1. Menjaga Wajah dan Suara yang Tetap Manusiawi di Era Digital
Umat Keuskupan Agung Medan merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 pada Sabtu, 17 Mei 2026, di Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Padang Bulan. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap dan didampingi oleh para imam konselebran dihadiri oleh biarawan-biarawati, penggiat Komsos dan umat dalam semangat sinodal, ‘berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan dan mewartakan.’
Dalam homilinya, Mgr. Kornelius menegaskan bahwa di tengah derasnya arus media sosial, Gereja dipanggil untuk memancarkan wajah Kristus yang penuh kasih, damai dan pengharapan. Dunia digital tidak boleh menjadi ruang kebencian dan ajang saling menyerang, melainkan harus diolah menjadi sarana pewartaan Injil, persaudaraan dan bela rasa. Komunikasi sejati lahir dari hati yang mau mendengar, memahami dan menghargai martabat sesama.
Dalam rangkaian perayaan Ekaristi, Bapa Uskup memberkati Taman Yubileum Fransiskus Asisi Keuskupan Agung Medan yang berada di lingkungan paroki. Taman ini menjadi simbol pengharapan, keindahan ciptaan dan komitmen Gereja untuk merawat kehidupan serta membangun komunikasi yang membawa kedamaian. Dalam spiritualitas Santo Fransiskus Asisi, umat diajak menjadi pembawa damai yang menghadirkan sukacita Injil melalui kata, tindakan dan kesaksian hidup sehari-hari. Keuskupan Agung Medan berusaha tetap hadir sebagai Oase Ilahi di tengah dunia yang berubah, melalui komunikasi yang menyembuhkan, merangkul dan meneguhkan banyak orang.
2. Dalam Rangkulan Kasih Tritunggal Mahakudus
Dalam semangat Kristus yang bangkit dan kasih Tritunggal Maha Kudus, umat Paroki Delitua meneguhkan diri sebagai Gereja yang mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan. Dari misteri Allah sebagai persekutuan kasih Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Gereja diundang untuk membangun persatuan, mempererat persaudaraan, dan setia pada perutusan mewartakan Injil, sejalan dengan hakikat Gereja partikular dan reksa pastoral paroki (bdk. KHK kan. 369; kan. 515 §1).
Pada Hari Raya Tritunggal Maha Kudus, yang jatuh pada 31 Mei 2026, umat Paroki Delitua berkumpul dalam perayaan syukur Paska se-paroki. Perayaan Ekaristi yang penuh rahmat ini dan dirangkai dengan penerimaan Sakramen Penguatan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan. Para krismawan dan krismawati dicurahi Roh Kudus untuk meneguhkan mereka menjadi saksi iman yang dewasa dalam di tengah dunia (bdk. KHK kan. 879).
Pada waktu yang sama, para pengurus gereja yang baru terpilih dilantik dan menerima perutusan untuk melayani umat dengan semangat kasih persaudaraan dan tanggung jawab sebagai pelayan Gereja. Pelayanan ini sejalan dengan ketentuan KHK mengenai peran umat beriman kristiani yang mengambil bagian dalam tugas imami, kenabian dan rajawi Kristus (bdk. KHK kan. 204 §1; kan. 225), serta keterlibatan mereka dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu di paroki (bdk. KHK kan. 228; kan. 536–537). Melalui rangkaian syukuran Paska, penerimaan Sakramen Penguatan dan pelantikan pengurus, Paroki Delitua diteguhkan kembali sebagai komunitas yang hidup dari Ekaristi, dikuatkan oleh Roh Kudus dan diutus untuk berjalan bersama mewartakan sukacita Injil.
3. Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Astaka Dispora Provsu, Jl. William Iskandar, Medan, pada 1 Juni 2026. Saat membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, Gubernur Sumut menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara.
Peringatan kali ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, lebih lanjut Gubernur menyatakan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Disebutkan juga bahwa Pancasila sebagai penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah ketidakpastian geopolotik dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh dalam keberagaman etnis, pulau dan bahasa serta budaya dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.
Gubernur juga menegaskan peran Indonesia di kancah Internasional sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945, yakni ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Tingkat Provinsi Sumatera Utara dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provsu, jajaran OPD Provsu, TNI – POLRI, Tokoh Agama, dalam hal ini Keuskupan Agung Medan dihadiri oleh RD Parulian Sihombing, juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarkat. Semoga semangat Pancasila tetap menyala di hati sanubari masing-masing kita.
