Prodiakon-Asisten Imam-Pelayan Tak Lazim

Pencarian istilah yang lebih serasi

Istilah Prodiakon digunakan sejak tahun 1985 di Gereja Keuskupan Agung Semarang. Sebelumnya istilah yang dipakai ialah diakon awam, sejak tahun 1966. Oleh karena istilah diakon awam menyimpan problem yang sulit dipecahkan maka pada tahun 1983 diusulkan istilah pengganti, yakni diakon paroki. Istilah baik diakon awam maupun diakon paroki tidak ada dalam istilah resmi Gereja. Istilah ini juga bisa membingungkan. Seorang diakon sudah termasuk kelompok hierarki jadi tidak mungkin awam. Karena itu dicarilah istilah lain yakni prodiakon. Prodiakon adalah orang-orang awam yang ditugaskan oleh uskup untuk membantu menerimakan Tubuh Tuhan (komuni) dalam rangka Perayaan Ekaristi, Perayaan Sabda, dan kepada orang sakit serta untuk memimpin ibadat non-sakramental dan tanpa (memberikan) berkat. Bila dititikberatkan pada tugas sebagai pelayan altar dan pembagi komuni, Gereja memiliki istilah resmi yakni akolit. KHK 910, 2 menyebutnya pelayan luar biasa komuni suci. Istilah pelayan luar biasa kini diganti dengan istilah pelayan tak lazim komuni suci (PUMR  98, 100, 284; RS 156). Istilah ini mau menyatakan bahwa pelayan-pelayan yang lazim untuk memberi Komuni Suci adalah Uskup, Imam dan Diakon (RS 154). Jadi istilah prodiakon dicetuskan dari Keuskupan Agung Semarang dan belum ada dalam kamus resmi Gereja walaupun tugasnya boleh dikatakan sama dengan akolit. Baik prodiakon maupun akolit dikategorikan sebagai pelayan tak lazim. Barangkali di masa depan istilah yang lebih serasi ialah asisten pastoral.

Prodiakon/asisten pastoral sebagai pelayan tak lazim

Paus Paulus VI dengan MotupProprio Ministeria Quaedam, 15 Agustus 1972, telah menetapkan bahwa selain lektor dan akolit boleh ditambahkan pelayan-pelayan lain dari awam untuk liturgi kalau kebutuhan jemaat memang menuntutnya dan Konferensi Uskup setempat menilainya demikian. Hal ini kembali digariskan dalam Immensae caritatis (1973). Kemungkinan ini didasarkan pada sakramen inisiasi yang karenanya anggota-anggota jemaat terbaptis telah dikuduskan menjadi imamat semua yang terbaptis. Imamat umum ini memberi hak dan kewajiban kepada umat beriman untuk berpartisipasi secara aktif dalam liturgi. Sekalipun demikian, orang-orang terbaptis tidak semuanya mengemban tugas/peranan yang sama dan juga tidak melaksanakan pelayanan yang sama dalam Gereja. Peranan itu berbeda-beda dalam perayaan-perayaan liturgis Gereja sekarang. SC secara eksplisit mengakui, “Dalam perayaan-perayaan liturgi setiap anggota, entah pelayan (pemimpin) entah umat, hendaknya dalam menunaikan tugas hanya menjalankan, dan melakukan seutuhnya, apa yang menjadi perannya menurut hakekat perayaan serta kaidah-kaidah liturgi” (SC 28).

Menurut kaidah-kaidah liturgi dan hakekat perayaan Ekaristi, pelayan yang lazim untuk membagi komuni adalah kaum tertahbis: Uskup, Imam dan Diakon. Di mana kebutuhan Gereja memintanya dan bila tidak ada pelayan lazim maka akolit atau kaum awam (dalam konteks ini prodiakon) setelah dilantik dapat membagikan Komuni sebagai pelayan tak lazim (bdk, KHK 230, 3; PUMR 100). Kita bisa artikan bahwa prodiakon itu bukanlah lazim membagikan Komuni Suci.

Kapan seorang prodiakon bertugas sebagai pelayan tak lazim untuk membagi Komuni Suci? Menurut RS 158 prodiakon sebagai pelayan tak lazim Komuni Suci (juga akolit) hanya boleh menerimakan Komuni bila tidak ada imam dan diakon, atau bila imam terganggu karena badan lemah atau usia lanjut atau suatu alasan lain yang wajar, atau pun bila jumlah orang beriman yang ingin menyambut Komuni begitu besar, sehingga perayaan Misa itu akan terlalu lama. Namun harus dimengerti demikian rupa bahwa upaya mempersingkat perayaan Misa itu, bila memperhatikan situasi dan kebudayaan setempat, sama sekali bukan alasan yang cukup. RS 157 menandaskan, "Jika di suatu tempat biasanya jumlah pelayan tertahbis mencukupi untuk membagi Komuni Suci, maka tidak boleh ditunjuk pelayan-pelayan tak lazim. Malah dalam situasi yang demikian, orang yang mungkin sudah dihunjuk untuk pelayan ini, jangan melaksanakannya. Tidak dapat dibenarkan kebiasaan para Imam yang, walaupun hadir pada perayaan itu, sendiri tidak membagi Komuni dan menyerahkan tugas ini kepada orang-orang awam". Ini mau menjelaskan bahwa prodiakon paroki tidak otomatis bisa membagi komuni pada setiap perayaan Ekaristi. PUMR 162 mesti dibaca juga dengan cermat, " Di saat jumlah umat yang menyambut besar sekali, imam dapat memanggil pelayan komuni tak lazim [pelayan tak lazim untuk komuni] untuk membantu yakni: akolit .. atau juga anggota jemaat yang sudah dilantik secara liturgis untuk tugas ini, [prodiakon]". Dalam pembagian Komuni Suci ini jelas sekali ada hirarki pelayanan: prodiakon bertugas kalau akolit yang telah dilantik tidak hadir (PUMR 100) dan bila jumlah pelayan tertahbis tidak seimbang dengan umat yang hendak menerima komuni. RS 88 mencatan, "Hanya bila sungguh dibutuhkan, pelayan komuni tak lazim boleh membantu Imam sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku".

Pertimbangan pastoral

Sungguh benar bahwa peranan kaum awam harus semakin ditingkatkan dalam pelayanan liturgis. Paham ini jangan melupakan bahwa tidak setiap orang yang dibaptis memiliki peran yang sama dalam liturgi. Selain itu umat di paroki perlu dipersiapkan untuk menerima pelayanan prodiakon atau istilah yang barangkali lebih tepat asisten pastoral. Asisten-asisten pastoral ini sebaiknya dibekali secara memadai sebelum dilantik, termasuk pelatihannya. RS 46 mengingatkan, " Orang awam kristiani yang dipanggil untuk membantu dalam pelaksanaan upacara liturgis, hendaknya dilatih dengan baik. Tidak boleh ada kesangsian tentang hidup dan moral kristiani mereka serta kesetiaan mereka kepada ajaran Gereja. Pantaslah orang yang demikian diberi pembinaan liturgis…. Janganlah diangkat orang untuk tugas demikian jika penunjukannya menimbulkan keribuatan di kalangan umat". Dalam usaha membangun paroki lewat liturgi ada banyak hal yang masih harus dicermati dan dikembangkan secara bersama.***

 

ES

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini90
mod_vvisit_counterKemarin609
mod_vvisit_counterMinggu Ini1255
mod_vvisit_counterMinggu lalu4172
mod_vvisit_counterBulan ini12690
mod_vvisit_counterBulan lalu17615
mod_vvisit_counterTotal457030