Rabu, Maret 18, 2026
Lainnya
    Beranda blog Halaman 8

    Penutupan Salib sesudah Misa Perjamuan Tuhan

    0

    HAL MENYELUBUNGI SALIB

    Para Saudara terkasih, seputar Masa Prapaskah ini, cukup hangat diskusi di antara kita (imam dan umat) tentang penyelubungan salib. Akibatnya, ada dari antara kita sudah menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa dan ada yang belum menyelubunginya.

    Oleh karena itu, beberapa poin berikut pantas kita simak bersama demi kesatuan paham dan kesamaan gerak dan perayaan iman di Keuskupan Agung Medan.

    1. Tradisi menyelubungi salib, patung-patung kudus dan melepaskan kain altar sudah terlaksana dalam gereja kita sejak 4 abad pertama. Tradisi kuno ini masih tetap berjalan sampai sekarang dalam konteks gereja universal. Tindakan menyelubungi ini boleh juga diganti dengan tindakan memindahkan salib dan patung-patung kudus dari dalam gereja ke tempat lain yang layak. Tradisi ini dikaitkan dengan peristiwa Yesus yang berdoa di taman Getsemani dan seterusnya menjalani peristiwa derita dan salib. Maka salib akan tertutupi dengan kain ungu (atau merah) sampai peristiwa ritus penghormatan salib dilaksanakan pada hari Jumat Agung. Tradisi ini dikaitkan pula dengan tidak adanya perayaan Ekaristi pada hari Jumat Agung.

    2. Tradisi menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa merupakan tradisi yang dilaksanakan sejak abad IX di gereja Jerman. Jadi, bukan berlaku universal untuk gereja Katolik Ritus Roma. Praktik ini dikaitkan dengan kisah Injil pada hari Minggu V Puasa yang berbicara tentang penderitaan yang akan dialami oleh Yesus (Minggu Sengsara Tuhan) dan saat-saat mana Ia mengasingkan diri hingga tampil lagi memasuki kota Yerusalem menjelang saat-saat peristiwa salib, wafat, dan bangkit. Sementara itu, Ritus Ambrosiana melaksanakan penutupan salib sejak Minggu I Puasa (praktisnya selama Masa Prapaska). Praktik ini dikaitkan dengan masa tobat, masa refleksi, retret selama Masa Prapaskah dan menjauhkan diri dari kemeriahan termasuk dari kemeriahan simbol-simbol kudus.

    3. Dokumen Perayaan Paska dan Persiapannya (terbit tahun 1988 oleh Kongregasi Ibadat Suci) tetap berusaha memelihara tradisi-tradisi khusus gereja yang ada di seluruh dunia. Itulah termasuk alasannya mengapa dalam dokumen tersebut dituliskan “kebiasaan menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa dapat dipertahankan, bila demikian ditetapkan oleh Konferensi Waligereja…” (PPdP, 26).

    4. Konteks Indonesia, tidak ada kebiasaan menyelubungi salib sebelum tahun 1988 (terbitnya dokumen tersebut), maka pelaksanaan penyelubungan salib sejak Minggu V Puasa akhir-akhir ini merupakan tradisi yang baru di beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, dasar iuridis tindakan itu belum ditetapkan, karena hingga sekarang Konferensi Waligereja belum pernah membuat keputusan untuk menutup salib sejak Minggu V Puasa, sebagaimana ditekankan oleh dokumen Pedoman Perayaan Paskah dan Persiapannya (1988). Penanggalan Liturgi KWI pun hanya mengutip Pedoman 1988; dan tidak memuat keputusan atasnya. Tampaknya tindakan menyelubungi salib itu lebih sebagai inisiatif para pencinta liturgi yang membaca dokumen secara sederhana dan langsung menerapkannya melebihi kewenangan Konferensi Waligereja dan kewenangan Uskup diosesan.

    5. Sampai sekarang, Uskup Keuskupan Agung Medan belum pernah menganjurkan tindakan penyelubungan salib sejak Minggu V Puasa. Dengan demikian KAM tetap mengikuti tradisi Gereja yakni menyelubungi salib sesudah Misa In Cena Domini (adalah nama Latin untuk Misa Perjamuan Tuhan, yaitu perayaan Ekaristi pada Kamis Putih malam-bagian pertama dari Trihari Suci). Maka praktik menyelubungi salib sejak Minggu V Puasa tidak dilaksanakan di wilayah Keuskupan Agung Medan. Ini dilaksanakan dengan berdasar pada tradisi antik gereja dan belum adanya keputusan Konferensi Waligereja Indonesia atasnya.

