Kepada Yth. Para Pastor Paroki, Pembina OMK dan Ketua OMK se-KAM
Dengan hormat, Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, dengan mengusung tema: “Bermisi Menyemai Keadilan Pangan, Menuai Harapan yang Berkelanjutan”, Komisi PSE KAM akan menyelenggarakan kegiatan perlombaan tingkat sekolah dan OMK Paroki se-KAM, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan komitmen bersama terhadap isu keadilan pangan dan keberlanjutan. Perlombaan ini akan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai jenjang pendidikan: TK, SD, SMP, SMA/Sederajat, serta OMK Paroki se-KAM.
Dengan ini, OMK Paroki se-KAM turut ambil bagian dan mendukung suksesnya kegiatan perlombaan ini. Partisipasi OMK Paroki adalah bentuk nyata dari pelayanan kasih dan kepedulian terhadap sesama dan bumi ciptaan Tuhan.
Bentuk kegiatan perlombaan untuk tingkat OMK Paroki adalah Lomba Koor (1 kontingen maksimal 20 orang) dan Lomba Ekonomi Kreatif Produk UMKM (1 kontingen maksimal 3 orang).
Lomba Koor dan Ekonomi Kreatif Produk UMKM dilaksanakan secara online dan offline. Pada babak online, dewan juri akan memilih 10 orang peserta terbaik. Pengumuman 10 peserta terbaik dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 di kanal youtube PSE KAM.
Pada babak offline, 10 peserta terbaik akan berkompetisi kembali untuk memperebutkan Juara 1, 2, 3; Harapan 1, 2, 3; serta Penghargaan 1, 2, 3, 4. 3.
Pelaksanaan babak offline: hari Sabtu, tanggal 25 Oktober 2025 (lomba Ekonomi Kreatif Produk UMKM) dan hari Minggu, tanggal 26 Oktober 2025 setelah Misa Ekaristi (lomba Koor) di Kompleks Sekolah Bintang Timur Balige, Yayasan Don Bosco Manado, Jl. Pastor Sybrandus Van Rossum, Sangkar Nihuta, Kec. Balige, Kab. Toba.
Pengumuman para pemenang dan pembagian hadiah akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 26 Oktober 2025 (setelah seluruh rangkaian kegiatan perlombaan selesai) di Kompleks Sekolah Bintang Timur Balige Yayasan Don Bosco Manado Jl. Pastor Sybrandus Van Rossum, Sangkar Nihuta, Kec. Balige, Kab. Toba.
Informasi dan ketentuan lebih lanjut, dapat dilihat dalam lampiran 1 dan 2 Surat Undangan Perlombaan: klik disini.
Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Besar harapan kami OMK Paroki se-KAM ikut ambil bagian dalam kegiatan perlombaan HPS KAM Tingkat Sekolah dan OMK Tahun 2025 ini. Terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati.
Hormat kami, RP. Stefanus Sitohang OFMCap Komisi PSE KAM
Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Ikatan Dosen Katolik (IDK) Keuskupan Agung Medan diadakan dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Agung Medan pada 20 Mei 2025. Perayaan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Katolik di Era Digital dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Melalui kolaborasi yang erat antara iman dan ilmu, IDK KAM diharapkan menjadi ruang strategis untuk penguatan misi gereja dalam dunia pendidikan tinggi di tengah arus digitalisasi dan globalisasi yang terus berkembang. Seminar ilmiah yang diselenggarakan setelah perayaan ekaristi mengelaborasi tema perayaan dan membawanya kepada hal-hal praktis untuk ditindaklanjuti oleh para dosen Katolik. Disiplin dan kejujuran ilmiah seorang dosen sangat dibutuhkan untuk menghadirkan diri sebagai ‘tenaga’ pastoral di bidang ilmiah. Semoga wadah ini sungguh membantu keuskupan dalam kegiatan pastoralnya.
21 Mei 2025
Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Medan yang diketuai oleh J. Simamora beraudiensi ke Kuria KAM dan disambut oleh RP. Theodorus Goli Ruing OCD, Ketua Komkep KAM pada 21 Mei 2025 di ruang pertemuan lantai 3 Catholic Center Christosophia Medan. Para pengurus yang baru terpilih ini memperkenalkan GMNI sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang berazaskan Marhenisme ajaran Bung Karno. Kuria KAM menyambut baik maksud mereka untuk menjalin relasi dengan Gereja Katolik dalam bentuk kerja sama dalam bidang keagamaan dan sosial. Pada peringatan hari lahir Pancasila dan mengenang lahir serta meninggalnya Bung Karno, salah satu tokoh dari Keuskupan Agung Medan diminta kesediaannya menjadi pemateri dengan tema Dialog Kebangsaan. Jalinan kerja sama ini akan dilanjutkan bersama Komisi Kerawam.
22 Mei 2025
Keseriusan Keuskupan Agung Medan dalam memperjuangkan konservasi alam ditampakkan dalam kehadirannya yang diwakili oleh Komisi PSE KAM dalam Lokakarya Pra Revalidasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang diadakan di Ruang Rapat Lt. 9, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumut pada 22 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, mitra, akademisi, dan praktisi yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan Geopark Kaldera Toba. Lokakarya yang merupakan respons cepat atas masukan dari UNESCO ini sepenuhnya didukung dan dibiayai oleh Bank Indonesia merupakan bentuk konkret kepedulian terhadap pengembangan Geopark. Melalui pemaparan para ahli sebagai pemateri, lokakarya ilmiah ini sampai pada kesimpulan bahwa inovasi dan pengembangan Geopark berpotensi menarik wisatawan secara signifikan ke kawasan Danau Toba. Dituntut kerja keras nyata, bukan sekadar konsep, sinergitas dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Keuskupan Agung Medan telah berbuat banyak dan tetap mendukung Geopark dalam usahanya yang lebih mengedepankan konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan demi menjaga warisan geologi, alam dan budaya.
23 Mei 2025
Dalam rangka memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan dalam membangun moderasi beragama, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan bekerjasama dengan Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan Bidang Agama Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI menyelenggarakan seminar sehari dengan tema, “Penguatan Moderasi Beragama Untuk Masyarakat (Fasilitasi Tokoh Agama dan Pembinaan Masyarakat)” pada 23 Mei 2025 di Gedung H.M. Arsjad Thalib Lubis (Gelanggang Mahasiswa), Kampus 1 UIN Sumatera Utara Jl. IAIN No. 1, Sutomo, Medan. Kehadiran tiga orang dari Komisi HAK mewakili kuria KAM merupakan dukungan serius atas segala bentuk usaha menciptakan kerukunan hidup beragama. Kegiatan ini sangat menarik karena diisi dengan diskusi panel yang menampilkan Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani S.TP., M.T. (Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI), Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. (Rektor UIN Sumatera Utara) dan Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.A. (Wakil Rektor I UIN Sumatera Utara). Semoga toleransi sebagai tujuan utama seminar ini semakin dialami dan dihidupi oleh semua denominasi yang ada di Indonesia, secara khusus di wilayah Sumatera Utara.
25 Mei 2025
Pada Minggu, 25 Mei 2025 Komunitas Siswa-Siswi Katolik (KSSK) tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri kota Medan bersama KOMDIK KAM merayakan Paskah dan tahun Yubileum 2025. Inti perayaan ini dirangkum dalam tema: ‘damai sejahtera di tengah keluarga’ (Yoh 20:26) dan sub tema: ‘siswa siswi Katolik berani menjadi pembawa damai di tengah Keluarga dan masyarakat.’ Perayaan ekaristi dipimpin oleh Kanselarius KAM, RP Adrianus Sembiring OFMCap dan dihadiri oleh 42 sekolah SMA, SMK dan SMP kota Medan, sekitar 600 orang. BIMAS Katolik Medan turut hadir dalam perayaan ini. Festival tari tradisional dan drama Kitab Suci membuat para siswa-siswi dan guru berpartisipasi aktif dalam kegiatan syukur ini. Semoga KSSK semakin tumbuh menjadi wadah pembinaan iman orang-orang muda Katolik.
27 Mei 2025
Pada 27 Mei 2025 didampingi oleh RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv sebagai vikep pro religius KAM, diadakan rapat Koordinasi Penyediaan Pembina Asrama SMAK Negeri Samosir antara kongregasi suster FSE yang diwakili oleh. Sr. Xaveria Lingga FSE dan Ditjen Bimas Katolik, Bapak Salman Habeahan bersama para staf dan kepala sekolah SMAK Negeri Samosir. Pertemuan ini meneguhkan kembali kerja sama Keuskupan Agung Medan dengan Ditjen Bimas Katolik yang telah dirumuskan dalam MoU. Kongregasi FSE akan menyediakan tenaga pembina asrama dengan menepati persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dan pemerintah menepati hal-hal yang disampaikan oleh suster FSE. Ditegaskan bahwa penanggung jawab semua unit sekolah adalah kepala sekolah. Suster akan bekerja sama dengan Kepala Sekolah. Fasilitas dan sarana yang dibutuhkan oleh suster akan disediakan oleh sekolah. Kasubdit Pendidikan Menengah, Kepala SMAK dan Suster Pembina asrama akan dilibatkan dalam perumusan pedoman asrama. Semoga SMAK Negeri Samosir menjadi lahan pembinaan iman siswa-siswi Katolik.
