Senin, Agustus 10, 2026
Lainnya
    BerandaDownloadBahan Pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026

    Bahan Pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026

    Unduh Pendalaman BKSN 2026 untuk Paroki
    Unduh Pendalaman BKSN 2026 untuk Sekolah
    Unduh Pendalaman BKSN 2026 untuk THB
    Lihat Bahan BKSN 2026 Selengkapnya

    Tahun 2026 merupakan tahun berahmat bagi umat Keuskupan Agung Medan karena kita melaksanakan Sinode Diosesan VII
    Keuskupan Agung Medan dengan tema: “Gereja KAM Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan dan Mewartakan”. Sejalan dengan itu, Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM menyusun pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 ini dengan memperhatikan tema sinode dan tema BKSN yang disusun oleh LBI, yakni “Yesus Guru Yang Penuh Kuasa. Wajah Yesus dalam Injil Matius”.

    Pendalaman BKSN 2026 ini berlandaskan pada Injil Matius. Dalam Injil Matius kita dapat menemukan lima kumpulan pengajaran Yesus. Empat di antaranya kita pilih untuk dibahas dan didalami dalam empat sub tema, yakni:

    1. Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Sejati (Matius 5:1-12)
    2. Pengajaran Yesus tentang Tugas Perutusan Para Murid (Matius 10:1-15),
    3. Pengajaran Yesus tentang Persaudaraan dalam Iman (Matius 18:15-20),
    4. Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Kekal (Matius 25:31-46).

    Melalui pendalaman ini, umat KAM diundang untuk mendengarkan suara Yesus sebagai Guru dan teladan iman, meneguhkan satu sama lain dalam persaudaraan, serta mewartakan sukacita Injil melalui tindakan kasih yang nyata-seturut semangat Sinode Diosesan VII yang menjadikan Gereja KAM sebagai Oase Ilahi di Tengah Dunia.

    Semoga Allah memberikan kepada kita karunia untuk mengerti dan menghayati, sehingga apa yang diajarkan oleh Kristus meresap dalam hati kita dan mengubah hidup kita. “Inilah Anak-Ku yang terkasih. Dengarkanlah Dia” (bdk. Matius 17:5).

    Salam kami,
    Komisi Kerasukan Kitab Suci KAM

    Petunjuk Teknis Pendalaman Kitab Suci dalam BKSN

    1. Sebelum kegiatan dilaksanakan
      a. Kegiatan dilaksanakan dalam ibadat lingkungan selama bulan September 2026. Setiap pertemuan hendaknya mendalami satu
      subtema, sehingga perlu empat kali pertemuan. Perlu diinformasikan agar setiap umat membawa Kitab Suci dengan bahasa yang sama dengan bahan yang didalami.
      b. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemandu, lektor, dan pembawa lagu.
      - Pemandu: hendaknya mempelajari bahan panduan pendalaman ini dengan baik. Perhatikan setiap keterangan dalam buku panduan, pahami tujuan setiap kegiatan, dan ikuti setiap langkah yang disediakan. Pemandu wajib menyampaikan rangkuman yang telah disediakan dalam buku ini. Terbuka kemungkinan bagi pemandu untuk berkreasi, namun jangan sampai membuat tujuan tidak tercapai.
      - Pembaca (lektor): hendaknya telah membaca teks Kitab Suci yang akan dibacakan dalam pertemuan. Bacaan dibacakan dari Kitab Suci, bukan dari buku panduan ini.
      - Pembawa Nyanyian: hendaknya mempelajari dan menggunakan lagu yang sudah ditentukan dalam buku panduan. Petugas pembawa Nyanyian perlu memastikan bahwa Nyanyian bisa dinyanyikan oleh umat. Apabila sangat kesulitan, silakan dipilih Nyanyian yang sesuai dengan tema pendalaman.
    2. Sebelum kegiatan dimulai di lingkungan
      a. Pemandu memastikan Kitab Suci, salib dan lilin yang bernyala kiranya sudah ada sebelum lagu pembuka.
      b. Pemandu menjelaskan hal-hal yang perlu kepada umat.
      Penjelasan ini khususnya disampaikan pada saat pertemuan
      pertama. Hal-hal dimaksud adalah:
      - Pemandu atau petugas pembawa lagu hendaknya memastikan umat sudah memahami lagu.
      - Pemandu memberitahukan kutipan yang akan didalami dan meminta umat untuk membuka kutipan atau menandainya sehingga ketika pendalaman, umat bisa langsung mengikuti.
      c. Pemandu bertanya kepada umat, termasuk kepada tuan rumah, ujud doa lain selain ujud doa yang disediakan dalam buku panduan. Pemandu menentukan petugas yang akan membawakan ujud-ujud doa serta urutannya.
    3. Saat kegiatan berlangsung (khusus untuk pemandu)
      a. Saat pembacaan ulang kutipan. Pemandu jangan meniadakan bagian ini agar umat semakin terbiasa membuka dan membaca Kitab Suci.
      b. Saat pendalaman kutipan. Pemandu mengupayakan agar banyak umat terlibat aktif dengan meminta umat menjawab setiap pertanyaan.
      c. Saat Sharing. Diupayakan agar lebih banyak umat yang bersharing. Sharing terarah dengan pertanyaan panduan dan tidak bertele-tele. Bila tidak sesuai dengan pertanyaan, pemandu dapat mengarahkannya.
      d. Saat merencanakan aksi nyata. Tentukanlah aksi nyata yang bisa dilaksanakan oleh sebanyak mungkin umat di lingkungan.
      e. Perhatikan durasi pertemuan, yakni antara 60-90 menit. Pemandu mengatur waktu dengan baik sehingga kegiatan tidak terkesan asal terlaksana supaya cepat selesai, tetapi juga tidak bertele-tele.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Artikel Terkait

    KARYA PENDIDIKAN

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI