Penjelasan tentang Pengumuman

Sejak awal sejarah sampai sekarang, pengumuman bukan merupakan bagian yang harus ada dalam perayaan liturgi. Karena itu Pedoman Umum Misale Romawi no. 166 mencatat, “Pengumuman untuk umat, kalau ada, dibacakan sesudah doa komuni”. Pernah terjadi pengumuman ditempatkan sebelum perayaan dimulai, sesudah bacaan Injil atau sesudah homili bahkan sesudah perayaan selesai. Sekarang pengumuman itu umumnya ditempatkan pada ritus penutup (sesudah doa komuni-bila dalam Perayaan Ekaristi-, atau sesudah doa penutup –bila dalam Perayaan Sabda Minggu). Ada pendapat bahwa pengumuman itu bukan hanya sekedar bacaan informasi-informasi baru melainkan pemberian tugas kepada umat apa yang harus dikerjakan dalam minggu ini.

Menurut Pedoman Umum Misale Romawi, no. 184 pengumuman dibacakan oleh diakon kecuali kalau imam sendiri ingin melakukan hal itu. Situasi nyata seperti Keuskupan Agung Medan pengumuman itu biasanya disampaikan oleh porhanger atau seorang lain yang ditugaskan untuk itu. Pengumuman bukan disampaikan dari mimbar sabda melainkan dari tempat khusus, misalnya dari tempat dirigen.
Oleh karena pengumuman adalah sisipan ke dalam perayaan liturgi, maka pengumuman itu seharusnya disampaikan dengan sangat singkat dan jelas oleh seorang petugas khusus. Inti setiap pengumuman harus ditangkap sama oleh setiap umat. Itu berarti butir-butir pengumuman harus dikonsep rapi sebelum perayaan berlangsung dan bukan ditulis ketika perayaan sedang berlangsung. Keterangan panjang sering tidak menguntungkan dan memancing ketaksabaran umat.

Kiranya sudah waktunya tersedia sebuah papan pengumuman di stasi, apalagi di stasi induk (paroki), tempat menempelkan segala pengumuman yang perlu untuk umat. Pengumuman di tempat itu bisa lebih dirinci. Dengan demikian pengumuman dalam perayaan liturgi amat mungkin disampaikan secara ringkas. Keterangan lanjut bisa dibaca pada papan pengumuman. Kendala memang ada bila umat belum terbiasa dengan budaya membaca. Berikut ini ditampilkan sebuah contoh perumusan pengumuman.

Contoh Pengumuman

  1. Minggu yang akan datang, Minggu Biasa ke-26. Petugas: Isilah nama dalam formulir yang tersedia. Marga tidak perlu disebut bila nama itu hanya satu orang di stasi bersangkutan. Pemimpin: Bp. Laurensius. dst.
  2. Doa / Pertemuan Lingkungan: Selasa: Lingkungan St. Yakobus di rumah Bp. Fransiskus di Jl. Medan no. 45. Tanggal, bulan dan tahun tidak perlu disebut bila pengumuman ini berlaku untuk pekan depan. Nama kota/kampung juga tidak perlu disebut karena pengumuman itu berlaku hanya untuk stasi bersangkutan.
  3. Kolekte tanggal 13 September Rp. 100.000: Kolekte I = Rp 75.000,-II = Rp. 25.000,-. Tahun tidak perlu disebut karena umumnya jelas bahwa tahun yang dimaksud adalah tahun yang sedang berjalan.
  4. Umat yang hadir 100 orang: Bapa-bapa 25, ibu-ibu 25, Mudika 25, Asmika 25.
  5. Pada nomor 5 ini, isilah pengumuman menurut situasi: Berita anak lahir, permandian, pernikahan, perpindahan, meninggal, dst. Misalnya: Anak Lahir. Tanggal 17 September lahir seorang putra dari: Pasangan Laurensius dan Laurensia.Demikian selanjutnya jika lebih dari satu orang.
  6. Calon Permandian segera didaftarkan kepada Pengurus Lingkungan atau Pengurus Dewan Stasi.
  7. Akan menerimakan sakramen pernikahan: Tini dan Tono tanggal 27 Oktober: Pengumuman III. Mawarni dan Roy tanggal 28 Oktoberr: Pengumuman I.Nama kedua orangtua, asal paroki, tempat pemberkatan, tidak harus disebut. Semua ini bisa dicantumkan pada papan pengumuman.
  8. Sejak tanggal 5 September 2015, Bp. Joseph Sinaga sekeluarga menjadi anggota stasi ini dan masuk lingkungan St. Petrus. Sejak tanggal 17 September 2915, Bp. Petrus sekeluarga pindah ke Paroki AB.
  9. Pada tanggal 18 September, telah meninggal dunia Sdr. Sunter dari lingkungan St. Fidelis. Pemakaman tanggal 20 September. Penerimaan murid baru. SD St. Fransiskus, SLTP St. Maria, SLTA St. Fransiskus, telah membuka penerimaan murid baru. Informasi lanjut lihat di papan pengumuman. Brosur atau surat dari sekolah itu tidak perlu dibacakan tetapi dilengketkan atau diletakkan pada papan pengumuman.
  10. Surat-surat dari pemerintah, organisasi, undangan dan sejenisnya tidak perlu dibacakan seluruhnya, cukup menyebut pokok surat. Keterangan lanjut lihat pada papan pengumuman.
  11. Untuk semua organisasi stasi: cukup disebut inti pengumuman. Misalnya: Rapat Mudika diadakan tanggal 24 Nopember di aula, latihan koor gabungan nanti sore pukul 5, di gereja. Demikian seterusnya. Rincian pengumuman silahkan lihat pada papan pengumuman.
  12. j.    . . . .


Contoh itu ingin menegaskan supaya pengumuman jangan bertele-tele, melainkan singkat dan jelas. Harap dihindarkan kalimat-kalimat yang mendatangkan diskusi. Memberi pujian atau saran atau kritik atau mengutip homili (khotbah) bukanlah pada saat pengumuman melainkan pada saat lain yang sesuai. Mari kita memberi pengumuman untuk mengumumkan. Mudah-mudahan pengumuman di Gereja semakin baik! Salam Sukacita.(ES)

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini182
mod_vvisit_counterKemarin723
mod_vvisit_counterMinggu Ini905
mod_vvisit_counterMinggu lalu3447
mod_vvisit_counterBulan ini19941
mod_vvisit_counterBulan lalu24414
mod_vvisit_counterTotal380481