4. Menjadi Rumah bagi Harapan dan Kesembuhan
Pemberkatan Renovasi Gedung Rumah Sakit Harapan Pematangsiantar pada 1 Juni 2026 menandai komitmen Gereja dan seluruh insan kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, manusiawi dan berlandaskan kasih bagi setiap pribadi yang membutuhkan pertolongan. Rumah sakit ini diharapkan sungguh menjadi “rumah bagi harapan,” tempat di mana yang sakit menemukan kesembuhan, yang lemah mendapatkan kekuatan dan yang datang dengan kecemasan pulang dipenuhi pengharapan baru. St Yohanes Paulus II dalam ensiklik Evangelium Vitae menegaskan pentingnya martabat setiap kehidupan manusia, terutama yang rapuh dan menderita, dan Paus Fransiskus melalui ensiklik Fratelli Tutti mengingatkan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang terluka di “pinggir jalan” kehidupan.
Dalam suasana penuh syukur dan sukacita, perayaan ekaristi pemberkatan dipimpin oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap. Melalui perayaan ini, Gereja memohon agar setiap sudut gedung dan seluruh ruang pelayanan menjadi sarana nyata kehadiran Allah yang penuh belas kasih.
“Ya Allah Bapa kami, sumber kehidupan dan keselamatan kami. Putra-Mu menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan kami dalam kuasa Roh Kudus. Ia pun menyuruh para murid-Nya mengunjungi dan merawat orang yang sakit ketika Ia mengutus mereka mewartakan Injil. Berkatilah gedung ini dan semua ruangan-ruangan yang ada di dalamnya. Agar semua yang akan dirawat di sini mengalami kasih-Mu yang tak berkesudahan, dikuatkan pengharapannya oleh karena hospitalitas kami dan semoga mereka sehat jasmani dan rohani… Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.”
Doa ini mencerminkan visi Gereja sebagaimana ditekankan Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium dan Fratelli Tutti: Gereja dipanggil menjadi “rumah sakit medan perang” yang pertama-tama merawat luka-luka manusia, serta memanusiakan kembali mereka yang ringkih secara fisik maupun batin. Kehadiran Rumah Sakit Harapan Pematangsiantar tidak hanya menjadi institusi layanan kesehatan, tetapi juga tanda konkret belas kasih Allah di tengah dunia, tempat di mana cinta kasih Injil diwujudkan dalam pelayanan yang merawat tubuh sekaligus menguatkan jiwa.
5. Menyalakan Kembali Api Pembaruan: Konvenda Karismatik 2026 dan Harapan bagi Pemimpin Muda Katolik Medan
Pada 3 Juni 2026, Badan Pelayanan Provinsi Gerejawi (BPPG) Medan mengadakan audiensi di Catholic Center Medan sebagai bagian dari persiapan Konvensi Daerah (Konvenda) Pembaruan Karismatik Katolik. Pertemuan dihadiri oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, para imam pendamping, serta pengurus dan panitia. Ibu Fransiska Lany Soekowati memaparkan arah gerakan dengan penekanan pada spirit-empowered youth leadership dan tema Konvenda: “Aku dipilih, dibentuk dan diutus”, yang diarahkan untuk membentuk pemimpin muda Katolik yang relevan, tangguh, dan matang secara rohani maupun sosial.
Ketua panitia, Josua Fransisko Munthe, melaporkan bahwa dari target peserta 700 orang, 400 orang sudah mendaftar, di antaranya baru sekitar 40 Orang Muda Katolik yang mendaftar. Panitia tetap optimis dan terus mengupayakan pendekatan ke paroki-paroki, sekolah dan komunitas OMK. Perubahan lokasi dari aula Catholic Center ke Hotel Emerald Garden dilakukan demi daya tampung dan kenyamanan peserta. Konvenda yang akan berlangsung 3–5 Juli 2026 ini akan diisi oleh narasumber dari Badan Pelayanan Nasional, RP. Aaron OSC dan RP. Eko Wahyu OSC. Konvenda akan dibuka dengan Perayaan Ekaristi. Karena tidak bisa hadir dalam acara ini, Bapa Uskup akan memberikan dukungan dalam bentuk video sapaan dan ajakan.
