Headline

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner
banner
banner
banner

Paroki Baru

Sabtu 29 Oktober 2016 Pada hari ini Keuskupan Agung Medan menambahkan sejaran penting dalam perjalanannya karena: 1. Pada Hari ini adalah hari Penetapan Kuasi Paroki St. Yohanes Paulus II menjadi…

Agenda Bapak Uskup

Hari ini Bapak Uskup Mgr. Anicetus B. Sinaga di Tiga Dolok.  Bapak Uskup memberkati gedung sekolah yang dikelola oleh Suster FCJM.  Kemudian Bapak Uskup juga akan memimpin upacara pendedikasian kapel…

Maria yang Berdukacita

Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita Hari ini Gereja sungguh berbahagia karena Bunda Maria ada selalu bersamanya. Bunda Maria memberikan pengajaran iman yang benar untuk dapat sampai kepada Allah melalui Yesus…

Jadwal Bapa Uskup dan Vikjen

Lirik Lagu Mari Umat Beriman

Oleh Admin KAM

Salah satu nyanyian inkulturasi dari wilayah KAM yang sungguh baik ilalah: Mari Umat Beriman. Lagunya berlanggam Karo. Nyanyian ini adalah salah satu nyanyian Perarakan. Nyanyian ini, bisa diiringi dengan tarian.

Bagi yang ingin mempelajarinya, silahkan klik dan pelajari.

silahkan download: Mari Umat Beriman

Dengar dan Pelajari: MP3 Mari Umat Beriman

 

 

Latihan Musik Liturgi

Oleh Admin KAM

Contoh Musik Liturgi,

Download PS 548: Dengar dan Pelajari;

Download PS 434: Dengar dan pelajari

Musik Liturgi adalah musik yang digunakan untuk ibadat/ liturgi, mempunyai kedudukan yang integral dalam ibadat, serta mengabdi pada kepentingan ibadat. Dalam Sacrosanctum Concilium (SC) art. 112 dikatakan: “Musik Liturgi semakin suci, bila semakin erat berhubungan dengan upacara ibadat, entah dengan mengungkapkan doa-doa secara lebih mengena, entah dengan memupuk kesatuan hati, entah dengan memperkaya upacara suci dengan kemeriahan yang lebih semarak.”
Musik/nyanyian liturgi mengabdi pada partisipasi umat dalam ibadat, seperti yang diuraikan dalam SC art. 114: “Khazanah musik liturgi hendaknya dilestarikan dan dikembangkan secermat mungkin. …. Para uskup dan para gembala jiwa lainnya hendaknya berusaha dengan tekun, supaya pada setiap upacara liturgi yang dinyanyikan segenap jemaat beriman dapat ikut serta secara aktif dengan membawakan bagian yang diperuntukkan bagi mereka.”
Musik Rohani adalah musik yang sengaja diciptakan untuk keperluan diluar ibadat liturgi, misalnya: pertemuan mudika, arisan-arisan, rekreasi, pelatihan, pentas musik rohani, rekaman, sinetron, nongkrong di café bahkan sampai dengan usaha membentuk suasana rohani di rumah.

Selanjutnya...

 

Perlunya Pendidikan Liturgi

Oleh Admin KAM

Pengantar

Konsili Vatikan II, merumuskan bahwa “Liturgi adalah pelaksanaan tugas imamat Yesus Kristus; di situ pengudusan manusia dilambangkan dengan tanda-tanda lahir serta dilaksanakan dengan cara yang khas bagi masing-masing; di situ pula dilaksanakan ibadat umum yang seutuhnya oleh Tubuh Mistik Yesus Kristus, yakni Kepala beserta para anggota-Nya” (SC 7).
Pelaksana utama (subyek) liturgi adalah Kristus sendiri bersama dengan seluruh umat beriman dalam ikatan dengan Roh Kudus. Allah dalam diri Kristus hendak membebaskan, menguduskan dan menyelamatkan manusia. Seluruh umat beriman menyukurinya dan memuliakan Allah. Karya keselamatan Allah itu memuncak pada perayaan misteri paska, yakni sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus (bdk SC 5).  Hakekat dari sebuah perayaan adalah pesta, peristiwa hidup dan keterlibatan bersama. Dalam liturgi, pengundang adalah Allah, dan undangan adalah manusia. Setiap perjumpaan berisi suatu tema (misteri yang dirayakan).

Selanjutnya...

 

Altar Sebagai Pusat Tata Ruang Liturgi

Oleh Admin KAM

Pengantar

Bila kita masuk ke dalam gereja, kita akan melihat sebuah "meja" besar terletak di Santuarium (ruang kudus). Di sekitar meja itu ada lilin bernyala. Meja apakah itu sebenarnya? Meja yang kita lihat dan temukan di sekitar santuarium sering disebut sebagai altar.

Asal kata “altar”

Sebenarnya asal usul kata “altar” kuranglah jelas, entah dari kata Latin “alta res” (hal yang tinggi) atau “alta ara” (altar yang tinggi). Orang-orang Romawi kuno sudah membedakan dua macam altar: [1] “ara” merupakan altar kecil yang dapat dipindah-pindahkan, dipakai untuk kegiatan kultik orang biasa, untuk pengenangan orang mati, dsb; [2] “altare” merupakan altar yang lebih monumental, dibangun menjulang, khususnya untuk kegiatan kultik kaum kalangan atas. Orang Kristen perdana meminjam istilah “altare” itu terutama untuk menunjuk pada meja Kurban Perjanjian Baru, yang diwartakan Melkisedek (Kej 14:17) untuk menunjukkan meja pada perjamuan malam terakhir yang diadakan Yesus dengan para murid-Nya (Mat 26:26). Kadang kala “altar” dipahami juga sebagai “mesbah”.

Selanjutnya...

 

Halaman 2 dari 7

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini126
mod_vvisit_counterKemarin91
mod_vvisit_counterMinggu Ini217
mod_vvisit_counterMinggu lalu623
mod_vvisit_counterBulan ini1456
mod_vvisit_counterBulan lalu0
mod_vvisit_counterTotal750309