    6. Selain itu, kita di KAM masih merayakan perayaanperayaan istimewa seputar Minggu Palma, Misa Krisma, Misa In Cena Domini yang mengharapkan simbol-simbol liturgis, termasuk salib, tetap tampil dengan cemerlang, yang dengannya Yesus Kristus sungguh hadir dan tampil dengan jaya.

    7. Bila salib ditutup, itu berarti simbol salib ditiadakan atau tidak dihadirkan dalam perayaan-perayaan iman. Maka salib perarakan tidak dibawa lagi dalam Ibadat Jalan Salib pada hari Jumat Agung, apalagi membawanya dengan posisi tertutup, sangatlah tidak tepat.

    Medan, 05 April 2025
    Komisi Liturgi KAM

     

    Kantor Komlit KAM Lt 3
    Gedung Catholic Center Christosophia Medan
    Jl. Mataram 21 Petisah Hulu, Medan Baru, Medan.

     

    Beristirahat dalam Damai Mgr. Petrus Turang – Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang

    0

     

    Produk Souvenir Yubileum KAM 2025

    Beli Sekarang

    Proficiat Pemimpin Umum & Dewan Penasihat KYM 2025-2029

    0
    Puji syukur kepada Tuhan atas kasih dan penyertaan-Nya dalam perjalanan Kongregasi Suster Cinta Kasih Dari Yesus dan Maria Pertolongan Yang Baik (KYM). Dengan penuh sukacita, kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Dewan Pimpinan dan Dewan Penasehat yang baru. Semoga para pemimpin yang terpilih senantiasa diberkati dengan kebijaksanaan, keteguhan hati, dan semangat pelayanan dalam membimbing kongregasi menuju semakin mendalamnya cinta dan pengabdian kepada Tuhan serta sesama.

    Kami mendoakan agar kepemimpinan yang baru ini menjadi berkat bagi seluruh anggota kongregasi dan terus membawa terang kasih Kristus bagi dunia. Semoga Bunda Maria senantiasa mendampingi dan mendoakan setiap langkah serta karya pelayanan yang akan dijalankan. Selamat menjalankan tugas dengan penuh rahmat dan berkat Tuhan.

    Warta Kuria KAM (Januari-Februari 2025)

    26 Januari 2025

    Persiapan yang benar-benar matang membawa umat paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul kepada puncak sukacita dalam perayaan dedikasi Gereja pada Minggu, 26 Januari 2025. Untuk merayakan sukacita ini, biarawan-biarawati dan Imam asal paroki Santo Fidelis Dolok Sanggul mengadakan reuni pada malam sebelumnya. Diketuai oleh RP. Ivo Andreas Simanullang, reuni ini sungguh meneguhkan para imam dan pengkaul hidup bakti yang banyak memberikan sumbangan doa bagi pembangunan gereja ini.

    Perayaan Ekaristi dedicatio diawali dengan penyambutan Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, Uskup Keuskupan Agung Medan bersama rombongan yang ditandai dengan pengalungan bunga dan tari-tarian. Bersama ribuan umat yang hadir, Bapa Uskup sebagai selebran utama, memanjatkan syukur yang agung kepada Allah atas karyaNya yang tampak dalam kerja sama semua umat yang bahu-membahu menyelesaikan bangunan gereja megah yang menjadi tempat memanjatkan doa dan juga sebagai ikon pariwisata rohani di kota Doloksanggul.

    “Kita patut berbangga atas bangunan gereja ini, tetapi kita isi dengan kerendahan hati tulus demi kemuliaan Allah,” demikian Bapa Uskup mengungkapkan syukur umat Allah dalam homilinya yang dibawakan dengan bersemangat. Kehadiran Bapa Uskup hingga acara selesai sungguh menyemangati umat untuk meneruskan tahapan pembangunan selanjutnya.

    29 Januari 2025

    Gong xi fa cai!. Ucapan bahagia dan harapan memperoleh keberuntungan besar ini diucapkan oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, ketika memimpin perayaan Ekaristi Syukur atas Tahun Baru Imlek di gereja Kristus Raja, Medan pada 29 Januari 2025 didampingi oleh sejumlah Imam konselebran.

