Headline

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner
banner
banner
banner

Paroki Baru

Sabtu 29 Oktober 2016 Pada hari ini Keuskupan Agung Medan menambahkan sejaran penting dalam perjalanannya karena: 1. Pada Hari ini adalah hari Penetapan Kuasi Paroki St. Yohanes Paulus II menjadi…

Agenda Bapak Uskup

Hari ini Bapak Uskup Mgr. Anicetus B. Sinaga di Tiga Dolok.  Bapak Uskup memberkati gedung sekolah yang dikelola oleh Suster FCJM.  Kemudian Bapak Uskup juga akan memimpin upacara pendedikasian kapel…

Maria yang Berdukacita

Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita Hari ini Gereja sungguh berbahagia karena Bunda Maria ada selalu bersamanya. Bunda Maria memberikan pengajaran iman yang benar untuk dapat sampai kepada Allah melalui Yesus…

Jadwal Bapa Uskup dan Vikjen

Kisah Hidup Santo Matius

Oleh Admin KAM

Hari ini, tanggal 21 September. Gereja Kudus merayakan Pesta Santo Matius, Penulis Injil. Matius adalah seorang pemungut cukai di kota Kapernaum, kota di mana Yesus tinggal. Matius seorang Yahudi, tetapi ia bekerja untuk kepentingan bangsa Romawi yang menjajah bangsa Yahudi. Oleh sebab itu, orang-orang sebangsanya tidak menyukai Matius. Mereka tidak mau berhubungan dengan “orang-orang berdosa” seperti Matius si pemungut cukai.

Namun, Yesus tidak berpikir demikian terhadap Matius. Suatu hari, Yesus melihat Matius duduk di rumah cukai dan Ia berkata, “Ikutlah Aku.” Seketika itu juga Matius meninggalkan uang serta jabatannya untuk mengikuti Yesus. Yesus kelihatan demikian kudus dan bagaikan seorang raja. Matius mengadakan suatu perjamuan besar bagi-Nya. Ia mengundang teman-teman lain yang seperti dirinya untuk bertemu dengan Yesus serta mendengarkan pengajaran-Nya. Sebagian orang Yahudi menyalahkan Yesus karena makan bersama dengan orang-orang yang mereka anggap orang berdosa. Tetapi, Yesus sudah siap dengan suatu jawaban. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Ketika Yesus kembali ke surga, St. Matius tinggal di Palestina. Ia tetap tinggal di sana beberapa waktu lamanya untuk mewartakan Kristus. Kita mengenal Injil Matius, yang adalah kisah Yesus serta ajaran-ajaran-Nya. St. Matius mewartakan Yesus kepada kaum sebangsanya. Kristus adalah Mesias yang dinubuatkan para nabi yang akan datang untuk menyelamatkan kita. Setelah mewartakan Injil kepada banyak orang, hidup St. Matius berakhir sebagai seorang martir iman yang jaya.
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:48)
Semoga berkat Injil Matius, kita semakin mengenal Allah, yang hadir dalam diri Yesus Kristus. Santo Matius mendoakan kita, mendoakan Gereja dan mendoakan keluarga! Salam sukacita. (ES)
 

Petunjuk Pemakaian Mitra dan Tongkat Uskup

Oleh Admin KAM

Seorang pendamping misdinar Paroki sering mengalami kewalahan manakala sebuah perayan Agung dipimpin oleh Uskup. Kewalahan yang dialami ialah: kapan seorang uskup pemimpin perayaan (presiden) memakai dan melepaskan Mitranya. Dan kapan pula tongkat dipegang atau dilepas? Memang seorang pelatih misdirnar (pelayan altar) mesti memahami moment itu. Untuk membantu para pelatih misdinar atau juga para misdinar, di sini ada panduan yang bisa dipakai. Sumber: Buku Lokakarya Nasional Caeremoniarius, Jakarta 2-4 Juli 2015.

Selanjutnya...

 

Kefansi Mendalami Ensiklik Laudato Si

Oleh Admin KAM

Sebanyak 200 orang keluarga Fransiskan yang tergabung dalam Keluarga Fransiskan se-Siantar Sekitarnya (KEFANSI) mengikuti Seminar atas Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si. Seminar yang berdurasi 2,5 jam itu dilakukan di Aula Biara Susteran KSFL Desa Bane. Tampil sebagai pemakalah ialah RP. Richard Sinaga OFMCap.
Seminar ini diadakan dalam rangka persiapan Pesta Santo Fransiskus yang jatuh pada tanggal 04 Oktober. Laudato Si merupakan salah satu Ensiklik (Surat Gembala)  Paus Fransiskus, tentang Perawatan Rumah Kita Bersama.

Selanjutnya...

 

Penjelasan tentang Pengumuman

Oleh Admin KAM

Sejak awal sejarah sampai sekarang, pengumuman bukan merupakan bagian yang harus ada dalam perayaan liturgi. Karena itu Pedoman Umum Misale Romawi no. 166 mencatat, “Pengumuman untuk umat, kalau ada, dibacakan sesudah doa komuni”. Pernah terjadi pengumuman ditempatkan sebelum perayaan dimulai, sesudah bacaan Injil atau sesudah homili bahkan sesudah perayaan selesai. Sekarang pengumuman itu umumnya ditempatkan pada ritus penutup (sesudah doa komuni-bila dalam Perayaan Ekaristi-, atau sesudah doa penutup –bila dalam Perayaan Sabda Minggu). Ada pendapat bahwa pengumuman itu bukan hanya sekedar bacaan informasi-informasi baru melainkan pemberian tugas kepada umat apa yang harus dikerjakan dalam minggu ini.

Menurut Pedoman Umum Misale Romawi, no. 184 pengumuman dibacakan oleh diakon kecuali kalau imam sendiri ingin melakukan hal itu. Situasi nyata seperti Keuskupan Agung Medan pengumuman itu biasanya disampaikan oleh porhanger atau seorang lain yang ditugaskan untuk itu. Pengumuman bukan disampaikan dari mimbar sabda melainkan dari tempat khusus, misalnya dari tempat dirigen.

Selanjutnya...

 

Halaman 3 dari 10

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini159
mod_vvisit_counterKemarin930
mod_vvisit_counterMinggu Ini159
mod_vvisit_counterMinggu lalu5138
mod_vvisit_counterBulan ini19275
mod_vvisit_counterBulan lalu23001
mod_vvisit_counterTotal423333