Perayaan Sabda Hari Minggu-Mengenang Kebangkitan Yesus Kristus

 

Ketika Yesus Kristus tidak lagi di dunia ini, orang kristen perdana merasa perlu berkumpul tersendiri di suatu tempat pada hari Minggu untuk mengenang hari kebangkitan Sang Guru, mengenang misteri paska-Nya. Secara perlahan mereka menarik diri dari kegiatan liturgi sabda di sinagoga pada hari Sabtu. Mereka datang berkumpul di suatu tempat pada hari Minggu. Saat itu mereka mendengarkan Sabda Allah, meniru pola liturgi sinagoga, dan kemudian memecah-mecahkan roti sebagaimana diwasiatkan oleh Yesus pada malam perjamuan terakhir. Tindakan mendengarkan Sabda Allah dan memecahkan roti merupakan dua unsur yang membentuk perayaan iman orang Kristen untuk mengenang penyelamatan Yesus Kristus yang bangkit pada hari Minggu; itulah Perayaan Ekaristi. Berangkat dari data historis ini, kiranya kita semakin mengerti pernyataan Sacrosanctum Concilium no. 106 mengenai kelekatan Perayaan Ekaristi dengan hari Minggu. “Berdasarkan tradisi para Rasul … Gereja merayakan misteri Paska … pada hari Minggu”. Pada hari Minggu umat berkumpul “untuk mendengarkan Sabda Allah dan ikut serta dalam perayaan Ekaristi, dan dengan demikian mengenangkan sengsara, kebangkitan dan kemuliaan Tuhan Yesus, serta mengucap syukur kepada Allah, yang melahirkan mereka kembali ke dalam pengharapan yang hidup berkat kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati”. Jelas sekali bahwa Gereja mengidealkan perayaan Ekaristi sebagai kegiatan orang Katolik pada hari Minggu. Perayaan Sabda Hari Minggu terlepas dari Perayaan Ekaristi dianggap sebagai situasi darurat. Sekian dokumen resmi Gereja telah menyatakan hal ini dan terakhir Surat Ensiklik Ecclesia de Eucharistia no. 32, “ … pemecahan ini haruslah dipandang bersifat sementara”.


Lahirnya Perayaan Sabda Hari Minggu tanpa imam dan perkembangannya
Gereja Katolik tidak mengenal tradisi Perayaan Hari Minggu tanpa Ekaristi. Paling lambat sejak pertengahan abad ke-2 Perayaan Sabda selalu dihubungkan dengan Ekaristi dalam pertemuan umat Kristen pada hari Minggu. Itu berarti mutlak kehadiran seorang tertahbis untuk memimpinnya. Syarat ini tidak selalu mungkin terpenuhi di banyak komunitas khususnya di daerah misi seperti Afrika, Asia, atau Amerika Latin, karena kekurangan imam. Masalah ini kiranya juga sudah melanda sebagian Eropa misalnya Jerman dan Perancis. Di Indonesia masalah kekurang imam ini sungguh kita alami. Antara 60 – 90 % komunitas kristen berkumpul mengenang kebangkitan Tuhan pada hari Minggu tanpa kehadiran imam. Gereja di Keuskupan Agung Medan saat ini misalnya, terdiri dari 1321 komunitas kristen (stasi) dan 147 imam. Pastilah sebagian besar stasi tidak mungkin merayakan Ekaristi pada hari Minggu. Solusi mesti dicari agar pertemuan umat beriman terlaksana pada hari itu.

Pelopor misi di Keuskupan Agung Medan sejak awal (permulaan abad ke-20) telah mengangkat beberapa awam pria untuk memimpin pertemuan komunitas kristen pada hari Minggu. Dengan demikian terjaminlah pelaksanaan pertemuan untuk mengenang kebangkitan Kristus. Situasi yang kurang lebih sama di berbagai daerah di Indonesia dan negara lain membuat pimpinan Gereja Universal harus menentukan sikap. Desakan agar para awam diizinkan memimpin Perayaan Sabda hari Minggu sudah cukup mencuat. Konsili Vatikan II pun peduli sehingga dalam SC 35 ditetapkan, “Hendaknya dikembangkan perayaan Sabda Allah … pada hari-hari Minggu dan hari-hari raya, terutama di tempat-tempat yang tiada imamnya”. Tidak lama sesudahnya instruksi Inter Oecumenici, tahun 1964, mendorong supaya Perayaan Sabda dipimpin oleh diakon, atau bila diakon tidak ada, oleh seorang awam yang ditunjuk. Selanjutnya tahun 1967 instruksi Eucharisticum Mysterium menganjurkan agar kepada umat beriman yang tidak dapat merayakan Ekaristi karena tidakadanya imam, komuni dibagikan oleh orang yang mendapat wewenang untuk itu. Kurang dari sepuluh tahun kemudian, instruksi Immensae Caritatis, tahun 1973, mengizinkan seorang awam menerimakan komuni dalam Perayaan Sabda Hari Minggu. Struktur perayaannya, menurut instruksi Inter Oecumenici, kurang lebih seperti Perayaan Sabda dalam Perayaan Ekaristi.

Kiranya hal inilah yang mendorong PWI-Liturgi menerbitkan buku “Umat Allah Beribadat (UAB)” tahun 1978. Di KAM jauh hari sebelumnya telah disusun bentuk ibadat sejenis itu dalam bahasa-bahasa daerah. Kehadiran “UAB” merupakan dukungan kepada KAM. Dukungan semakin dirasakan ketika tahun 1988 Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata-tertib Sakramen mengeluarkan pedoman untuk ini, De Celebrationibus dominicalibus absente Presbytero (Perayaan Hari Minggu tanpa Imam). Dokumen ini melihat bahwa Perayaan Sabda Hari Minggu tanpa Imam sesuatu yang bernilai dan pantas didukung seraya mengharapkan agar saat itu komuni juga dibagikan kepada umat beriman. Bernilai dan berbobotnya Perayaan Sabda hari Minggu itu sudah disebut juga oleh SC 7 dan SC 2. Semua ini mendorong Komisi Liturgi KWI untuk menyempurnakan UAB. Maka tahun 1994 diterbitkanlah  buku “Perayaan Sabda Hari Minggu dan Hari Raya”. Dan tahun 2013 sudah terbit Perayaan Sabda Hari Minggu dan Hari Raya. Buku itu biasa dikenal dengan PSHMR. Ada dua edisi, edisi Biasa dan Khusus.

 

Untuk keperluan lokal, lima tahun sebelumnya (tahun 1989) Komisi Liturgi KAM telah menerbitkan buku sejenis (yakni: buku LKS, PHD/TPS) sehingga masuk akal ditemukan sedikit perbedaan. Syukur ada Perayaan Sabda seperti itu sehingga terjaminlah pertemuan umat kristen di setiap komunitas pada hari Minggu untuk mengenang kebangkitan Kristus. Dengan terbitnya PSHMR dari KWI, umat Allah di wilayah KAM khususnya yang berbahasa daerah sedang menantikan kehadiran PSHMR baru. Tentu sebelum terbitan baru dikeluarkan, terbitan lama masih tetap berlaku, dengan tetap terbuka kelak terhadap penyesuaian. Salam sukacita (ES)

 

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini88
mod_vvisit_counterKemarin552
mod_vvisit_counterMinggu Ini1570
mod_vvisit_counterMinggu lalu5201
mod_vvisit_counterBulan ini19756
mod_vvisit_counterBulan lalu23001
mod_vvisit_counterTotal423814