Dalam sesi diskusi, mengemuka keprihatinan atas minimnya jumlah peserta dan rendahnya gaung Konvenda di tengah umat, serta kesan meredupnya gerakan Pembaruan Karismatik dan Persekutuan Doa di kalangan muda. Bapa Uskup mendorong perluasan promosi melalui media sosial, video kreatif dan bahan cetak seperti brosur di paroki dan lingkungan pendidikan Katolik. Di tengah tantangan, harapan tetap dijaga: pengalaman konvenda sebelumnya menunjukkan buah rohani yang besar dan minat akademisi terhadap gerakan karismatik terus hidup. Konvenda 2026 diharapkan menjadi momen pembaruan dan lahirnya pemimpin muda yang siap menyalakan kembali api Roh Kudus di tengah Gereja dan masyarakat.
6. Revitalisasi dan Persiapan Perayaan Ulang Tahun 111 Paroki St. Antonius Padua Hayam Wuruk
Audiensi Panitia Revitalisasi Gereja dan Panitia HUT ke-111 Paroki St. Antonius Padua berlangsung pada 5 Juni 2026 di Catholic Center. Mengawali sambutannya Bapa Uskup mengapresiasi ketersediaan notulen audiensi sebelumnya sebagai pijakan rapat-rapat berikutnya, kemudian mempersilahkan panitia untuk memaparkan perkembangan revitalisasi gedung gereja dan persiapan perayaan Ulang Tahun 111 Paroki St. Antonius Padua, Hayam Wuruk.
Dalam pemaparan dinyatakan bahwa revitalisasi gereja hampir selesai, tinggal pengerjaan puncak menara yang dijadwalkan terpasang pada Senin, 7 Juni 2026. Bagian lain, yakni façade depan, sanctuarium, perbaikan ruang pengakuan, gerbang dan pagar, termasuk relief bernuansa Injil juga sudah rampung. Dalam sanctuarium akan ditempatkan relikwi Santo Antonius di atas prasasti, dengan latar belakang kalpataru sebagai simbol pemeliharaan lingkungan.
Berkaitan dengan perayaan HUT ke-111, panitia melaporkan rangkaian kegiatan yang sudah diadakan sejak Maret 2026. Puncak perayaan jatuh pada 14 Juni 2026 dengan perayaan Ekaristi agung yang dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap yang dirangkai dengan pemberkatan sanctuarium dan peletakan relikwi. Karena Walikota Medan sudah mengkonfirmasi kehadirannya dalam perayaan puncak ini, Bapa Uskup akan menyampaikan dengan tegas beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemko Medan, antara lain penebangan pohon, sampah dan kabel listrik yang semrawut. Bapa Uskup juga meminta panitia merumuskan karya karitatif secara konkret yang bisa dijalankan bagi penderita kanker di sekitar RSUPD Adam Malik Medan, misalnya pembangunan kos/mess sederhana dan pendampingan pastoral. Semoga perayaan Ulang Tahun ini membuahkan karya pastoral nyata bagi orang papa.
7. Menghadirkan Wajah Ekonomi yang bernuansa Imani dan Humanis
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Sekunder Kristoforus, Komisi PSE Keuskupan Agung Medan diawali dengan Perayaan Ekaristi pada Jumat, 5 Juni 2026 di lantai 8 Gedung Catholic Center Medan. Perayaan kudus ini dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, Uskup Keuskupan Uskup Agung Medan. Hadir dalam perayaan ini para pengurus serta perwakilan Credit Union dari berbagai paroki yang berada di bawah naungan Koperasi Konsumen Sekunder Kristoforus.
RAT bukan sekadar pelaksanaan agenda tahunan kelembagaan, melainkan lebih sebagai peristiwa iman yang menyatukan refleksi rohani dan tanggung jawab ekonomi. Dalam Ekaristi pembuka, seluruh peserta diajak mensyukuri penyelenggaraan Tuhan yang setia menyertai perjalanan koperasi, sembari memohon terang Roh Kudus agar setiap keputusan yang diambil berbuah pada kesejahteraan umat. Dalam nuansa ajaran sosial Gereja, selain sebagai instrumen ekonomi, koperasi hadir sebagai perwujudan konkret spiritualitas solidaritas. Melalui pola kepemilikan bersama, partisipasi anggota serta pembagian manfaat yang adil, koperasi menjadi sarana untuk mengoreksi wajah ekonomi yang kerap bercorak individualistis dan spekulatif. Dalam koperasi diwujudkan nilai kejujuran dalam pengelolaan keuangan, tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan keberpihakan pada anggota yang lemah dan kecil.
