Ketiga, sejarah perkumpulan Tamil serta tujuan pendirian Yayasan St. Bonaventura perlu disusun dan disosialisasikan dengan baik. Semoga semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kekayaan budaya Tamil semakin kuat demi mewujudkan aula serba guna sebagai tanda penghargaan Gereja terhadap budaya Tamil di Kota Medan.

    14. Sinergi Pastoral dan Negara: KAM-Kemenag Teken MoU Optimalisasi Penyuluh Agama Katolik

    Pada 13 Juli 2026, sebuah langkah strategis dalam pelayanan umat Katolik di Sumatera Utara dan Aceh resmi dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Keuskupan Agung Medan (KAM) dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, serta Bimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Aceh. Bertempat di Catholic Center Christosophia, acara ini dihadiri oleh Mgr. Kornelius Sipayung selaku Uskup KAM dan H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM selaku Kepala Kanwil Kemenag Sumut, didampingi Marihuttua Pasaribu (Pembimas Katolik Medan) dan Baron Ferryson Pandiangan (Pembimas Katolik Aceh). Kedua dokumen ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas dan sinergi para Penyuluh Agama Katolik dalam pelayanan pastoral secara terpadu.

    Nota Kesepahaman dengan Kanwil Kemenag Sumut menitikberatkan pada program pembinaan iman terpadu, penyusunan modul, pendataan umat, karya sosial, hingga moderasi beragama. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama dengan Bimas Katolik Aceh menjadi pedoman praktis bagi penyuluh asal Aceh yang bertugas di wilayah KAM, memastikan setiap penyuluhan tidak hanya sesuai regulasi pemerintah tetapi juga tegak lurus dengan ajaran Magisterium Gereja dan visi pastoral keuskupan.

    Kerangka kerja yang dihasilkan sangat terstruktur, mencakup ketaatan hirarkis penyuluh kepada Pastor Paroki, ortodoksi ajaran yang wajib ditandatangani pastor, prinsip subsidiaritas serta protokol perlindungan (safeguarding) seperti larangan pendampingan one-on-one tertutup dengan anak di bawah umur. Dengan adanya perjanjian ini, para Penyuluh Agama Katolik diharapkan dapat menjadi pelayan yang efektif, baik bagi program Asta Protas Kementerian Agama maupun bagi Gereja dalam membangun iman umat yang kokoh.

    15. Memantapkan Formasi Imam dan Kolaborasi Pastoral: Rapat Kuria KAM

    Rapat Kuria Keuskupan Agung Medan (KAM) pada 14 Juli 2026, di Catholic Center, dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dan dihadiri sepuluh anggota kuria. Salah satu keputusan penting adalah pembentukan Divisi Ongoing Formation (OGF) Imam sebagai organ kerja DEPKAM, yang bertugas sebagai fasilitator, penghubung dan evaluator program pembinaan imam KAM. Divisi ini beranggotakan RP. Richard Sinaga OFMCap, RD. Sesarius Mau, RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv, RP. Angelo Purba OFMCap, RD. Hamjani Simbolon, dan RP. Yohanes Rudi Kartolo O.Carm. Kurikulum tahap pertama untuk masa pra-diakon hingga satu tahun tahbisan telah disusun dalam tujuh modul, meliputi Panorama Pastoral KAM (bulan Agustus), Administrasi Dasar Paroki (Oktober), Tata Kelola Keuangan dan Kepemimpinan Pastoral (November), Pelayanan Liturgi dan Sakramen (Februari), Katekese dan Sabda Allah (Maret), Komunikasi dan Pendampingan Pastoral (Mei), serta Inkulturasi bagi Imam Non-Native (Juni). Selain itu, Diklat Tribunal KAM tetap digelar setiap bulan Juli. Setiap modul akan dilengkapi dengan pra test, mid test dan final test untuk menjamin keseriusan peserta.

    Dalam bidang kolaborasi dengan Tarekat Hidup Bakti (THB), rapat menindaklanjuti rekomendasi TEPAS 2026 yang mencakup lima bidang strategis. Pertama, gerakan ekologi integral yang dikoordinasi oleh PSE-Caritas KAM dengan rencana pembentukan Gerakan Laudato Si yang berbadan hukum. Kedua, kaderisasi awam melalui sinergi Komisi Kerawam, Tim Kaderisasi Awam KAM dan FKTHB-KAM; tiga pedoman kaderisasi telah disusun dan struktur Tim Kaderisasi Awam (TKA) ditunggu untuk penerbitan SK. Ketiga, pewartaan digital yang mencakup literasi media dan pelatihan kecerdasan buatan (AI) oleh KOMSOS KAM dan THB. Keempat, pastoral migran dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan fokus edukasi kepada tamatan SMA yang tidak melanjut ke perguruan tinggi. Kelima, pengembangan kurikulum ideal bagi THB non-imam yang sudah disiapkan dan diharapkan menjamin terwujudnya komunitas yang berjalan bersama.