27 Mei 2025
Dewan Pastoral stasi Simpang Kuala bersama Panitia Renovasi Pembangunan didampingi oleh Dewan Pastoral Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan datang beraudiensi kepada Bapa Uskup Agung Medan pada 27 Mei 2025. Pertemuan ini ini membahas rencana renovasi Gereja Stasi St. Petrus Simpang Kwala – Medan untuk menanggapi perkembangan umat stasi Santo Petrus saat ini yang sangat signifikan. Tiga opsi diajukan dalam audiensi ini. Disambut dan disemangati oleh Bapa Uskup, panitia cenderung memilih opsi ketiga. Gedung gereja akan diperluas, posisi altar dimundurkan dan bentuknya diluruskan dengan tembok gereja dengan akibat Sebagian gedung sekolah harus dirubuhkan. Opsi yang membutuhkan biaya ± 2 milyar ini menambah kapasitas tampungan umat secara signifikan. Semoga rencana ini cepat direalisasikan.
1 Juni 2025
Pada 1 Juni 2025 bertepatan dengan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-59 Bapa Uskup memimpin perayaan ekaristi pendirian Stasi dan pemberkatan Gereja Santo Yohanes Paulus II, Marasi, Paroki St. Yoseph Jalan Bali Pematangsiantar. Gereja yang dibangun dengan semangat gotong royong, doa dan harapan umat ini, menjadi wujud nyata dari iman yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Rumah Tuhan hadir bukan sekedar sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai tempat perjumpaan umat dengan Allah, pusat kehidupan rohani dan wadah pembinaan iman Katolik.
4-6 Juni 2025
Penyegaran semangat pelayanan kerja, sekaligus membangun ikatan kekeluargaan, keakraban dan kekompakan antar karyawan lintas komisi dan unit merupakan tujuan utama yang hendak dicapai dalam kegiatan rekreasi Kuria, Komisi dan para pegawai Keuskupan Agung Medan. Kegiatan persaudaraan ini diadakan pada 4-6 Juni 2025 di Villa Mari Pro-Lau Kawar, Kuta Gugung, Kec. Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Komisi PSE bekerja sama dengan Komkel KAM sebaik mungkin mempersiapkan segala sesuatu demi terlaksananya dengan baik acara dua tahunan Kuria dan Komisi Keuskupan Agung Medan. Bapa Uskup ikut bersama 80 orang pegawai dalam kegiatan yang dirancang untuk membangun komunikasi yang lebih baik dan memperkuat kerja sama di antara karyawan dari berbagai komisi dan unit, demi membangun sinergitas dalam pelayanan. Rangkaian kegiatan yang diisi dengan lomba memasak kreatif memakai bahan-bahan yang disediakan oleh umat setempat, bernyanyi bersama, Tombola dan kegiatan Rohani ‘gembala menuntun domba’ sungguh mempererat persaudaraan, sinodalitas dan sinergitas semua pegawai KAM. Mari kembali mengabdi penuh semangat.
9-11, 16-18 Juni 2025
Diklat sekretaris paroki dalam dua gelombang: 9-11 Juni dan 16-18 Juni 2025 diselenggarakan di CC PPU Pematangsiantar. Tampil sebagai pemateri ialah Kanselarius bersama Sdr. Evanson Sihotang, staf sekretariat dan admin BIDUK KAM. Tema diklat ini ialah standardisasi sekretariat Paroki KAM. Setelah dibenahi dengan pengetahuan tentang Tupoksi Sekretariat Paroki dan Standard Operating Procedure, para peserta bekerja dalam kelompok per vikariat untuk merumuskan Tupoksi Sekretariat Paroki dan menjabarkannya dalam SOP berbentuk tabel dan flowchart. Kepada mereka juga diberi masukan tentang BIDUK KK, terutama hal-hal praktis yang perlu dijalankan. Menjadi tantangan dalam diklat ialah pergantian sekretaris paroki yang frekuensinya lumayan tinggi dan ketidakhadiran sejumlah sekretaris. Semoga diklat ini menambah pengetahuan, keahlian dan semangat para sekretaris paroki untuk menjalankan pengabdiannya sebagai pendukung karya pastoral paroki.
12 Juni 2025
Seminar Nasional Pengelolaan Geopark yang berdampak pada Geowisata di Indonesia pada Kamis, 12 Juni 2025 dihadiri melalui zoom oleh ketua komisi PSE KAM, RP. Stefanus Sitohang OFMCap. Seminar nasional yang mengusung tema, “Memperkuat Eksistensi Geopark Toba Caldera,” merupakan bagian dari upaya bersama lintas sektor untuk memperkuat keberadaan dan pengelolaan Toba Caldera sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp), sekaligus mendorong pengembangan geowisata yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya kawasan Danau Toba yang sarat dengan kekayaan geologis dan budaya. Makalah yang dipresentasikan oleh tiga narasumber berusaha membuka pandangan peserta terhadap realitas lapangan dan kebutuhan masa depan pengelolaan geopark di Indonesia, termasuk di kawasan Toba Caldera; mengajak peserta untuk melihat geowisata tidak sekadar sebagai perjalanan menikmati pemandangan, tetapi sebagai perjalanan spiritual dan intelektual melintasi waktu dan sejarah bumi; dan membangun kesadaran bahwa Toba Caldera adalah bagian dari warisan geologis umat manusia dan oleh karena itu dituntut tanggung jawab moral dan ekologis terhadap bumi dan generasi mendatang.
Keuskupan Agung Medan sebagai entitas rohani selalu menyertakan dalam program pastoralnya gerakan konsientisasi bahwa Geopark Toba Caldera bukan hanya sebuah kawasan berstatus internasional, melainkan lebih dalam sebagai sebuah ruang hidup bersama yang menuntut keterlibatan semua pihak. Sinodalitas menjadi prinsip kita dalam menjalin kolaborasi untuk mendukung agar Toba Caldera UNESCO Global Geopark semakin maju dalam kerangka mewujudkan semangat ‘Laudato si.’
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap Kanselarius Keuskupan Agung Medan
1) Ziarah ke kota Roma dan tempat lainnya (Luar Negeri)
Panitia Yubileum membantu kelompok/rombongan yang akan mengadakan ziarah ke Roma dan tempat lainnya bekerjasama dengan Wisata Tour luar negeri.
2) Ziarah di Keuskupan Agung Medan
Panitia Yubileum mengarahkan dan menentukan rute atau jalur perjalanan peziarahan umat serta tempat-tempat yang akan dikunjungi.
Peziarahan ini dapat dilakukan dalam koordinasi dengan paroki, secara kelompok, kategorial, keluarga atau secara pribadi.
Setiap peserta/ kelompok sedapat mungkin mendapat pendampingan dari pastor di paroki.
Diharapkan setiap kelompok peziarah mengadakan koordinasi berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan dengan pihak atau tempat yang akan dilalui dan dikunjungi. (Saran Rute Peziarahan Pengharapan di bawah).
Proses peziarahan dimulai dengan ibadat/doa pemberangkatan, mengunjungi tempat yang ditentukan rombongan seperti gereja, makam, panti asuhan, tugu, biara, pastoran, seminari, tempat bersejarah, gua Maria dan Gereja Katedral Medan.
Selama peziarahan ini peserta dapat mengisinya dengan doa intensi Bapa Suci sepanjang tahun 2025, devosi rosario, jalan salib, adorasi, seminar tentang dokumen gereja, ibadat Tobat, pengakuan dosa dan perayaan Ekaristi. Juga selama peziarahan ini membawa bantuan kepada orang atau kelompok yang membutuhkan
3) Memperoleh Rahmat Indulgensi Penuh (Rahmat Pengampunan Utang Dosa)
3.1) Rahmat Indulgensi bagi Diri Sendiri
Mengakukan dosa secara pribadi dan menerima absolusi sakramental.
Menyambut komuni dalam misa hari Minggu atau hari raya atau misa dalam rangka perayaan Yubileum.
Mendoakan Intensi Doa Bapa Suci Tahun Yubileum 2025
Melakukan ziarah ke gereja dan tempat suci yang sudah ditetapkan
Melakukan karya amal dan belaskasih kepada orang miskin, sakit, penjara, panti asuhan, atau ikut serta dalam pemakaman orang meninggal, meneguhkan orang yang ragu, mengajar yang tidak tahu, menasihati pendosa, menghibur yang bersedih, mengampuni yang bersalah, meningkatkan kesabaran dan mendoakan yang meninggal.
3.2) Rahmat Indulgensi bagi Orang yang Sudah Meninggal Dunia
Diintensikan di dalam hatinya indulgensi itu untuk siapa (mis. ayahnya)
Mengakukan dosa (bila sudah berdosa baru setelah pengakuan terakhir)
Menyambut komuni dalam misa hari Minggu atau hari raya atau misa dalam rangka perayaan Yubileum.
Berziarah ke tempat suci yang ditentukan
Beramal kepada orang yang dipenjara atau panti asuhan, orang sakit, miskin, dll.
Catatan: Kelima syarat itu wajib dilakukan tanpa meninggalkan salah satu.
Selain kelima hal tersebut, seseorang diharapkan meningkatkan hidup doa secara pribadi dan bersama, rajin berdoa rosario, berdevosi dan latihan-latihan rohani lainnya.
Setiap orang bisa memperoleh 1 indulgensi setiap hari (untuk indulgensi ke 2, 3, dst tetap menjalankan ke-5 hal di atas; tidak perlu mengaku dosa bila belum ada dosa baru setelah pengakuan terakhir).
Yubileum adalah nama yang diberikan bagi suatu tahun khusus. Nama tersebut berasal dari alat musik yang digunakan untuk menandai pemaklumannya. Dalam hal ini, alat musik yang dimaksud adalah yobel, tanduk domba jantan, yang digunakan untuk mengumumkan Hari Penebusan Dosa (Yom Kippur). Yom Kippur sendiri terjadi setiap tahun, tetapi memiliki makna khusus saat menandai dimulainya tahun Yobel. Kita dapat menemukan indikasi awal tentang hal itu di dalam Kitab Suci. Tahun Yobel harus diperingati setiap 50 tahun, karena ini akan menjadi tahun “tambahan”, yang akan terjadi setiap tujuh minggu dari tujuh tahun, yaitu setiap 49 tahun (lih. Im. 25:8-13). Meskipun tidak mudah untuk diselenggarakan, perayaan ini dimaksudkan sebagai waktu untuk membangun kembali hubungan yang baik dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan seluruh ciptaan, serta melibatkan pelunasan utang, pengembalian tanah yang disalahgunakan, dan masa istirahat bagi ladang.
Mengutip Nabi Yesaya, Lukas menggambarkan misi Yesus dengan menulis: “Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk. 4:18-19; bdk. Yes. 61:1-2). Yesus mengamalkan Sabda Allah itu dalam kehidupan sehari-hari-Nya, dalam perjumpaan-Nya dengan orang lain dan dalam hubungan-Nya, yang semuanya menghasilkan pembebasan dan pertobatan.
Pada tahun 1300, Paus Bonifasius VIII mencanangkan Yubileum pertama, yang juga dikenal sebagai “Tahun Suci” karena pada masa inilah kekudusan Allah mengubah kita. Frekuensi Tahun Suci berubah seiring waktu. Pada awalnya, Tahun Suci dirayakan setiap 100 tahun dan kemudian, pada tahun 1343 Paus Klemens VI mengurangi jarak antara Tahun Yubileum menjadi setiap 50 tahun. Pada tahun 1470, Paus Paulus II menetapkan bahwa Tahun Yubileum dirayakan setiap 25 tahun. Ada pula Tahun-tahun Suci yang disebut “luar biasa”, misalnya pada tahun 1933 Paus Pius XI memilih untuk memperingati hari peringatan 1900 tahun Penebusan Dosa, dan pada tahun 2015 Paus Fransiskus mencanangkan Tahun Kerahiman sebagai Tahun Yubileum luar biasa. Cara perayaan Tahun Yubileum juga berubah selama berabad-abad. Awalnya Tahun Suci terdiri dari ziarah ke Basilika Roma Santo Petrus dan Santo Paulus, kemudian ditambahkan simbol-simbol lain, seperti Pintu Suci. Dengan berpartisipasi dalam Tahun Suci, seseorang diberikan indulgensi penuh.
Diharapkan Peziarah Yubileum di KAM minimal mengunjungi 4 Tempat Ziarah dan Pintu Suci (Porta Sancta) di Gereja Katedral Medan untuk memperoleh Indulgensi Penuh.
Tempat Ziarah Yubileum 2025 Keuskupan Agung Medan (Saran Rute Peziarahan)
1. Vikariat Aek Kanopan
• Jalur Labuhan Batu - Medan : Gereja Paroki - Gua Maria Rantau Parapat - Gua Maria Cinta Damai - Graha Maria Annai Velangkani - Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
• Jalur Labuhan Batu-Siantar-Berastagi-Medan : Gereja Paroki - Gua Maria Rantau Parapat-Gereja Paroki St. Joseph Jln. Bali- Gereja Paroki St. Laurensius Jln. Sibolga- Makam Para Pastor, Biara Alverna, Bitora, STSP (Sinaksak) - Makam Oppung Dolok Simpang Haranggaol - Gereja Paroki Berastagi- Biara St. Clara Sikeben- Panti Asuhan Betlehem Bandar Baru - Gua Maria Namo Pencawir- Graha Maria Annai Velangkanni- Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
2. Vikariat Dolok Sanggul
• Jalur Tapanuli - Siantar - Medan : Gereja Paroki - Gereja Paroki Lintongnihuta - Gereja Paroki Balige - Biara Kapusin Parapat - Gereja Yubileum 2000 Pondok Bulu - Gereja Paroki Jln. Bali - Gereja Paroki Jln. Sibolga - Makam Para Pastor, biara Alverna, Bitora, STSP (Sinaksak) - Graha Maria Annai Velangkanni - Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
• Jalur Tapanuli - Berastagi - Medan : GerejaParoki - Gereja Paroki Sumbul - Makam Misionaris Kapusin SPP Kabanjahe - Gereja Paroki Berastagi - Panti Asuhan Bandar Baru - Biara St. Clara Sikeben - Gua Maria Namo Pencawir - SLB Tuntungan - Graha Maria Annai Velangkanni - Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
3. Vikariat Sidikalang
• Jalur Sidikalang - Siantar - Medan : Gereja Paroki- Gereja Paroki Sumbul- Makam Oppung Dolok Simpang Haranggaol - Gereja Paroki Jln. Bali-Gereja Paroki Jln. Sibolga - Makam Para Pastor, biara Alverna, Bitora, STSP (Sinaksak) - Graha Maria Annai Velangkanni - Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
• Jalur Sidikalang – Berastagi – Medan : Gereja Paroki - Gereja Paroki Sumbul - Makam Misionaris Kapusin SPP Kabanjahe - Gereja Paroki Berastagi - Panti Asuhan Betlehem Bandar Baru - Biara Sikeben - Gua Maria Namo Pencawir - Panti Asuhan SLB Tuntungan - Graha Maria Annai Velangkanni – Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
4. Vikariat Pematang Siantar
• Jalur Siantar - Medan : Gereja Paroki- Gereja Paroki Jln. Bali - Gereja Paroki Jln. Sibolga- Makam Para Pastor - Biara Alverna, Bitora, STSP (Sinaksak) - Graha Maria Annai Velangkanni- Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap) • Jalur Siantar – Berastagi - Medan : Gereja Paroki- Gereja Paroki Jln. Bali - Gereja Paroki Jln. Sibolga - Makam Oppung Dolok Simpang Haranggaol - makam Misonaris Kapusin SPP Kabanjahe - Gereja Paroki Berastagi- Panti Asuhan Betlehem – Graha Maria Annai Velangkanni - Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap).
5. Vikariat Pangururan
• Jalur Samosir – Berastagi – Medan : Gereja Paroki - Gereja Paroki Pangururan - Gereja Paroki Sumbul - makam Pastor Misionaris di SPP Kabanjahe - Gereja Paroki Berastagi - Biara St. Clara Sikeben - Panti Asuhan Betlehem Bandar Baru - Gua Maria Namo Pecawir - SLB Tuntungan – Graha Maria Annai Velangkanni - Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
• Jalan Samosir – Siantar – Medan : Gereja Paroki - Gereja Paroki Pangururan - Biara Kapusin Parapat- Gereja Yubileum 2000 Pondok Bulu- Gereja Paroki Jln. Bali - Gereja Paroki Jln. Sibolga - Makam Para Pastor, biara Alverna, Bitora, STSP ( Sinaksak) – Graha Maria Annai Velangkanni- Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center (Menginap)
6. Vikariat Kabanjahe
• Kabanjahe - Siantar - Medan : Gereja Paroki- Makam Misionaris di SPP Kabanjahe – Makam Oppung Dolok Simpang Haranggaol - Gereja Paroki Jln. Bali- Gereja Paroki Jln. Sibolga- Makam Para Pastor, biara Alverna, Bitora, STSP (Sinaksak)- Graha Maria Annai Velangkanni-Katedral (Pintu Suci)- Catholic Center (Menginap)
• Kabanjahe – Berastagi – Medan : Gereja Paroki- Makam Misionaris di SPP Kabanjahe - Gereja Paroki Berastagi- Panti Asuhan Betlehem Bandar Baru- Biara St. Clara Sikeben- Gua Maria Namo Pencawir-SLB Tuntungan – Graha Maria Annai Velangkanni- Katedral (Pintu Suci) - Catholic Center- (Menginap).
7. Vikariat Hayam Wuruk dan Katedral
• Gereja Paroki - Gereja Hayam Wuruk - SLB Karya Wisata - SLB ALMA Martubung - SLB Lau Dendang - SLB Pasar Merah - SLB Namo Pecawir - Gua Maria Namo Pecawir - Panti Asuhan Delitua - Gua Maria Delitua - Panti Asuhan St. Lucy Tanjung Selamat - Gereja Paroki Banda Aceh - Gua Maria Padang Bulan – Graha Maria Annai Velangkanni Tanjung Selamat - Katedral (Pintu Suci) - Catholic center (Menginap)
Dalam rangka menyambut Pekan Keluarga di Keuskupan Agung Medan 2025, Komisi Keluarga KAM menyediakan Buku Ibadat Lingkungan/Keluarga selama bulan Juli 2025. Kami berharap buku ibadat ini dapat dipakai dalam ibadat/doa di seluruh lingkungan/keluarga di paroki-paroki di Keuskupan Agung Medan.
Adapun tema pendalaman dalam ibadat ini adalah pelaksanaan perayaan Tahun Yubileum 2025: Peziarah Pengharapan. Tema ini mengajak seluruh umat beriman di KAM dapat menikmati rahmat Tahun Yubileum ini. Adapun tujuan Tahun Yubileum 2025: menguatkan iman, rekonsiliasi dan pengampunan dosa, meningkatkan solidaritas dan kasih sayang, peziarahan ke tempat-tempat suci dan pemulihan relasi dengan alam ciptaan. Indikator Keberhasilan dari Tahun Yubileum ini tampak dari kondisi umat yang semakin berpengharapan dalam tantangan hidupnya, semakin saling mengampuni dan berdamai, semakin tercipta solidaritas dan cinta kepada yang lemah dan miskin, semakin bertumbuh hidup rohani melalui peziarahan dan pembentukan formasi atau pendidikan iman.
Melalui tema-tema yang didalami dalam ibadat ini kiranya anggota keluarga secara khusus bapak, ibu dan anak semakin menyadari hidup berkeluarga adalah sebuah peziarahan yang tidak mengecewakan.
Tema-tema yang disiapkan untuk 4 (empat) kali pertemuan adalah:
1. Tema 1: Keluarga Yang Menyadari Penyertaan Tuhan
2. Tema 2: Keluarga Yang Bermegah Dalam Penderitaan
3. Tema 3: Keluarga Yang Saling Mengampuni
4. Tema 4: Keluarga Yang Mengalami Rahmat Tahun Yubileum
Dengan penuh duka cita, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya
Sr. M. Secilia Siringoringo, FCJM
dalam usia 84 tahun.
Semoga Allah Bapa yang Maha Pengasih menerima jiwa beliau dalam damai dan sukacita abadi di Surga.
Kami mengenang pengabdian dan pelayanan beliau yang tulus sebagai cerminan kasih Kristus yang hidup.
Doa kami menyertai keluarga besar Kongregasi FCJM dan semua yang ditinggalkan.
Kiranya penghiburan dan pengharapan dalam Kristus senantiasa menguatkan hati.
"Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan, karena mereka boleh beristirahat dari jerih payah mereka, dan segala perbuatannya menyertai mereka."
Kapel St. Faustina Catholic Center menyaksikan kehadiran Bapa Uskup yang memimpin perayaan ekaristi pelantikan ekonom, ketua-ketua komisi, ketua divisi, dirdios dan vikaris episkopal pastoral. Hadir dalam perayaan ini ialah semua pegawai Kuria dan Komisi Keuskupan Agung Medan. Mereka yang dilantik ialah Ekonom: RP. Chrispinus Silalahi OFMCap, Ketua Komkat: RP. Konrad Situmorang OFMCap, Ketua komisi KKS: RP. Paulus Halek Bere SSCC, Dirdios KKI: RD. Josep Parasian Gultom, Ketua divisi KKI-Sekami: Sr. Petronella Br. Karo KSSY, Ketua Komkep: RP. Theodorus Goli Ruing OCD, Vikaris Episkopal Pastoral: RP. Serafin Dany Sanusi OSC, Ketua komisi Kerawam: RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv, dan Ketua komisi Peziarahan Rohani: RD. Gundo F Saragih.
23 April 2025
Melayani permintaan sejumlah media kepada Keuskupan Agung Medan untuk memberikan informasi seputar wafatnya Bapa Suci Paus Fransiskus pada 21 April 2025 jam 07.35 waktu Roma, Kanselarius KAM, RP. Adrianus Sembiring OFMCap atas arahan Mgr. Kornelius Sipayung OFCap, Uskup Agung Keuskupan Agung Medan mengadakan konferensi pers di ruang lobby Catholic Center pada 23 April 2025. Media yang turut meliput konferensi pers ini antara lain Metro TV, CNN, TVRI dan media harian lain.
“Paus Fransiskus adalah pemimpin Gereja Katolik yang sungguh menghadirkan wajah sejati Gereja yang miskin, rendah hati, sederhana dan berbelaskasih seperti Yesus Sendiri sebagai Kepala Gereja. Dia mengabdikan seluruh hidupnya bagi pelayanan Gereja. Gereja Katolik berduka, tetapi sekaligus bergembira atas berpulangnya Bapa Suci ke pangkuan Bapa di surga. Dia menjadi pendoa bagi Gereja yang masih berziarah di dunia ini.” Setelah menyampaikan pesan inti ini, Kanselarius menginformasikan bahwa Gereja di seluruh wilayah Keuskupan Agung Medan akan mempersembahkan misa requiem secara serentak bagi kebahagiaan kekal Paus Fransiskus pada Jumat, 25 April 2025.
25 April 2025
Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, diwakili oleh Vikjen KAM, RP. Michael Manurung OFMCap merayakan misa requiem di gereja Katedral Medan pada 25 April 2025 bersama para pastor dari Kuria, Komisi-komisi KAM dan imam di vikariat Medan. Dalam homilinya, RP. Michael Manurung menggarisbawahi agungnya karya Allah dalam diri Bapa Suci Paus Fransiskus yang mengabdikan seluruh hidupnya bagi pelayanan Gereja. Paus Fransiskus sungguh menghadirkan wajah Allah yang berbelakasih dalam hidupnya yang sederhana, rendah hati dan merangkul siapa saja. Semangat pelayanannya yang tulus dituangkan dalam ensklik-ensiklik yang diterbitkannya, antara lain Evangelii Gaudium, Fratelli tutti dan Laudato si'. Kemuliaan Tuhan yang bangkit ditunjukkan oleh seluruh hidup paus Fransiskus. Beristirahatlah dalam damai!
28 April 2025
Aho Sukhang! Hidup senang, mati tenang! Demikian suasana talk show yang diselenggarakan oleh Yayasan Ehipassiko, sebuah yayasan Buddha yang bervisi membangun karakter pribadi, masyarakat dan lingkungan melalui cara hidup, studi, aksi dan meditasi berdasarkan Dharma Humanistik bekerja sama dengan Yayasan Cancer Care. Talk show yang berlangsung di Selecta Ballroom Medan pada 28 April 2025 ini menghadirkan pembicara tunggal Ajahn Brahm, seorang biksu yang tinggal di Australia. RP. Adrianus Sembiring OFMCap bersama Sr. Hilaria Damanik KSSY turut hadir dalam acara khas Buddha ini untuk menunjukkan semangat Gereja Sinodal Keuskupan Agung Medan kepada setiap denominasi yang membuka hati bagi kerja sama dan dialog antar agama. Dengan gayanya yang ringan dan humoris, Ajahn Brahm menyapa semua hadirin ketika menyampaikan petunjuk-petunjuk praktis yang menghantar orang pada seruan khas, “Akh, betapa bahagianya, Aho Sukhang!” Secara kodrati, setiap insan ingin berbahagia, bukan ingin benar. Ini adalah resep untuk kebahagiaan. Ajakannya untuk selalu berbuat baik sebagai jalan untuk bahagia merangkum rangkaian talk show yang berlangsung selama tiga jam.
28 April - 1 Mei 2025
Pada 28 April - 1 Mei 2025 berlangsung Temu Pastoral (TEPAS) Regio Gerejawi Sumatera di Hotel Baga, Teluk Dalam – Nias Selatan, Keuskupan Sibolga. Temu Pastoral ini dihadiri oleh semua Uskup dari Regio Gerejawi Sumatera, utusan Kuria masing-masing Keuskupan dan para Pimpinan/Perwakilan Tarekat (Religius/Sekular) yang memiliki komunitas dan karya pastoral di wilayah Regio Gerejawi Sumatera. Total peserta yang ambil bagian dalam pertemuan ini adalah 76 Pimpinan/Perwakilan Pimpinan Tarekat Religius mewakili 41 tarekat. Dari Keuskupan Agung Medan hadir Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, RP. Michael Manurung OFMCap dan RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv. Temu Pastoral ini merupakan agenda dua tahunan yang dimulai sejak 2012. Salah satu tujuan TEPAS ialah memupuk semangat sinodalitas semua tarekat dan Gereja lokal, sesuai visi dan misi keuskupan tanpa mengabaikan visi dan misi tarekat masing-masing. Pertemuan ini mengusung tema “Sinodalitas Gereja Sumatera di Tengah-tengah Isu Kehidupan Sosio-Politik, Ekologi dan Kemanusiaan.” Pembahasan mendalam atas tema ini berhasil menelurkan kesepakatan untuk menampakkan sinodalitas dalam menanggapi persoalan human trafficking atau TPPO (tindak pidana perdagangan orang), ekologi, kaderisasi umat Katolik dan pastoral digital.
5 Mei 2025
Pertemuan Musrenbang kota Medan tahun 2025–2029 di hotel Grand City Hall, Medan, pada hari Senin, 5 Mei 2025, dihadiri oleh RP. Joseph Lesta S. Pandia, OFMConv, ketua komisi Kerawam, mewakili Uskup Keuskupan Agung Medan. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan sebuah forum strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah, DPRD, unsur Forkopimda, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil dan tokoh masyarakat. MUSRENBANG ini bertujuan untuk menghimpun aspirasi, saran dan masukan dalam rangka penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana tahunan (RKPD) secara partisipatif dan transparan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan dan menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Dalam Negeri, serta perwakilan Bappenas. Dalam sambutannya, Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan visi pembangunan kota Medan yang inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing.
8 Mei 2025
Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) se-regio Sumatera membuka rapat kerjanya dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan pada 8 Mei 2025 di Hotel Arya Duta Medan. Rapat kerja ini berlangsung hingga 11 Mei 2025. Dalam homilinya, yang mengambil inspirasi dari Sabda Yesus, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga,” Bapa Uskup menggarisbawahi inti kerasulan kesehatan di Gereja Katolik. Melayani bukan sekadar sebagai profesi, tetapi sebagai perutusan. Para pelayan kesehatan dipanggil untuk memberi hidup. Penyambutan orang sakit dengan kasih adalah dinamika kasih yang meneguhkan harapan. Melalui pelayanan kesehatan, kita mendekatkan yang Ilahi dengan yang manusiawi serta menghadirkan cinta Kristus dalam tindakan nyata.
9 Mei 2025
STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan merayakan Dies Natalis ke-19 pada 9 Mei 2025 di kampus STP Delitua. Uskup Agung Medan membuka acara syukur ini dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Agung Medan. Esensi pesan Bapa Uskup disampaikan dalam homilinya yang mengingatkan kembali bahwa kampus adalah jalan menuju kasih, tempat pembentukan para pelayan gereja yang berakar dalam Sabda dan kasih Kristus. Seraya menggali makna peristiwa pertobatan Paulus yang terjadi di Damsyik, Bapa Uskup lebih lanjut menggarisbawahi peran Sekolah Tinggi Pastoral sebagai jalan menuju Damsyik. Perkuliahan adalah proses penyadaran akan jalan yang harus ditapaki menuju kehidupan. Sekolah Tinggi Pastoral Delitua, melalui pengabdian dosen, membuka mata mahasiswa agar sanggup melihat tanda zaman dan mengalami transformasi.
11 Mei 2025
Kuria KAM, diwakili oleh Bapak Yosef Agustinus, sekretaris DPP Katedral, Jl. Pemuda, hadir dalam acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Sumatera utara yang diadakan pada 11 Mei 2025 di aula Raja Inal Siregar – kantor Gubernur Sumut, Medan. Acara pelantikan diawali dengan ibadah dan diakhiri dengan kata-kata sambutan. Swangro Lumbanbatu, S.T., M.Si dilantik menjadi ketua DPD GAMKI Provinsi Sumatera Utara untuk masa bakti 2025-2028. Kepadanya diserahkan PATAKA GAMKI oleh ketua umum DPP GAMKI. Seluruh rangkaian acara resmi ini dirangkum dalam tema: Pulihkan Bangsa Kami (bdk. Mzm 80) dan sub tema: Mewujudkan Kepemimpinan Pemuda Kristen yang Transformatif dan Inovatif. Semoga Komisi Kepemudaan KAM bisa menjalin sinodalitas dengan para pengurus GAMKI yang baru dalam mencapai visi Keuskupan Agung Medan sebagai “Oase Ilahi di Tengah Dunia.” Gubernur Sumut, Bobby Nasution turut hadir dalam pelantikan ini.
14 Mei 2025
Pada Rabu, 14 Mei 2025, di aula Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar, para pimpinan Gereja se-Indonesia bagian Sumatera Utara berkumpul bersama pimpinan lembaga keumatan untuk membahas serta menyuarakan keprihatinan mendalam atas dampak kehadiran PT. Toba Pulp Lestari di wilayah Tano Batak. Pertemuan ini difasilitasi oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dalam kolaborasi dengan United Evangelical Mission (UEM). Kehadiran dan partisipasi KAM diwakili oleh RP. Ambrosius Nainggolan OFMCap, Vikep Pematangsiantar. Berdasarkan data dari KSPPM dan Alianasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang berkoordinasi dengan Litbang PGI, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan yang tampil sebagai pembicara utama, menyatakan bahwa keberadaan TPL justru memperdalam krisis ekologi serta konflik horizontal yang mengancam kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, para pemimpin gereja Protestan sepakat menyuarakan agar PT. TPL ditutup. Berlandaskan Ajaran sosial Gereja, secara khusus ensiklik Laudato Si, Fratelli Tutti dan Laudate Deum Keuskupan Agung Medan berkomitmen untuk terus memperjuangkan keadilan bagi umat dan alam ciptaan.
17 Mei 2025
Ketua Kerawam KAM, RP. Joseph Lesta Pandia OFMConv menunjukkan kehadiran kuria KAM pada acara pelantikan pengurus dewan pimpinan wilayah Partai Perindo Provinsi Sumatera Utara periode 2025-2030 pada 17 Mei 2025 sore hari di Ballroom Sudirman Le Polonia Hotel & Convention Medan. Ketua DPW Sumut ialah Dr. Jonius T.P. Hutabarat, S.SI, M.S.I. Sangat disayangkan karena acara tersebut tidak dimulai tepat waktu seperti direncanakan jam 18.00 WIB. Setelah menunggu kurang lebih satu jam dan acara belum dimulai juga, RP. Joseph Pandia akhirnya meninggalkan ruang pertemuan. Satu hal yang bisa pelajari dari peristiwa ini ialah betapa pentingnya memulai satu acara penting dengan tepat waktu.
18 Mei 2025
Kuria KAM, diwakili oleh Komisi HAK, menghadiri Perayaan Paskah Oikumene Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Utara yang diselenggarakan pada 18 Mei 2025 di Convention Suara Nafiri, Jl. K.H. Wahid Hasyim Medan. Perayaan yang dimulai dengan ibadah pada pukul 16.00 WIB ini merenungkan tema, Damai Sejahtera Kristus di tengah Keluarga, yang diinspirasi oleh Yoh 20:26. Setelah kata sambutan, seluruh rangkaian perayaan ditutup dengan makan malam bersama.
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap Kanselarius Keuskupan Agung Medan
Dengan penuh iman dan harapan akan kebangkitan, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya
RP. Antonius Siregar, OFMCap di usia 87 Tahun. Semoga Allah yang Mahakasih menerima jiwa beliau dalam damai dan sukacita abadi di surga.
Karya dan pelayanannya sebagai imam akan selalu dikenang dengan penuh syukur dan kasih.
"Aku adalah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati."
(Yohanes 11:25)
Sekilas Perjalanan Hidup RP. Antonius Siregar OFMCap
Masyarakat kampung Lumbansoit (kec. Sipaholon, kab. Tapanuli Utara), tempat kelahiran Pastor Anton, dahulu bukanlah mayoritas penganut Katolik. Maka dia sungguh heran ketika Tulang (Paman, dalam bahasa Batak) mengimpikan sang keponakan – saat itu masih duduk di Volksschool atau Sekolah Rakyat – kelak menjadi seorang Imam. “Saya teringat kembali petuah Tulang saat saya hendak mendaftar masuk seminari. Wah, ternyata ini yang harapan beliau dan benar terjadi dalam jalan hidup saya,” ujar Pastor Anton yang mengaku tidak begitu mengenal para Imam Misionaris semasa kecil. “Pada masa itu, Imam Misionaris jarang sekali berkunjung ke kampung kami, karena jumlah umat Katolik yang sedikit.”