    Dekorasi yang memadukan unsur liturgi dan tradisi Tionghoa menghidupkan suasana gereja yang dari dirinya sendiri menyampaikan syukur umat yang sedang bergembira. “Tahun baru Imlek adalah saat untuk merenungkan perjalanan hidup, bersyukur atas berkat yang telah kita terima dan melangkah dengan iman yang teguh.

    Tahun Ular Kayu dan Yubileum pengharapan mengajak umat dengan bijaksana memilih jalan hidup yang benar dalam iman yang teguh.” Melalui homili ini Bapa Uskup mengajak kita untuk menjalani tahun baru ini dengan hati penuh syukur, jiwa yang diperbarui dalam kasih dan semangat yang tak tergoyahkan dalam pengharapan. Gong Xi Fa Cai!

    31 Januari 2025

    Kebesaran Allah dalam diri orang kudusnya, Santo Yohanes Bosco dirayakan bersama para pendidik, tenaga kependidikan, siswa-siswi dan organ YPK Don Bosco KAM dalam perayaan Ekaristi kudus yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr.Kornelius Sipayung didampingi oleh puluhan Imam sebagai konselebran. Bertempat di gedung MICC, Jl. Gagak Hitam 7 Medan, puncak pentas seni dan budaya yang dihadiri oleh ribuan hadirin, menyemarakkan seluruh rangkaian acara syukur ini.

    Dalam homilinya, Bapa Uskup menggarisbawahi bahwa misi pendidikan bukan hanya mempersiapkan murid untuk sukses secara akademik, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kokoh dan berkarakter katolik. YPK Don Bosco bertanggung jawab menempa calon-calon pemimpin yang beriman militan dan unggul dalam kasih. Diingatkan kembali ajaran Don Bosco bahwa pendidikan yang hanya mengejar prestasi tanpa kasih akan menghasilkan generasi yang cerdas tetapi egois demi kepentingan diri sendiri. Para pendidik dan tenaga kependidikan bekerja sambil mentransfer ilmu, berjuang menanamkan kebijaksanaan hati yang penuh kasih. Selamat berpesta.

    1 Februari 2025
    Sebagai Ketua Pembina, Uskup Agung Medan hadir dalam rapat Tri Organ Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan, Pematangsiantar, pada 1 Februari 2025. Rapat ini membahas laporan dan kinerja pekerjaan yayasan selama satu semester. Bapa Uskup mengapresiasi pekerjaan pengurus yayasan dan sekaligus juga mengajak mereka untuk berpikir bagaimana untuk meningkatkan mutu sekolah ini menjadi sekolah unggul. Diharapkan supaya di setiap jenjang pendidikan tampak keunggulan dan kekhasan dari Yayasan Santo Yoseph.
    2 Februari 2025
    Pada tanggal 2 Februari 2025, umat Katolik Paroki Santo Laurentius Jl. Sibolga Pematangsiantar bersyukur dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Agung Medan dalam rangka pemberkatan Pastoran dan Aula Paroki. Pemberkatan ini benar-benar istimewa karena diadakan pada Hari Raya Yesus Dipersembahkan di Bait Allah. Ditempati oleh para saudara Kapusin sebagai komunitas religius, pastoran ini lebih dari pada sekadar bangunan fisik, menjadi rumah persaudaraan, tempat doa, tempat melayani dan tempat pertumbuhan iman bagi umat Allah. Selamat melayani!
    Selamat Ulang Tahun Episkopal Bapa Uskup!”. Ucapan ini memenuhi suasana perayaan syukur atas tahbisan Episkopal Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap yang ke-6 di Residen Uskup. Perayaan sederhana ini diawali dengan ibadat singkat kemudian dilanjutkan dengan kata-kata sambutan, pemotongan kue dan penyerahan manuk na binatur kepada Bapa Uskup. Kesederhanaan pesta ini justru membawa para hadirin kepada kuasa Roh Kudus yang memenuhi Bapa Uskup dalam menggembalakan umat Keuskupan Agung Medan
    3 Februari 2025

    Para Imam membutuhkan formasi dan pembinaan yang berkelanjutan. Pada 3 Februari 2025, tim OGF Diosesan regio Sumatera beraudiensi kepada Bapa Uskup Agung Medan di Gedung Catholic Center Medan. Panitia berdiskusi dengan Bapa Uskup mengenai kegiatan bina lanjut Imam Diosesan usia tahbisan 11 – 20 tahun yang akan dilaksanakan di Catholic Center (CC) PPU Pematangsiantar pada tanggal 17 hingga 21 Maret 2025. Direncanakan akan hadir 82 Imam dari enam keuskupan. Bapa uskup akan tampil sebagai narasumber dalam kegiatan bina lanjut ini.