Koperasi Kristoforus diteguhkan untuk terus tumbuh sebagai lembaga yang profesional dan transparan, namun sekaligus berjiwa profetis, yakni berani mengutamakan martabat manusia di atas keuntungan finansial semata. Mekanisme RAT—mulai dari laporan pertanggungjawaban, evaluasi kinerja, hingga perencanaan program—diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama tentang bagaimana mengelola sumber daya secara efisien, sehat dan berkelanjutan, tanpa kehilangan roh pelayanan. Dengan semangat persaudaraan kristiani, RAT tahun ini diharapkan memperkuat komitmen seluruh pengurus dan anggota untuk menghadirkan model ekonomi yang lebih manusiawi dan inklusif. Koperasi dipanggil menjadi “tangan panjang Gereja” dalam bidang ekonomi, yakni memampukan umat mengelola keuangan, menumbuhkan budaya menabung dan saling menolong serta menciptakan jaringan ekonomi umat yang kokoh dan berkeadilan.
Seluruh dinamika Rapat Anggota Tahunan yang berakar pada Ekaristi dan berbuah dalam tata kelola yang baik diarahkan demi kesejahteraan bersama dan kemuliaan Tuhan. Sebagai badan usaha, Koperasi Konsumen Sekunder Kristoforus menjadi tanda harapan yang menghadirkan wajah ekonomi berdimensi religius, efisien sekaligus penuh kasih.
8. Gereja yang Bertumbuh: Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pangaribuan Diinaugurasi dan DPP Dilantik
Inaugurasi Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan yang berlangsung pada 7 Juni 2026 menjadi peristiwa bersejarah bagi Gereja di wilayah Tapanuli Utara. Kuasi paroki yang didirikan pada 24 Februari 2026 ini sebelumnya merupakan bagian dari Paroki Santa Maria, Tarutung, dan kini menjadi pusat pelayanan pastoral baru yang mencakup wilayah Kecamatan Pangaribuan, Sipahutar, Garoga, dan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Beralamat di Jl. Garoga–Lumban Sormin, Pangaribuan, kuasi paroki yang menanggungjawabi reksa pastoral 19 stasi ini memusatkan karya pastoralnya pada bidang pertanian, pendidikan, wisata dan pendampingan keluarga sebagai jawaban atas kebutuhan nyata umat di wilayah agraris tersebut.
Dalam suasana penuh syukur, umat Allah di Pangaribuan berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi inaugurasi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan. Perayaan diawali dengan perarakan meriah diiringi musik dan tarian adat Batak Toba, sebagai ungkapan kegembiraan dan syukur atas pertumbuhan Gereja di tanah Batak. Inkulturasi melalui seni dan budaya lokal ini menegaskan bahwa kehadiran Gereja sungguh berakar dalam kehidupan masyarakat setempat dan berjalan seiring dengan kekayaan tradisi Batak Toba.
Pada Perayaan Ekaristi inaugurasi tersebut, Uskup Agung Medan juga melantik Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki yang baru. Di hadapan Uskup dan seluruh umat, para anggota DPP menyatakan kesediaan mereka untuk melayani dengan semangat iman, rasa tanggung jawab dan pengabdian kepada Gereja. Melalui pelantikan ini, mereka diutus untuk bersama-sama membangun kehidupan menggereja yang semakin hidup, partisipatif dan misioner, menjadi rekan kerja pastor dan garda depan dalam merancang serta melaksanakan program-program pastoral di tengah umat.
Peristiwa inaugurasi dan pelantikan DPP ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Gereja di Pangaribuan. Berdirinya Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney meneguhkan semangat umat untuk terus bertumbuh dalam persekutuan, pelayanan, dan misi. Terinspirasi oleh teladan pelindungnya, Santo Yohanes Maria Vianney, yang dikenal karena kesederhanaan, ketekunan doa dan pengabdian tanpa pamrih, umat diajak membangun Gereja yang berakar kuat dalam iman, menyatu dengan budaya setempat, serta berbuah dalam karya kasih bagi sesama.