Ajaran kasih dan teladan dari orangtua menjadi ilham untuk menuntaskan pendidikan sebagai calon Pastor. Pada 18 Februari 1967, Antonius Siregar mendapat tahbisan Imam Ordo Kapusin di Paroki Parapat. Karena sudah berusia sepuh, kedua orangtuanya tidak dapat hadir dalam acara tahbisan tersebut. “Namun itu tak mengurangi kebahagiaan orangtua dan keluarga kami,” kata Pastor Anton yang masih mengingat jelas motto tahbisannya: ‘Aku percaya, karena itu aku berbicara.’
“Sebagai seorang Kristen harus percaya, apa artinya saya berbicara. Apa yang saya ucapkan tidak akan berarti, jika saya tidak percaya. Kita serahkan dan percayakan semua iman, harapan dan pekerjaan kita kepada Tuhan. Biarlah Dia yang membimbing kita. Dan karena kita, percaya akan penyelenggaraan-Nya, maka kita berani melakukan. Itulah yang saya hidupi dan imani,” dia menjelaskan.
Selama memberi pelayanan pastoral bagi umat, Pastor Anton mengatakan tidak pernah menghadapi tantangan yang berat. “Padahal saat itu, Imam Pribumi yang melayani masih saya seorang. Karena Mgr. Pius Datubara OFM Cap (kala itu masih Pastor muda) diutus studi ke Roma,” katanya.
Meski seorang diri menjadi Imam Pribumi, Pastor Anton tidak minder. “Saya mendekati umat dengan sering rembug bersama untuk mengerjakan sesuatu yang berguna bagi umat. Di samping, saya juga memahami apa keinginan mereka. Sehingga umat menjadi senang jika kita bekerjasama untuk kebaikan bersama.”
Dengan kalangan Orang Muda Katolik, Pastor Anton juga tidak sungkan berbaur dan turut bermain olah raga yang digemari. “Dulu saya sering bermain bola voli, bulu tangkis dan sepak bola dengan para Orang Muda Katolik. Sekarang (saya) sudah tua, jadi lebih suka menonton pertandingannya saja, termasuk tanding gulat pro di televisi,” jawab pastor yang juga sering disapa Oppung oleh umat.
Kegiatan bersama orang muda tersebut pernah pula menjadi mula peristiwa hingga namanya populer disebut Uskup van der Besbes. Saat mengisahkan kejadian tersebut, Pastor Anton tak dapat menyembunyikan gelak tawa. “Ah. Itu sudah terjadi lama sekali. Tepatnya tahun 1967.”
“Saat itu, saya masih menjadi Pastor Rekan di Paroki Tebing Tinggi bersama RP Burchardus van Weijden OFM Cap, dan RP Beatus Jenniskens, OFMCap.,” katanya. “Uskup Agung Medan (kala itu), Mgr. Van der Urk, yang sedang dalam perjalanan menuju Pematang Siantar bersama rombongan tamu. Saat memasuki Tebing Tinggi, mereka memutuskan untuk singgah untuk minum sejenak di Paroki kami.”
“Saat itu saya baru saja usai bermain bola voli bersama OMK di belakang Gereja Paroki. Saya diajak Pastor Paroki untuk menyalami Uskup dan rombongannya. Saya agak kikuk, sebab badan masih bersimbah keringat dan sedang memakai celana pendek pula. “Bagaimana saya harus tukar baju dulu.”
Namun, Pastor tersebut mengatakan tidak mengapa. “Ya, sudahlah.”
“Ketika saling menyalam, dua pastor paroki memperkenalkan marga nya saja, yakni van Weijden (P. Burchardus van Weijden, OFMCap), Jenniskens (P. Beatus Jenniskens, OFMCap). Saya lalu fikir-fikir, mau beritahu marga apa. Saat giliran tiba, saya iseng mengatakan marga sendiri sebagai ‘Antonius van der Besbes,” ujarnya disusul gelak tawa dan batuk-batuk.
Seluruh rekan Imam di ruangan tersebut larut dalam tawa. Terutama Mgr. Antoine Henri van den Hurk, O.F.M. Cap. Dia bahkan bilang: “Bagus, bagus” sembari menunjukkan jempolnya.
Sejak peristiwa itu, Mgr. van den Hurk membuat gelar itu semakin populer di kalangan klerus dan umat. Sebab beberapa kali di acara perayaan besar, dia memanggil saya. “Antonius, kemari.”
Kemudian melalui pelantang suara, dia mengatakan: “Kalian semua sudah tahu, Keskupan kita sudah ada Uskup baru. Namanya Mgr. Antonius van der Besbes.”
Saya pun sering disapa kerabat: “Mau kemana van der Besbes? Sifat jahil menggubah marga juga pernah sekali saya lakukan pada tamu berkebangsaan Jerman. Dengan santai saya perkenalkan marga saya, von der Siregar. Hehehe.”
Imam Tabib Keliling
Dalam napaktilas pelayanan, Imam yang lahir tahun 1937 ini kemudian tertarik mempelajari pengobatan alternatif dan pijat refleksi. Keahliannya tersebut diasahnya berawal dari rasa penasaran pada metode pengobatan yang dilakukan oleh RP Meinrad Manzer OFM Cap. Dari situ Pastor Anton pun mempelajari berbagai buku tentang titik-titik saraf di tangan dan kaki. Belum cukup tentang itu, dia kemudian mencari dan mempelajari buku tentang anatomi tubuh manusia.
Parokus Paroki Tiga Binanga RP Cypriano Barasa OFM Cap menuturkan, Pastor Anton telah lama menjalankan rutinitas sebagai Tabib Keliling. “Kecuali hari Minggu untuk memimpin misa di paroki atau stasi, Pastor Anton memiliki jadwal penuh untuk pengobatan bagi umat. Setiap Senin hingga Selasa, untuk meramu obat. Pada Rabu pagi, dia membuka praktik pada pagi hari di Paroki Saribu Dolok, dan sore harinya dia melayani di Paroki Kabanjahe. Sementara pada Kamis pagi, dia membuka praktik di Paroki Katedral, dan sore harinya di Susteran SFD Pasar 8 – Medan,” ujar Pastor Cypriano.
Dalam pastoral bidang kesehatan ini, Pastor Anton kerap mendapat pengalaman unik. “Dari berkat yang diberikan Tuhan ini, saya pernah membantu seorang penderita kanker payudara hingga sembuh. Padahal, saat itu dokter sudah ‘angkat tangan’ untuk menanganinya,” kata Pastor Anton yang mengaku heran dengan praktik medis sering tidak melakukan pemeriksaan dan penyembuhan dengan waktu singkat. “Kadang setiap kali service mobil di bengkel dekat klinik, seorang pasien hanya diperiksa sebentar saja. Bagaimana bisa sembuh? Karena itu saya dalam memberi pijat refleksi bisa menghabiskan waktu hingga jam. Dengan pemeriksaan menyeluruh, penyakit pasien dapat dituntaskan. Namun tentu saja kuasa Tuhan lah yang lebih besar.”
Dalam pelayanan sebagai Imam dan Tabib, Pastor Anton mengatakatan tidak pernah mengira atau mencita-citakan akan menjalani masa Imamat 50 Tahun. “Saya bersyukur diberikan Tuhan kesehatan, berjalan seturut rencana-Nya. Bukan karena kekuatan saya sendiri, namun ini karena rahmat Tuhan. Selama sisa-sisa hidup ini, saya hanya hendak berbuat baik bagi sesama,” katanya.
Kesetiaan dan pelayanan hingga masa 50 tahun juga mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk dari kalangan Imam Kapusin. Dalam homili Pesta Emas Imamat di Batu V, yang disampikan oleh Pastor Kosmas Tumanggor OFMCap mengatakan: “Selamat Pastor Anton. Kamu sudah menunjukkan kesetiaanmu melayani-Nya dalam berbagai musim kehidupan. Semoga kaum muda kita, khususnya yang ada di sini, saat ini, memikirkan kesetiaanmu, yaitu melalui keberanian untuk menggantikanmu nantinya, menjawab panggilan Tuhan.”
Sumber artikel : anantabangun.wordpress.com (RP Kaprilius Sitepu OFM Cap, Ananta Bangun) | ditulis untuk majalah Menjemaat
Vikariat Episkopal dibentuk sebagai wilayah kegembalaan yang dipimpin oleh seorang Vikaris Episkopal, dalam kerjasama dan dalam kesatuan dengan Uskup Agung Medan, menurut norma Kitab Hukum Kanonik Kan. 475; dan sebagai wilayah kenegaraan ia memupuk kerjasama yang baik dengan pemerintah kota/kabupaten setempat.