    3 Februari 2025

    Untuk mematangkan rencana pendirian paroki baru di wilayah Tanjung Morawa, pada 3 Februari 2025, bersama RD. Parulian Sihombing, Panitia Inagurasi Paroki Tanjung Morawa menemui Bapa Uskup untuk memastikan pusat paroki baru yang akan diinagurasikan pada 16 Februari 2025. Meskipun pembahasan mengenai tempat definitif belum final, inaugurasi akan tetap dilaksanakan. Pada kesempatan ini Bapa Uskup memberikan masukan-masukan penting bagi rencana ke depan.

    3 Februari 2025

    Hari Hidup Bakti di KAM dirayakan pada Senin, 3 Februari 2025, yang seyogianya jatuh pada 2 Februari 2025. Bapa Uskup dalam homilinya yang diambil dari kisah Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah, menggarisbawahi bahwa makna perayaan ini sebagai momen istimewa untuk mempersembahkan diri kembali kepada Tuhan dalam semangat pelayanan dan pengabdian.

    Para pengkaul hidup bakti menjadi sebuah kesaksian nyata bahwa “hidup kita adalah peziarahan dalam pengharapan. Hidup tidak selalu indah, ada tantangan, ada kelelahan. Namun seperti Simeon, kita tetap menantikan dengan sabar penggenapan janji Tuhan dengan mata iman. Kita dipanggil untuk menjadi terang di tempat kita diutus, terang itu bisa dinyatakan dalam doa yang mendalam, kesaksian hidup yang autentik, pelayanan yang penuh kasih bagi mereka yang terpinggirkan, terutama bagi mereka yang terancam pengharapannya. Semoga semakin setia dan mendalam.“

    5 Februari 2025

    Tanggal 5 Februari 2025, Dewan Pimpinan Umum Kongregasi Suster Santo Yosep (KSSY) yang baru terpilih dalam Kapitel ketujuh November 2024 lalu, mengadakan audiensi resmi kepada Bapa Uskup Agung Medan di Gedung Catholic Center Medan. Pada kesempatan ini para suster mengajukan program kerja yang akan dilaksanakan dalam periode empat tahun ke depan. Program ini merupakan penjabaran dari tema kapitel, Bersama Bertransformasi Sebagai Citra Allah. Bapa Uskup menegaskan kembali agar tema ini sungguh-sungguh menjadi spirit dari setiap program yang telah disusun dengan baik. Kebersamaan dalam hidup komunitas, doa dan karya harus menjadi perjuangan utama kongregasi. Sebagai bapa, Uskup menyemangati para suster untuk selalu berbuat yang terbaik dan memberi yang terbaik kepada keuskupan.

    5 Februari 2025
    Rektor, staf dan guru Seminari Menengah Christus Sacerdos (SMCS) Pematangsiantar mengunjungi Bapa Uskup di tempat kerjanya di Gedung Catholic Center Medan pada 5 Februari 2025. Dibicarakan secara khusus dalam audiensi ini ialah persiapan Yubileum 75 tahun SMCS. Jenis-jenis kegiatan yang telah disusun dan proposal biaya mendapat persetujuan dari Bapa Uskup. Sebagai bentuk dukungan dan penyemangatan kepada para staf seminari, Bapa Uskup memberikan tambahan biaya untuk kegiatan ziarah para guru dan staf seminari.
    6 Februari 2025
    Panitia Pembangunan Pastoran Binjai beraudiensi dengan Bapa Uskup pada 6 Februari 2025 di Catholic Center. Panitia mempresentasikan kepada Bapa Uskup, rencana yang akan dijalankan oleh Paroki Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai, antara lain pembangunan gedung pastoran, sekretariat paroki dan aula multifungsi. Lokasi pastoran yang jauh dari gedung gereja, rumah pastor yang sering banjir dan tidak higienis dari sudut tata ruang adalah beberapa alasan mendasar yang diajukan oleh panitia untuk membangun gedung pastoran baru yang dekat dengan Gereja. Uskup mendukung inisiatif panitia dan memberikan masukan yang perlu dijalankan.
    6 Februari 2025

