Belajar dari Sikecil

Cerita mengharukan dan menginspirasi.
Pada hari Minggu yang lalu, tepatnya Minggu 6 Sept, sekelompok postulan [(calon) suster] sedang mengadakan praktek mengajar sekolah minggu di Sebuah Stasi.
Ketika kami menunggu anak-anak di depan gereja, tiba-tiba seorang anak perempuan kecil, usianya kira-kira 2 tahun muncul dari tengah ladang di samping kanan gereja. Kaget!!!! Seorang anak kecil berpakaian cantik dan sederhana muncul dari ladang. Setelah melihat anak itu, seorang postulan mendapatkannya dan menggendongnya dari ladang ke teras gereja. Kaki dan sandal jepitnya kotor karena melewati ladang. Postulan itu membawanya ke kamar mandi dan membersihkan kakinya. Setelah itu kami berbicara dengannya, dan dia menjawab dengan polos, lugu, sederhana dan apa adanya.

Nama anak itu Sari. Rumahnya agak jauh dari gereja, dan dia sendiri datangke gereja tanpa diantar siapapun. Sari melewati ladang, karena sendiri tidak berani lewat jalan raya. Kagum dan terharu dengan niat Sari kecil ini datang kegereja, walau tidak ada yang mengantar. mengingat usianya baru sekitar 2 tahun., ini luar biasa. Di tangan Sari ada dua gulungan uang, satu gulungan Rp. 1000,- dan satu lagi gulungan Rp. 2000,-. Ketika ditanya itu uang apa sayang? Dia jawab " ini untuk kolekte (sambil menunjukkan uang Rp. 1000,-) dan yang ini uang jajan (menunjukkan uang Rp. 2000,_).. Tapi bagi kami yang terpenting bukan uang yang mana untuk kolekte dan jajan, yang terpenting, menarik dan sekaligus mengharukan  adalah, "NIAT" untuknya untuk datang ke gereja. Andai kita orang besar bisa belajar dari Sari kecil tentang " Niat, motivasi dan upaya". Photo yang saya menggendong seorang anak, dialah "SARI KECIL", sederhana, gendut dan bersahaja. Tuhan, . . .aku bahagia

Bila direfleksikan sejenak, pastilah anak itu telah disuru orangtuanya untuk pergi ke gereja. Orangtua juga telah mengajari anaknya bagaimana memberi walau belum memiliki penghasilan. Seyogianya keluarga Katolik senantiasa mendukung anaknya untuk mengenal Tuhannya. Bagaimanapun keluarga adalah gereja pertama untuk anak. Di sana dia akan mengenal Tuhan. Di sana dia tahu arti memberi. Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Foto: Lentina dengan Sari (ES)

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini62
mod_vvisit_counterKemarin726
mod_vvisit_counterMinggu Ini2491
mod_vvisit_counterMinggu lalu4088
mod_vvisit_counterBulan ini7309
mod_vvisit_counterBulan lalu16047
mod_vvisit_counterTotal513635