Kefansi Mendalami Ensiklik Laudato Si

Sebanyak 200 orang keluarga Fransiskan yang tergabung dalam Keluarga Fransiskan se-Siantar Sekitarnya (KEFANSI) mengikuti Seminar atas Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si. Seminar yang berdurasi 2,5 jam itu dilakukan di Aula Biara Susteran KSFL Desa Bane. Tampil sebagai pemakalah ialah RP. Richard Sinaga OFMCap.
Seminar ini diadakan dalam rangka persiapan Pesta Santo Fransiskus yang jatuh pada tanggal 04 Oktober. Laudato Si merupakan salah satu Ensiklik (Surat Gembala)  Paus Fransiskus, tentang Perawatan Rumah Kita Bersama.

Ensiklik Laudato Si (LS) dikeluarkan pada tanggal 18 Juni 2015. Ungkapan Laudato Si merupakan kalimat pertama dari nyanyian Santo Fransiskus yang terkenal dalam Kidung Saudara Matahari, Terpujilah Engkau Tuhanku. Dalam nyanyian itu,Santo Fransiskus mengingatkan kita bahwa rumah kita bersama bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita,  dan seperti ibu yang jelita menyambut kita dengan tangan terbuka (LS no. 2)
Dalam Ensiklik itu Paus Fransiskus menyerukan seluruh umat di dunia untuk berevolusi memerangi perubahan iklim. pemujaan manusia pada teknologi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil telah mencuri keindahan alam dan keragamannya yang berguna bagi generasi mendatang.

Ensiklik Paus Fransiskus itu adalah panggilan untuk persatuan – satu dalam doa untuk lingkungan, dalam Injil yang sama tentang ciptaan, dalam pertobatan hati dan gaya hidup kita untuk menghormati dan mengasihi semua orang dan segala sesuatu yang diberikan kepada kita oleh Allah.
Secara etimologis, ensiklik berasal dari kata Latin “litterae encyclicae” yang asal muasalnya adalah kata Yunani `ekkuklios' yang berarti `according to…' dan kata `kuklos' yang berarti `circle'. Secara harafiah dapat diartikan “yang dikirim berkeliling”. Ensiklik kali ini berbeda dari sebelumnya karena bukan hanya diserukan kepada umat katolik, tetapi juga semua umat manusia di Bumi.

Lewat seminar ini para fransiskan diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan demi keutuhan ciptaan. Dalam menjaga dan melestarikan alam ciptaan, dibutuhkan kesadaran bersama dan pribadi. Hal itu juga bisa dilakukan secara sederhana dan dalam skala kecil-kecilan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, hemat menggunakan air, dan lain sebagainya. Pelestarian alam adalah bagian dari suatu gaya hidup yang melibatkan kemampuan untuk hidup bersama dan dalam persekutuan (LS 228). Melalui Seminar ini, para Fransiskan diajak kembali untuk membangunkan dunia, dan bila penting mengobati bumi yang sedang sakit. (ES)

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini66
mod_vvisit_counterKemarin726
mod_vvisit_counterMinggu Ini2495
mod_vvisit_counterMinggu lalu4088
mod_vvisit_counterBulan ini7313
mod_vvisit_counterBulan lalu16047
mod_vvisit_counterTotal513639