    Didampingi oleh Vikep Samosir, RP. Yanuarius Berek SVD, kepala sekolah dan staf SMAK Negeri Tarabunga Samosir mengadakan audiensi kepada Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, pada 6 Februari 2025. Sesuai dengan nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh pihak KAM dan Dirjen Bimas Katolik mengenai tenaga pembina Asrama Putera dan Puteri Mawar Kasih Tarabunga, tampil sebagai juru bicara, kepala sekolah meminta agar pihak keuskupan mengutus dua biarawati dan satu biarawan sebagai tenaga pembina di asrama.

    Di samping itu mereka juga memohon kesediaan Bapa Uskup untuk menulis surat rekomendasi kepada para pastor paroki untuk mendukung SMAK Negeri agar mendapatkan calon siswa-siswi untuk tahun ajaran baru. Bapa Uskup berjanji akan menyediakan sesegera mungkin tenaga yang dibutuhkan. Dukungan untuk mendapatkan murid baru yang berkualitas akan diberikan dalam bentuk surat rekomendasi. Semoga SMAKN Tarabunga menjadi sekolah andalan.
    8 Februari 2025

    Sukacita umat Keuskupan Agung Medan, secara khusus umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Kabanjahe, meluap dalam perayaan penahbisan 4 Imam baru pada 8 Februari 2025. Ribuan umat memenuhi tempat perayaan di Paroki SPP Kabanjahe, turut berdoa untuk penahbisan 3 Diakon Kapusin Medan dan 1 Diakon Diosesan. Cuaca yang cerah turut menampakkan sukacita alam ciptaan dalam menyediakan dirinya sebagai momen terbaik bagi perayaan Ekaristi Tahbisan Imam yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap.

    Berdasarkan injil Yohanes tentang gembala yang baik, Bapa Uskup menggarisbawahi bahwa Imam harus memiliki 4 kualifikasi. Imam adalah pribadi yang rela berkorban; Imam mengenal dan mengasihi domba-dombanya; Imam melindungi umat dari bahaya; dan Imam menjadi kekuatan dalam keputusasaan. Kita berdoa agar para Imam selalu mengandalkan Tuhan dan menimba kekuatan dari Tuhan.

    11 Februari 2025
    Tanggal 11 Februari 2025, diwakili oleh RD. Benno Ola Tage, Keuskupan Agung Medan menghadiri undangan Wali Kota Medan dalam acara Thaipusam Medan Street Festival 2025 yang diselenggarakan di Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar, Medan. Keuskupan Agung Medan selalu menunjukkan dukungannya terhadap setiap kegiatan yang bertujuan untuk menjalin keakraban ekumenis melalui kehadirannya.
    14 Februari 2025

    Kerinduan Bapa Uskup untuk memiliki tempat ziarah rohani di wilayah Keuskupan Agung Medan semakin terwujud dengan peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Rohani Belas Kasih Urung Ompung Dolok di Nagapane pada 14 Februari 2025. Acara ini diawali dengan perayaan Ekaristi mengenang 31 tahun wafatnya Ompung Dolok di Gereja St. Padre Pio, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Ompung Dolok. Setelah itu rombongan khusus Bapa Uskup dan para penderma berangkat menuju lokasi peletakan batu pertama. Pada kesempatan ini juga diadakan penanaman pohon sebagai tanda bahwa lokasi taman wisata ini merupakan tempat untuk pelestarian alam, spirit dari ensiklik Laudato Si' dari Paus Fransiskus.

    “Dengan rendah hati kami mohon pandanglah hamba-hambamu ini yang akan melaksanakan pembangunan Taman Wisata Rohani Belas Kasih Urung Opung Dolok di tempat ini. Maka kami mohon berkatilah batu-batu ini yang menjadi dasar bangunan ini. Berkatilah juga seluruh lokasi pembangunan ini dan para hambaMu yang terlibat dalam pembangunan ini. Kami meletakkan batu pertama ini, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Amin.” Semoga doa yang diucapkan oleh Bapa Uskup ini menjadi doa kita semua.