9. Dari Perkebunan Menjadi Persekutuan: Pemberkatan Gereja Stasi St. Matius Penginjil Panigoran
Jumat, 12 Juni 2026, suasana penuh sukacita menyelimuti Stasi St. Matius Penginjil Panigoran, Paroki Aek Kanopan, yang terletak di kawasan perkebunan PT SMART. Umat Allah menyambut kedatangan Uskup Agung Medan dan para tamu undangan dengan penuh hormat dan kegembiraan. Turut hadir perwakilan manajemen PT SMART, yakni Bapak Stefanus dan Bapak Susanto beserta rombongan, sebagai tanda dukungan dan kebersamaan antara Gereja, masyarakat dan dunia usaha, sejalan dengan semangat Gaudium et Spes yang menegaskan keterlibatan Gereja dalam suka dan duka dunia.
Prosesi penyambutan berlangsung meriah melalui pemberian selempang ulos dan tarian adat setempat sebagai simbol penghormatan, persaudaraan dan berkat. Inkulturasi ini mencerminkan ajaran Konsili Vatikan II dan Ecclesia in Asia tentang pentingnya Injil berakar dalam budaya setempat. Puncak perayaan adalah Ekaristi dan ritus pemberkatan gereja, di mana bangunan gereja dikuduskan menjadi rumah doa dan pusat persekutuan umat, sebagaimana ditegaskan dalam tradisi liturgi Gereja dan Lumen Gentium tentang kehadiran Gereja di tengah umat melalui paroki dan stasi-stasi.
Lebih dari pada sekadar menandai peresmian sebuah gedung, pemberkatan Gereja Stasi St. Matius Penginjil Panigoran mengawali babak baru kehidupan iman umat. Di tengah kawasan perkebunan, Gereja hadir sebagai tanda harapan dan kehadiran Allah yang menyertai perjalanan umat-Nya, selaras dengan semangat misioner yang diungkapkan dalam Evangelii Nuntiandi dan Evangelii Gaudium untuk menjangkau “pinggiran-pinggiran”. Kerjasama dengan PT SMART mencerminkan ajaran sosial Gereja tentang tanggung jawab dunia usaha terhadap kesejahteraan bersama, seperti digarisbawahi dalam Centesimus Annus dan Laudato Si’. Dengan demikian, Gereja Stasi St. Matius Penginjil menjadi pusat persekutuan, pewartaan dan pelayanan yang menguatkan umat untuk bersaksi tentang iman, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
10. Pesta 111 Tahun Paroki St. Antonius dari Padua Hayam Wuruk: Syukur, Santuarium, dan Semangat Misioner yang Diperbarui
Pesta Pelindung Paroki Santo Antonius Padua Hayam Wuruk ke-111 yang dirayakan pada 14 Juni 2026 menyaksikan ekspresi syukur yang istimewa dari umat Allah di Medan. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan mengajak umat untuk mengenang penyertaan Tuhan yang setia membimbing perjalanan panjang paroki ini. Momen Kairos ini juga menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen sebagai komunitas Gereja yang bersaudara, melayani dan diutus, dengan meneladani Santo Antonius dari Padua sebagai pelindung paroki.
Perayaan Ekaristi kudus dirangkai dengan pemberkatan Taman Doa dan Santuarium Santo Antonius Padua. Melalui doa pemberkatan dimohonkan agar tempat ini sungguh menjadi ruang hening bagi perjumpaan pribadi dengan Tuhan, tempat umat menimba kekuatan iman, pengharapan dan kasih. Pemberkatan ini diperkaya dengan penandatanganan prasasti, pelepasan burung merpati dan penerbangan balon yang menyimbolkan damai, harapan dan dinamika Gereja yang terus bertumbuh. Taman Doa dan Santuarium ini diharapkan menjadi oase rohani di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Di sini umat dapat merenungkan Sabda Allah dan mempersembahkan intensi-intensi doa mereka.