Vikariat Episkopal berasaskan iman Katolik, cinta kasih dan pengharapan Kristiani, dan dalam bermasyarakat berlandaskan Pancasila dan UUD’45.
Kewenangan Vikaris Episkopal : 1. Vikaris Episkopal memiliki kewenangan sebagaimana yang dimiliki oleh Vikaris Jenderal tetapi hanya terbatas di wilayah Vikariat episkopal yang dipimpinnya dengan pengecualian hal-hal yang direservasi bagi Uskup Agung Medan. 2. Kewenangan-kewenangan Vikaris Episkopal digolongkan dalam fungsi ordinariat, fungsi koordinatif, dan fungsi kollaboratif dalam tata kelola penggembalaan, tata kelola administrasi dan tata kelola harta benda.
1. St. Petrus Rasul, Medan - Katedral
RD. Sampang Tumanggor (Vikaris Episkopal)
Gedung Catholic Center Christosophia, Lt. 2, Jl. Mataram No. 21, Petisah Hulu, Medan Baru, Medan – 20152
Selamat atas Tahbisan Episkopal Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA sebagai Uskup Keuskupan Timika.
Semoga Roh Kudus senantiasa membimbing Bapa Uskup dalam setiap langkah pelayanan, memberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kasih yang melimpah untuk menggembalakan umat dengan hati yang tulus.
Kami berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan memberkati setiap karya yang akan dilakukan demi kemuliaan-Nya dan kesejahteraan Gereja. Selamat menjalankan tugas suci ini dan semoga menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.
Kapitel Umum ke-9 Kongregasi Suster KYM telah berlalu menandai tonggak baru dalam perjalanan hidup bakti para suster. Sebagai ungkapan dukungan dan kasih pastoral, pada 18 Maret 2025, Bapa Uskup Agung Medan datang ke Samadi Vincent untuk memberikan ucapan selamat kepada dewan pimpinan kongregasi KYM yang baru terpilih. Kehadiran beliau menjadi tanda keakraban dan perhatian gereja terhadap perjalanan hidup membiara para suster. Dengan penuh sukacita, Bapa Uskup menyampaikan apresiasi atas dedikasi para suster serta berkat bagi dewan pimpinan yang baru agar senantiasa dikobarkan hatinya dalam pengabdian. Momen ini disemarakkan oleh pemberian salam hangat para suster kepada pimpinan baru sebagai wujud saling meneguhkan satu sama lain dalam semangat sinodal.
19 Maret 2025
Pada tanggal 19 Maret 2025, Bapa Uskup Agung Medan meluangkan waktu untuk duduk bersama para pengurus Yayasan Harapan Penuh Rahmat di kantor Yayasan, Pematangsiantar. Pertemuan yang penuh semangat keterbukaan ini adalah momen berahmat bagi para pengurus Yayasan untuk menyampaikan laporan mengenai strategi pelayanan di Rumah Sakit Harapan. Langkah-langkah strategis telah ditempuh guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pekerjaan bangunan yang telah selesai dan proyek yang masih dalam tahap pengerjaan dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis yang dimaksudkan. Kehadiran Gembala ini memberikan semangat berkobar-kobar bagi para pengurus Yayasan dan semua pegawai yang menjalankan kerasulan bidang kesehatan di unit pelayanan ini. Semoga semua mendapatkan berkat darinya.
21 Maret 2025
Patut diacungkan jempol kepada Bpk. Roni Sitanggang, kepala BPN Serdang Bedagai, bersama stafnya yang datang berkunjung kepada Bapa Uskup pada 21 Maret 2025, didampingi oleh Parokus Sei Rampah, RP. Bernardus Yusa Bimo OSC, untuk menyerahkan secara langsung kepada Bapa Uskup 47 sertifikat hak milik atas tanah gereja yang tersebar di wilayah kabupaten Serdang Bedagai. Proses sertifikasi yang sepenuhnya tanpa pungutan biaya merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap legalisasi aset-aset Gereja. Kepastian status hukum tempat ibadah menjamin keamanan kegiatan peribadatan. Apresiasi tinggi disampaikan Uskup Agung Medan kepada pihak BPN kabupaten Serdang Bedagai yang telah bekerja keras dalam menyelesaikan sertifikat tersebut. Penyerahan sertifikat ini adalah dukungan pemerintah bagi eksistensi gereja Katolik di wilayahnya.
26 Maret 2025
Keuskupan Agung Medan, diwakili oleh RP. Joseph Lesta Pandia bersama dua suster SFD, menghadiri undangan sosialisasi dan rapat Paskah Nasional 2025 pada Rabu, 26 Maret 2026 di aula RSU Advent Medan. Perayaan Paskah Nasional 2025 akan diadakan di kota Medan, Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI). Keikutsertaan Gereja Katolik dalam Forum ini diwakili oleh KWI yang ditandatangani oleh Romo Aloysius Budi Purnomo. Penyelenggaraan Paskah Nasional 2025 sepenuhnya ditanggungjawabi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Direncanakan pada 24-26 April 2026 akan diadakan Napak Tilas Kekristenan di Sumatera Utara; 15-16 Mei 2025 diisi dengan kegiatan Parade, Jalan Salib, Pelayanan Kesehatan, Pameran UMKM di Medan serta Perayaan Puncak Paskah Nasional 2025 di GBI Rumah Persembahan, Medan. Semoga perayaan ini berjalan dengan baik demi kemuliaan Tuhan yang bangkit.
29 Maret 2025
Wajah Gereja ditampakkan secara nyata dalam pelayanan karitatif yang dikoordinir oleh Yayasan Caritas Keuskupan Agung Medan. Unit pelayanan ini melangsungkan rapat Tri Organ pada 29 Maret 2025 di lantai 2 gedung Catholic Center Medan. Rapat ini melaporkan dan mengevaluasi program yang sudah direalisasikan sepanjang tahun 2024 dan merumuskan langkah-langkah strategis demi peningkatan pelayanan karitatif di wilayah KAM.
Turut dipaparkan dalam pertemuan ini pekerjaan divisi-divisi pada tahun 2024 itu. Divisi tanggap darurat bencana melakukan banyak kegiatan pemulihan sosial ekonomi di Simangulampe. Divisi kesehatan yang terdiri dari dua bagian, yaitu rehabilitasi narkoba di Lubuk Pakam dan pencegahan HIV yang hadir di lima kabupaten. Yang terakhir ini erat terkait dengan divisi pastoral migran perantau yang bekerja untuk menangani korban yang datang dari Kamboja dan Kuala Lumpur. Yayasan juga mengadakan fundraising untuk menunjang keberlangsungan Yayasan Caritas KAM. Semua usaha ini dirangkumkan dalam RKAT 2025. Yayasan Caritas berperan sebagai unit pelayanan gereja kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
1 April 2025
Tim Kaderisasi Awam Keuskupan Agung Medan mengadakan Latihan Kepemimpinan Kristiani (LKK) paada 28 Maret - 1 April 2025 di Gedung Catholic Center Christosophia. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali kader-kader keuskupan agar siap berkarir sebagai perwira TNI, Polri atau pegawai pemerintahan. Dukungan kuat bagi pelatihan ini diberikan Bapa Uskup dengan merayakan Ekaristi bersama seluruh peserta pada 30 Maret 2025. Identitas kader Katolik ditentukan oleh kasih Allah sebagai fondasi pembangunan karakter yang kokoh. Menyadari diri dicintai tanpa batas oleh Allah menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup dengan rendah hati dan percaya diri yang kokoh. Berdasarkan pesan ini, Bapa Uskup menyemangati mereka dengan seruan, “Bangkitlah anak muda, masa depanmu cerah karena Bapa di surga besertamu, jangan takut selalu ada harapan baru.”
2 April 2025
Kuria keuskupan Agung Medan tersenyum menyambut kehadiran dua suster sebagai jajaran personalia masing-masing di komisi keluarga dan managemen pengelolaan gedung Catholic Center pada 2 April 2025. Mereka ialah Sr. Morianita FSA dan Sr. Hilaria KSSY. Kehadiran Sr. Hilaria akan memastikan berjalannya dengan baik penyediaan konsumsi bagi tamu Catholic Center dan pegawai kuria dan komisi. Bapa Uskup secara khusus menyampaikan terima kasih kepada kongregasi FSA dan KSSY yang telah menanggapi permintaan personalia yang sangat dibutuhkan. Semoga pelayanan dan pengabdian yang diemban oleh kedua suster ini berjalan dengan baik sebagai menjadi wujud nyata kasih dan pelayanan bagi Gereja dan masyarakat. Selamat mengabdi!