    16 Februari 2025

    Ribuan umat sangat antusias merayakan imannya bersama Bapa Uskup Agung Medan yang memimpin perayaan Ekaristi di halaman Gereja St. Petrus Tanjung Morawa pada 16 Februari 2025 dalam rangka Inaugurasi Paroki St. Ignatius Loyola Medan Tamora sebagai paroki baru. Paroki baru yang memiliki 10 stasi ini digembalakan oleh RD. Parulian Susanto Sihombing yang dilantik oleh Uskup pada hari itu juga. Ketika melantik Dewan Pastoral Paroki Harian yang masa baktinya hanya satu tahun, 2025-2026, Bapa Uskup meminta mereka menyatakan janji setianya untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada mereka. Semoga paroki baru yang sangat potensial baik dari segi iman, SDM maupun finansial ini, cepat bertumbuh menjadi gereja yang Kudus, Katolik dan Apostolik.

    Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.

    RP. Adrianus Sembiring OFMCap
    Kanselarius Keuskupan Agung Medan

    Selamat Ulang Tahun Kanselarius KAM – RP. Adrianus Sembiring OFMCap

    0
    Selamat Ulang Tahun ke-51, Pastor Kanselarius KAM, RP. Adrianus Sembiring OFMCap. Semoga Tuhan terus memberkati hidup dan pelayanan pastor.

    Semoga kasih, hikmat, dan damai Tuhan senantiasa menyertai perjalanan hidup pastor, serta menjadikan pastor semakin kuat dalam iman dan kasih kepada sesama. 🙏🏻🎉🥳

    Surat Gembala Prapaskah & Paskah 2025

    Surat KAM No: 141/P/KA/III/’25

    Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus, umat Keuskupan Agung Medan,
    Salam damai dan berkat dalam Tuhan kita Yesus Kristus!
    Kita kembali memasuki masa suci Pra-Paskah, waktu yang penuh rahmat di mana kita diajak untuk merenungkan makna pertobatan, pembaruan hidup, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Tahun ini, perjalanan iman kita semakin diperkaya dengan dua tema besar yang menyentuh hidup Gereja: Fokus Pastoral Keuskupan Agung Medan: “Umat Allah yang Bermisi” dan Tahun Yubileum 2025, “Tahun Pengharapan dan Pemulihan” yang dianugerahkan kepada Gereja universal oleh Paus Fransiskus. Dua momentum ini memberikan kita kesempatan untuk semakin mendalami panggilan sebagai murid-murid Kristus yang diutus dan mengalami kasih karunia Allah yang membarui.

    1. Umat Allah yang Bermisi: Hidup dalam Perutusan Gereja

    Sejak pembaptisan, kita semua dipanggil untuk menjadi bagian dari umat Allah yang bermisi, yakni Gereja yang hidup dan bertumbuh dalam perutusan Yesus Kristus. Misi bukan hanya milik para imam, biarawan-biarawati, atau mereka yang secara khusus diutus untuk berkarya di tanah misi, tetapi adalah tugas dan tanggung jawab setiap orang beriman. Dalam terang Yubileum ini, kita diundang untuk semakin menyadari dan menghidupi panggilan kita sebagai pewarta kasih dan kebenaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

    Paus Fransiskus dalam bulla Spes Non Confundit menegaskan bahwa pengharapan sejati bersumber dari kesetiaan Tuhan yang terus membimbing umat-Nya. Oleh karena itu, kita diajak untuk menjadi tanda pengharapan bagi dunia, baik dalam keluarga, komunitas, maupun dalam kehidupan sosial dan profesional kita. Kita bermisi dengan:

    • Kesaksian Hidup: Menjalani hidup dengan kejujuran, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
    • Karya Pelayanan: Melibatkan diri dalam pelayanan Gereja dan sosial, menjadi tangan kasih Tuhan bagi mereka yang kecil dan tersingkir.
    • Perutusan dalam Keberagaman: Di tengah konteks multikultural Keuskupan Agung Medan, kita dipanggil untuk membangun dialog yang harmonis dengan sesama, mempererat persaudaraan, dan menjadi jembatan kasih bagi semua orang.

    2. Tahun Yubileum 2025: Pengharapan, Pemulihan, dan Rahmat Indulgensi

    Penuh Tahun Yubileum adalah masa istimewa dalam kehidupan Gereja, di mana Allah membuka pintu rahmat-Nya secara lebih luas bagi umat beriman. Tema Pengharapan dan Pemulihan yang diangkat dalam Yubileum ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah sumber penghiburan dan pemulihan bagi dunia yang terluka.