Santo Antonius dari Padua, yang dikenal sebagai pengkhotbah ulung, pencinta orang miskin dan santo yang sering dimintai bantuan dalam menemukan yang hilang, menjadi inspirasi bagi umat Paroki Hayam Wuruk untuk hidup semakin dekat dengan Sabda Allah dan peka terhadap sesama yang menderita. Dengan meneladani kerendahan hati dan kepasrahannya kepada Allah, umat dituntun untuk bersyukur atas perjalanan masa lalu, menghidupi pelayanan dengan sukacita pada masa kini, serta melangkah penuh harapan menuju masa depan sebagai Gereja yang hidup dan misioner, yang menghadirkan kasih Kristus bagi semua orang tanpa kecuali.
11. Sabda Meneguhkan Langkah: Ekaristi Pembukaan Pertemuan Delegasi Kitab Suci Regio Sumatera 2026
Pada 15 Juni 2026, para delegasi Kerasulan Kitab Suci dari berbagai keuskupan di Regio Sumatera berkumpul di Kapel Santa Faustina, Catholic Center Medan. Perayaan Ekaristi pembukaan, yang dipimpin Uskup Agung Medan, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pertemuan bersumber pada Sabda dan Ekaristi sebagai pusat hidup Gereja.
Liturgi Sabda mengundang mengundang para peserta untuk semakin mencintai Kitab Suci dan belajar mendengarkan Allah dengan hati terbuka. Sabda Allah dialami sebagai firman yang hidup dan mengubah, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun” (Ibr 4:12). Perayaan Ekaristi membawa Sabda yang didengarkan itu kepada kepenuhannya dalam Tubuh dan Darah Kristus. Dari meja Sabda dan meja Ekaristi, para delegasi diutus untuk memperbarui semangat perutusan dalam pewartaan Injil di keuskupan masing-masing, sesuai amanat Kristus, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15).
Pertemuan ini juga menjadi wujud sinodalitas Gereja di Regio Sumatera. Para delegasi saling berbagi pengalaman, belajar dari praktik baik dan mencari cara kontekstual untuk menjadikan Kitab Suci sebagai dasar seluruh bidang pelayanan. Dengan demikian, Sabda Allah sungguh dihayati sebagai sumber kehidupan iman, pedoman dalam pelayanan pastoral serta pelita yang menuntun umat di tengah perubahan zaman. Pemazmur berseru, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm 119:105). Semoga buah pertemuan ini tampak dalam umat yang semakin akrab dengan Kitab Suci, komunitas yang dibentuk oleh Sabda dan Gereja di Sumatera yang berani mewartakan harapan Kristus secara profetis di tengah dunia.
12. Pemberkatan Ruang Opera KOBAR KAM: Langkah Strategis Evangelisasi Digital KAM
Dalam semangat pewartaan di era digital, pada Kamis, 18 Juni 2026, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap, Uskup Keuskupan Uskup Agung Medan memberkati pemberkatan Ruang Opera KOBAR KAM di lantai 5 Gedung Catholic Center Medan. Ibadat yang berlangsung dalam suasana syukur dan sukacita ini dihadiri para imam, biarawan-biarawati, frater, pegawai Keuskupan Agung Medan serta pihak yang terlibat dalam perancangan dan pembangunan ruangan tersebut.
Melalui doa dan pemercikan air suci, Uskup memohon agar Ruang Opera KOBAR KAM menjadi pusat karya komunikasi, katekese dan evangelisasi digital yang kreatif, inspiratif, dan efektif. Di ruangan ini diharapkan lahir berbagai konten yang meneguhkan iman, menumbuhkan harapan serta menghadirkan sukacita Injil bagi umat di seluruh Keuskupan dan masyarakat luas.
Syukur yang dipanjatkan atas selesainya ruang digitalisasi pastoral ini sejalan dengan semangat ensiklik Magnifica Humanitas Paus Leo XIV yang menegaskan bahwa teknologi harus melayani martabat manusia dan menjadi ruang perjumpaan yang memuliakan manusia, bukan sekadar ruang konsumsi. Evangelisasi digital menuntut kreatifitas yang tetap setia pada kebenaran Injil. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara terarah, Keuskupan Agung Medan menegaskan komitmennya untuk semakin dekat dengan umat di ruang-ruang baru kehidupan, menjawab tantangan pastoral zaman ini dan menjadikan dunia digital sebagai medan pewartaan Kabar Baik yang memanusiakan dan menguduskan.