    Rapat juga membahas sejumlah agenda lainnya, antara lain wacana pemekaran keuskupan, SD St. Paulus Onanrunggu dan struktur pelayanan di Sekretariat Keuskupan yang memungkinkan reposisi staf demi efisiensi dan efektifitas kerja. Pada rapat berikutnya akan dibahas secara mendalam mengenai tindak lanjut pedoman perlindungan anak dan dewasa rentan bersama tim Mahkamah Terang Dunia.

    16. Gereja Rapi dan Terukur Dalam Pelayanan: KAM Gelar Bimtek Penyusunan SOP

    Keuskupan Agung Medan mengambil langkah maju dalam tata kelola administrasi dan pastoral. Bertempat di Catholic Center Medan, pada 16 Juli 2026 Sekretariat KAM menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi para pegawai unit dan komisi-komisi di lingkungan keuskupan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan Gereja harus dikelola secara profesional dan akuntabel.

    Bimtek yang ditutori oleh Sr. Melania Siringoringo FSE ini bertujuan menciptakan keseragaman pelayanan yang profesional, transparan dan berkelanjutan. Dengan SOP yang sistematis, setiap unit kerja memiliki pedoman yang jelas sehingga tidak lagi bergantung pada ingatan atau kebiasaan pribadi masing-masing pegawai. "Standar ini menjadi peta jalan agar pelayanan kita tetap berkualitas, siapa pun yang melayaninya," demikian ditandaskan oleh Sr. Melania.

    Dengan adanya SOP yang terstandarisasi, kesalahan administrasi diharapkan dapat diminimalisir dan mutu pelayanan kepada umat tetap terjaga meskipun terjadi pergantian petugas di masa mendatang. Langkah ini menjadi fondasi bagi Gereja yang tidak hanya hidup dalam iman, tetapi juga tertib dalam karya pelayanan.

    17. Sinergi Gereja dan Negara: Pemkab Toba-KAM Menandatangani Kesepakatan Tingkatkan Kualitas SDM dan Alam

    Pada 18 Juli 2026 Pemerintah Daerah Kabupaten Toba dan Keuskupan Agung Medan resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Alam dalam lingkup Gereja Katolik di Kabupaten Toba. Bertempat di lantai 2 Gedung Catholic Center, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu diwakili oleh Wakil Bupati Toba, Drs. Audi Murphy O. Sitorus, S.H., M.Si dan Uskup KAM Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap menyepakati tujuh bidang kerja sama, meliputi pelayanan dokumen administrasi kependudukan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembinaan rohani, lingkungan hidup, pembangunan dan kesejahteraan sosial serta wawasan kebangsaan dan toleransi. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi gereja dalam pembangunan manusia dan alam yang berkelanjutan.

    Sebagai implementasi konkret dari kesepakatan tersebut, setiap paroki yang berada di wilayah Kabupaten Toba dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Toba menyusun Rancangan Perjanjian Kerja Sama yang berfokus pada pelayanan pencatatan perkawinan umat Katolik. Ruang lingkupnya mencakup pelayanan pencatatan perkawinan, verifikasi dan validasi data administrasi, sosialisasi dan edukasi kepada umat, pelayanan terpadu yang terintegrasi dengan pemberkatan perkawinan di gereja serta koordinasi percepatan penerbitan dokumen kependudukan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan tertib administrasi perkawinan sekaligus mempermudah akses umat terhadap layanan yang terintegrasi antara Gereja dan negara.

    Melalui perjanjian ini, semua paroki yang berada di wilayah Kabupaten Toba berperan sebagai mitra strategis non-pemerintah yang memperkuat pembangunan manusia dan lingkungan berbasis nilai iman, moral, sosial dan spiritual. Disdukcapil Toba sebagai penyelenggara urusan administrasi kependudukan, sementara itu, berkomitmen mewujudkan data kependudukan yang akurat, mutakhir dan terpercaya. Kolaborasi ini merupakan model sinergi gereja dan pemerintah daerah dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan masyarakat luas.

    Sampai jumpa di Aktualisasi KAM berikutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCAp
    Kanselarius / Sekretaris Keuskupan Agung Medan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Artikel Terkait

    KARYA PENDIDIKAN

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI

    Dalam artikel ini