    Sebagai bagian dari perayaan Yubileum, umat beriman diberikan kesempatan untuk memperoleh Indulgensi Penuh, yaitu pengampunan dari hukuman sementara akibat dosa-dosa yang telah diampuni. Ini adalah anugerah besar dari Gereja, yang mendorong kita untuk semakin mendekat kepada Tuhan dalam pertobatan dan pembaruan hidup.

    Untuk memperoleh Indulgensi Penuh, umat diajak untuk:

    1. Melakukan pengakuan dosa secara sakramental dengan penuh kesadaran akan belas kasih Allah.
    2. Mengikuti Perayaan Ekaristi dan menerima Komuni Kudus dengan hati yang bersih.
    3. Mendoakan intensi-intensi Bapa Suci, sebagai tanda persatuan kita dengan Gereja universal.
    4. Melakukan tindakan belas kasih, seperti mengunjungi orang sakit, membantu kaum miskin, atau menghidupi kasih dalam keseharian.
    5. Mengunjungi Gereja Katedral atau gereja-gereja tertentu yang ditunjuk sebagai tempat ziarah Yubileum, sebagai tanda perjalanan rohani kita menuju Allah.

    Tahun Yubileum ini mengajak kita untuk memperbarui hidup rohani kita, agar kita menjadi umat yang lebih berakar dalam iman dan semakin bersemangat dalam bermisi.

    3. Masa Pra-Paskah: Waktu untuk Bertobat dan Berubah

    Masa Pra-Paskah selalu menjadi waktu istimewa bagi kita untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang penuh pertobatan. Tiga pilar utama yang menjadi panduan kita dalam masa ini adalah:

    • Puasa: Bukan sekadar menahan diri dari makanan atau hal-hal duniawi, tetapi juga membangun kedisiplinan spiritual dan solidaritas dengan mereka yang berkekurangan. 
    • Doa: Menyediakan waktu untuk berkomunikasi lebih dalam dengan Tuhan, baik melalui doa pribadi, doa komunitas, maupun adorasi Ekaristi. 
    • Amal Kasih: Mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, dengan tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus. 

    Melalui pertobatan yang sejati, kita membuka diri kepada rahmat Allah yang memulihkan dan memperbarui hidup kita.

    4. Tantangan dan Panggilan dalam Zaman Ini

    Sebagai umat Allah yang bermisi, kita tidak terlepas dari tantangan zaman yang semakin kompleks. Globalisasi, materialisme, dan sekularisme sering kali menggoda kita untuk kehilangan arah dan meninggalkan nilai-nilai iman kita. Namun, justru dalam situasi inilah kita dipanggil untuk semakin teguh dalam iman, berani bersaksi tentang kasih Allah, dan menjadi pembawa harapan bagi sesama.

    Saya mengajak seluruh umat Keuskupan Agung Medan untuk:

    • Menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat dengan hidup yang mencerminkan nilai-nilai Injili. 
    • Mengutamakan persaudaraan dan rekonsiliasi di tengah keberagaman budaya dan agama. 
    • Membangun Gereja yang hidup dan dinamis dengan semangat pelayanan yang tulus.

    Saudara-saudariku terkasih, marilah kita bersama-sama menjalani masa Pra-Paskah ini dengan penuh kesadaran akan panggilan kita sebagai umat Allah yang bermisi. Kita melangkah dengan keyakinan bahwa pengharapan dalam Kristus tidak pernah mengecewakan, seperti yang tertulis dalam Roma 5:5: "Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita".

    Semoga perayaan Paskah nanti membawa pembaruan bagi setiap hati, keluarga, dan komunitas kita. Dalam Kristus, kita menemukan pengharapan sejati yang membebaskan dan memulihkan. Semoga Tuhan memberkati perjalanan rohani kita dan menjadikan kita sungguh sebagai umat Allah yang bermisi.

    Semoga perayaan Paskah nanti membawa pembaruan bagi setiap hati, keluarga, dan komunitas kita. Dalam Kristus, kita menemukan pengharapan sejati yang membebaskan dan memulihkan. Semoga Tuhan memberkati perjalanan rohani kita dan menjadikan kita sungguh sebagai umat Allah yang bermisi.

