Memupuk Rasa Persaudaraan Misdinar

104

Untuk memupuk kembali rasa persaudaraan, misdinar Paroki Pasar Merah Medan mengadakan pertandingan persahabatan pada tanggal 9 Mei 2013. Rasa persaudaraan itu diungkapkan melalui pertandingan futsal untuk misdinar putra dan pertandingan vocal group untuk misdinar putri.

 

Seluruh peserta berkumpul di halaman Gereja Paroki St. Paulus Pasar Merah pada pukul 12.30. Hadir sekitar 90 misdinar putra dan putri dari Stasi Marindal, Stasi Martoba, dan Pasar Merah. Mereka sangat antusias meski harus segera bergegas setelah bertugas pada misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus. Acara dimulai dengan perkenalan dan makan siang bersama. Keceriaan sudah dimulai di awal acara. Beberapa misdinar yang sudah pernah bertemu sebelumnya saling bercanda. Mereka kerap kali bertemu di acara misdinar paroki dan masih tetap exist walau sudah layak “pensiun”.

Setelah selesai makan siang, acara dilanjutkan dengan pertandingan futsal putra di lapangan futsal Pasar Merah. Kehadiran Dewan Paroki dan Dewan Stasi serta Pastor Paroki RP. Danrisman Sitanggang, O.Carm menambah semangat tersendiri bagi tim yang bertanding maupun para suporter. Tiga tim futsal menyelesaikan seluruh pertandingan selama kurang lebih 2 jam.

Pukul 16.30 pertandingan vocal group putri di aula paroki dimulai. Pasar Merah mengirim dua group, Marindal satu group dan Martoba dua group. Masing-masing group unjuk kebolehan dengan aransemen lagu sesuai kreativitas group.

Sebagai pelayan altar, misdinar perlu juga mendapat katekese singkat mengenai tata gerak liturgi. RP. Danrisman Sitanggang, O.Carm bersedia meluangkan waktu untuk menyegarkan pengetahuan tata gerak liturgy. Katekese ini dirasakan sangat penting sehingga tercipta keseragaman tata gerak liturgi di Paroki Pasar Merah. Meski kelihatan lelah tetapi semua peserta tetap serius dan konsentrasi mendengar katekese dari pastor parokinya.

Hasil pertandingan persahabatan misdinar se-Paroki Pasar Merah diumumkan setelah katekese singkat. Karena menekankan persahabatan dan persaudaraan sertta bukan kompetisi, panitia memberikan hadiah hiburan bagi group yang tidak berhasil menang.

Kesan dan pesan dari perwakilan masing-masing stasi mengungkapkan pentingnya pertemuan regular misdinar separoki. Pertemuan dalam bentuk apapun baik pertandingan, sarasehan dan lain-lain tentu akan mempererat persaudaraan separoki. (Menjemaat, Kristinus Munthe, S.Si.)