Keuskupan Agung Medan | Archdioce of Medan

Perlunya Persiapan Komuni Pertama

Oleh Admin KAM

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan halang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Allah” (Markus 10:14). Sabda Tuhan ini mendorong Gereja dari masa ke masa untuk membawa anak-anak kepada Tuhan sejak usia dini. Penulis pernah mendengar bahwa anak yang baru lahir segera dibaptis supaya dengan segera dia menjadi anak Allah dan jika kepada anak terjadi bahaya maut ia sudah tergolong orang yang diselamatkan.

Sejarah Gereja juga mencatat bahwa anak-anak yang masih bayi (setelah dibaptis) diberi komuni dalam rupa anggur/Darah Kristus (bukan roti) untuk menghindarkan kalau-kalau anak kecil itu memuntahkannya. Tentang hal ini, dapat dilihat buku upacara Liturgi pada abad XIV.Dalam perjalanan waktu, khususnya di Gereja Latin (Katolik Roma), anak-anak diijinkan mulai menyambut pada “usia akal budi” yakni saat anak-anak dapat membedakan yang baik dan benar (tentu untuk hal-hal sesuai dengan usianya).

Selanjutnya...

 

Perayaan Sabda Hari Minggu-Mengenang Kebangkitan Yesus Kristus

Oleh Admin KAM

 

Ketika Yesus Kristus tidak lagi di dunia ini, orang kristen perdana merasa perlu berkumpul tersendiri di suatu tempat pada hari Minggu untuk mengenang hari kebangkitan Sang Guru, mengenang misteri paska-Nya. Secara perlahan mereka menarik diri dari kegiatan liturgi sabda di sinagoga pada hari Sabtu. Mereka datang berkumpul di suatu tempat pada hari Minggu. Saat itu mereka mendengarkan Sabda Allah, meniru pola liturgi sinagoga, dan kemudian memecah-mecahkan roti sebagaimana diwasiatkan oleh Yesus pada malam perjamuan terakhir. Tindakan mendengarkan Sabda Allah dan memecahkan roti merupakan dua unsur yang membentuk perayaan iman orang Kristen untuk mengenang penyelamatan Yesus Kristus yang bangkit pada hari Minggu; itulah Perayaan Ekaristi.

Selanjutnya...

 

Kisah Hidup Santo Matius

Oleh Admin KAM

Hari ini, tanggal 21 September. Gereja Kudus merayakan Pesta Santo Matius, Penulis Injil. Matius adalah seorang pemungut cukai di kota Kapernaum, kota di mana Yesus tinggal. Matius seorang Yahudi, tetapi ia bekerja untuk kepentingan bangsa Romawi yang menjajah bangsa Yahudi. Oleh sebab itu, orang-orang sebangsanya tidak menyukai Matius. Mereka tidak mau berhubungan dengan “orang-orang berdosa” seperti Matius si pemungut cukai.

Namun, Yesus tidak berpikir demikian terhadap Matius. Suatu hari, Yesus melihat Matius duduk di rumah cukai dan Ia berkata, “Ikutlah Aku.” Seketika itu juga Matius meninggalkan uang serta jabatannya untuk mengikuti Yesus. Yesus kelihatan demikian kudus dan bagaikan seorang raja. Matius mengadakan suatu perjamuan besar bagi-Nya. Ia mengundang teman-teman lain yang seperti dirinya untuk bertemu dengan Yesus serta mendengarkan pengajaran-Nya. Sebagian orang Yahudi menyalahkan Yesus karena makan bersama dengan orang-orang yang mereka anggap orang berdosa. Tetapi, Yesus sudah siap dengan suatu jawaban. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Ketika Yesus kembali ke surga, St. Matius tinggal di Palestina. Ia tetap tinggal di sana beberapa waktu lamanya untuk mewartakan Kristus. Kita mengenal Injil Matius, yang adalah kisah Yesus serta ajaran-ajaran-Nya. St. Matius mewartakan Yesus kepada kaum sebangsanya. Kristus adalah Mesias yang dinubuatkan para nabi yang akan datang untuk menyelamatkan kita. Setelah mewartakan Injil kepada banyak orang, hidup St. Matius berakhir sebagai seorang martir iman yang jaya.
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:48)
Semoga berkat Injil Matius, kita semakin mengenal Allah, yang hadir dalam diri Yesus Kristus. Santo Matius mendoakan kita, mendoakan Gereja dan mendoakan keluarga! Salam sukacita. (ES)
   

Doa Bersama Umat Kristiani

Oleh Admin KAM

Kepada Yth.

Para Pastor Paroki di KAM
Ketua-Ketua Komisi di KAM
Komunitas-komunitas Religius/Biara-biara
Seminari Menengah, Seminari Tinggi, Rumah Pendidikan Calon Imam
Yayasan Pendidikan Katolik di Wilayah KAM
Kelompok-kelompok Kategorial

Salam hormat,

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak seluruh Umat Katolik di Indonesia untuk berperan serta dalam Kegiatan Doa Bersama Umat Kristiani yang diinisiasi oleh Jaringan Doa Nasional (JDN) dan didukung penuh oleh PGI dan Gereja-Gereja lain serta KWI.

Selanjutnya...

 

Penjelasan tentang Pengumuman

Oleh Admin KAM

Sejak awal sejarah sampai sekarang, pengumuman bukan merupakan bagian yang harus ada dalam perayaan liturgi. Karena itu Pedoman Umum Misale Romawi no. 166 mencatat, “Pengumuman untuk umat, kalau ada, dibacakan sesudah doa komuni”. Pernah terjadi pengumuman ditempatkan sebelum perayaan dimulai, sesudah bacaan Injil atau sesudah homili bahkan sesudah perayaan selesai. Sekarang pengumuman itu umumnya ditempatkan pada ritus penutup (sesudah doa komuni-bila dalam Perayaan Ekaristi-, atau sesudah doa penutup –bila dalam Perayaan Sabda Minggu). Ada pendapat bahwa pengumuman itu bukan hanya sekedar bacaan informasi-informasi baru melainkan pemberian tugas kepada umat apa yang harus dikerjakan dalam minggu ini.

Menurut Pedoman Umum Misale Romawi, no. 184 pengumuman dibacakan oleh diakon kecuali kalau imam sendiri ingin melakukan hal itu. Situasi nyata seperti Keuskupan Agung Medan pengumuman itu biasanya disampaikan oleh porhanger atau seorang lain yang ditugaskan untuk itu. Pengumuman bukan disampaikan dari mimbar sabda melainkan dari tempat khusus, misalnya dari tempat dirigen.

Selanjutnya...

   

Halaman 6 dari 8

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Kalender Liturgi

  • Saran Nyanyian TPE/TPS

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini258
mod_vvisit_counterKemarin894
mod_vvisit_counterMinggu Ini2272
mod_vvisit_counterMinggu lalu3460
mod_vvisit_counterBulan ini11050
mod_vvisit_counterBulan lalu12588
mod_vvisit_counterTotal501329