4 April 2025
“Saudara-saudari masa Prapaskah bukan sekedar waktu untuk menghindari dosa, tetapi juga untuk membentuk kekuatan jiwa agar tetap setia meski menghadapi salib dan penderitaan. Di ujung salib ada kebangkitan. Dalam masa tobat ini, mari kita perbarui komitmen kita untuk hidup benar bukan demi pengakuan dunia, tetapi demi kesetiaan dan demi jawaban kita atas kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Kalau dunia bertanya, mengapa kamu setia? Jawablah dengan rendah hati karena Tuhan tidak pernah meninggalkan Aku.” Pesan mendalam ini disampaikan oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap dalam homilinya yang disampaikan pada perayaan Ekaristi Jumat, 4 April 2025 di Gereja Katedral setelah diawali dengan kegiatan devosi jalan salib. Penghayatan perayaan iman diperdalam oleh alunan lembut musik sasando yang sengaja dipakai untuk mengiringi liturgi suci.
6 April 2025
Pada hari Minggu, 6 April 2025 menjadi hari yang penuh sukacita dan bersejarah bagi umat stasi Santo Petrus dan Paulus Resdes Raden Paroki Santa Lusia, Salak. Pada hari ini, gereja yang telah lama dinantikan akhirnya diberkati oleh Bapa Uskup Agung Medan dalam suatu perayaan Ekaristi yang penuh hikmat dan sukacita. Setelah itu, Bapa Uskup menerimakan sakramen penguatan kepada umat di paroki ini. Semoga para penerima karunia Roh Kudus ini semakin berakar dalam iman dan tampil dewasa sebagai terang dan garam di tengah dunia.
9 April 2025
Semangat sinodalitas mengajak kita untuk mampu mendengarkan. Dalam semangat ini, permohonan Top Manager PT. TPL Tbk untuk beraudiensi kepada Uskup Agung Medan dijawab positif oleh Bapa Uskup dengan mengundang para Vikep teritorial dan Parokus di wilayah di mana lahan PT. TPL Tbk berada hadir dalam pertemuan yang diadakan pada 9 April 2025 di ruang DEPKAM, Lt. 3 Catholic Center Christosophia. Setelah menjelaskan legalitas operasional perusahaan, Bpk. Jandre Salomoan Silalahi, direktur PT. TPL memaparkan luas lahan yang sudah digarap oleh perusahaan dan konflik-konflik yang sedang dihadapi dan usaha penyelesaiannya. Konflik mengakibatkan pasokan kayu ke pabrik tidak bisa dipenuhi sehingga operasional pabrik harus dihentikan sejak 29 Desember hingga 11 Mei 2025.
Berdasarkan pandangan moral ekologis Gereja Katolik sebagaimana digariskan dalam ensiklik Paus Fransiskus tentang bumi adalah rumah kita bersama, Bapa Uskup bersama para pastor menyoroti perusakan alam yang diakibatkan oleh TPL dan konflik yang sangat merugikan masyarakat. Secara tajam disoroti strategi penyelesian konflik yang ditempuh oleh pihak managemen PT TPL dengan mengandalkan Pam Swakarsa untuk mendiamkan masyarakat. Seharusnya jajaran direksi dan manager PT. TPL mengadakan pendekatan PADIATAPA dalam penyelesaian konflik. Sangat disayangkan bahwa Direktur PT. TPL menuntut surat tanah dari masyarakat sebagai bukti bahwa lahan yang dipermasalahkan adalah tanah masyarakat sambil mengandalkan surat yang dimiliki oleh PT sebagai bukti hak mereka untuk mengolah tanah tersebut. Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Keuskupan akan membentuk sebuah tim yang terdiri dari tiga orang untuk merumuskan apa yang bisa dilakukan demi konservasi alam dan kesejahteraan masyarakat. PT. TPL akan membentuk tim yang berjumlah sama untuk berdiskusi dengan tim Keuskpan Agung Medan.
10 April 2025
Ikatan Dosen Katolik Keuskupan Agung Medan yang terbentuk pada 6 April 2025 datang beraudiensi kepada Uskup Agung Medan di Gedung Catholic Center Medan pada 10 April 2025. Kelompok kategorial ini memperkenalkan dirinya sebagai wadah kegiatan pastoral Keuskupan Agung Medan terutama dalam bidang intelektual. Ikatan dosen ini diketuai oleh Profesor Kimberly, dosen di LLDikti yang ditempatkan di Universitas Islam Sumatera Utara UISU. Wakilnya ialah Dr. Bonar Raja Purba. Turut hadir bersama mereka para pengurus organisasi yang semuanya berprofesi sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi di wilayah KAM.
Patut kita dukung inisiatif para dosen katolik untuk berpartisipasi dalam karya kerasulan gereja, secara khusus di Keuskupan Agung Medan. Inisiatif ini sangat diapresiasi oleh Bapa Uskup dan berharap agar mereka merasul di perguruan tingginya masing-masing dengan menjadi dosen yang hidup dan bersikap menghasilkan buah-buah Roh. “Hadir dan tampillah sebagai dosen yang sungguh berkarakter Katolik, yang selalu ingin membantu mahasiwa-mahasiswi, bukan sebaliknya mempersulit urusan kemahasiswaan,” demikian pesan Bapa Uskup kepada ikatan ini. Para pengurus akan dilantik oleh Bapa Uskup pada bulan Mei 2025, setelah menyempurnakan draf Anggaran Dasar yang telah disusun berdasarkan anggaran dasar Ikatan Dosen Katolik Indonesia.
14 April 2025
Pada 14-15 April 2025 semua imam di Keuskupan Agung Medan berkumpul bersama Bapa Uskup Agung Medan di CC-PPU Pematangsiantar untuk mengikuti rangkaian acara hari pengudusan imam yang dipersiapkan dengan baik oleh Tim Ongoing Fromation Keuskupan Agung Medan. Acara diawali dengan perkenalan imam dan diakon yang baru berkarya di keuskupan Agung Medan lalu diteruskan dengan masukan dan informasi dari Bapa Uskup. Untuk memasuki permenungan tentang imamat dan karya para imam di Keuskupan, RP. Nasarius Rumairi SX sebagai pemimpin menyajikan dengan menarik dan mendalam tema rekoleksi “Gereja bermisi: semangat dan strategi babak II.”Berdasarkan pengalamannya bermisi di Afrika, pastor Nattye mengajak para imam untuk selalu bersemangat melayani dan menyapa umat dalam setiap situasi yang dihadapinya. Ada imam yang sudah kelelahan dan kehabisan tenaga, sakit fisik dan dimakan usia, semangat mulai memudar. Tetapi Tuhan menguatkan dan menyembuhkan. Kita bangkit lagi oleh kekuatan kerahiman Tuhan.
15 April 2025
Pada 15 April 2025, pukul 16.30 WIB dirayakan Misa Krisma yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap di gereja paroki Jl. Sibolga Pematangsiantar. Perayaan agung ini menunjukkan kesatuan imamat semua imam dengan uskup. Imam yang ikut berkonselebrasi sebanyak 295 orang disemangati oleh umat yang dengan sangat baik menganimasi perayaan ekaristi.
Bapa uskup mengarisbawahi peran imam sebagai pembebas umat yang tertekan dengan memberi waktu untuk mendengarkan umat. Imam bukanlah penguasa Rohani, melainkan pelayan umat yang dituntun oleh Roh kudus. Para imam diajak untuk semakin menampakkan kesatuannya yang intim dengan Allah sebagai kekuatan utama dalam setiap pelayanannya. Semoga melalui pelayanan imamat kebaikan dan Rahmat Allah dilihat oleh orang buta, didengar oleh orang tuli dan diwartakan oleh orang bisu.
16 April 2025
Rabu, 16 April 2025, meneruskan apa yang sudah dimulai pada hari pengudusan imam tahun 2024, para parokus, kuria, para vikaris dan ketua-ketua komisi mengadakan wawan hati dengan Bapa Uskup di aula CC PPU Pematangsiantar. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 – 12.45 diawali dengan animasi dari Bapa Uskup yang menekankan sinodalitas, kerja sama dan keakraban para imam di paroki.
Ada banyak tantangan yang harus disadari dan dihadapi bersama-sama. Individualisme yang sangat ditopang oleh alat-alat teknologi, terutama smartphone membuat para imam asyik dengan dirinya sendiri dan tinggal di kamar. Kebersamaan menghilang dan prinsip jangan saling mengganggu semakin merusak kekompakan para imam.
Sinodalitas adalah Penawar terbaik bagi virus yang semakin menggerogoti kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang selalu rindu untuk ada dan duduk bersama. Dalam kerangka animasi ini para imam menyampaikan sejumlah pertanyaan praktis kepada Bapa uskup. Dengan sikap kebapaan yang lembut Bapa uskup menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan para imam demi kemajuan paroki dan unit pelayanannya masing-masing. Suasana akrab mewarnai acara wawan hati ini. Semoga kegiatan seperti ini semakin menyemangati para imam dan Bapa Uskup sebagai gembala agung.
Sampai jumpa dalam aktualita KAM selanjutnya.
RP. Adrianus Sembiring OFMCap Kanselarius Keuskupan Agung Medan