Keuskupan Agung Medan | Archdioce of Medan

Info Sinode no. 15

Oleh Tim Sekretariat Sinode

Sinode VI sedang berada dalam bulan ketiga. Untuk September 2015 ini, bulan Kitab Suci, Komisi Kerasulan Kitab Suci telah membagikan teks pendalaman  dengan tema “Keluarga Melayani seturut Sabda Allah”. Menjawab kebutuhan pastoral di Keuskupan Agung Medan teks ini juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Toba, Karo, Simalungun, dan Dairi. Seluruh lapisan umat di Keuskupan Agung Medan kini dapat merenungkan pesan September dalam bahasa yang akrab.

Sementara itu, Caritas PSE KAM melaksanakan lokakarya di Parapat 3-5 September 2015 dengan peserta 28 orang guna menyiapkan bahan pendalaman iman selama Masa Puasa mendatang, 10 Februari – 24 Maret 2016. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lokakarya kali ini diawali dengan upaya menyelaraskan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2016 dengan tema Sinode VI. Penyelarasan ini merupakan tindaklanjut dari persetujuan Mgr. Anicetus B. Sinaga,

Selanjutnya...

 

Latihan Musik Liturgi

Oleh Admin KAM

Contoh Musik Liturgi,

Download PS 548: Dengar dan Pelajari;

Download PS 434: Dengar dan pelajari

Musik Liturgi adalah musik yang digunakan untuk ibadat/ liturgi, mempunyai kedudukan yang integral dalam ibadat, serta mengabdi pada kepentingan ibadat. Dalam Sacrosanctum Concilium (SC) art. 112 dikatakan: “Musik Liturgi semakin suci, bila semakin erat berhubungan dengan upacara ibadat, entah dengan mengungkapkan doa-doa secara lebih mengena, entah dengan memupuk kesatuan hati, entah dengan memperkaya upacara suci dengan kemeriahan yang lebih semarak.”
Musik/nyanyian liturgi mengabdi pada partisipasi umat dalam ibadat, seperti yang diuraikan dalam SC art. 114: “Khazanah musik liturgi hendaknya dilestarikan dan dikembangkan secermat mungkin. …. Para uskup dan para gembala jiwa lainnya hendaknya berusaha dengan tekun, supaya pada setiap upacara liturgi yang dinyanyikan segenap jemaat beriman dapat ikut serta secara aktif dengan membawakan bagian yang diperuntukkan bagi mereka.”
Musik Rohani adalah musik yang sengaja diciptakan untuk keperluan diluar ibadat liturgi, misalnya: pertemuan mudika, arisan-arisan, rekreasi, pelatihan, pentas musik rohani, rekaman, sinetron, nongkrong di café bahkan sampai dengan usaha membentuk suasana rohani di rumah.

Selanjutnya...

 

Kewajiban Menyatakan Iman

Oleh Tim Sekretariat Sinode

Pada Bab Tujuh Tata Laksana Sinode VI bagian NORMA-NORMA PROSEDURAL, khususnya pada  ayat 2 tertulis:
(2) Semua Anggota Sinode menyatakan pengakuan iman sebagaimana diaturkan dalam Kitab Hukum Kanonik.

Kewajiban itu ditulis dalam Kan 833. Siapa saja yang diwajibkan menyatakan iman secara pribadi?

Selanjutnya...

   

Perlunya Pendidikan Liturgi

Oleh Admin KAM

Pengantar

Konsili Vatikan II, merumuskan bahwa “Liturgi adalah pelaksanaan tugas imamat Yesus Kristus; di situ pengudusan manusia dilambangkan dengan tanda-tanda lahir serta dilaksanakan dengan cara yang khas bagi masing-masing; di situ pula dilaksanakan ibadat umum yang seutuhnya oleh Tubuh Mistik Yesus Kristus, yakni Kepala beserta para anggota-Nya” (SC 7).
Pelaksana utama (subyek) liturgi adalah Kristus sendiri bersama dengan seluruh umat beriman dalam ikatan dengan Roh Kudus. Allah dalam diri Kristus hendak membebaskan, menguduskan dan menyelamatkan manusia. Seluruh umat beriman menyukurinya dan memuliakan Allah. Karya keselamatan Allah itu memuncak pada perayaan misteri paska, yakni sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus (bdk SC 5).  Hakekat dari sebuah perayaan adalah pesta, peristiwa hidup dan keterlibatan bersama. Dalam liturgi, pengundang adalah Allah, dan undangan adalah manusia. Setiap perjumpaan berisi suatu tema (misteri yang dirayakan).

Selanjutnya...

 

Altar Sebagai Pusat Tata Ruang Liturgi

Oleh Admin KAM

Pengantar

Bila kita masuk ke dalam gereja, kita akan melihat sebuah "meja" besar terletak di Santuarium (ruang kudus). Di sekitar meja itu ada lilin bernyala. Meja apakah itu sebenarnya? Meja yang kita lihat dan temukan di sekitar santuarium sering disebut sebagai altar.

Asal kata “altar”

Sebenarnya asal usul kata “altar” kuranglah jelas, entah dari kata Latin “alta res” (hal yang tinggi) atau “alta ara” (altar yang tinggi). Orang-orang Romawi kuno sudah membedakan dua macam altar: [1] “ara” merupakan altar kecil yang dapat dipindah-pindahkan, dipakai untuk kegiatan kultik orang biasa, untuk pengenangan orang mati, dsb; [2] “altare” merupakan altar yang lebih monumental, dibangun menjulang, khususnya untuk kegiatan kultik kaum kalangan atas. Orang Kristen perdana meminjam istilah “altare” itu terutama untuk menunjuk pada meja Kurban Perjanjian Baru, yang diwartakan Melkisedek (Kej 14:17) untuk menunjukkan meja pada perjamuan malam terakhir yang diadakan Yesus dengan para murid-Nya (Mat 26:26). Kadang kala “altar” dipahami juga sebagai “mesbah”.

Selanjutnya...

   

Halaman 2 dari 8

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini160
mod_vvisit_counterKemarin447
mod_vvisit_counterMinggu Ini2382
mod_vvisit_counterMinggu lalu4080
mod_vvisit_counterBulan ini10972
mod_vvisit_counterBulan lalu18371
mod_vvisit_counterTotal473683