     

    Diberkati dalam Kristus
    Deus Meus et Omnia,
    Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap
    Uskup KeuskupanAgung Medan

     

     

    Surat Gembala Prapaskah 2025 KAM : Unduh

     

    Paroki Medan Tamora

    Pelindung Santo Ignatius Loyola
    Buku Paroki Sejak 16 Februari 2025, yang sebelumnya bergabung dengan Paroki St. Yosep Delitua, Paroki St. Paulus Pasar Merah, dan Paroki St. Agatha Batangkuis, sesuai dengan SK KAM No: 79/PAR/MTR/KA/II/'25
    Alamat Jl. Sisingamangaraja KM. 10, Kel. Timbang Deli, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
    HP / WA 0821 2033 7570
    Email [email protected]
    Jumlah Umat 1816 KK / 6807 Jiwa (BIDUK, per 31 Des 2025)
    Jumlah Stasi 10
    Parokus RD. Parulian Susanto Sihombing 23-11-1983
    Vikaris Parokial RD. Mansuetus Amadeus 22-07-1976
    Gereja Stasi
    1) St. Maria Fatima, Tanjung Morawa 6) Bangun Mulia
    2) St. Paulus, Ujung Serdang 7) Batang Kuis, Tj Morawa
    3) Para Malaikat, Bangun Rejo 8) St Diego, Martoba
    4) Salib Suci, Bangun Setia Pasar I 9) St. Theresia Avila, Sigara-gara
    5) St. Maria Immakulata, Bangun Setia Pasar III 10) St. Maria Asumpta, Undian
    Jam Misa di Gereja St Diego, Martoba
    Minggu 1 & 2 Sesi 1 Hari Minggu 08.30 WIB
    Sesi 2 Hari Minggu 10.00 WIB
    Minggu 3 & 4 Sabtu Malam 19.00 WIB
    Hari Minggu 08.30 WIB
    Lokasi Paroki : (Gereja Paroki dalam proses pembangunan)

    Penerimaan Mahasiswa Baru UNIKA St. Thomas 2025-2026

    0
    Info selengkapnya silahkan mengunjungi website : UNIKA ST.THOMAS MEDAN

    Sarjana: 01 Februari - 31 Agustus 2025

    Magister Manajemen: 26 Februari - 25 April 2025

     

    Selamat Ulang Tahun Mgr. Emeritus A.G. Pius Datubara ke 91 Tahun

    0

    Selamat Ulang Tahun kepada Uskup Emeritus, Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap, yang merayakan ulang tahun pada 12 Februari 2025. Saat ini Uskup Emeritus Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap menjalani usia 91 tahun. Beliau tinggal di rumah Persaudaraan Kapusin, Pastoran Paroki Hayam Wuruk Medan Komsos Gereja Santo Antonius Syukur dan sungguh luar biasa berkat dan anugerah Tuhan. Uskup Emeritus Pius Datubara merupakan Pastor pertama dari suku Batak, dan sekaligus menjadi Uskup pertama jadi suku Batak. Semoga segenap teladan dan semangat hidupnya menginspirasi umat Allah. Kita doakan agar beliau senantiasa sehat dan bahagia. Amin.

    Biografi Singkat 

    Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M.Cap. (dikenal sebagai Pius Datubara; lahir 12 Februari 1934) adalah Uskup Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Agung Medan sejak 24 Mei 1976 hingga pensiun pada 12 Februari 2009. Pius Datubara adalah Uskup Agung Medan sekaligus seorang uskup Katolik pertama yang berasal berasal dari kalangan etnis Batak sendiri.

    Pius Datubara ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 22 Februari 1964 oleh Uskup Agung Medan saat itu, Antoine Henri van den Hurk. Ia terpilih menjadi Uskup Auksilier Medan dengan gelar Uskup Tituler Novi pada 5 April 1975. Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada 29 Juni 1975 oleh Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmojuwono. Bertindak sebagai uskup ko-konsekrator pada saat itu, Uskup Agung Medan, Antoine Henri van der Hurk, dan Uskup Padang, Raimundo Cesare Bergamin.

    Pada 24 Mei 1976, Pius Datubara terpilih menjadi Uskup Agung Medan menyusul pengunduran diri pendahulunya, Antoine van den Hurk. Pius Datubara pensiun sebagai Uskup Agung Medan pada 12 Februari 2009 dan kepemimpinan Keuskupan Agung Medan dilanjutkan oleh Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga(+) dan saat ini dilanjutkan oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap.