Rabu, April 22, 2026
Lainnya
    BerandaKomisiKom Peziarahan RohaniTUR ZIARAH & REKREASI SUMATERA UTARA 5D4N

    TUR ZIARAH & REKREASI SUMATERA UTARA 5D4N

    28 Januari – 1 Februari 2026

    Perjalanan ini bukan sekadar wisata. Ia adalah langkah iman, perjalanan hati, dan momen kebersamaan yang menguatkan.

    Selama lima hari empat malam, rombongan peziarah menyusuri wilayah Keuskupan Agung Medan dengan semangat doa dan persaudaraan. Setibanya di Bandara Internasional Kualanamu, perjalanan langsung diarahkan menuju Pematangsiantar. Di sana, suasana hening dan penuh rahmat terasa saat mengikuti Misa di Gereja Kerahiman Ilahi St. Laurentius. Perjalanan iman itu semakin bermakna ketika rombongan berbagi kasih bersama anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur.

    Langkah ziarah berlanjut menyusuri keindahan Danau Toba—dari Parapat, Doloksanggul, hingga Pulau Samosir. Di Gereja Paroki Santo Fidelis Doloksanggul dan Gereja St. Mikael Pangururan, doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk. Puncak pengalaman rohani juga dirasakan saat berdoa di Gereja Katedral Medan dan mengunjungi Graha Maria Annai Velangkanni—tempat yang menghadirkan nuansa devosi yang mendalam.

    Keindahan ciptaan Tuhan terpampang nyata di Bukit Sibea-bea dengan Patung Yesus Penebus yang megah, di Bukit Holbung yang memanjakan mata, serta di Huta Siallagan yang memperkenalkan kekayaan budaya Batak. Perjalanan juga diperkaya dengan kunjungan sejarah ke Rumah Tjong A Fie serta aksi nyata belas kasih di Panti Asuhan St. Lucy Filipini Tanjung Selamat.

    Namun lebih dari semua destinasi itu, yang paling berkesan adalah kebersamaan. Tawa di perjalanan, doa yang dipanjatkan bersama, refleksi rohani, serta pendampingan iman yang diberikan oleh pendamping rohani menjadikan ziarah ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga pembaruan batin.

    Komisi Peziarahan Keuskupan Agung Medan menghadirkan ziarah rohani ini sebagai kesempatan bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menyegarkan jiwa, dan semakin dekat dengan Tuhan. Dengan pendamping rohani yang siap membimbing, setiap perjalanan dirancang bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dihayati.

    Mari ambil bagian dalam ziarah rohani berikutnya. Biarkan langkah kaki membawa kita ke tempat-tempat penuh rahmat, dan biarkan hati kita dipulihkan dalam perjalanan iman bersama.

    Karena terkadang, kita tidak hanya perlu berlibur—kita perlu berziarah.

    RELATED ARTICLES

    KARYA PENDIDIKAN

    JADWAL USKUP & VIKJEN

    KALENDER LITURGI